sirah nabawiyah: sejarah nabi muhammad saw tahun 6 hijriyah

Download Sirah Nabawiyah: Sejarah Nabi Muhammad saw tahun 6 hijriyah

Post on 04-Aug-2015

280 views

Category:

Education

9 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1. SIRAH NABI MUHAMMAD SAW. TAHUN KE 6 HIJRIYAHPROGRAM STUDITARBIYAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM PENGEMBANGANILMU ALMAKALAHSIRAH NABAWIYAHTentangDisusun oleh:Nurjannah : 20141894Deti Yulia Martiana : 20141911Yenni Batubara : 20141919Dosen Pembimbing:Drs. H. SUHEFRI, M.AgPENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) JURUSANAL-QURAN (STAI-PIQ) SUMATERA BARAT2014 M/ 1435 H 2. 1PEMBAHASANSIRAH NABI MUHAMMAD SAW. TAHUN KE 6 HIJRIYAHA. PERTEMPURAN BANI LIHYANBani Lihyan adalah orang-orang yang telah berbuat licik terhadapsepuluh orang sahabat Rasulullah saw. pada tragedi ar-Raji danmenyebabkan kematian mereka. Akan tetapi karena daerah mereka masukdalam wilayah Hijaz dan berbatasan langsung dengan Mekkah, sedangkanpertentangan yang begitu sengit sedang berlangsung antara orang-orang Islamdan kaum Quraisy serta suku-suku Arab badui, maka Nabi tidak melihat perlumemasuki wilayah-wilayah tersebut, dekat dengan posisi musuh terbesar. Danketika pasukan gabungan mulai tidak peduli lagi, semangat mereka sudahmengendur dan karena kondisi saat itu mereka lebih bersikap tenang untukbeberapa waktu. Akhirnya Nabi memandang sudah saatnya untukmenuntaskan dendam terhadap bani Lihyan atas terbunuhnya sahabat beliaupada tragedi ar-Raji.1Setelah kembali dari bani Quraizhah Rasulullah menetap di Madinahselama bulan Dzul-hijjah, Muharram, Shafar, Rabiul Awwal, dan RabiulAkhir. Pada bulan Jumadil Ula tepatnya enam bulan pasca penaklukan BaniQuraizhah, beliau keluar dari Madinah menuju Bani Lihyan guna mencarisahabat-sahabat yang beliau kirim ke Ar-Raji yaitu Khubaib bin Adi dan lain-lain.Rasulullah memperlihatkan diri seolah-olah hendak pergi ke Syam agarbisa mencari kelengahan Bani Lihyan. Rasulullah mengangkat Ibnu UmmiMaktum sebagai penguasa sementara atas Madinah.2Ibnu Ishaq mengatakan: Rasulullah keluar dari Madinah berjalanmelintasi Ghurab, gunung di tepian Madinah ke arah Syam. MelintasiMakhidh lalu ke Al-Batra belok kiri dan keluar di Biin. Lalu melintasiShukhairatul Yamam, berjalan lurus menuju Al-Mahajjah dari jalan Makkah,1 Shofiyurrahman al-Mubarakfuriy, Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammadsaw. dari Kelahiran Hingga Detik-detik Terakhir, (Jakarta: Darul Haq, 2012) Cet. XIV, hal. 4742 Ibnu Hisyam, Tahqiq As-Sirah an-Nabawiyah li Ibni Hisyam, Ditahqiq oleh: Umar Abdas-Salam Tadmuriy,, (Beirut: Dar al-Kitab al-Araby, 1990) Juz III, hal. 225 3. meningkatkan tempo perjalanan hingga turun di Ghuran yang merupakantempat tinggal Bani Lihyan. Ghuran adalah lembah antara Amaj denganUsfan. menuju daerah yang bernama Sayah. Rasulullah saw. mendapati orang-orangBani Lihyan siap siaga dan berlindung di puncak gunung. KetikaRasulullah turun di Sayah dan beliau merasa gagal menipu mereka, beliaubersabda: Seandainya kita turun ke Usfan, orang-orang Makkah pasti melihatkita hendak mendatangi mereka. Setelah itu, Rasulullah meneruskanperjalanan bersama dua ratus penunggang unta dari para sahabat hingga turundi Usfan, mengutus dua penunggang kuda dari para sahabat hingga keduanyatiba di Kurral Ghamim dan Kura. Rasulullah sendiri memilih pulang keMadinah.32B. PERTEMPURAN DZI QARAD1. Latar belakang