penyakit pasca panen pisang

Click here to load reader

Post on 19-Jul-2015

88 views

Category:

Science

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ORGANISME PENGGANGGU PASCA PANEN PISANG (Mimosa pudica)

Hama dan Penyakit Tanaman Pasca Panen Pisang (Musa Sp.)OlehMidayanti NurkhasanahMira

Jurusan AgroteknologiFakultas Pertanian Perikanan dan BiologiUniversitas Bangka Belitung2015

Standar Mutu Pisang berdasarkan RSNI-2005 1. Utuh 2. Kenyal3. Segar, tidak busuk atau rusak 4. Bersih, bebas dari benda-benda asing yang berpengaruh terhadap kualitas buah5. Bebas memar akibat tergores atau terbentur 6. Bebas dari hama dan penyakit yang mempengaruhi penampilan umum buah

Lanjutan...7. Bila dalam bentuk sisiran, tidak ada buah dempet dan harus bebas dari cendawan serta kering8. Pistil (bekas putik bunga) sudah lepas9. Bentuk buah sempurna sesuai dengan karakter jenis buah10. Bebas dari kerusakan akibat temperatur rendah11. Bebas dari kerusakan akibat kelembaban12. Bebas dari aroma dan rasa asing

PENYAKIT PISANGBercak Daun Merupakan salah satu penyakit yang paling berbahaya. Penyakit ini disebabkan oleh Mycosphaerella musicola yang endemik untuk Asia Tenggara, dan hanya dijumpai pada pisang.

Bercak daun menyebabkan kematian dini sejumlah besar daun pisang, menyebabkan tandan buah mengecil dengan sedikit sisiran, dan individu buah pisang yang kurang penuh

Pengendalian Bercak Daun :

Tidak menanam pisang di bawah naungan yang lebat dan tidak menanam pisang terlalu rapat.Jika diperlukan becak daun Cordana dapat dikendalikan dengan fungisida seperti yang dipakai untuk becak daun Cercospora.Lakukan sanitasi sumber infeksi, yaitu daun daun mati atau sakit dipangkas lalu dibaka

Lasiodiplodia theobromaeMenghambat pertumbuhan dan perkembangan buah pisang sampai menyebabkan busuk buah dan keluarnya cairan pada buah pisang karena Lasiodiplodia theobromaemasuk kepenghalang bergabus disekitar rongga.

Gejala infeksi yang terlihat berupa pembusukan buah, tetapi tidak disertai dengan adanya pertumbuhan jamur pada permukaannya sampai pada hari keenam.

Penyakit botryodiplodia oleh Lasiodiplodia theobromae dan T. Paradoxa Mekanisme pembusukan Permukaan kulit pisang hitam

Penanganan:

Membersihkan daun kering secara rutinSanitasi lapangan yang tepat dapat sangat mengurangi jumlah spora jamur busuk mahkota iniJangan mencampurkan pisang yang sudah terinfeksiMengganti air pecucian pisang secara rutin agar spora tidak menyebarPensortiran harus dilakukan secara hati-hati untuk menghindari meninggalkan luka. Pengolesan fungisida dengan dosis anjuran

Colletrichum musaePada buah ditandai dengan adanya bagian-bagian yang berubah dari hijau menjadi kuning, kemudian menjadi coklat tua atau hitam dengan tepi berwarna kuning. Pada permukaan kulit buah yang sudah berwarna hitam/membusuk timbul bintik-bintik merah kecoklatan yang terdiri dari kumpulan aservulus jamur tersebut. Buah yang sakit menjadi keras dan dapat menjadi kering dan berkeriput (mumifikasi).

Pada saat di simpan, timbul becak-becak kecil berwarna coklat kehitaman dengan tepi kebasah-basahan pada buah. Becak-becak tersebut dapat membesar atau bersatu dan agak mengendap.

Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum)

Gejala :Perubahan yang paling khas terjadi pada buah yaitu Mula-mula berkas pembuluh berwarna kuning atau coklat. Perubahan ini meluas ke plasenta dan parenkim buah, bahkan juga ke berkas pembuluh kulit buah. Seluruh badan buah terserang menguning dan isinya terlarut sedikit demi sedikit. Ruang dalam buah terisi cairan seperti lendir berwarna merah kecoklatan.

Pengendalian :1. Rumpun yang sakit dibongkar, dibersihkan dari sisa-sisa akar, dan tempat itu baru ditanami dengan pisang kembali 2 tahun kemudian.

2. Hanya memakai bibit yang diambil dari perdu yang benar-benar sehat.

3.Melakukan pemupukan dan pemeliharaan yang baik dan memelihara drainase kebun.

3. Untuk menghindarkan penularan, jika perlu parang didesinfestasi dengan mencelupkannya dalam larutan formalin 10% selama 10 menit.

Antraknosa (Colletotrichum musae)

Gejala : Mula-mula terjadi becak-becak klorosis berwarna putih kekuningan, yang bagian tengahnya berwarna coklat. Bercak berkembang memanjang, searah dengan tulang daun dan menyatu menjadi besar dan akhirnya daun mengering. Pada buah terdapat bagian-bagian yang berubah dari hijau menjadi kuning, kemudian menjadi coklat tua atau hitam dengan tepi berwarna kuning. Pada permukaan kulit buah yang sudah berwarna hitam/membusuk timbul bintik-bintik merah kecoklatan yang terdiri dari kumpulan aservulus jamur tersebut. Buah yang sakit menjadi keras dan dapat menjadi kering dan berkeriput (mumifikasi). Disimpanan, timbul becak-becak kecil berwarna coklat kehitaman dengan tepi kebasah-basahan pada buah. Becak-becak tersebut dapat membesar atau bersatu dan agak mengendap.

Pengendalian :

Tanaman pisang dibersihkan dari daun-daun mati dan sisa-sisa bunga. Sehabis dipotong buah-buah segera diangkut ke ruang pemeraman atau ke gudang. Ruang pemeraman dan gudang dijaga kebersihannya.Menangani buah dengan hati-hati agar tidak terjadi banyak luka. Jika buah perlu dicuci, pencucian dilakukan dengan air mengalir dari sumber yang bersih dan Jika sekiranya diperlukan, setelah dipetik buah disemprot atau dicelup dengan cairan fungisida.

Penyakit layu Fusarium atau penyakit PanamaDisebabkan , oleh Fusarium oxysporum f. cubense. Penyakit ini berupa jamur tanah yang meriyerang akar kultivar-kultivar pisang yang rentan, dan menyumbat sistem pembuluh, sehingga tanaman akan layu. Satu-satunya cara pemberantasan ialah penghancuran fisik atau kimiawi (herbisida) pada tanaman yang terserang dan tetangga-tetangganya; lahan hendaknya dikosongkan dan dipagari, serta dikucilkan dari penanaman dan aliran pengairan.

Penyakit layu bakteri atau penyakit Moko disebabkan oleh Pseudomonas solanacearum, dan dapat membunuh pohon pisang yang tersexang hanya dalam jangka waktu satu-dua minggu. Bakteri ini dapat ditularkan secara mekanik, tetapi biovar 1-SFS adalah galur yang ditularkan oleh serangga, dan dianggap sebagai galur yang paling berbahaya. Pemberantasannya mencakup desinfeksi semua peralatan yang digunakan dalam berbagai pengolahan pertanian dan penghancuran tanaman yang terserang, beserta tetangga-tetangganya. Fumigasi dan pengkarantinaan lahan yang terserang sangat dianjurkanKOTAK PENILAIANPenilaiDinilai121959029590Terimakasih..