laporan observasi bendung simongan

Download Laporan observasi bendung simongan

Post on 13-Jan-2017

551 views

Category:

Engineering

15 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • LAPORAN OBSERVASI BENDUNG SIMONGAN

    Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bangunan Air

    Dosen Pengampu :

    Dr. Eng. Yeri Sutopo, MPd., M. T.

    Disusun Oleh :

    1. Nimatul Maghfiroh 5113413014

    2. Roikhatun 5113413031

    3. Evi Kristianingrum 5113413053

    4. Yudi Sutanto 5113413058

    5. Rohman Asnanto 5113413072

    TEKNIK SIPIL, S1

    FAKULTAS TEKNIK

    UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

    2016

  • DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL ............................................................................ i

    DAFTAR ISI ......................................................................................... ii

    BAB 1 PENDAHULUAN .................................................................... 1

    1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1

    1.2 Rumusan Masalah ...................................................................... 2

    1.3 Tujuan ........................................................................................ 2

    1.4 Manfaat ...................................................................................... 3

    1.5 Tempat dan Waktu Pelaksanaan ................................................ 3

    1.6 Metoda Penyusunan Laporan ..................................................... 3

    BAB II LANDASAN TEORI .............................................................. 4

    2.1 Pengertian Bendung ................................................................... 4

    2.2 Klasifikasi Bendung ................................................................... 5

    2.3 Tata letak dan Bagian-bagian Bendungan .................................. 5

    BAB III PEMBAHASAN .................................................................... 11

    3.1 Letak Bendung Simongan ........................................................ 11

    3.2 Kondisi Bendung Simongan .................................................... 11

    3.3 Bagian-bagian Bendung ........................................................... 13

    3.4 Fungsi Bendung Simongan ...................................................... 18

    3.5 Perawatan Bendung Simongan ................................................ 18

    3.6 Kegiatan Penggantian .............................................................. 20

    3.7 Petugas Bendung ...................................................................... 21

    BAB IV PENUTUP .............................................................................. 22

    4.1 Kesimpulan .............................................................................. 22

    4.2 Saran ........................................................................................ 22

    DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 23

  • Tugas Bangunan Air |Observasi Bendung Simongan 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Bendung atau pelimpah adalah suatu bangunan yang dibuat dari pasangan

    batu kali, bronjong atau beton, yang terletak melintang pada sebuah sungai

    yang tentu saja bangunan ini dapat digunakan pula untuk kepentingan lain

    selain irigasi, seperti untuk keperluan air minum, pembangkit listrik atau

    untuk pengendali banjir.

    Menurut macamnya bendung dibagi dua, yaitu bendung tetap dan bendung

    sementara, bendung tetap adalah bangunan yang sebagian besar konstruksi

    terdiri dari pintu yang dapat digerakkan untuk mengatur ketinggian muka air

    sungai sedangkan bendung tidak tetap adalah bangunan yang dipergunakan

    untuk meninggikan muka air di sungai, sampai pada ketinggian yang

    diperlukan agar air dapat dialirkan ke saluran irigasi dan petak tersier.

    Kota Semarang merupakan ibukota provinsi Jawa Tengah, dengan jumlah

    penduduk sekitar 1,3 juta jiwa. Letak kota Semarang yang sangat strategis

    sebagai simpul transportasi regional menjadikan kota Semarang mempunyai

    kelengkapan sarana prasarana fisik sehingga dapat meningkatkan

    pertumbumbuhan ekonomi. Seiring dengan pertumbuhan kota Semarang yang

    berjalan dengan cepat, hal tersebut menyebabkan perubahan tata guna lahan di

    kota Semarang. Selain masalah tersebut bersamaan dengan perkembangan

    kemajuan kota Semarang pasti juga timbul masalah yang kompleks.

    Kota Semarang dalam beberapa tahun terakhir ini menghadapi

    permasalahan yang cukup sulit, yaitu setiap tahun selalu mengalami bencana

    banjir dimusim penghujan dan kekkurangan air dimusim kemarau. Masalah

    kekurangan air akan semakin buruk di mas mendatang karena perkembangan

    penduduk terpusat di daerah perkotaan. Selain itu penurunan tanah di wilayah

    pesisir kota telah meningkat dalam decade terakhir dan akan terus meningkat

    karena eksploitasi air dan tanah yang berlebihan oleh sector industry.

  • Tugas Bangunan Air |Observasi Bendung Simongan 2

    Bangunan hidraulik seperti bendung adalah bangunan sipil yang cukup

    beresiko jika terjadi kerusakan ataupun tidak lagi memiliki keamanan yang

    sesuai dengan kriteria perencanaan, sehingga dapat menimbulkan kegagalan

    bendung menyadap air setiap waktu, menganggu fungsi sungai seperti sedia

    kala, dan banjir yang berdampak negatif di hulu bendung yang dapat

    menyebabkan korban jiwa.

