web view matriks peluang/ dampak (probability/ impact matrix) menurut schwalbe (2010: 438), seorang

Download Web view Matriks Peluang/ Dampak (Probability/ Impact Matrix) Menurut Schwalbe (2010: 438), seorang

Post on 05-Feb-2020

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

42

41

​​​BAB 2

LANDASAN TEORI

1.1. Pengertian Sistem

Menurut O’ Brien (2010: 26), sistem adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan, dengan batasan yang jelas, bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam proses transformasi yang teratur.

Menurut Satzinger (2009: 6), sistem adalah kumpulan dari komponen yang saling berhubungan yang memiliki fungsi sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan dan bekerja secara teratur dan dinamis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

1.1.1. Komponen Sistem

Menurut O’ Brien (2010: 26), sistem memiliki 3 (tiga) komponen atau fungsi dasar yang berinteraksi:

a. Input melibatkan penangkapan dan perakitan berbagai elemen yang memasuki sistem untuk diproses.

b. Pemrosesan melibatkan proses transformasi yang mengubah input menjadi output.

c. Output melibatkan perpindahan elemen yang telah diproduksi oleh proses transformasi ke tujuan akhirnya.

Selain 3 (tiga) komponen atau fungsi dasar yang berinteraksi tersebut, sistem juga memiliki 2 (dua) komponen tambahan:

a. Umpan balik adalah data mengenai kinerja sistem.

b. Pengendalian melibatkan pengawasan dan pengevaluasian umpan balik untuk menetapkan apakah sistem bergerak menuju pencapaian tujuan atau tidak.

1.2. Pengertian Informasi

Menurut O’ Brien (2010: 34), informasi adalah data yang telah diubah menjadi konteks yang berarti dan berguna bagi para pemakai akhir tertentu.

Menurut Gelinas dan Dull (2010: 17), information is data presented in a form that is useful in a decision-making activity. Diterjemahkan menjadi informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang bermanfaat dalam aktivitas pengambilan keputusan.

Menurut Zikmund et. all (2009: 19), informasi adalah data terstruktur yang digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan atau mendefinisikan hubungan antara 2 (dua) fakta.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang telah diubah melalui serangkaian proses sehingga memiliki suatu arti tertentu yang memiliki manfaat penting bagi para pengambil keputusan.

1.3. Pengertian Sistem Informasi

Menurut O’ Brien (2010: 4), sistem informasi adalah kombinasi teratur dari orang – orang, hardware, software, jaringan komunikasi, sumber daya data, kebijakan dan prosedur yang menyimpan, mengubah, dan menyebarkan informasi di dalam sebuah organisasi. Orang – orang bergantung pada sistem informasi yang modern untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lain dengan menggunakan berbagai macam alat fisik (hardware), jaringan komunikasi (network), dan data yang disimpan (data resources).

Menurut Whitten dan Bentley (2007: 6), sistem informasi adalah suatu pengaturan dari orang, data, proses, dan teknologi informasi yang saling berinteraksi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menghasilkan kegunaan yang berupa informasi yang dibutuhkan untuk mendukung suatu organisasi.

Menurut Gelinas dan Dull (2010: 12), information system is a manmade system that generally consist of an integrated set of computer-based components and manual components established to collect, store, and manage data and to provide output information to users. Diterjemahkan menjadi sistem informasi adalah sistem buatan manusia yang umumnya terdiri dari serangkaian komponen berbasis komputer yang terintegrasi dan komponen manual yang dibentuk untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengelola data dan memberikan informasi output ke pengguna.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah sistem buatan manusia yang berbasis komputer yang mampu untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menghasilkan informasi untuk mendukung jalannya kegiatan pengguna sistem.

1.4. Pengertian Data

Menurut Laudon & Laudon (2012: 15), data merupakan fakta mentah yang mewakili kejadian di dalam suatu organisasi atau lingkungan fisik sebelum kejadian tersebut diatur dan disusun ke dalam bentuk yang dapat digunakan oleh orang lain.

Menurut O’ Brien dan Marakas (2009: 33), data adalah fakta – fakta mentah atau observasi, umumnya mengenai transaksi bisnis.

Menurut Zikmund et. all (2009: 19), data adalah fakta atau pengukuran yang tercatat atau sebuah fenomena tertentu.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa data merupakan fakta – fakta mentah mengenai transaksi bisnis di dalam suatu organisasi yang kemudian dapat diubah ke dalam bentuk yang dapat dipahami oleh orang lain.

1.5. Pengertian Proses Bisnis

Menurut Laudon & Laudon (2012: 43), proses bisnis merupakan perilaku di mana pekerjaan diatur, dikoordinasikan, dan difokuskan untuk memproduksi sebuah produk ataupun jasa yang memiliki nilai. Proses bisnis adalah kumpulan aktivitas yang dibutuhkan untuk memproduksi produk atau jasa. Aktivitas ini didukung oleh alur material, informasi, dan pengetahuan antara partisipan di dalam proses bisnis.