terjadinya pertempuran Dzi QaradRasulullah saw. pulang ke Madinah dan hanya menetap beberapamalam. Karena tidak lama setelah itu, Uyainah bin Hudzaifah bin Badr Al-Fazari bersama pasukan berkuda dari Ghathafan menyerang unta-untahamil milik baliau di Al-Ghabah. Di Al-Ghabah terdapat seseorang dariBani Ghifar (Ibn Abi Dzar) dan istrinya. Uyainah bin Hishn membunuhorang tersebut dan membawa istrinya dengan meletakkannya di unta hamiltersebut.4Ibnu Ishak berkata: Ashim bin Umar bin Qatadah dan Abdullahbin Abu Bakar meriwayatkan kepadaku, dari Abdullah bin Kaab binMalik menceritakan tentang pertempuran Dzi Qarad dalam sebagian hadis:Artinya: Orang yang pertama kali mengetahui kedatangan Uyainah binHishn bin Hudzaifah bin Badr Al-Fazari beserta pasukannyadan bersiap-siap untuk menghadapinya adalah Salamah binAmr bin Al-Akwa As-Sulami. Ia pergi ke Al-Ghabah padawaktu pagi dengan membawa busur panah ditemani budak milik3 Ibnu Ishaq, As-Sirah an-Nabawiyah, Muhaqqiq: Ahmad Farid al-Mazidiy, (Beirut: Daral-Kutub al-Ilmiyah, 2004) Juz II, hal. 4354 Ibnu Hisyam, as-Sirah an-Nabawiyah li Ibn Hisyam, (Beirut: Dar Ibn Hazm, 2009) Cet.II, hal. 486. Lihat juga al-Baihaqi dalam Dalail an-Nubuwah (4/186,187) 4. Thalhah bin Ubaidillah yang menuntun kuda. Ketika Salamahbin Amr berada di atas Tsaniyyatul Wada, ia melihat sebagiankuda-kuda Uyainah bin Hishn. Ia mendaki Sala dan berteriak,Duhai pagi ini. Kemudian Salamah bin Amr menelusuri jejakUyainah bin Hishn. Salamah bin Amr persis seperti binatangbuas. Ia terus berjalan hingga berhasil mengejar mereka,kemudian menyerang mereka dengan anak panah. Setiap kali iamemanah, ia berkata, Ambillah anak panah ini, akulah si IbnuAl-Akwa Hari ini hari kematian orang yang hina.(Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam ad-Dalail, al-Bukhari,Muslim, dan Ahmad dalam al-Musnad)Jika pasukan berkuda Uyainah bin Hishn berlari ke arahnya, iamelarikan diri dan menjauhi mereka. Jika ia mendapat kesempatan untukmemanah, ia memanah mereka sambil berkata, Ambillah anak panah ini,akulah Ibnu Al-Akwa. Hari ini hari kematian orang yang hina. Itulahyang terjadi hingga salah seorang dari anak buah Uyainah bin Hishnberkata, Aduh sungguh buruk siang hari kita sejak awal.532. Rasulullah memanggil para penunggang kudaKetika Rasulullah saw. mendapat informasi tentang teriakanSalamah bin Amr (Ibnu al-Akwa), beliau berseru di Madinah, Artinya: Tolong... Tolong. Para sahabat penunggang kuda memacukudanya menuju Rasulullah saw.Penunggang kuda yang pertama kali tiba di tempat beliau adalahAl-Miqdad bin Amr. Dialah Al-Miqdad bin Al-Aswad sekutu BaniZuhrah. Orang kedua yang tiba di tempat beliau dari kaum Anshar setelahAl-Miqdad bin Amr ialah Abbad bin Bisyr bin Waqasy bin Zughbah binZaura salah seorang warga Bani Abdul Asyhal.Ketika para sahabat penunggang kuda berkumpul di tempatRasulullah saw., beliau menunjuk Saad bin Zaid sebagai pemimpinpasukan. Ketika kuda-kuda kaum muslimin berdatangan, Abu Qatadahalias Al-Harits bin Ribi saudara Bani Salamah membunuh Habib bin5 Abu al-Fida Ismail Ibn Katsir, As-Sirah an-Nabawiyah, Ditahqiq oleh: MusthafaAbdul Wahid, (Beirut: Dar al-Marifah, 1976), Juz III, hal. 286 5. Uyainah bin Hishn dan menutupinya dengan kain burdah. Setelah itu, AbuQatadah pergi mengejar musuh dan pada saat yang sama Rasulullah saw.tiba bersama kaum muslimin.Ukkasyah bin Mihshan mampu mengejar Aubar dan anaknya, Amrbin Aubar, yang