    Begitu pula dengan bendung Simongan yang berada di Sungai Garang

    yang terletak di kota Semarang, memiliki fungsi untuk mengurangi banjir

    yang terjadi di Kota Semarang. Bahkan dahulu kala bendung Simongan

    tersebut juga difungsikan untuk Irigasi di Kota Semarang. Oleh karena itu

    dalam studi ini kami akan membahas tentang bagian-bagian yang terdapat di

    bendung Simongan, apakah sudah sesuai dengan standar perencanaan bendung

    di sebuah kota ataukah belum sesuai dengan ketentuan perencanaan dilihat

    dari segi kelengkapan struktur yang terdapat di bendung Simongan kota

    Semarang tersebut.

    1.2 Rumusan Masalah

    Dari latar belakang diatas dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:

    a. Bagaimana kondisi Bendung Simongan?

    b. Apa saja bagian bangunan bendung yang terdapat pada Bendung

    Simongan?

    c. Apa saja fungsi Bendung Simongan?

    d. Bagaimana perawatan Bendung Simongan?

    1.3 Tujuan

    Adapun tujuan dari observasi yang dilakukan adalah sebagai berikut:

    a. Mengetahui kondisi Bendung Simongan.

    b. Mengetahui bagian bangunan bendung yang terdapat pada Bendung

    Simongan.

    c. Mengetahui fungsi Bendung Simongan.

    d. Mengetaui perawatan pada Bendung Simongan.

  • Tugas Bangunan Air |Observasi Bendung Simongan 3

    1.4 Manfaat

    Manfaat yang didapat dari observasi antara lain:

    a. Mengetahui secara langsung kondisi Bendung

    b. Menambah penguasaan materi kuliah dari hasil observasi secara langsung

    pada bangunan bendung

    c. Dapat membandingkan antara teori dengan kondisi dilapangan pada

    bendung

    1.5 Tempat dan Waktu Pelaksanaan

    Tempat : Bendung Simongan

    Hari,tanggal : Sabtu, 12 Maret 2016

    1.6 Metode Penyusunan Laporan

    Metode yang digunakan dalam penyusunan laporan ini adalah sebagai

    berikut :

    a. Metode observasi

    Dalam hal ini data diperoleh dari pengamatan secara langsung di

    lapangan pada Bendung Simongan.

    b. Metode wawancara / interview

    Melakukan wawancara secara langsung dengan pihak-pihak yang

    terlibat dalam pengoperasian Bendung Simongan.

    c. Metode Study kepustakaan

    Data-data diperoleh dari referensi lain seperti buku, literatur ataupun

    diktat yang sesuai dengan bahasan laporan demi menunjang kesempurnaan

    pembahasan di dalam laporan.

  • Tugas Bangunan Air |Observasi Bendung Simongan 4

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    2.1 Pengertian Bendung

    Menurut standar tata cara perencanaan umum bendung, yang diartikan

    dengan bendung adalah suatu bangunan air dengan kelengkapan yang

    dibangun melintang sungai atau sudetan yang sengaja dibuat untuk

    meninggikan taraf muka air atau untuk mendapatkan tinggi terjun. Sehingga

    air dapat disadap dan dialirkan secara gravitasi ke tempat yang

    membutuhkannya. Sedangkan bangunan air adalah setiap pekerjaan sipil yang

    dibangun dibadan sungai untuk berbagai keperluan.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia 03-2401-1991 tentang pedoman

    perencanaan hidrologi dan hidraulik untuk bangunan di sungai adalah

    bangunanini dapat didesain dan dibangunan sebagai bangunan tetap, bendung

    gerak, atau kombinasinya, dan harus dapat berfungsi untuk mengendalikan

    aliran dan angkutan muatan di sungai sedemikian sehingga dengan

    menaikkan muka airnya, air dapat dimanfaatkan secara efisien sesuai dengan

    kebutuhannya.

    Definisi bendung menurut analisa upah dan bahan BOW (Burgerlijke

    Openbare Werken), bendung adalah bangunan air (beserta kelengkapannya)

    yang dibangun melintang sungai untuk meninggikan taraf muka air sehingga

    dapat dialirkan secara gravitasi ke tempat yang membutuhkannya. Fungsi

    utama dari bendung adalah untuk meninggikan elevasi muka air darisungai

    yang dibendung sehingga air bisa disadap dan dialirkan ke saluran lewat

    bangunan pengambilan (intake structure), dan untuk mengendalikan aliran,

    angkutan sedimen dan geometri sungai sehingga air dapat dimanfaatkan

    secara aman, efisien, dan optimal, (Mawardi & Memet, 2010).

  • Tugas Bangunan Air |Observasi Bendung Simongan 5