laporan ian level

Download Laporan ian Level

Post on 04-Jul-2015

363 views

Category:

Documents

11 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMENTASI & PENGENDALIAN PROSES

PENGENDALIAN LEVEL CAIRAN OLEH : Edy Saputra 090307011

JURUSAN TEKNIK KIMIA PROGRAM STUDI MIGAS POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE 2011LEMBAR TUGAS

Judul Praktikum Laboratorium Jurusan / Prodi Nama Kelas / Semester NIM Anggota Kelompok IV

: Pengendalian level cairan : Komputasi dan Pengendalian Proses : T. Kimia / Migas : Edy Saputra : 2 M / III ( Tiga) : 090307011 : Muhammad Iqbal Edy Saputra Maksalmina Syamsul Bahri

Uraian Tugas 1. Atur parameter pengendali Set point Proporsional Band Integral constan Derrivative constan 2. Noise Offset 30% 40% 150 30 menit 30 menit

Ka. Laboratorium

Dosen Pembimbing

Ir. Syafruddin. MSi NIP : 19650819 199802 1 001

Ir. Syafruddin. MSi NIP : 19650819 199802 1 001

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Praktikum Mata Kuliah Nama NIM Kelas / Semester Nama Dosen Pembimbing NIP Ka Laboratorium NIP Tanggal Pengesahan

: Pengendalian level cairan : Praktek Instrumentasi dan Pengendalian Proses : Edy Saputra : 090307011 : 2 M / IV ( Empat ) : Ir. Syafruddin. MSi : 19650819 199802 1 001 : Ir. Syafruddin. MSi : 19650819 199802 1 001 :

Ka. Laboratorium

Dosen Pembimbing

Ir. Syafruddin. MSi NIP : 19650819 199802 1 001

Ir. Syafruddin. MSi NIP : 19650819 199802 1 001

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Tujuan percobaan.

Dapat mengetahui konsep-konsep dasar pengendalian level. Dapat mengetahui dan memahami unit-unit pengendalian level. Dapat mengendalikan suatu level ketinggian cairan. Dapat mengetahui dan memahami konfigurasi suatu pengendalian . 1.1. Alat yang digunakan Seperangkat alat pengendalian level (CRL/control regulation level). Stopwatch. 1.1. Bahan yang digunakan Air (aquadest). Udara. 1.1. Prosedur kerja 1.1.1. Prosedur pengendali on-off Cek power supplay ke CRL dan PC kabelnya dalam keadaan tidak tersambung. Cek semua modul pada CRL berada di dalam rangkaiannya. Buka katub tekanan udara dan atur tekanan sebesar 2 bar Atur pengendali on-off dengan upper level 85% dan lower level 75% Hubungkan kabel power pada controller CRL unit ke panel listrik, kemudian hidupkan main switch pada panel controller CRL unit. Hidupkan stopwatch dan catat waktunya, lakukan sebanyak 10 kali pengulangan Hitung waktu rata-ratanya Gambarkan zona netralnya

1.4.2.

Prosedur pengisian air dalam tangki Masukkan air dalam tangki Hidupkan stopwatch dan catat waktunya tiap kenaikan 5% level air dalam tangki. Hitung waktu rata-ratanya

Hitung waktu akumulasinya Plot kurva antara waktu akumulasi dan level tangki 1.4.2. Prosedur pengosongan air dalam tangki

Buka kran pengosongan tangki. Hidupkan stopwatch dan catat waktunya tiap penurunan 5% level air dalamtangki.

Hitung waktu rata-ratanya. Hitung waktu akumulasinya. Plot kurva antara waktu akumulasi dan level tangki.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1 Pengendalian level cairan

2.1.1

Umum Unit ini memungkinkanuntuk menganalisis perilaku loop control dimana

kuantitas yang dikontrol adalah level air di dalam tangki. Perilaku kuantitas dikontrol dapat diikuti secara visual sehingga masiswa dapat memahami konsep-konsep dasar pengendalian dan peraturan teknik secara intuitif. Mahasiswa dapat memeriksa dari efek dari parameter control ytnag berbedaterhadap kinerja rantai control dan stabilitas sistem. 2.1.2 komposisi dari unit CRL terdiri dari: Proses riq dengan katup pneumatic dan peralatan listrik ( kode 916422 ) Kontrol dan monitoring software CRS ( kode 917020 ) Opsional mini req regulator elektronik (kode 916940) Opsional MRRP pneumatic mengendalikan dan merekam modul (kode 971704) Opsional listrik kompressordengan peredam ( kode 971227 ) The CRL/unit E terdiri dari: Proses riq dengan katup listrik dan peralatan listrik (kode 916929) Kontrol monitoring software CRS (kode 917020) Opsional listrik compressor mini req regulator elektronik (kode 916940) 2.1.3 DESKRIPSI

Proses rig dan peralatan listrikTujuan dan proses ini adalah untuk mengontrol level air didalam tangki dihadapan gangguan output. Level air yang diperoleh dengan suatu tranduser tekanan, diubah menjadi sinyal listrik (y) dan disediakan untuk peralatan listrik page 2 level air dikendalikan dengan menyesuaikan jumlah air dimasukkan ke dalam tangki dengan pompa sentrifugal.

