askep seminar

Click here to load reader

Post on 04-Oct-2015

14 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

seminar

TRANSCRIPT

BAB III. ASUHAN KEPERAWATAN

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBERFORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

I. Identitas KlienNama : Tn. SNo. RM: 051527

Umur : 65 TahunPekerjaan : Tani

Jenis Kelamin: Laki-lakiStatus Perkawinan: menikah

Agama : IslamTanggal MRS: 15 Februari 2015

Pendidikan : Tidak sekolahTanggal Pengkajian: 16 Februari 2015

Alamat : MayangSumber Informasi: Primer dan Sekunder

II. Riwayat Kesehatan1. Diagnosa Medik :BPH + Retensi Urine + ISK

2. Keluhan Utama :Terasa nyeri saat kencing, perut terasa penuh, saat ini sedikit gugup karena akan dioperasi

3. Riwayat penyakit sekarang:Pasien mengatakan bahwa merasakan kencing tidak lancar atau susah kencing sejak 1 tahun yang lalu. Pasien mengatakan bahwa 6 bulan yang lalu sudah dipasang kateter di matri terdekat dan saat selang di lepas, nyeri muncul kembali saat kencing dan kencing juga menetes. Pasien datang kemaren untuk rencana dilakukan operasi TURP hari ini tangal 16 februari 2015.

4. Riwayat kesehatan terdahulu:a. Penyakit yang pernah dialami :Hipertensi (-), DM (-), dan asma (-)

b. Alergi (obat, makanan, plester, dll):Pasien tidak memiliki riwayat alergi obat, makanan dan plester

c. Imunisasi:Tidak dikaji

d. Kebiasaan/pola hidup/life style:Pasien mengatakan bahwa saat bekerja sering kali tidak ingat untuk minum. Selain itu pasien juga mengatakan sering menahan kencing.

e. Obat-obat yang digunakan:Pasien mengatakan bahwa sering mengkonsumsi obat warung saat sakit flu atau batuk. Sedangkan untuk penyakitnya saat ini, sebelumnya pasien sudah meminum obat yang didapat dari perawat praktik swasta di dekat rumahnya sebelum dirawat di rumah sakit

5. Riwayat penyakit keluarga:Pasien mengatakan tidak ada keluarga yang pernah mengalami penyakit saluran kemih

Genogram:

= Laki-laki = Perempuan = Garis pernikahan = Garis keturunanTn.S65 Th

III. Pengkajian Keperawatan1. Persepsi kesehatan & pemeliharaan kesehatanPasien mengatakan kurang memperhatikan kesehatannya. Pasien mengatakan saat sedang sakit tidak mengakses layanan kesehatan. Pasien memilih mengkonsumsi obat warung. Pada kondisinya saat ini, pasien mengakses perawat praktek swasta.

Interpretasi : Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi mengenai layanan kesehatan

2. Pola nutrisi/ metabolik (ABCD) Antropometeri TB= 150 cmBB = 45 KgInterpretasi:IMT = BB (kg)/ TB2(m2)IMT = 45/(1,5)2IMT = 20IMT pasien tergolong normal. Batas IMT dikatakan normal adalah 18- 20

Biomedical sign : Hemoglobin = 11,2 gr/ dLLeukosit = 20,1 x103/LHematokrit = 31,6 %Trombosit = 200 x 103/L

Interpretasi : Nilai Hemoglobin, leukosit, dan hematokrit tidak normal.

Clinical Sign : Konjungtiva tidak anemis Mukosa bibir lembab CRT < 2 detik Bising usus 4x/ menit

Interpretasi :Ketidakseimbangan nutrisi (-)

Diet Pattern (intake makanan dan cairan): Pasien mendapat diet TKTP (makanan padat) Makan 3x sehari, porsi yang disediakan dihabiskan dan kadang ditambah makanan dari luar Minum 500 cc per oral

Interpretasi :Pasien tidak memenuhi kebutuhan cairan yang seharusnya. Kebutuhan tubuh terhadap cairan minimal 8 gelas/ 2000 cc perhari.

