laporan observasi pedagang tradisional

Download Laporan Observasi Pedagang Tradisional

Post on 26-Jul-2015

2.176 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I Pendahuluan

1.1

Latar BelakangAl-Quran memandang manusia sebagai makhluk moral, yang mampu

membedakan antara yang baik dan yang buruk, serta memiliki kebebasan untuk memilih keduanya. Al-Quran menyebut kemampuan manusia untuk menjadi baik atau buruk, sebagaimana dinyatakan dalam surat 91 ayat 7-10 : Demi sukma dan penyempurnaannya (Allah) mengilhami (sukma) kejahatan dan kebaikan. Sungguh, bahagialah siapa yang menyucikannya, dan rugilah siapa yang mencemarkannya.

Islam membenarkan setiap kegiatan bisnis sepanjang tidak menyakiti oranga atau masyarakat secara keseluruhan. Karenanya, kode etik bisnis sebagaimana yang di atur dalam hukum islam, menjelasakan mana perilaku yang dibenarkan mana yang tidak yang menyangkut kegiatan bisnis dan pengambilan Keputusan.

1.2

Identifikasi MasalahBerdasarkan latar belakang di atas, penulis mengidentifikasi masalah-masalah

sebagai berikut : 1. Apa yang dimaksud dengan perilaku ekonomi dalam islam ? 2. Bagaimana proses penggolongan tipologi manusia dalam islam dikalangan pedagang? 3. Bagaimana perilaku produsen terhadap konsumen ? 4. Bagaimana perilaku konsumen terhadap produsen ? 5. Bagaimana bisnis dalam islam bisa berjalan dengan baik ?

PAI 2 | Laporan Observasi Pedagang Lauk Pauk Pasar Tradisional Malabar

1

1.3

Pembatasan MasalahAgar pembahasan dapat dilakukan lebih cermat, permasalahan dibatasi pada poin

kesatu, dan kedua yaitu : 1. Pengertian perilaku ekonomi dalam islam. 2. Penggolongan tipologi manusia dalam islam di kalangan padagang.

1.4

Perumusan MasalahBerdasarkan latar belakang, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah diatas,

penulis merumuskan masalah sebagai berikut : 1. Apa yang dimaksud dengan perilaku ekonomi dalam islam ? 2. Bagaimana proses tipologi manusia dalam islam di kalangan pedagang ?

1.5

TujuanPenulisan ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut : Mengetahui tipe-tipe atau tipologi manusia dalam islam di kalangan pedagang

pasar tradisional setempat dengan cara menggolongkan dan menganalisis data wawancara yang telah dilakukan.

1.6

ManfaatAdapun manfaat yang dapat diperoleh adalah : 1. Dapat menjelaskan prinsip-prinsip perilaku ekonomi dalam islam. 3. Dapat mengetahui tipologi manusia dalam islam di kalangan pedagang. 4. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai perilaku ekonomi dalam Islam serta mengetahui cara berbisnis islami yang baik.

PAI 2 | Laporan Observasi Pedagang Lauk Pauk Pasar Tradisional Malabar

2

1.7

Sistematika PenulisanKarya tulis ini disusun berdasarkan sistematika penulisan yang secara garis besar

terdiri atas :

BAB I Pendahuluan Meliputi: Latar belakang, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II Landasan Teori Meliputi : Tipologi Manusia Dalam Islam, Produsen dan Perilaku Produksi dalam Islam, Konsumen dan Perilaku Konsumsi dalam Islam, Tiga Elemen Besar Bisnis Islami, Praktek Bisnis Islami, Praktek Bisnis Terlarang.

BAB III Metodologi Penelitian Meliputi : Metode Penelitian, Populasi dan Sampel, Alat dan Bahan, Waktu dan Tempat Penelitian, Bentuk Penelitian, dan Langkah Kerja.

BAB IV Hasil dan Pembahasan Meliputi : Hasil penelitian dan Analisis data.

BAB V Penutup Meliputi : Kesimpulan dan Saran.

PAI 2 | Laporan Observasi Pedagang Lauk Pauk Pasar Tradisional Malabar

3

BAB II Landasan Teori

2.1

Tipologi Manusia Dalam IslamAl-Quran dengan berbagai cara telah menyebut manusia sebanyak 391 kali.

Namun demikian, para sarjana muslim umumnya mengelompokkan manusia kedalam tiga kategori sebagai berikut :

2.1.1

Materialistis (Dahriyyin) Materialistis adalah tipe manusia yang hidup hanya untuk dunia dan

kesenangan. Mereka ini orang-orang yang berkeyakinan dan berperilaku materialis yang lekat dengan doktrin materialistis, tidak mempercayai adanya akhirat dimana manusia akan diminta pertanggungjawabannya atas kebaikan dan keburukan yang dilakukan. Mereka berkata dalam Al-Quran (QS.23:37) bahwa: Tiadayang lain selain kehidupan kita didunia ini. Kita mati dan kita hidup. Tetapi takkan pernah kita dibangkitkan kembali.

2.1.2

Spiritualis (Rabbaniyyun) Spiritualis adalah tipe manusia yang tidak memiliki pandangan yang jelas

tentang kepribadiannya. Mereka yang termasuk kelompok ini (walau diantara mereka percaya kepada Tuhan dan hari kiamat, dan secara teratur pergi ketempat ibadah) sepenuhnya memisahkan keyakinan dan pelaksanaan agama dari kehidupan nyata sehari-hari.Al-Quran menyebutnya sebagai orang-orang yang akan merugi di hari kiamat (QS.18:103-105) : Tanyakanlah, akankah Kami ceritakan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi dalam amalnya?. Mereka yang sia-sia usahanya dalam hidup di dunia ini , sedang mereka mengira melakukan pekerjaan yang baik?. Merekalah yang mengingkari ayat-ayat Tuhannya, dan pertemuan dengan (Tuhannya), maka

PAI 2 | Laporan Observasi Pedagang Lauk Pauk Pasar Tradisional Malabar

4

sia-sialah amal mereka. Dan tiada amalnya itu Kami anggap berharga pada hari kiamat.

