sirah nabawiyah: sejarah nabi muhammad saw tahun 6 hijriyah

of 24 /24
SIRAH NAB PROGRAM STU TARBIYAH SEK ILMU A MAKALAH SIRAH NABAWIYAH Tentang BI MUHAMMAD SAW. TAHUN KE 6 HIJ Disusun oleh: Nurjannah : 20141894 Deti Yulia Martiana : 20141911 Yenni Batubara : 20141919 Dosen Pembimbing: Drs. H. SUHEFRI, M.Ag UDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI KOLAH TINGGI AGAMA ISLAM PENGE AL-QURAN (STAI-PIQ) SUMATERA BAR 2014 M/ 1435 H JRIYAH I) JURUSAN EMBANGAN RAT

Author: pausil-abu

Post on 04-Aug-2015

316 views

Category:

Education


10 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1. SIRAH NABI MUHAMMAD SAW. TAHUN KE 6 HIJRIYAHPROGRAM STUDITARBIYAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM PENGEMBANGANILMU ALMAKALAHSIRAH NABAWIYAHTentangDisusun oleh:Nurjannah : 20141894Deti Yulia Martiana : 20141911Yenni Batubara : 20141919Dosen Pembimbing:Drs. H. SUHEFRI, M.AgPENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) JURUSANAL-QURAN (STAI-PIQ) SUMATERA BARAT2014 M/ 1435 H 2. 1PEMBAHASANSIRAH NABI MUHAMMAD SAW. TAHUN KE 6 HIJRIYAHA. PERTEMPURAN BANI LIHYANBani Lihyan adalah orang-orang yang telah berbuat licik terhadapsepuluh orang sahabat Rasulullah saw. pada tragedi ar-Raji danmenyebabkan kematian mereka. Akan tetapi karena daerah mereka masukdalam wilayah Hijaz dan berbatasan langsung dengan Mekkah, sedangkanpertentangan yang begitu sengit sedang berlangsung antara orang-orang Islamdan kaum Quraisy serta suku-suku Arab badui, maka Nabi tidak melihat perlumemasuki wilayah-wilayah tersebut, dekat dengan posisi musuh terbesar. Danketika pasukan gabungan mulai tidak peduli lagi, semangat mereka sudahmengendur dan karena kondisi saat itu mereka lebih bersikap tenang untukbeberapa waktu. Akhirnya Nabi memandang sudah saatnya untukmenuntaskan dendam terhadap bani Lihyan atas terbunuhnya sahabat beliaupada tragedi ar-Raji.1Setelah kembali dari bani Quraizhah Rasulullah menetap di Madinahselama bulan Dzul-hijjah, Muharram, Shafar, Rabiul Awwal, dan RabiulAkhir. Pada bulan Jumadil Ula tepatnya enam bulan pasca penaklukan BaniQuraizhah, beliau keluar dari Madinah menuju Bani Lihyan guna mencarisahabat-sahabat yang beliau kirim ke Ar-Raji yaitu Khubaib bin Adi dan lain-lain.Rasulullah memperlihatkan diri seolah-olah hendak pergi ke Syam agarbisa mencari kelengahan Bani Lihyan. Rasulullah mengangkat Ibnu UmmiMaktum sebagai penguasa sementara atas Madinah.2Ibnu Ishaq mengatakan: Rasulullah keluar dari Madinah berjalanmelintasi Ghurab, gunung di tepian Madinah ke arah Syam. MelintasiMakhidh lalu ke Al-Batra belok kiri dan keluar di Biin. Lalu melintasiShukhairatul Yamam, berjalan lurus menuju Al-Mahajjah dari jalan Makkah,1 Shofiyurrahman al-Mubarakfuriy, Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammadsaw. dari Kelahiran Hingga Detik-detik Terakhir, (Jakarta: Darul Haq, 2012) Cet. XIV, hal. 4742 Ibnu Hisyam, Tahqiq As-Sirah an-Nabawiyah li Ibni Hisyam, Ditahqiq oleh: Umar Abdas-Salam Tadmuriy,, (Beirut: Dar al-Kitab al-Araby, 1990) Juz III, hal. 225 3. meningkatkan tempo perjalanan hingga turun di Ghuran yang merupakantempat tinggal Bani Lihyan. Ghuran adalah lembah antara Amaj denganUsfan. menuju daerah yang bernama Sayah. Rasulullah saw. mendapati orang-orangBani Lihyan siap siaga dan berlindung di puncak gunung. KetikaRasulullah turun di Sayah dan beliau merasa gagal menipu mereka, beliaubersabda: Seandainya kita turun ke Usfan, orang-orang Makkah pasti melihatkita hendak mendatangi mereka. Setelah itu, Rasulullah meneruskanperjalanan bersama dua ratus penunggang unta dari para sahabat hingga turundi Usfan, mengutus dua penunggang kuda dari para sahabat hingga keduanyatiba di Kurral Ghamim dan Kura. Rasulullah sendiri memilih pulang keMadinah.32B. PERTEMPURAN DZI QARAD1. Latar belakang terjadinya pertempuran Dzi QaradRasulullah saw. pulang ke Madinah dan hanya menetap beberapamalam. Karena tidak lama setelah itu, Uyainah bin Hudzaifah bin Badr Al-Fazari bersama pasukan berkuda dari Ghathafan menyerang unta-untahamil milik baliau di Al-Ghabah. Di Al-Ghabah terdapat seseorang dariBani Ghifar (Ibn Abi Dzar) dan istrinya. Uyainah bin Hishn membunuhorang tersebut dan membawa istrinya dengan meletakkannya di unta hamiltersebut.4Ibnu Ishak berkata: Ashim bin Umar bin Qatadah dan Abdullahbin Abu Bakar meriwayatkan kepadaku, dari Abdullah bin Kaab binMalik menceritakan tentang pertempuran Dzi Qarad dalam sebagian hadis:Artinya: Orang yang pertama kali mengetahui kedatangan Uyainah binHishn bin Hudzaifah bin Badr Al-Fazari beserta pasukannyadan bersiap-siap untuk menghadapinya adalah Salamah binAmr bin Al-Akwa As-Sulami. Ia pergi ke Al-Ghabah padawaktu pagi dengan membawa busur panah ditemani budak milik3 Ibnu Ishaq, As-Sirah an-Nabawiyah, Muhaqqiq: Ahmad Farid al-Mazidiy, (Beirut: Daral-Kutub al-Ilmiyah, 2004) Juz II, hal. 4354 Ibnu Hisyam, as-Sirah an-Nabawiyah li Ibn Hisyam, (Beirut: Dar Ibn Hazm, 2009) Cet.II, hal. 486. Lihat juga al-Baihaqi dalam Dalail an-Nubuwah (4/186,187) 4. Thalhah bin Ubaidillah yang menuntun kuda. Ketika Salamahbin Amr berada di atas Tsaniyyatul Wada, ia melihat sebagiankuda-kuda Uyainah bin Hishn. Ia mendaki Sala dan berteriak,Duhai pagi ini. Kemudian Salamah bin Amr menelusuri jejakUyainah bin Hishn. Salamah bin Amr persis seperti binatangbuas. Ia terus berjalan hingga berhasil mengejar mereka,kemudian menyerang mereka dengan anak panah. Setiap kali iamemanah, ia berkata, Ambillah anak panah ini, akulah si IbnuAl-Akwa Hari ini hari kematian orang yang hina.(Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam ad-Dalail, al-Bukhari,Muslim, dan Ahmad dalam al-Musnad)Jika pasukan berkuda Uyainah bin Hishn berlari ke arahnya, iamelarikan diri dan menjauhi mereka. Jika ia mendapat kesempatan untukmemanah, ia memanah mereka sambil berkata, Ambillah anak panah ini,akulah Ibnu Al-Akwa. Hari ini hari kematian orang yang hina. Itulahyang terjadi hingga salah seorang dari anak buah Uyainah bin Hishnberkata, Aduh sungguh buruk siang hari kita sejak awal.532. Rasulullah memanggil para penunggang kudaKetika Rasulullah saw. mendapat informasi tentang teriakanSalamah bin Amr (Ibnu al-Akwa), beliau berseru di Madinah, Artinya: Tolong... Tolong. Para sahabat penunggang kuda memacukudanya menuju Rasulullah saw.Penunggang kuda yang pertama kali tiba di tempat beliau adalahAl-Miqdad bin Amr. Dialah Al-Miqdad bin Al-Aswad sekutu BaniZuhrah. Orang kedua yang tiba di tempat beliau dari kaum Anshar setelahAl-Miqdad bin Amr ialah Abbad bin Bisyr bin Waqasy bin Zughbah binZaura salah seorang warga Bani Abdul Asyhal.Ketika para sahabat penunggang kuda berkumpul di tempatRasulullah saw., beliau menunjuk Saad bin Zaid sebagai pemimpinpasukan. Ketika kuda-kuda kaum muslimin berdatangan, Abu Qatadahalias Al-Harits bin Ribi saudara Bani Salamah membunuh Habib bin5 Abu al-Fida Ismail Ibn Katsir, As-Sirah an-Nabawiyah, Ditahqiq oleh: MusthafaAbdul Wahid, (Beirut: Dar al-Marifah, 1976), Juz III, hal. 286 5. Uyainah bin Hishn dan menutupinya dengan kain burdah. Setelah itu, AbuQatadah pergi mengejar musuh dan pada saat yang sama Rasulullah saw.tiba bersama kaum muslimin.Ukkasyah bin Mihshan mampu mengejar Aubar dan anaknya, Amrbin Aubar, yang keduanya menaiki satu unta, kemudian Ukkasyah binMihshan menusuk keduanya dengan tombak hingga tewas. Kaummuslimin berhasil membebaskan beberapa unta hamil.Rasulullah terus berjalan hingga menuruni gunung dari Dzu Qarad.Di sanalah, kedua belah pihak bertemu. Rasulullah berhenti di tempattersebut dan menetap sehari semalam di sana. Setelah itu, Rasulullahpulang ke Madinah.43. Nazar perempuan GhifarSalah seorang wanita dari Bani Ghifar datang kepada Rasulullahsaw. dengan menaiki unta. Tiba di tempat beliau, ia bercerita kepadabeliau kemudian berkata, Wahai Rasulullah, aku telah bernadzar kepadaAllah untuk menyembelih untaku ini jika Allah menyelamatkanku diatasnya. Rasulullah tersenyum, kemudian bersabda, Sungguh jelek balas budimu kepadanya. Allah membuatmu bisa menaikiunta tersebut dan menyelamatkanmu di atasnya kemudian engkaumenyembelihnya? Tidak ada nadzar dalam maksiat kepada Allah dan apayang tidak engkau miliki. Sesungguhnya unta ini untaku, oleh karena itu,pulanglah kepada keluargamu dengan keberkahan Allah.C. PERTEMPURAN BANI AL-MUSTHALIQ1. Latar belakang terjadinya pertempuran Bani al-MusthaliqRasulullah saw. menetap di Madinah di sebagian bulan JumadilAkhir dan Rajab. Setelah itu, beliau menyerbu Bani Al-Mushthaliq di 6. bulan Syaban tahun enam Hijriyah.6 Beliau mengangkat Abu Dzar al-Ghifariy sebagai penguasa sementara di Madinah.Rasulullah mendapat informasi bahwa Bani Al-Mushthaliq bersatuuntuk menghadapi beliau dan panglima perang mereka adalah Al-Haritsbin Abu Dhirar ayah Juwairiyah binti Al-Harits istri Rasulullah saw.Beliau mendengar rencana mereka, beliau berangkat ke tempat merekahingga bertemu mereka di mata air yang bernama Al-Muraisi. Di sana,kedua belah pihak saling serang dan bertempur hingga akhirnya Allahmengalahkan Bani Al-Mushthaliq. Beberapa orang dari mereka tewas, danRasulullah saw. menguasai anak-anak, istri-istri, dan kekayaan mereka.Allah memberikan mereka kepada Rasulullah sebagai harta faiy. Padaperang tersebut, salah seorang dari kaum muslimin yaitu dari Bani Kalbbin Auf bin Amir bin Laits bin Bakr yang bernama Hisyam bin Shubabahterbunuh. Ia terbunuh tidak sengaja oleh seorang dari kaum Anshar yaitukabilah Ubadah bin Ash-Shamit karena disangka musuh. 72. Fitnah yang terjadi antara Muhajirin dan Anshar yang diprovokasi oleh5Abdullah bin Ubay bin SalulManakala Rasulullah masih berada di sekitar mata air tersebut, adaseseorang yang mendekat untuk mengambil air. Dan bersama Umar binKhatthab pelayannya dari Bani Ghifar yang bernama Jahjah bin Masudmenuntun kudanya, lalu tiba-tiba Jahjah dan Sinan bin Wabar Al-Juhanisaling berebut ke mata air dan bertikai. Al-Juhani berkata: Wahai Anshar!Sementara Jahjah berseru: Wahai Muhajirin!Karena kejadian di atas, Abdullah bin Ubay bin Salul yang ketikaitu bersama beberapa orang dari kaumnya di antaranya Zaid bin Arqamnaik pitam kemudian berkata, sungguh mereka telah melakukannya.Mereka mengalahkan dan mengungguli kita di Madinah. Demi Allah, akutidak mengibaratkan kita dengan orang-orang gembel Quraisy tersebutmelainkan seperti dikatakan orang-orang tua dulu, Gemukkan anjingmu,6 Ibn Ishaq, Op. Cit. Hal. 4397 