3. Pola eliminasi: BAK Frekuensi : 1-2 x/24 jam Jumlah : 50 cc (menetes) Warna : kuning jernih Bau : khas Karakter: jernih Kemandirian: mandiri/dibantuBAB Frekuensi : 1 x sehari Konsistensi: Padat Warna : Kuning kecoklatan Bau : Khas

Interpretasi :Pasien mengalami gangguan dalam berkemih yaitu jumlah urine 50 cc, kencing menetes dan pasien juga menyatakan nyeri saat kencing4. Pola aktivitas & latihanc.1. Aktivitas harian (Activity Daily Living)

Kemampuan perawatan diri 01234

Makan / minum

Toileting

Berpakaian

Mobilitas di tempat tidur

Berpindah

Ambulasi / ROM

Keterangan: 0: tergantung total, tidak dapat berpartisipasi dalam aktivitas1: membutuhkan pertolongan orang lain dan peralatan atau alat bantu2: membutuhkan pertolongan orang lain untuk aktivitas3: membutuhkan peralatan untuk aktivitas4: mandiri penuh, mampu melakukan aktivitas tanpa bantuan

5. Pola tidur & istirahatDurasi : 5- 7 jam perhariGangguan tidur : pasien tidak pernah terbangun saat tidur malamKeadaan bangun tidur : lemas, tidak segar

Interpretasi : Secara kuantitas kebutuhan istirahat pasien tercukupi, namun secara kualitas istirahat kurang berkualitas karena bangun tidur merasa lemas dan tidak segar

6. Pola kognitif & perceptualFungsi Kognitif dan Memori:Pasien masih mampu mengingat kejadian masa lalu baik jangka panjang maupun pendek

Fungsi dan keadaan indera :Jarak pandang mata 5 meter, reflek pupil +, kulit mampu membendakan sensasi, hidung mampu membau, lidah mampu membedakan rasa, pendengaran kurang jelas sehingga saat berbicara harus lebih keras

Interpretasi : Fungsi kognirif dalam keadaan normal sedangkan kondisi indra terdapat gangguan di indra pendengaran

7. Pola persepsi diriGambaran diri Pasien mengatakan menerima kondisinya saat ini dan berjuang untuk sembuh

Identitas diri :Pasien merupakan seorang lansia yang memiliki 1 istri dan 1 anak, 1 cucu dan 2 cicit. Pasien hanya tinggal bersama istri

Harga diri :Pasien memiliki semangat dan kemauan untuk sembuh

Ideal Diri :Pasien mengatakan ingin cepat sembuh dan ingin bekerja kembali

Peran Diri :Pasien mengatakan setiap harinya bekerja sebagai petani

Interpretasi : Pola persepsi diri adalah citra subjektif dari diri dan pencampuran yang kompleks dari perasaan sikap dan persepsi. Pasien tidak mengalami gangguan pola persepsi diri hanya terhambat dalam menjalankan perannya dalam keluarga karena sakit

8. Pola seksualitas & reproduksiPola seksualitas :Pasien mengatakan sudah lama tidak berhubungan dengan istrinya semenjak punya cicit

Fungsi Reproduksi:Pasien memiliki 1 anak anak dari 1 istri, Pasien mengalami penurunan fungsi reproduksi karena mengalami BPH

Interpretasi :Fungsi reproduksi pasien mengalami penurunan dengan adanya penyakit BPH

9. Pola peran & hubunganPasien memiliki hubungan yang harmonis dengan istri, anak, cucu dan cicitnya serta dengan tetangga sekitar rumah. Pasien biasanya dijaga oleh istri dan anaknya

Interpretasi : Pasien tidak mengalami gangguan pola peran dan hubungan

10. Pola manajemen koping-stressSetiap ada masalah biasanya selalu didiskusikan dengan istri dan anaknya. Pasien merupakan orang yang penyabar, jarang marah

Interpretasi : Mekanisme koping pasien adaptif.