Dalam CRL unit ini dilakukan dengan cara katup pneumatic dan dalam UNIT E/CRL unit ini dilakukan melalui katup listrik bermotor kontrol loop tertutup dapat dikatakan dengan cara yang berbeda, Melalui perangkat lunak, dengan menggunakan program perangkat lunak CRS dan pada berjalan pada personal computer. Melalui sistem proge tahan dimasukkan kedalam tangki. Melalui regulator elektronik opsional mini reg Melalui regulator elektronik opsional mini req Melalui regulator pneumatic opsional, MRPP Tindakan kontrol adalah,sal;ah satu dari tipe PID (PROPORSIONAL

INTEGRAL DEVIRATIF)/ on-off dan dicapaidengan membandingkan sinyal, sesuai dengan level aktual dengan sinyal set point yang dipilih oleh operator / pengguna. Sebagai fungsi kontrol logika, regulator menghasilkan sinyal penggerak (x) yang bekerja pada katup atau dan mengubah kuantitas air yang masuk kedalam tangki. Selain itu, personal komputer dapat mengontrol gangguan aliran air yang meninggalkan tangki dengan menghasilkan sinyal (n) yang bekerja pada katup solenoid. Peralatan listrik termasuk kontrol untuk komponen listrik utama unit AD/DA konversi papar untuk antarmuka dengan personal komputer melalui jalur radial RS 232, indicator digital untuk menampilkan level air. CRS/L pengendalian dan software monitoring perangkat lunak kontrol dan monitoriong berjalan di lingkungan MS.WINDOWS, memungkinkan untuk melakukan baik PID atau on-off kontrol jenis digital melalui perangkat lunak. Parmeter kontrol dapat diatur secar independent dan secara real time dan sehinggadapat karakteristik dari set point dan sinyal gangguan. Perangkat lunak ini memungkinkan untuk mengamati proses secara real time dengan menampilkan pada

layar diagram dikendalikan kuantitas, sinyal pelaksanaan, sinyal set point setiap saat. Sedangkan sampel sinyal dan parameterkontrol dapat disimpan dalam file, daloam format Ascll atau dicetak. Hal ini juga memungkinkan untuk menggunakan perangkat lunak hanya untuk mengamatiproses menggunakan regulator eksternal (misalnya mini req opsional). Dalam kasus ini, adalah untuk mungkin mengirimkan set point untuk regulator melalui perangkat. 2.1.4 PERCOBAAN

Studi proses dan komponen tinggi Penentuan karakteristik proses loop terbuka Penentuan karakteristik proses loop tertutup dengan PID dan efek dari tiga kegiatan pengendali (proporsional,integral,derivative) Studi stabilitas sistem dalam kondisi yang berbeda dan kalibras9i tekanan kontrol yang berbeda Penentuan karakteristik loop tertutup dengan on-off kontrol dan efek dari parameter regulator Demonstrasi penggunaan suatu regulator tipe elektronik dengan remote setpoint Demontrasi penggunaan regulator dan perekam jenis pneumatic (dengan regulator MRRP opsional, tidak tersedia pada CRL/E ) 2.1.5 Diperlukan PC konfigurasi Perangkat keras IBM PC atau kompatibel min 486 dengan harddisk, kartu gratis VGA atau lebih tinggi, mouse,Ram 8 GB, satu serial RS232 port yang tersedia. Printer Perangkat lunak MS-Windows 3.1 MS-Windows 95

2.1.6

LAYANAN YANG DIPERLUKAN

Power supply listrik ac 220/240 V 50/60 Hz Pasokan pneumatic 2-5 Bar (tidak diperlukan dengan CRL / E ) 2.1.7 berat dan Dimensi Dimensi : 770 x 450x 110 mm Berat : 50 kg. 2.2 PENGERTIAN SISTEM KONTROL Sistem kontrol merupakan sebuah sistem yang meliputi pengontrol variablevariabel seperti temperatur, tekanan, aliran level, dan kecepatan.

1) Sistem kontrol secara manual (open loop control) Proses pengaturan dilakukan secara manual oleh operator dengan mengamati keluaran secar visual, kemudian dilakukan koreksi variable-variabel kontrol yang mempertahankan hasil keluarannya. Perubahan ini dilakukan secara manual oleh operator setelah mengamati hasil keluarannya melalui alat ukur atau indikator. Keluaran

Pengatur controlled

Proses/plant

Sistem pengendali loop terbuka 2) Sistem kontrol secara otomatis (close loop control).

Sistem dapat melakukan koreksi variable x, kontrolnya secara otomatis dikarenakan ada rangkaian tertutup sebagai umpan balik dan hasi keluaran menuju ke masukan setelah dikurangkan dengan spnya.

masukan

keluaran

Perbandingan

pengatur

Proses/plant

pengukuran

sistem penngendali loop tertutup

2.32.3.1

Sistem pengendali.Jenis atau mode pengendali

Secara garis besar pengendali dibagi menjadi 2 bagian, yaitu : 1. Pengendali tidak menerus 2. Pengendali menerus Berikut ini dijelaskan masing-masing jenis alat pengendali, serta logika cara kerjanya. 1) Alat pengendali (on-off) atau tidak menerus Cara kerja pengendali yang paling dasar adalah mode on-off atau yang sering disebut mode dua posisi. Jenis pengendali on-off ini merupakan contoh dari mode pengendali tidak menerus (diskontinyu). Mode ini paling sederhana, murah dan

seringkali bisa dipakai untuk mengendalikan proses-proses yang penyimpangannya dapat ditoleransi. Sebagai cotoh adalah pengendali temperatur ruangan dengan memakai AC. Secara matematis pengendali on-off bisa dituliskan. P= 100% untuk E < 0 0% untuk E > 0 Dengan, P = keluaran dan E= galat Dari pernyataan matematis di atas dapat disimpulkan bahwa jenis pengendali on-off hanya dapat mengeluarkan keluaran 0 dan 100%. Pemakaian jenis pengendali on-off jarang dijumpai pada industri karena pengendalian dengan menggunakan jenis pengendali ini menghasilkan penyimpangan-penyimpangan yang cukup besar. Pada industri kimia peubah yang dikendalikan, pada umumnya, tidak boleh memiliki galat yang terlalu