Ibnu Hisyam, Op. Cit. Hal. 490 7. niscaya ia memakanmu. Demi Allah, jika kita tiba di Madinah, orang-orangmulia di dalamnya pasti mengusir orang-orang hina. Abdullah binUbay bin Salul menghadap kepada beberapa orang dari kaumnya yang adadi tempat tersebut, kemudian berkata kepada mereka: Inilah yang kalianperbuat terhadap diri kalian. Kalian tempatkan mereka di negeri kalian danmembagi harta kalian dengan mereka. Demi Allah, jika kalian tidakmemberikan kekayaan kalian kepada mereka, mereka pasti pindah keselain negeri kalian.Zaid bin Arqam mendengar dengan jelas ucapan Abdullah binUbay bin Salul di atas, kemudian ia pergi ke tempat Rasulullah saw. Ituterjadi setelah Rasulullah berhasil mengatasi musuhnya. Zaid bin Arqammelaporkan ucapan Abdullah bin Ubay bin Salul di atas kepada Rasulullahsaw. yang ketika itu ditemani Umar bin al-Khaththab.Ketika Abdullah bin Ubay bin Salul mendengar Zaid bin Arqammelaporkan ucapan yang didengarnya kepada Rasulullah, ia pergi meng-hadapbeliau kemudian bersumpah dengan nama Allah dan berkata, Akutidak mengatakan ucapan yang dilaporkan Zaid bin Arqam Abdullah binUbay bin Salul adalah tokoh penting di kaumnya. Salah seorang dari kaumAnshar berkata kepada Rasulullah, Wahai Rasulullah, bisa jadi anakmuda usia tersebut (Zaid bin Arqam) bicara salah dan tidak hapal apa yangdikatakan Abdullah bin Ubay bin Salul. Sahabat tersebut berkata sepertiitu untuk melindungi Abdullah bin Ubay bin Salul.863. Pertemuan Usyaid bin Hudhair dengan RasulullahDalam perjalanan pulang ke Madinah, Rasulullah bertemu Usaidbin Hudhair. Ia mengucapkan salam kepada beliau, dan berkata kepadabeliau, Wahai Nabi Allah, demi Allah, sungguh engkau pulang di waktuyang tidak mengenakkan. Engkau tidak pernah pulang pada waktu sepertisekarang sebelum ini. Rasulullah saw. bersabda kepada Usaid binHudhair:8 Ibnu Ishaq, Op. Cit. Hal. 440. Lihat juga al-Baihaqiy dalam ad-Dalail (4/46,52,53) 8. " : : " " : : " " : : Artinya: Apakah engkau telah mendengar apa yang dikatakansahabat kalian? Usaid bin Hudhair berkata, Sahabat kami yangmana, wahai Rasulullah? Rasulullah bersabda, Abdullah binUbai bin Salul. Usaid bin Hudhair berkata, Apa yang iakatakan? Rasulullah bersabda, Ia menyangka bahwa jika iatiba di Madinah, orang mulia di dalamnya akan mengusirorang hina. Usaid bin Hudhair berkata, Wahai Rasulullah,engkaulah yang akan mengusirnya dari Madinah jika engkaumau. Demi Allah, ia hina sedang engkau mulia. Usaid binHudhair berkata lagi, Wahai Rasulullah, bersikaplah lembutkepadanya. Demi Allah, pada saat engkau datang kepada kami,ketika itu kaumnya meminta pertimbangan kepadanyasebagaimana seorang raja dan sekarang ia menganggapmutelah merampas kerajaannya.Rasulullah berjalan bersama kaum muslimin pada siang hari ituhingga sore, malam harinya hingga pagi hari berikutnya hingga sinarmatahari menyengat mereka. Setelah itu, beliau bersama mereka berhenti.Tidak lama berselang, mereka mengantuk dan tertidur. Rasulullah berhentiagar kaum muslimin melupakan pembicaraan tentang Abdullah bin Ubaybin Salul di hari kemarin.Rasulullah meneruskan perjalanan bersama kaum musliminmelewati Hijaz hingga turun di atas mata air di Hijaz yang bernama Baqa.Ketika beliau sedang berjalan, tiba-tiba angin kencang bertiup mengenaikaum muslimin hingga mereka sakit dan ketakutan. Rasulullah saw.Bersabda: Janganlah kalian takut kepada angin kencang ini. Angin kencang inibertiup karena kematian salah seorang tokoh orang-orang kafir.7 9. Ketika kaum muslimin tiba di Madinah, mereka mendapati Rifaahbin Zaid bin At-Tabut salah seorang warga Bani Qainuqa yang tidak lainadalah tokoh orang-orang Yahudi dan pelindung orang-orang munafikmeninggal pada hari bertiupnya angin kencang tersebut. 94. Abdullah bin Abdullah bin Ubay meminta izin kepada Rasulullah untuk8membunuh ayahnya Abdullah bin Ubay bin SalulKemudian turunlah surat Al-Quran di mana di dalamnya Allahmenyebutkan tentang orang-orang munafik yaitu Abdullah bin Ubai binSalul dan konco-konconya. Ketika surat tersebut turun, Rasulullah saw.memegang telinga Zaid bin Arqam kemudian bersabda: Orang inilah yang mengerti janji Allah dengan telinganya.Abdullah bin Abdullah bin Ubai bin Salul mendengarpermasalahan yang terjadi pada ayahnya. Kemudian ia berkata kepadabeliau, Wahai Rasulullah, aku dengar engkau hendak membunuhAbdullah bin Ubay bin Salul karena mendengar ucapannya. Jika engkaumemang ingin membunuhnya, perintahkan aku saja yang membunuhnya,niscaya aku bawa kepalanya kepadamu. Rasullah saw. Bersabda: Kita akan bersikap lembut dan bersahabat baik dengannya selagi iabersama kita.Setelah itu, jika Abdullah bin Ubay bin Salul mengerjakankesalahan, Rasulullah memerintahkan kaumnya sendiri yang mengecam,menindak, dan memarahinya.105. Miqyas bin ShubabahMiqyas bin Shubabah datang dari Makkah ke Madinah denganmenampilkan diri telah masuk Islam. Ia berkata, Wahai Rasulullah, akudatang kepadamu dalam keadaan muslim dan bermaksud meminta diyatsaudaraku. Ia dibunuh karena salah sasaran. Rasulullah memerintahkan9 Ibnu Ishaq, Op.Cit. hal. 44110 Ibnu Hisyam. Op. Cit. Hal. 491 10. sahabat membayar diyat kepadanya. Miqyas bin Shubabah tinggal diMadinah beberapa lama, kemudian