keduanya menaiki satu unta, kemudian Ukkasyah binMihshan menusuk keduanya dengan tombak hingga tewas. Kaummuslimin berhasil membebaskan beberapa unta hamil.Rasulullah terus berjalan hingga menuruni gunung dari Dzu Qarad.Di sanalah, kedua belah pihak bertemu. Rasulullah berhenti di tempattersebut dan menetap sehari semalam di sana. Setelah itu, Rasulullahpulang ke Madinah.43. Nazar perempuan GhifarSalah seorang wanita dari Bani Ghifar datang kepada Rasulullahsaw. dengan menaiki unta. Tiba di tempat beliau, ia bercerita kepadabeliau kemudian berkata, Wahai Rasulullah, aku telah bernadzar kepadaAllah untuk menyembelih untaku ini jika Allah menyelamatkanku diatasnya. Rasulullah tersenyum, kemudian bersabda, Sungguh jelek balas budimu kepadanya. Allah membuatmu bisa menaikiunta tersebut dan menyelamatkanmu di atasnya kemudian engkaumenyembelihnya? Tidak ada nadzar dalam maksiat kepada Allah dan apayang tidak engkau miliki. Sesungguhnya unta ini untaku, oleh karena itu,pulanglah kepada keluargamu dengan keberkahan Allah.C. PERTEMPURAN BANI AL-MUSTHALIQ1. Latar belakang terjadinya pertempuran Bani al-MusthaliqRasulullah saw. menetap di Madinah di sebagian bulan JumadilAkhir dan Rajab. Setelah itu, beliau menyerbu Bani Al-Mushthaliq di 6. bulan Syaban tahun enam Hijriyah.6 Beliau mengangkat Abu Dzar al-Ghifariy sebagai penguasa sementara di Madinah.Rasulullah mendapat informasi bahwa Bani Al-Mushthaliq bersatuuntuk menghadapi beliau dan panglima perang mereka adalah Al-Haritsbin Abu Dhirar ayah Juwairiyah binti Al-Harits istri Rasulullah saw.Beliau mendengar rencana mereka, beliau berangkat ke tempat merekahingga bertemu mereka di mata air yang bernama Al-Muraisi. Di sana,kedua belah pihak saling serang dan bertempur hingga akhirnya Allahmengalahkan Bani Al-Mushthaliq. Beberapa orang dari mereka tewas, danRasulullah saw. menguasai anak-anak, istri-istri, dan kekayaan mereka.Allah memberikan mereka kepada Rasulullah sebagai harta faiy. Padaperang tersebut, salah seorang dari kaum muslimin yaitu dari Bani Kalbbin Auf bin Amir bin Laits bin Bakr yang bernama Hisyam bin Shubabahterbunuh. Ia terbunuh tidak sengaja oleh seorang dari kaum Anshar yaitukabilah Ubadah bin Ash-Shamit karena disangka musuh. 72. Fitnah yang terjadi antara Muhajirin dan Anshar yang diprovokasi oleh5Abdullah bin Ubay bin SalulManakala Rasulullah masih berada di sekitar mata air tersebut, adaseseorang yang mendekat untuk mengambil air. Dan bersama Umar binKhatthab pelayannya dari Bani Ghifar yang bernama Jahjah bin Masudmenuntun kudanya, lalu tiba-tiba Jahjah dan Sinan bin Wabar Al-Juhanisaling berebut ke mata air dan bertikai. Al-Juhani berkata: Wahai Anshar!Sementara Jahjah berseru: Wahai Muhajirin!Karena kejadian di atas, Abdullah bin Ubay bin Salul yang ketikaitu bersama beberapa orang dari kaumnya di antaranya Zaid bin Arqamnaik pitam kemudian berkata, sungguh mereka telah melakukannya.Mereka mengalahkan dan mengungguli kita di Madinah. Demi Allah, akutidak mengibaratkan kita dengan orang-orang gembel Quraisy tersebutmelainkan seperti dikatakan orang-orang tua dulu, Gemukkan anjingmu,6 Ibn Ishaq, Op. Cit. Hal. 4397 Ibnu Hisyam, Op. Cit. Hal. 490 7. niscaya ia memakanmu. Demi Allah, jika kita tiba di Madinah, orang-orangmulia di dalamnya pasti mengusir orang-orang hina. Abdullah binUbay bin Salul menghadap kepada beberapa orang dari kaumnya yang adadi tempat tersebut, kemudian berkata kepada m