manggis - - copy

Click here to load reader

Post on 09-Dec-2014

121 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Manggis: Dari Kulit Buah yang Terbuang Hingga Menjadi Kandidat Suatu Obat

If You understand what I understand, You must bring the mangosteen wherever You go. (Dr. Sam Walters, Prof in Human Nutrition)

ManggisTanaman manggis (Garcinia mangostana L.) berasal dari hutan tropis yang teduh di kawasan Asia Tenggara, yaitu hutan belantara Indonesia atau Malaysia. Dari Asia Tenggara, tanaman ini menyebar ke daerah Amerika Tengah dan daerah tropis seperti Filipina, Papua New Guinea, Kamboja, Thailand, Srilanka, Madagaskar, Honduras, Brazil dan Australia Utara.

Morfologi Bagian buah manggis terdiri dari perikarp (kulit), kelopak buah, pulp (daging buah), dan biji. Warna manggis mulai dari hijau muda sampai ungu kehitaman bila sudah masak.

Pemanfaatan kulit buah manggis sebenarnya sudah dilakukan sejak dahulu. Kulit buah manggis secara tradisional digunakan pada berbagai pengobatan di negara India, Myanmar Sri langka, dan Thailand (Mahabusarakam et al., 1987). Secara luas, masyarakat Thailand memanfaatkan kulit buah manggis untuk pengobatan penyakit sariawan, disentri, cystitis, diare, gonorea, dan eksim (ICUC, 2003).

Kandungan Kulit Manggis Kulit buah manggis (Garnicia mangostana L) setelah diteliti ternyata mengandung beberapa senyawa dengan aktivitas farmakologi misalnya antiinflamasi, antihistamin, pengobatan penyakit jantung, antibakteri, antijamur bahkan untuk pengobatan atau terapi penyakit HIV.

Beberapa senyawa utama kandungan kulit buah manggis yang dilaporkan bertanggung jawab atas beberapa aktivitas farmakologi adalah golongan xanton. Penelitian menunjukkan, sifat antioksidannya melebihi tokoferol dan asam askorbat.

XANTHONEStruktur Kimia Xanthone Senyawa Dasar

Farmakologi Manggis

A. Antihistamin Histamin dapat menyebabkan berlangsungnya reaksi alergi. Alergi disebabkan oleh produksi antibodi berjenis IgE. IgE sendiri terbentuk apabila zat antigenik makanan bereaksi dengan reseptornya. Alergen + Reseptor IgE Alergi

Continued...

Senyawa aktif pada manggis yang dapat menghambat alergi adalah alpha dan gamma-mangostin serta kandungan etanolnya.-mangostin: mengeblok reseptor H1 -mangostin: mengeblok serotonergenik Etanol : menghambat pelepasan Histamin`

B. AntiinflamasiInflamasi adalah respon jaringan hidup terhadap infeksi, biasanya berupa peradangan. Tanda-tanda inflamasi yaitu panas, nyeri, atau pembengkakan (tumor).

-mangostin dapat menghambat pelepasan mediator penyebab inflamasi serta menonaktifkan enzim yang mengkatalisis reaksi inflamasi.

C. Antioksidan

Ekstrak kulit manggis (baik ekstrak cair atau etanol) mempunyai potensi sebagai penangkal radikal bebas juga menunjukkan aktivitas neuroprotektif pada sel.Ekstrak alkohol pada kulit manggis menunjukkan aktivitas sangat potensial dalam menghambat proliferasi sel kanker payudara.

D. Antimikroorganisme dan mangostin serta garsinon B menghambat kuat pertumbuhan Mycrobacteria tuberculosis. -mangostin juga aktif terhadap Enterococci dan Staphylococcus aureus yang masing-masing resisten terhadap vancomisin dan metisilin.

E. Aktivitas lainnya -mangostin mampu menghambat proses oksidasi LDL sehingga mencegah ateroskleresis. Sifat antioksidan pada kulit manggis mampu meningkatkan kontrol terhadap glukosa darah secara efektif pada penderita diabetes dengan meningkatkan fungsi pankreas untuk menghasilkan insulin.

Kesimpulan

Kandungan antioksidan pada kulit mangis adalah Xanthone Xanthone memiliki kemampuan menangkal radikal bebas lebih baik dari Vit. C dan Vit. E

Senyawa turunan xanthone yang paling aktif adalah alpha-

mangostin, gamma-mangostin, dan garsinon E

Perikarp manggis memiliki aktivitas antihistamin, antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, serta aktivitas farmakologi lainnya

Perikarp manggis tidak memberikan efek toksik.