filsafat umum tentang idealisme plato

Download Filsafat umum tentang idealisme plato

Post on 28-May-2015

4.548 views

Category:

Documents

9 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1. ASALAMUALAIKUM WR.WB SELAMAT DATANG DI KELOMPOK 2

2. KELOMPOK 2: Ade Syifa Fauziah Dewi Yulianti Aceng Misbah Sidik Nuryusupiandi 3. IDEALISME PLATO : 1. Manusia menurut Plato 2. Riwayat Hidup Plato 3. Ajaran menurut Plato 4. 1. Riwayat Hidup Plato Plato dilahirkan di Athena tahun 427 SM dan meninggal Isana pada tahun 347SM dalam usia 80 tahun. Nama asalnya adalah Aristokles,Guru Senamnya kemudian memberi nama Plato. Ia Memperoleh nama baru itu karena bahunya yang lebar, sepadan dengan bahunya yang tinggi dan tegap. Tubuh Plato benar-benar ideal, bukan hanya tubuhnya, plato pun tergolong seorang pemuda yang cerdas dan pandangan matanya Menunjukan seolah-olah ia mau mengisi duniayang lahir ini dengan cita-citanya. Sebagaimana hanya orang baik-baik pada masa itu, Plato mendapat didikan dari guru-guru filsafatnya. Pelajaran fisafat mula-mula diperolehnya dari Kratylos. yang mengajarkan semua berlalu seperti air. 5. Lanjutan ........... Rupanya ajaran semacam itu tidak hinggap di dalam kalbu anak Aristokrat yang terpengaruh oleh tradisi kluarganya. Sejak berumur 20 tahun, plato mengikuti pelajaran sokrates hingga pada akhirnya Plato mempunyai kedudukan sebagai seorang filosof. Ia terkenal pandai menyatukan puisi, ilmu, seni dan filsafat. Gaya pikir Socrates sangat berpengaruh pada kehidupan Plato karena menurutnya Sokrates adalah orang yang jujur, adil, dan tidak pernah berbuat salah.ketika detik-detik socrates akan meninggal ia begitu sedih,dan ia begitu terpaku karena pendirian Socratesyang menolak kesempatan yang diberikan untuk melarikan diri dari penjara, dengan dengan memperingatkan Ajarannya:lebih baik menderita kezaliman dari pada berbuat zalim. Tak lama setelah Socrates meninggal, plato pergi ke Athena. Itulah permulaan dia mengembara Selama 12 tahun lamanya. 6. Lanjutan... mula-mula ia pergi ke Megara, tempat Eoklides untuk mengajarkan filsafatnya kepada Plato. Dari Marga ia pergi ke kyrena untuk memperdalam pengetahuannya tentang Matematika kepada seorang guru besar bernama Theodoras Disana dia juga mengajarkan filsafat dan mengarang buku-buku. Kemudian ia pergi ke Italia Selatan dan terus ke Sirakisa di Pulau Sisila, yang pada waktu itu diperintah oleh seorang tiran, bernama Dionysios. Disana ia memaparkan tentang filsafatnya, tetapi Plato malah dituding sebagai ajaran yang membahayakan bagi kerajaan setelah itu Plato di perjual belikan sebagai budak. Karena sahabat-sahabat plato mengetahui Plato di perbudakan maka mereka 7. Mengumpulkan uang untuk menebusnya. Setelah itu Plato mendirikan sebuah sekolah yang bernama Akademia, disanalah sejak berumur 40 tahun dia mengajar filsafatnya dan mengarang tulisan-tulisan yang terkenal sepanjang masa. 2. Manusia Menurut Plato Menurut Protagoras bahwa manusia adalah ukuran dari segala-galanya tapi Plato menambahkan pendapat tersebut bahwa dari penglihatan saja tidak pernah tercapai pengetahuan, dengan pengertian untuk mencapai kebenaran yang sebenar-benarnya, yang umum bagi segala orang. Pikiran dan pengalaman adalah 8. dua macam tingkat yang berlainan dan nilainya pun berlainan. Dalam konsep Plato, dunia yang bertubuh dan dunia yang tidak bertubuh terpisah sama sekali. 3. Nilai-Nilai Ajaran PlatoAjaran Plato tentang etika kurang lebih mengatakan bahwa, manusia dalam hidupnya mempunyai tujuan hidup yang baik, dan hidup yang baik ini dapat dicapai dalam suatu polis. Ia tetap memihak pada cita-cita Yunani Kuno yaitu hidup sebagai manusia serentak juga berarti hidup dalam bermasyarakat, ia menolak bahwa negara hanya berdasarkan nomos/adat kebiasaan saja dan bukan physis/kodrat. Plato tidak pernah ragu dalam keyakinannya bahwa manusia menurut kodratnya 9. merupakan mahluk sosial, dengan demikian manusia menurut kodratnya hidup dalam polis atau Negara. Menurut Plato negara terbentuk atas dasar kepentingan yang bersifat ekonomis atau saling membutuhkan antara warganya maka terjadilah suatu spesialisasi bidang pekerjaan, sebab tidak semua orang bisa mengerjakaan semua pekerjaan dalam satu waktu. Ada tiga golongan dalam negara yang baik, yaitu pertama, Golongan Penjaga yang tidak lain adalah para filusuf yang sudah mengetahui yang baik dan kepemimpinan 10. dipercayakan pada mereka. Kedua,Pembantu atau Prajurit. Dan ketiga, Golongan pekerja atau Petani yang menanggung kehidupan ekonomi bagi seluruh polis. Plato tidak begitu mementingkan adanya undang-undang Dasar yang bersifat umum, sebab menurutnya keadaan itu terus berubah-ubah dan peraturan itu sulit disama-ratakan itu semua tergantung masyarakat yang ada di wilayah tersebut. Adapun negara yang diusulkan 11. Lanjutan..... oleh Plato berbentuk demokrasi dengan monarkhi, karena jika hanya monarkhi maka akan terlalu banyak kelaliman, dan jika terlalu demokrasi maka akan terlalu banyak kebebasan, sehingga perlu diadakan penggabungan, dan negara ini berdasarkan pada pertanian bukan perdagangan. Hal ini dimaksudkan menghindari nasib yang terjadi di Athena. 12. Sekian dan terimakasikWasalamualaikum WR.WB