membunuh pembunuh saudaranya.Kemudian pergi ke Makkah dalam keadaan murtad.1196. Korban Bani al-MushthaliqKorban dari Bani Al-Mushthaliq banyak sekali. Ali bin Abi Thalibr.a. membunuh dua orang, yaitu Malik dan putranya. Abdurrahman binAuf r.a. membunuh salah seorang penunggang kuda mereka yang bernamaAhmar atau Uhaimar.Pada perang tersebut, Rasulullah saw. mendapatkan tawanan yangbanyak sekali kemudian semua tawanan dibagi secara merata di antarakaum muslimin. Di antara tawanan wanita ketika itu adalah Juwairiyahbinti Al-Harits bin Abu Dhirar yang akhirnya diperistri Rasulullah.Aisyah berkata, Informasi pun menyebar ke tengah-tengah manusiabahwa Rasulullah saw. menikahi Juwairiyah binti Al-Harits. Merekaberkata, Ia menjadi keluarga Rasulullah. Mereka kirim apa yang merekamiliki kepada beliau. Karena pernikahan tersebut, seratus keluarga dariBani Al-Mushthaliq dibebaskan. Aku tidak tahu ada wanita yang lebihterhormat dan lebih berkah di kalangan kaumnya daripada Juwairiyah bintiAl-Harits.12D. KABAR AL-IFKI (BERITA BOHONG TENTANG AISYAH R.A)Ketika pulang dari peperangan, mereka singgah di suatu tempat,Aisyah keluar dari sekedupnya untuk menunaikan hajat, terjatuhlah kalungyang dipinjamkan oleh saudarinya Asma kepadanya. Karena itu dia kembalike tempat itu lagi untuk mencari kalung yang hilang tersebut. Setelahmenemukan kembali kalung yang hilang itu, namun sudah tidak ada lagi orangyang memanggil atau menjawab seruannya. Akhirnya dia duduk di tempatsinggahnya dan mengira bahwa para pengangkut sekedupnya itu pasti merasakehilangan dan mencarinya.11 Ibid12 Ibid 11. 101. Aisyah r.a. menunggangi unta Shafwan bin al-Muththal as-SulamiAisyah berkata: Demi Allah, ketika aku tidur tiba-tiba Shafwanbin Al-Muaththal As-Sulami berjalan melewatiku. Ia sengaja berjalan dibelakang kaum muslimin karena suatu keperluan. Ia melihat bayanganhitam diriku dan datang ke tempatku hingga berdiri di depanku. Ia pernahmelihatku ketika hijab belum diwajibkan kepada kami. Ketika iamelihatku, ia berkata, Inna lillahi wa inna ilaihi raajiuun. IstriRasulullah saw.? Ketika itu, aku tutup diriku dengan jilbab. Shafwan binAl-Muaththal As-Sulami berkata lagi, Kenapa engkau tertinggal? Akutidak menjawab pertanyaannya. Ia dekatkan untanya kepadaku sambilberkata, Naiklah ke atasnya. Ia menjauh dariku dan aku pun menaikiuntanya. Setelah aku berada di atas unta, ia memegang kepala untakemudian berjalan cepat untuk menyusul kaum muslimin. Demi Allah,kami tidak berjumpa dengan siapa-siapa dan kaum muslimin tidak merasakehilangan diriku hingga esok hari, bahkan hingga mereka tiba diMadinah. Ketika mereka istirahat di Madinah, tiba-tiba Shafwan bin Al-Muaththal As-Sulami muncul dengan menuntun unta sedang aku berada diatasnya. Saat itulah, para penyebar berita bohong mengucapkan perkataanmereka. Orang-orang pun gempar. Demi Allah, aku sedikit juga tidakmengetahui apa yang terjadi di tengah mereka.132. Aisyah r.a. jatuh sakit ketika sampai di MadinahAisyah melanjutkan: Kami tiba di Madinah dan sesudahnya akusakit. Selama aku sakit, aku tidak pernah mendapatkan informasi yangberedar di luar. Informasi tentang diriku juga terdengar oleh Rasulullahsaw., dan kedua orang tuaku, namun mereka tidak menceritakan sedikitpun kepadaku. Anehnya, aku tidak lagi mendapatkan sebagian keramahanbeliau, karena jika aku sakit beliau menyayangiku dan ramah kepadaku.Tapi itu semua tidak beliau berikan kepadaku dalam sakitku kali ini. Ya,aku tidak mendapatkan itu semua dari beliau. Ketika itu, jika beliau masuk13 Hasan Ibrahim Hasan, Sejarah dan Kebudayaan Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2009)Cet. III, hal. 238 12. ke tempatku dan di tempatku terdapat ibuku (Zainab binti Abdi Dahman,demikian menurut Ibnu Hisyam), beliau berkata, Bagaimanakeadaanmu? Tidak lebih dari itu.14113. Para Provokator penyebar fitnahOrang yang amat gencar menyebarkan berita bohong ini adalahAbdullah bin Ubay bin Salul. Ia menyebarkannya di kalangan orang-orangAl-Khazraj bersama Misthah dan Hamnah binti Jahsy. Hamnah binti Jahsyikut menyebarkan berita bohong ini karena saudara perempuannya, yaituZainab binti Jahsy adalah istri Rasulullah saw. dan tidak ada satu pun dariistri-istri beliau yang menyaingi kedudukanku di sisi beliau melainkan dia.Adapun Zainab binti Jahsy sendiri, Allah swt. melindunginya dan tidakmengatakan kecuali yang baik-baik. Sedang Hamnah binti Jahsy, ia ikutmenyebarluaskan berita bohong ini dan melawanku karena membelasaudara perempuannya. Akibatnya, ia merugi.4. Rasulullah menemui Ali bin Abi Thalib r.a dan Usamah bin Zaid r.a.Rasulullah saw. turun dari mimbar kemudian masuk ke rumah.Beliau memanggil Ali bin Abi Thalib r.a. dan Usamah bin Zaid r.a.,kemudian bermusyawarah dengan keduanya. Adapun Usamah bin Zaid, iamenyanjung Aisyah r.a. dan berkata baik tentang dirinya. Usamah binZaid berkata, Wahai Rasulullah, ia istrimu dan kami tidak mengetahuipadanya kecuali yang baik-baik dan engkau juga tidak mengetahuipadanya kecuali yang baik-baik saja. Ini kebohongan dan kebatilan.Sedang Ali bin Abi Thalib, ia berkata, Wahai Rasulullah, sesungguhnyawanita masih banyak dan engkau mampu mencari wanita pengganti.Tanyakan kepada budak