makalah etik keperawatan

Download Makalah Etik Keperawatan

Post on 14-Dec-2014

17.900 views

Category:

Health & Medicine

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Definisi Etika Keperawatan, Kode Etik, Pengambilan Keputusan

TRANSCRIPT

  • 1. MAKALAH ILMU KEPERAWATAN DASAR 1 ETIKA KEPERAWATANKelas B (semester 1) Disusun oleh: Siti Aminah Hidayat 130012074Prodi: S1 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yayasan RSI Surabaya Surabaya 2012

2. KATA PENGANTARPuji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karuniaNya serta kemudahan yang telah diberikan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul Etika Keperawatan. Mengingat bahwa dalam pembuatan makalah ini tidak lepas dari berbagai pihak yang membantu dalam penyusunan makalah ini, baik langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu kami. Kami menyadari bahwa dalam menulis makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan perbaikan makalah selanjutnya. Demikian harapan kami, semoga bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.Surabaya,Oktober 2012Penulis 3. DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL................................................................................................ i KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................1 1.1 Latar Belakang................................................................................................1 1.2 Rumusan Masalah ..........................................................................................2 1.3 Tujuan .............................................................................................................2 BAB II PEMBAHASAN .........................................................................................3 2.1 Teori Etika Keperawatan ................................................................................3 2.2 Kode Etik Keperawatan ..................................................................................5 2.2.1Kode Etik International Council of Nurses ......................................52.2.2Kode Etik American Nurses Association .........................................62.2.3Kode Etik Canadian Nurses Association .........................................72.2.4Kode Etik Perawat Indonesia ...........................................................92.3 Masalah/Issu Etik Keperawatan ..............................................................14 2.3.1Dilema Etik ........................................................................................... 162.4 Pengambilan Keputusan Etis .......................................................................18 BAB III PENUTUP ...............................................................................................23 3.1 Kesimpulan ...................................................................................................23 3.2 Saran .............................................................................................................23 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................24 4. BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, yang ikut berperan dalam upaya penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan, yang dilaksanakan pada berbagai sarana pelayanan kesehatan, baik di rumah sakit maupun di komunitas. Keperawatan merupakan salah satu komponen profesi yang dianggap sebagai kunci keberhasilan asuhan kesehatan di rumah sakit, karena selain jumlahnya yang paling besar jika dibandingkan dengan profesi lain, juga karena selama duapuluh empat jam perawat harus selalu berada di smaping klien. Sebagai seorang profesional, perawat bertanggung jawab dan mengemban tanggung gugat untuk membuat keputusan dan mengambil langkah-langkah tentang asuhan keperawatan yang diberikan. Agar perawat dapat melakukan tugasnya dengan baik, setiap perawat harus memahami dan mampu menerapakan pelayanan keperawatan sesuai dengan filosofi yang dianut. Pada dasarnya dalam pelayanan keperawatan yang berkualitas ada tiga pokok penting, antara lain: pendekatan sikap berkaitan dengan kepedulian pada klien, upaya untuk melayani dengan tindakan terbaik, serta tujuan untuk memuaskan klien yang berorientasi pada standar pelayanan. Pelayanan dapat dikatakan berkualitas apabila dapat memnuhi hak-hak klien yang telah disepakati oleh komunitas profesi itu sendiri, dan pemenuhan hakhakkliensangatbergantungpadakompetensiprofesionaltenagakeperawatannya. Perawat dapat dikatakan profesioanl apabila telah memiliki kompetensi yang diharapkan, yaitu kompetensi intelektual, interpersonal, dan tehnikal, serta berlandaskan pada etika profesi. Oleh karena itu seorang profesional harus memiliki orientasi pelayanan, standar praktik, dan kode etik untuk melindungi masyarakat, serta memajukan profesinya. 5. 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana teori etika keperawatan? 