2.1.3

Insan Sejati (Al-Mukminun) Insan sejati adalah tipe manusia yang menerima kehidupan dunia sebagai

tempat menanam benih bagi kehidupan diakhirat dan percaya pada Allah dan mengetahui inti sari dan makna kehidupan dunia dan akhirat, serta mampu menghubungkan keduanya. Mereka yang selalu berdoa kepada Allah, sebagaimana dinyatakan dalam (QS.2:201) : Dan diantara mereka ada yang berdoa, Tuhan kamil Berilah kami kebaikan di atas dunia. Dan berilah kami kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari azab api (neraka).

2.2

Produsen dan Perilaku Produksi Dalam IslamProduksi adalah penyediaan atau suatu kegiatan yang menghasilkan output dalam

bentuk barang maupun jasa. Perusahaan atau perseorangan yang melakukan kegiatan produksidisebut produsen. Contoh : pabrik baterai yang memproduksi batu baterai, tukang mie ayam yang membuat mie yamin, tukang pijat urut yang memberikan pelayanan jasa pijat urut kepada para pelanggannya. Berproduksi hukumnya mubah dan jelas berdasarkan As-sunnah. Adapun faktor-faktor produksi dalam islam adalah:

2.2.1

Alam Segala sesuatu yang sudah tersedia di alam ini, yang diambil oleh manusia

dengan suatu pengorbanan. Faktor alam ini biasa dijadikan tempat atau lokasi perusahaan untuk dijadikan bahan baku industri. Misalnya: tanah, air., kayu, hutan, ikan dilaut, barang tambang dan lain sebagainya. Semua sumber daya alam ini tidak tersedia dengan sendirinya, tapi diatur oleh Yang Maha Kuasa. Cuaca, iklim, curah hujan, musim kering, tidak terlepas dari pengaturan-Nya.

PAI 2 | Laporan Observasi Pedagang Lauk Pauk Pasar Tradisional Malabar

5

2.2.2

Tenaga Kerja Islam mengajarkan bahwa tenaga kerja yang dipekerjakan dalam

perusahaan mereka adalah partner atau mitra kerja pengusaha. Tidak boleh terjadi pertentangan kepentingan pengusaha dan pekerja, sebab mereka saling membantu dalam menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat banyak. Oleh karena itu pengusaha harus memberi upah yang layak begi pekerjanya.

2.2.3

Modal Sebagai alat yang berguna untuk produksi selanjutnya, dan islam

mengajarkan harus bebas dari bunga. Yaitu kita pakai teknik-teknik dan metode yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw. Alat ini dapat dilihat dalam berbagai bentuk seperti mesin pabrik, mesin kantor, bangunan toko yang disewakan dan kendaraan yang digunakan untuk menghasilkan guna mencapai produksi yang lebih besar.

2.2.4

Skill atau Manajemen Manusia sebagai sumber daya utama dalam mengelola bisnis perusahaan

haruslah yang ahlinya. Karena pelaksanaan kegiatan produksi saat ini yang sudah menggunakan mesin serba canggih dan tidak bisa dilakukan oleh orang awam, tetapi harus sudah menggunakan manajemen yang baik yaitu orang-orang ahli. Dengan demikian, semua kegiatan perekonomian haruslah didasari keterampilan dan keahlian. Jika tidak, maka dikhawatirkan akan hancur atau tidak mencapai hasil. Hal ini telah diperingatkan oleh Rasulullah SAW : Jika diserahkan sesuatu urusan (pekerjaan) pada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya. (HR.Bukhari)

PAI 2 | Laporan Observasi Pedagang Lauk Pauk Pasar Tradisional Malabar

6

2.3

Konsumen dan Perilaku Konsumsi Dalam IslamKonsumsi adalah permintaan sedangkan produksi adalah penyediaan. Konsumsi

dapat pula diartikan sebagai aktivitas memakai atau menggunakn suatu poduk barang atau jasa yang dihasilkan oleh para produsen. Perusahaan atau perseorangan yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen. Contoh konsumsi dalam kehidupan kita sehari-hari sereti membeli beras di toko, pergi ke dokter ketika kita sakit.

Kebutuhan konsumen yang kini dan yang telah diperhitungkan sebelumnya, merupakan insentif pokok bagi kegiatan-kegiatan ekonominya sendiri. Mereka mungkin tidak hanya menyerap pendapatannya tetapi juga memberi insentif untuk

meningkatkannya. Hal ini mengandung arti bahwa pembicaraan mengenai konsumsi adalah primer, dan hanya menunjukkan kemampuannya untuk memahami dan menjelaskan prinsip produksi maupun konsumsi, mereka dapat di anggap kompeten untuk mengembangkan hukum-hukum nilai dan distribusi. Perbedann antara ilmu ekonomi modern dan ekonomi islam dalam hal konsu msi terletak pada cara pendekatannya dalam memenuhi kebutuhan seseorang. Islam tidak mengakui kegemaran materialistis semata-mata dari pola konsumsi modern.

Selanjutnya Perintah islam mengenai konsumsi ini dikendalikan oleh lima prinsip:

2.3.1

PrinsipKeadilan (Al-Baqarah ayat 168) Hai sekalian manusia, makanlah yang halal la