Menurut Jones (2010: 306), proses bisnis adalah sebuah aktivitas (seperti order processing, inventory control, product design) yang melewati batas area fungsional dan menjadi sangat penting untuk mengirimkan barang atau jasa dengan cepat atau mempromosikannya dengan kualitas yang tinggi atau biaya yang rendah.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa proses bisnis adalah aktivitaslintas fungsi di dalam perusahaan di mana pekerjaan diatur, dikoordinasikan, dan difokuskan untuk menghasilkan barang atau jasa yang akan digunakan oleh konsumen.

1.6. Pengertian Evaluasi

Menurut Umar (2005: 36), evaluasi adalah sebuah proses yang tak boleh dilewatkan oleh manajemen perusahaan. Setelah program kerja direncanakan, disetujui, dilaksanakan, dan pada akhirnya harus dievaluasi. Proses evaluasi ini akan mengungkap sejauh mana hasil suatu kegiatan tertentu telah dicapai: apakah sesuai, di bawah, atau di atas tolak ukur yang telah ditentukan sebelumnya.

Menurut Zikmund et. all (2009: 10), evaluasi adalah bentuk formal dari sebuah pengukuran dan penilaian atas sebuah aktivitas, proyek, ataupun program yang telah mencapai tujuannya. Selain untuk mengukur program mana yang telah mencapai tujuan atau tetap melanjutkan program yang sedang digunakan, evaluasi juga memberikan informasi tentang faktor utama yang mempengaruhi tingkat kinerja sistem yang diamati.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah proses pengukuran dan penilaian atassebuah aktivitas, proyek, ataupun program yang telah dijalankan untuk mengetahui pencapaian dari kegiatan tersebut.

1.7. Enterprise Resources Planning(ERP)

1.7.1. Pengertian ERP

Menurut Laudon & Laudon (2012: 51), ERP adalah sistem yang mengintegrasikan proses bisnis dalam kegiatan manufaktur dan produksi, finance dan accounting, sales dan marketing, dan human resource ke dalam sebuah sistem software. Informasi yang sebelumnya terbagi ke dalam beberapa sistem disimpan di sebuah media penyimpanan yang dapat digunakan oleh setiap bagian dari perusahaan.

Menurut O’ Brien (2010: 272), Enterprise Resources Planning adalah sebuah sistem lintas fungsi perusahaan yang didukung oleh sekumpulan modul software yang terintegrasi yang berfungsi untuk mendukung proses bisnis internal yang mendasar di dalam perusahaan. Sebagai contoh, software ERP untuk perusahaan manufaktur akan mengolah dan melacak data – data terkait penjualan, inventory, pengiriman, penagihan, dan juga perkiraan penggunaan raw material dan kebutuhan sumber daya manusia.

Menurut Wijaya dan Darudiato (2009: 32), Enterprise Resources Planning adalah sistem berbasis komputer yang dirancang untuk memproses sebuah transaksi perusahaan dan memfasilitasi perencanaan, produksi, dan respon ke konsumen secara terintegrasi dan real time.

Gambar 2.1: Komponen Utama Dalam Aplikasi ERP Yang Menunjukkan Lintas Fungsi Perusahaan

Sumber: O’ Brien (2010: 272)

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa ERP adalah sistem yang menggabungkan fungsi – fungsi bisnis dalam perusahaan agar data – data disimpan pada pada satu media penyimpanan, sehingga mampu menghasilkan informasi secara real-time.

1.7.2. Sejarah ERP

Menurut Wijaya dan Darudiato (2009: 15), sistem ERP sudah ada sejak tahun 1960an, di mana pada awalnya hanya berfokus pada sistem pabrikasi untuk mengendalikan persediaan. Sekarang ini, sistem ERP telah banyak mengalami evolusi pergeseran dari pengendalian menjadi pengelolaan sumber daya. Berikut tabel sejarah sistem ERP.

Tabel 2.1: Sejarah Sistem ERP

Sumber: Wijaya dan Darudiato (2009: 15)

Tahun

Peristiwa

1960an

Sistem Pabrikan fokus kepada pengendalian Inventory (Inventory Control).

1970an

Fokus bergeser pada Material Requirement Planning (MRP), yang menerjemahkan jadwal utama suatu produk menjadi kebutuhan berbasis time-phased net, untuk perencanaan dan pengadaan barang sebagian jadi, komponen maupun bahan baku.

1980an

Manufacturing Resources Planning (MRP-II) berkembang mencakup pengelolaan operasi produksi (shop floor) dan aktivitas pengelolaan distribusi.

1990an

MRP-II dikembangkan lagi mencakup aktivitas rekayasa keuangan, sumber daya manusia, pengelolaan proyek yang melingkupi hampir semua aktivitas sistem organisasi usaha (business enterprise), yang kemudian dikenal dengan istilah Enterprise Resources Planning (ERP).

2000an – sekarang

Extended ERP menjadi ERP II

1.7.3. Manfaat Penerapan ERP Dalam Perusahaan

Menurut Wijaya dan Darudiato (2009: 33), dikutip dari buku karangan James O’Brien, sistem ERP memiliki banyak manfaat, seperti:

1. K