2. Bagaimana kode etik keperawatan? 3. Apa saja issu etika keperawatan? 4. Bagaimana pengambilan keputusan etis? 1.3 Tujuan 1. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami teori etika keperawatan. 2. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami kode etik keperawatan. 3. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami issu etika keperawatan. 4. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami pengambilan kepeutusan etis. 6. BAB II PEMBAHASAN2.1 Teori Etika Keperawatan Dalam lietratur keperawatan dikatakan bahwa etika dimunculkan sebagai moralitas, pengakuan kewenangan, kepatuhan dan peraturan, etika sosial, loyal pada rekan kerja, serta bertanggung jawab dan mempunyai sifat kemanusiaan. Untuk menjadi seorang profesional yang mampu berpartisipasi secara aktif dalam dimensi etik praktik keperawatan, perawat harus secara terus-menerus mengembangkan suatu perasaan yang kuat tentang identitas moral mereka, mencari dukungan dari sumber profesional yang ada, serta mengembangkan kemampuan dalam bidang etik. Etika keperawatan sebagai tuntutan bagi profesi perawat bersumber dari pernyataan Florence Nightingale dalam ikrarnya (Nightingale Pledge), yang berbunyi sebagai berikut. Saya sungguh-sungguh berjanji pada Tuhan dan demi keberadaan majelis ini, untuk menjalani hidup saya dalam kesucian dan melaksanakan profesi saya dengan setia Sayaakanpantangmelakukanapapunyangmerugikanataumencelakakan, dan tidak akan mengambil atau dengan sengaja memberikan obat yang berbahaya Dengan segala upaya, saya akan mengangkat standar profesi saya dan akan menjaga kepercayaan semua hal yang bersifat pribadi, yang diberikan untuk saya jaga, dan semua affair keluarga yang saya ketahui dalam praktik panggilan saya Selanjutnyapernyataantersebutdianggapsebagaiikrarprofesikeperawatan pada masyarakat. Perawat mengemban identitas profesional dengan berikrar untuk mengerti, menerjemahkan dan memperluas pohon pengetahuan, mengkritik dan mengatur diri dengan disiplin yang sama, serta membudayakan sikap dan tingkah laku terpuji-yang kemudian dijadikan sebagai acuan. 7. Teori etika mencakup bentuk pengetahuan yang kompleks, secara umum ada dua teori penting yang harus dipahami tentang etika, yaitu Utilitarianism dan Deontologi. 1. Teori Utilitarianism Sumijatun (2009), utilitarianism merupakan salah satu teori spesifik dari teleologi yang lebih mencerminkan pada pengambilan keputusan yang terbaik dari sejumlah pilihan atau tindakan yang dianggap oleh sebagian besar orang baik. Selain itu juga dilihat ketepatan dan kuatnya alasan mengapa pilihan atau tindakan tersebut dilakukan. Sedangkan Teleologi sendiri pada umumnya lebih banyak melihat pada konsekuensi kegiatan yang dapat dinyatakan benar dan salah. Dalam Huda M., 2008, dikatakan bahwa etika teleologi mengukur baik buruknya suatu tindakan itu, atau berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkannya baik dan berguna. Oleh karena itu etika teleologi juga diidentikkan dengan teori utillitarian, yakni baik buruknya sesuatu berdasarkan sifat berguna atau tidaknya. Utulitarianism adalah posisi orientasi komunitas yang berfokus pada konsekuensi dan lebih mempunyai hal-hal yang baik dalam jumlah besar dan mendatangkan kebahagiaan untuk banyak orang serta mempunyai konsekuensi kerugian yang sedikit atau minimal. Kesenangan seseorang sangat diperhatikan, mempertimbangkan tindakan yang alami, dan dihubungkan dengan prinsip-prinsip tanpa memikirkan posisi seseorang atau konsekuensi dari suatu tindakan. 2. Teori Deontologi Deon berasal dari kata Yunani yang artinya adalah kewajiban yang akandilakukan,perbuatan/tindakantidakmengukurberdasarkanbaikburuknyahasil/dampaknya,suatumelainkanberdasarkan maksud pelaku dalam melaksanakan perbuatan tersebut. Pendekatan deontologi berfokus pada kegiatan atau ukuran moral, pengambilan keputusan dengan pendekatan deontologi akan selalu menjaga pada ukuran itu sendiri. Keputusan diambil dengan 8. mempertimbangkan keadaan pada saat itu dan dibandingkan dengan dampaknya apabila keputusan tesebut diambil.2.2 Kode Etik Keperawatan Kode etik dari bahasa Latin codex yang berarti himpunan, kode etik adalah usaha meghimpun apa yang tersebar serta menghimpun norma-norma yang disepakati dan ditetapkan oleh dan untuk anggota profesi tertentu. Kode etik bertujuan untuk memberikan alasan/dasar terhadap keputusan yang menyangkut masalah etika dengan menggunakan model-model moralitas yang konsekuen dan absolut. Landasan utama dalam kode etik adalah prinsip penghargaan terhadap orang lain yang diikuti dengan prinsip otonomi yang menempatkan klien sebagai fokus dari keputusan yang rasional. Kode etik keperawatan dari berbagai sumber yaitu: 2.2.1 Kode Etik International Council of Nurses Tanggung jawab dasar bagi seorang perawat terbagi menjadi empat,yaitumeningkatakankesehatan,mencegahpenyakit,memperbaiki kesehatan, dan mengurangi penderitaan. Kebutuhan terhadap kep