wanita, niscaya ia akan membenarkanmu.5. Rasulullah meminta pendapat BarirahRasulullah saw. memanggil Barirah untuk bertanya kepadanya. Alibin Abi Thalib pergi kepada Barirah dan memukulnya dengan pukulankeras sambil berkata, Berkatalah jujur kepada Rasulullah. Barirahberkata, Demi Allah, aku tidak mengetahui pada Aisyah kecuali yang14 Ibnu Ishaq, Ibid 13. baik-baik saja. Aku tidak pernah mencela sesuatu pada Aisyah melainkankarena aku pernah membuat adonan roti kemudian aku menyuruhnyamenjaganya, namun ia tidur hingga akhirnya kambing datang danmemakan adonan roti tersebut.126. Rasulullah menemui Aisyah dan keputusan Allah terhadapnyaRasulullah saw. masuk ke tempat Aisyah. Ketika itu Aisyahditemani kedua orang tuanya dan salah seorang wanita dari kaum Anshar.Aisyah menangis dan wanita dari Anshar tersebut juga ikut menangis.Rasulullah saw. duduk memuji Allah, menyanjung-Nya, kemudianbersabda,Artinya: Hai Aisyah, engkau telah mendengar omongan orang tentangdirimu. Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah. Jika engkautelah mengerjakan kesalahan, bertaubatlah kepada Allah,karena Allah menerima taubat hamba-hambaNya.Rasulullah saw. belum beranjak dari tempat duduknya, tiba-tibabeliau pingsan. Lalu beliau diselimuti dengan pakaiannya dan bantal darikulit diletakkan di bawah kepalanya. Kemudian Rasulullah duduk kembalidan keringat mengucur dari badan beliau seperti biji intan berlian dimusim hujan. Beliau mengusap keringat dari keningnya, kemudianbersabda: Bergembiralah engkau hai Aisyah, karena Allah telah menurunkan ayattentang kesucian dirimu.Aisyah berkata, alhamdulillah sedang beliau keluar menemuimanusia, berkhutbah kepada mereka, dan membacakan kepada merekaayat Al-Quran tentang kasus yang diturunkan Allah kepada beliau.Setelah itu, beliau memerintahkan untuk memanggil Misthah bin Utsatsah,Hasan bin Tsabit, dan Hamnah binti Jahsy yang semuanya ikutmenyebarluaskan berita bohong tentang Aisyah, kemudian merekadikenakan hukuman had. 14. Abu Ishaq bin Yasar berkata dari beberapa orang dari Bani An-Najjar yang berkata bahwa Abu Ayyub bin Khalid bin Zaid ditanyaistrinya, Ummu Ayyub: Hai Abu Ayyub, apakah engkau tidak mendengarapa yang dikatakan manusia tentang Aisyah? Abu Ayyub bin Khalid binZaid menjawab, Ya, aku mendengarnya dan itu tidak benar. Apakahengkau juga ikut menyebarkannya, hai Ummu Ayyub? Ummu Ayyubmenjawab, Tidak, demi Allah, aku tidak akan pernah melakukan hal itu.Abu Ayyub bin Khalid bin Zaid berkata, Demi Allah, Aisyah jauh lebihbaik daripadamu. Ummu Ayyub berkata, Ketika Al-Quran turun, iamenyebutkan orang-orang berdosa yang mengatakan perkataan orang-orang13yang menyebarluaskan berita bohong. Allah swt. Berfirman: Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalahdari golongan kalian juga. Janganlah kalian kira bahwa berita bohong ituburuk bagi kalian bahkan ia baik bagi kalian. Tiap-tiap seseorang darimereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa diantara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam pentiaranberita bohong itu baginya adzab yang besar. (An-Nuur: 11)Pelaku yang menyebarluaskan berita bohong tersebut adalahHassan bin Tsabit dan sahabat-sahabatnya. Kemudian Allah swt.berfirman, Mengapa di waktu kalian mendengar berita bohong itu orang-orangmukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri merekasendiri dan (mengapa tidak) berkata, Ini adalah suatu berita bohongyang nyata. (An-Nuur: 12) 15. Maksudnya, kenapa mereka tidak berkata seperti perkataan AbuAyyub dan istrinya? Kemudian Allah swt. berfirman: (Ingatlah) di waktu kalian menerima berita bohong itu dari mulut kemulut dan kalian katakan dengan mulut kalian apa yang tidak kalianketahui sedikit juga, dan kalian menganggapnya suatu yang ringan saja,padahal dia pada sisi Allah adalah besar. (An-Nuur: 15)Ketika ayat di atas turun untuk Aisyah dan orang-orang yang telahmengatakan sesuatu tentang Aisyah, Abu Bakar yang sebelumnyamenafkahi Misthah karena masih kerabat dan ia miskin, berkata: DemiAllah, aku tidak akan memberi sesuatu apa pun kepada Misthah dan tidakmemberinya manfaat apa pun selama-lamanya setelah ia berkata sesuatutentang Aisyah dan memasukkan sesuatu kepada kita. Kemudian Allahswt. menurunkan ayat tentang ucapan Abu Bakar tersebut: Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangandi antara kalian bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi(bantuan) kepada kaum kerabat, orang-orang yang miskin dan orang-orangyang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkandan berlapang dada. Apakah kalian tidak ingin Allah mengampunikalian?