11. System nilai & keyakinanPasien beragama islam. Pasien yakin bahwa akan segera sembuh, namun pasien tetap merasa cemas karena akan menjalani operasi

Interpretasi : Pasien menerima kondisinya saat ini

IV. Pemeriksaan FisikKeadaan umum:KU: baikKesadaran: compos mentisGCS: E4 M5 V6 Tanda vital: Tekanan Darah : 150/90 mmHg Nadi : 92 X/mnt RR: 24 X/mnt Suhu: 36,8 oCInterpretasi :GCS 15 menunjukkan bahwa kesadran pasie compos mentis. Vital sign utamanya TD cenderung meninggi karena pasien merasa cemas menjelang operasi

1. KepalaInspeksi : bentuk kepala mesosepal (simetris) Tidak ada lesi Tidak ada edema Distribusi rambut tidak merata, beruban, tidak ada ketombePalpasi : Massa (-) Nyeri tekan (-)

2. Mata Inspeksi : Kedua mata simetris Alis mata simetris Anemis -/- Sklera jernih +/+

3. TelingaInspeksi : Bentuk dan ukuran telinga simetris Tidak ada serumen Liang telinga kotor Test pendengaran: tidak dilakukanPalpasi : Nyeri tekan (-)

4. HidungInspeksi : Warna hidung sama dengan warna kulit sekitar Lubang hidung simetris, bersih Tidak ada luka atau lesi di daerah hidung5. MulutInspeksi: Mukosa bibir lembab Tidak ada luka /lesi Tidak ada stomatitis Tidak menggunakan gigi palsu Tidak ada peradangan pada gusi Gigi lengkap6. LeherInspeksi: Warna sesuai dengan warna sekitar dan integritas kulit baik Tidak ada luka Tidak tampak adanya pembengkakan daerah leherPalpasi: Tidak teraba kelenjar tiroid Tidak teraba pembesaran kelenjar limfe Distensi vena jugularis (-)7. DadaInspeksi: Warna sama dengan kulit sekitar Tidak tampak adanya jejas Bentuk dada normo chest Tidak menggunakan otot bantu nafas Tidak ada retraksi Pola nafas : eupneaPalpasi: Pergerakan dada simetris Krepitasi (-) Massa dan lesi (-) Nyeri tekan (-)Perkusi: Paru sonor Jantung pekakAuskultasi Suara nafas vesikuler Suara jantung S1 S2 tunggal

8. AbdomenInspeksi Simetris kiri dan kanan Bentuk abdomen flat Warna kulit sama dengan warna kulit sekitar

Auskultasi Bising Usus : 4x/mPalpasi dan perkusi : Nyeri tekan (+) area supra pubik Massa (-) Suara timpani pada abdomen kiri, dan pekak pada abdomen kanan Distensi kandung kemih (+)

9. Urogenital Tidak ada lesi atau jejas Penonjolam daerah suprapubik, Bladder distensi Skala nyeri 5 saat memulai kencing Pasien mengatakan terjadi penurunan kekuatan / dorongan aliran urine, urine berupa tetesan, terjadi keraguan pada awal berkemih, ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih dengan lengkap, hematuria, distensi kandung kemih, nyeri tekan kandung kemih

10. EkstremitasInspeksi: Simetris ekstermitas atas dan bawah Pergerakan bebas Akal hangat Edema (-) Krepitasi (-)11. Kulit dan kukuKuku bersih, CRT 60-100 x/mnt).16 Februari 2015

4Kurang pengetahuan berhubungan dengan keterbatasan paparan informasi yang ditandai dengan klien mengungkapkan adanya masalah, klien bertanya tanya mengenai penyakitnya.17 Februari 2015

5Risiko Infeksi b.d prosedur infasif17 Februari 2015

6PK inkontinensia urine18 Februari 2015

Lampiran 12

PERENCANAAN KEPERAWATANNODIAGNOSATUJUAN DAN KRITERIA HASILINTERVENSI

1Kerusakan eliminasi urin: retensi ur