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An-Nuur:22)Abu Bakar berkata, Ya, aku ingin Allah mengampuniku. Usaiberkata seperti itu, ia kembali menafkahi Misthah seperti sebelumnya iaberkata, Demi Allah, aku tidak akan menghentikan nafkah kepadanyaselama-lamanya.14 16. Sungguh Hassan telah merasakan hukuman cambuk karena ialayak mendapatkannya. Juga Hamnah dan Mitshah. Ketika mereka berkatakotor terhadap istri Nabi. Mereka berkata atas dasar sangkaan belakaterhadap istri nabi. Mereka mendapatkan murka Pemilik Arasy yangmulia. Kemudian mereka sedih karena mereka menyakiti Rasulullah.Kemudian mereka diliputi dengan kehinaan abadi seperti sorban di kepalamereka. Hasil panen disiramkan kepada mereka seperti hujan deras dariawan yang menghujani.1515E. PERJANJIAN HUDAIBIYAHKemudian Rasulullah menetap di Madinah selama bulan Ramadhandan Syawal. Pada bulan Dzulqadah, beliau keluar dari Madinah untukberumrah dan tidak menginginkan perang.1. Seruan Rasulullah kepada manusia untuk melakukan UmrahRasulullah mengajak orang-orang Arab dan orang-orang Baduiyang ada di sekitar beliau untuk pergi bersama beliau, karena khawatirorang-orang Quraisy memerangi atau melarang beliau mengunjungiBaitullah. Banyak sekali orang-orang Badui yang menolak ajakan beliau.Kendati begitu, beliau tetap berangkat bersama para sahabat dari kaumMuhajirin, para sahabat dari kaum Anshar, dan orang-orang Arab lainnya.Beliau membawa hewan sembelihan (onta) dan berpakaian ihram untukumrah agar manusia merasa aman dan mengetahui beliau keluar untukmengunjungi Baitullah dan mengagungkannya.2. Rasulullah mengambil jalan lain dari jalan yang biasa dilalui orang-orangQuraisyRasulullah berjalan dan ketika tiba di Usfan (sebuah tempat lebihkurang dua marhalah sebelum masuk kota Makkah), beliau bertemu Bisyrbin Sufyan al-Kabi. Bisyr bin Sufyan berkata kepada Rasulullah saw.,Wahai Rasulullah, orang-orang Quraisy mendengar keberangkatanmu,untuk itu mereka keluar dengan membawa unta-unta betina yang baru15 Ibnu Hisyam. Op. Cit. hal. 493-498 17. melahirkan anaknya yang teteknya penuh dengan susu lalu berhenti di DzuThuwa (Nama sebuah tempat dekat Makkah). Mereka bersumpah kepadaAllah bahwa engkau tidak boleh masuk ke tempat mereka untuk selama-lamanya.Inilah Khalid bin Walid dengan pasukan berkudanya, merekamengutusnya ke Kuraul Ghamim. Rasulullah saw. Bersabda:Celakalah orang-orang Quraisy, sungguh mereka telah dikuasai nafsuberperang. Apa salahnya kalau mereka tidak menghalang-halangikuberhubungan dengan orang-orang Arab. Jika orang-orang Arab tersebutmengalahkanku, itulah yang mereka harapkan. Jika Allahmemenangkanku atas mereka, maka mereka masuk Islam. Jika merekatidak masuk Islam, mereka berperang, toh mereka mempunyai kekuatan.Demi Allah, orang-orang Quraisy jangan salah sangka, sesungguhnya akutidak pernah berhenti memperjuangkan apa yang aku bawa dari Allahhingga Dia memenangkannya atau aku mati karenanya. Beliau bersabdalagi, Siapa yang bisa berjalan dengan kita di jalan lain yang tidakmereka lalui?Seseorang dari Bani Aslam berkata, Aku, wahai Rasulullah.Orang tersebut berjalan bersama kaum muslimin melewati jalan yangpenuh dengan pohon hingga sulit dilalui di antara jalan-jalan menujugunung. Ketika mereka keluar dari jalan tersebut dalam keadaan lelah dantiba di tanah datar di ujung lembah, Rasulullah bersabda: Katakanlah,Kami meminta ampunan kepada Allah dan bertaubat kepadaNya.Mereka mengucapkan perkataan tersebut. Rasulullah bersabda lagi, DemiAllah, itulah perkatan yang dulu ditawarkan kepada Bani Israel, namunmereka tidak mau mengucapkannya.Maka Rasulullah memberi instruksi kepada kaum muslimin denganbersabda, Hendaklah kalian mengambil jalan arah kanan melewati Al-Hamdhu, jalan yang tembus ke Tsaniyyatul Mirar, tempat pemberhentiandi al-Hudaibiyah, dari arah bawah Makkah.Rombongan pun berjalan melewati jalan tersebut. Ketika pasukanberkuda Quraisy melihat kepulan debu dari jalan yang berlainan denganjalan mereka yang mereka lalui, mereka pulang kepada orang-orangQuraisy.16 18. 173. Utusan Quraisy kepada RasulullahKetika Rasulullah tengah beristirahat, beliau didatangi Budail binWarqa Al-Khuzai bersama beberapa orang dari Khuzaah. Merekaberbicara dan menanyakan alasan kedatangan beliau ke Makkah. Beliaumenjelaskan kepada mereka bahwa beliau datang tidak untuk perang,namun untuk mengunjungi Baitullah dan mengagungkannya.Mikraz bin Hafsh bin Al-Akhyaf saudara Bani Amir bin Luaidiuitus kepada Rasulullah. Ketika beliau melihat kedatangannya, beliaubersabda, Orang ini pengkhianat. Ketika Makraz bin Hafsh tiba ditempat beliau dan berbicara dengan beliau, maka beliau bersabdakepadanya seperti yang beliau sabdakan kepada Budail bin Warqa danteman-temannya.Orang-orang Quraisy mengutus Al-Hulais bin Alqamah atau binZabban kepada Rasulullah. Ketika itu, Al-Hulais bin Alqamah adalahpemimpin orang-orang Ahabisy dan warga Bani Al-Harits bin AbduManat bin Kinanah. Ketika Rasulullah melihat kedatangannya, beliaubersabda, Orang ini berasal dari kaum yang beribadah. Oleh karena itu,tempatkan hewan sembelihan (onta) di depannya agar ia bisa melihatnya.Ketika al-Hulais bin Alqamah melihat hewan sembelihan (onta)berdatangan kepadanya dari samping lembah dengan memakai kalungsebagai tanda akan disembelih dan bulu-bulunya telah rusak karena terlalulama berada di tempat ia akan disembelih, ia segera pulang kepada orang-orangQuraisy dan tidak jadi bertemu dengan Rasulullah karena hormatkepada beliau. Ia ceritakan apa yang dilihatnya kepada orang-orangQuraisy, kemudian orang-orang Quraisy berkata kepadanya, Duduklahengkau, karena engkau orang Arab dusun yang bodoh.Kemudian orang-orang Quraisy mengutus Urwah bin Masud Ats-Tsaqafi untuk pergi kepada Rasulullah. Urwah bin Masud Ats-Tsaqafiberangkat ke tempat Rasulullah. Ketika ia tiba di tempat beliau, ia dudukdi depan beliau, kemudian berkata, Hai Muhammad, engkau kumpulkan 19. orang banyak kemudian membawa mereka kepada keluargamu untukmembunuh mereka?Kemudian Rasulullah menjelaskan kepada Urwah bin Masud Ats-Tsaqafi seperti yang telah beliau jelaskan kepada teman-teman Urwah binMasud Ats-Tsaqafi sebelum ini bahwa beliau datang tidak untuk perang.184. Utusan Rasulullah kepada orang-orang QuraisyRasulullah memanggil Khirasy bin Umaiyyah Al-Khuzai danmengutusnya untuk menemui orang-orang Quraisy. Beliau menyerahkanunta beliau yang bernama Ats-Tsalab kepada Khirasy bin Umaiyyah danmenyuruhnya menyampaikan pesan beliau kepada tokoh-tokoh Quraisy.Ketika Khirasy bin Umaiyyah tiba di tempat orang-orang Quraisy, merekamenyembelih unta beliau yang dikendarai Khirasy bin Umaiyyah dan jugabermaksud membunuh Khirasy bin Umaiyyah namun dicegah orang-orangAhabisy. Mereka melepas Khirasy bin Umaiyyah hingga ia tiba kembali ditempat Rasulullah saw.Utsman bin Affan berangkat ke Makkah dan bertemu Aban binSaid bin Al-Ash ketika memasuki Makkah atau hendak memasukinya.Aban bin Said Al-Ash membawa Utsman bin Affan di depannya danmelindunginya hingga ia menyampaikan surat Rasulullah. Setelah itu,Utsman bin Affan menemui Abu Sufyan bin Harb dan tokoh-tokohQuraisy, untuk menyampaikan surat Rasulullah saw. kepada mereka.Mereka berkata kepada Utsman bin Affan setelah ia selesai menyampaikanpesan Rasulullah kepada mereka, Jika engkau hendak melakukan thawafdi Baitullah, silakan. Utsman bin Affan menjawab, Aku tidak akanthawaf hingga Rasulullah yang memulai thawaf.Utsman bin Affan ditahan orang-orang Quraisy di tempat mereka,namun informasi yang sampai kepada Rasulullah saw. dan kaum musliminialah Utsman bin Affan dibunuh.5. Bai'at Ar-RidwanIbnu Ishaq berkata, Abdullah bin Abu Bakar berkata kepadaku,Ketika Rasulullah saw. mendapat informasi bahwa Utsman bin Affan r.a. 20. dibunuh, beliau bersabda: Kita tidak pulang hingga mengalahkan kaumtersebut. Beliau mengajak kaum muslimin berbaiat, kemudianberlangsunglah Baiat Ar-Ridhwan di bawah pohon. Kaum musliminberkata, Rasulullah membaiat kaum muslimin untuk mati. Jabir binAbdullah berkata, Rasulullah membaiat kita tidak untuk mati, namununtuk tidak melarikan diri.Di antara kaum muslimin yang hadir di peristiwa Baiat Ar-Ridhwan namun tidak ikut barbaiat ialah Al-Jadd bin Qais saudara BaniSalamah. Jabir bin Abdullah berkata, Demi Allah, sepertinya aku lihatAl-Jadd bin Qais merapat ke perut untanya dan bersembunyi di baliknyadari penglihatan manusia. Setelah itu, ia datang kepada Rasulullah danmenjelaskan kepada beliau bahwa informasi terbunuhnya Utsman binAffan hanyalah berita bohong semata.196. Perihal al-Hudnah (Perdamaian Hudaibiyah)Kemudian orang-orang Quraisy mengutus Suhail bin Amr saudaraBani Amir bin Luai kepada Rasulullah saw. Mereka berkata kepada Suhailbin Amr, Temuilah Muhammad, berdamailah dengannya, dan isi perda-maianialah: Ia harus pergi dari tempat kita tahun ini. Demi Allah, orang-orangArab tidak boleh memperbincangkan kita bahwa ia datang kepadakami dengan kekerasan. Suhail bin Amr datang menemui Rasulullah saw.Ketika beliau melihat kedatangan Suhail bin Amr, beliau bersabda,Orang-orang Quraisy menginginkan perdamaian ketika merekamengutus orang ini. Ketika Suhail bin Amr tiba di tempat Rasulullahsaw., ia berbicara panjang lebar dengan beliau, tawar menawar punterjadi dan akhirnya perdamaian pun disepakati.Rasulullah memanggil Ali bin Abi Thalib dan bersabda kepadanya,Tulislah Bismillahir Rahmaanir Rahiim. Suhail bin Amr berkata, Akutidak kenal kata-kata itu, namun tulislah bismikallahumma (dengan nama-Mu, ya Allah). Rasulullah bersabda kepada Ali bin Abi Thalib, Tulislahbismikallahumma. Ali bin Abi Thalib menulisnya. Rasulullah bersabdakepada Ali bin Abi Thalib, Tulislah ini perdamaian antara Rasulullahdengan Suhail bin Amr. Suhail bin Amr berkata, Kalau aku melihatmu 21. sebagai Rasulullah, aku tidak memerangimu, namun tulislah namamu dannama ayahmu. Rasulullah bersabda kepada Ali bin Abi Thalib, Tulislahini perdamaian antara Muhammad bin Abdullah dengan Suhail bin Amr.Keduanya berdamai untuk menghentikan perang selama sepuluh tahun,masing-masing pihak memberikan keamanan selama jangka waktutertentu, masing-masing pihak menahan diri dari pihak lainnya,barangsiapa di antara orang-orang Quiraisy datang kepada Muhammadtanpa izin pemiliknya maka ia dikembalikan kepadanya, barangsiapa diantara pengikut Muhammad pergi kepada orang-orang Quraisy maka iatidak dikembalikan kepadanya, kita harus komitmen dengan isiperdamaian, pencurian rahasia, dan pengkhianatan tidak diperbolehkan.Barangsiapa ingin masuk ke dalam perjanjian Muhammad maka ia masukke dalamnya, dan barangsiapa ingin masuk ke dalam perjanjian orang-orangQuraisy maka ia masuk ke dalamnya. Orang-orang Khuzaah berdiridan berkata, Kami masuk ke dalam perjanjian Muhammad. Orang-orangBani Bakr juga berdiri dan berkata, Kami masuk ke dalam perjanjianorang-orang Quraisy. Isi perdamaian lebih lanjut, Engkau (Muhammad)pulang dari tempat kami tahun ini dan tidak boleh masuk ke Makkah padatahun ini. Tahun depan, kami keluar Makkah, kemudian engkau memasukiMakkah dengan sahabat-sahabatmu, engkau berada di sana selama tigahari dengan membawa senjata layaknya musafir yaitu pedang di sarungnyadan tidak membawa senjata lainnya.Ketika Rasulullah saw. menulis teks perdamaian dengan Suhail binAmr, tiba-tiba Abu Jandal bin Suhail bin Amr datang kepada beliaudengan melompat dan memegang pedang. Sebenarnya ketika para sahabatkeluar dari Madinah dengan tujuan Makkah, mereka tidak meragukanterjadinya penaklukkan Makkah, karena mimpi Rasulullah saw. Jadi,wajar ketika mereka menyaksikan perdamaian, sikap mengalah, dan apayang dirasakan Rasulullah saw. Maka mereka sangat terpukul hinggakeragu-raguan nyaris masuk ke hati mereka. Ketika Suhail bin Amrmelihat Abu Jandal, ia berdiri, memukulnya, dan mencengkeram leher20 22. bajunya, kemudian berkata, Hai Muhammad, permasalahan di antara kitatelah selesai sebelum orang ini (Abu Jandal) datang kepadamu.Rasulullah saw. bersabda, Engkau berkata benar.Suhail bin Amr mencengkeram leher baju Abu Jandal danmenyeretnya untuk dibawa kepada orang-orang Quraisy. Abu Jandalberteriak dengan suara terkerasnya, Hai seluruh kaum muslimin, apakahaku dibiarkan dibawa kepada kaum musyrikin kemudian merekamenyiksaku karena agamaku? Kaum muslimin semakin sedih dengankejadian yang dialami Abu Jandal.Rasulullah bersabda, Hai Abu Jandal, bersabarlah dan berharaplahakan pahala di sisi Allah, karena sesungguhnya Allah akan memberikanjalan keluar bagimu dan bagi orang-orang lemah sepertimu. Sungguh, kitatelah meneken perjanjian dengan kaum tersebut. Kita berikan perjanjiankepada mereka sedang mereka memberikan janji Allah kepada kita, dankita tidak mengkhianati mereka.Setelah teks perdamaian ditulis, perdamaian tersebut disaksikansejumlah orang dari kaum muslimin dan kaum musyrikin. Para saksitersebut adalah Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Abdurrahman bin Auf,Abdullah bin Suhail bin Amr, Saad bin Abu Waqqash, Mahmud binMaslamah, Mikraz bin Hafsh yang masih musyrik ketika itu, dan Ali binAbi Thalib yang menulis teks perdamaian tersebut.Setelah menyelesaikan perdamaian, Rasulullah saw. berjalan kearah hewan sembelihannya kemudian menyembelihnya, duduk, danmencukur rambutnya. Ketika kaum muslimin melihat beliau menyembelihhewan sembelihan dan mencukur rambut, mereka pun menyembelihhewan sembelihan (unta) dan mencukur rambut mereka.Kemudian, Rasulullah saw. pulang dari tempat tersebut. Ketikabeliau berada di antara Makkah dan Madinah, turunlah surat Al-Fathkepada beliau. Allah SWT., berfirman:21 23. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yangnyata. Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yangtelah lalu dan yang akan datang serta menyempurna-kan nikmatNyakepadamu dan memimpin kamu ke jalan yang lurus. (Al-Fath: 1-2)Setelah itu, Allah SWT., berfirman, Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada RasulNya tentangkebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguh-nyakalian pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaanaman, dengan mencukur rambut kepala dan menggunting-nya, sedangkalian tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tidak kalianketahui. (Al-Fath: 27)Yakni kebenaran mimpi Rasulullah saw. bahwa beliau akan masukke dalam kota Makkah dalam keadaan aman tanpa diliputi rasa takut,dengan mencukur rambut kepala mereka atau mengguntingnya tanpadiliputi rasa takut. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang tidak merekaketahui.Kemenangan yang dekat yang dimaksud pada ayat di atas adalahPerdamaian Al-Hudaibiyah. Az-Zuhri berkata lagi, Sebelum penaklukanMakkah, tidak ada penaklukan yang lebih agung daripada Perdamaian Al-Hudaibiyah. Perdamaian Al-Hudaibiyah dinamakan perang karena keduabelah pihak bertemu di sana. Ketika gencatan senjata terjadi, perangdihentikan, masing-masing pihak memberikan jaminan keamanan kepadapihak lain, dan mereka bertemu, mereka mengadakan pembicaraan,perdebatan, dan tidak ada seorang pun yang membicarakan Islam22 24. melainkan ia masuk ke dalamnya. Dalam jangka waktu dua tahun tersebut,telah masuk Islam orang-orang yang jumlahnya sama dengan jumlahorang-orang yang masuk Islam sebelumnya atau bahkan lebih banyak.23PENUTUPTahun keenam Hijriyah merupakan tahun terjadinya peristiwa yangterkenal yang menfitnah keluarga Rasulullah saw. Yaitu yang disebut Khabar al-Ifki. Peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada masa ini yaitu Perang BaniLihyan, Perang Dzi Qard, Perang Bani al-Musthaliq, dan Perjanjian Hudaibiyah.DAFTAR KEPUSTAKAANAl-Mubarakfuriy, Shofiyurrahman, Perjalanan Hidup Rasul yang AgungMuhammad saw. dari Kelahiran Hingga Detik-detik Terakhir,(Jakarta: Darul Haq, 2012) Cet. XIVHasan, Hasan Ibrahim, Sejarah dan Kebudayaan Islam, (Jakarta: Kalam Mulia,2009) Cet. IIIIbnu Hisyam, Tahqiq As-Sirah an-Nabawiyah li Ibni Hisyam, Ditahqiq oleh:Umar Abd as-Salam Tadmuriy,, (Beirut: Dar al-Kitab al-Araby,1990) Juz IIIIbnu Ishaq, As-Sirah an-Nabawiyah, Muhaqqiq: Ahmad Farid al-Mazidiy,(Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2004) Juz IIIbnu Katsir, Abu al-Fida Ismail, As-Sirah an-Nabawiyah, Ditahqiq oleh:Musthafa Abdul Wahid, (Beirut: Dar al-Marifah, 1976), Juz III