design note vts

Click here to load reader

Post on 12-Dec-2015

73 views

Category:

Documents

26 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • REPORT

    DESIGN NOTE PEMBANGUNAN VTS TOWER

    PALEMBANG

    TAHUN 2015

  • DAFTAR ISI

    1. HALAMAN JUDUL 2. DAFTAR ISI 3. DATA PERENCANAAN, PEMBEBANAN & KONTROL

    LAYAN STRUKTUR 4. DISAIN KOLOM 5. DISAIN PONDASI 6. DISAIN BALOK 7. DISAIN PLAT 8. INPUT & OUTPUT STAADPRO 9. GAMBAR DISAIN

  • PERHITUNGAN STRUKTUR GEDUNG VTS PALEMBANG (DATA PERENCANAAN, PEMBEBANAN & KONTROL LAYAN STRUKTUR)

    I. DATA PERENCANAAN

    Jenis Bangunan : Menara Pantau (VTS) Tipe Struktur : Konstruksi Baja Jumlah Tingkat (Story) : 9 tingkat Lokasi : Palembang Jenis Pondasi : Tiang pancang Mutu Beton : fc 29 MPa Mutu Baja Tulangan : fy 320 MPa & 240 MPa

    II. PEMBEBANAN A. Beban Mati (DL) : Berat sendiri dari konstrusi (dihitung otomatis oleh software) Dinding menggunakan material ringan dengan W=200 kg/m (kaca, ACP,

    partisi dll.) Beban Mati pada Plat Lantai (DL)

    Keramik t = 1 cm : 24 x 1 = 24 kg/m2 Spesi t = 3 cm : 21 x 3 = 63 kg/m2 Asbes + penggantung = 18 kg/m2

    ME = 15 kg/m2 Total = 120

    2mkg

    Beban Mati pada Plat Lantai untuk Lift (DL) Peralatan lift = 300 kg/m2

    Beban Mati pada Plat Atap (DL) Spesi t = 1 cm : 21 x 1 = 21 kg/m2

    Asbes + penggantung = 18 kg/m2 ME = 10 kg/m2

    Total = 49 2m

    kg

    Beban Dinding Bata (h = 4,0 m) pada balok Lantai 1, 2, 3, dst

    Dinding Bata Hebel ( = 100 kg/m2) = 4,0 x 100 = 400 kg/m Beban Dinding Bata (h = 1,0 m) pada balok Lantai Teras

    Dinding Bata ( = 100 kg/m2) = 1,0 x 100 = 100 kg/m

    B. Beban Hidup (LL) : Beban Hidup Orang (Lantai 1 s/d 9) = 250 kg/m2 Beban Antena dll = 500 kg/m2

  • C. Beban Gempa (E) : Memakai beban gempa Respon Spektrum Gempa Wilayah 4

    D. Kombinasi Pembebanan Disain didasarkan pada hasil terbesar dari kombinasi-kombinasi pembebanan sebagai berikut : 1. U = 1,2 D + 1,6 L 2. U = 1,2 D + 1,0 L + 1,0 E

    III. METODE PERHITUNGAN / ANALISA

    Perhitungan struktur dan disain penampang secara keseluruhan dilakukan

    dengan menggunakan STAAD dengan mengacu pada Code ACI 318 dimana peraturan

    tersebut tidak berbeda jauh dengan SNI 2002 . Hasil Disain dapat dilihat pada

    lampiran.

  • LAMPIRAN PERHITUNGAN STRUKTUR DAN HASIL DISAIN

    \

  • MENARA VTS

    Gambar 1. Pemodelan Secara 3D

    Gambar 2. Potongan Melintang Tipikal

  • Gambar 3. Distribusi Beban Mati (DL)

    Gambar 4. Distribusi Beban Hidup (LL)

  • Gambar 5. Distribusi Beban Gempa (E)

  • Gambar 6. Distribusi Beban Angin

  • Gambar 7. Diagram Gaya Momen (Potongan Melintang)

    Gambar 8. Diagram Gaya Aksial

  • Gambar 9. Diagram Gaya Lintang

    Simpangan maksimum = 13,6 mm < 40 mm (H/800 = 32000/800 = 40 mm) OK !

    Gambar 10. Diagram Simpangan Maksimum

  • Periode yang terjadi 1,31 detik < 1,53 detik ( 0,17 x 9) OK ( SNI-1726-2002 Standar Perencanaan Bangunan Tahan Gempa)

  • Tegangan maksimum = 2192 kg/cm2 mm < 2400 kg/cm2 (dipakai mutu baja fy-240) OK !

    Gambar 11. Diagram Tegangan Maksimum

  • DISAIN KOLOM

  • DISAIN KOLOM PENDEK (PEDESTAL) Diagram Interaksi================================ ### ### ### ##### ### ### ### ### ##### ### ### ### ##### .#### ### ### ### ### ### ### ### ### ####### ### ### ### ### ### ### ### ### #' ### ### ### ### ### ######## ##### ### ### ### ### ##### Bujur Sangkar dan Lingkaran ### ### by Edi Santoso Jurusan Teknik Sipil - Universitas Negeri Malang ================================================ Beton Berpenampang Bujur Sangkar: h = 650 mm , fc 30 MPa Baja Tulangan: 20-D25 , fy 320 MPa , c-to-c ke tepi: 40 mm Jumlah titik pada kurva yang ditinjau : 11 Titik Kurva 2 (PnMax dan Mn e-min) Regangan-tegangan Lapis Baja Tulangan (c = 633.98 mm) Lapis y(i) Regangan fs(MPa) As(mm2) Gaya(kN) 1 40.0 0.00281 320 2,945 -942 2 154.0 0.00227 320 982 -314 3 268.0 0.00173 320 982 -314 4 382.0 0.00119 238 982 -234 5 496.0 0.00065 131 982 -128 6 610.0 0.00011 23 2,945 -67 ----- +

  • F Baja: -2,000 kN F Beton: -8,932 kN Titik Kurva 6 (Kondisi Balans) Regangan-tegangan Lapis Baja Tulangan (c = 397.83 mm) Lapis y(i) Regangan fs(MPa) As(mm2) Gaya(kN) 1 40.0 0.00270 320 2,945 -942 2 154.0 0.00184 320 982 -314 3 268.0 0.00098 196 982 -192 4 382.0 0.00012 24 982 -23 5 496.0 0.00074 148 982 145 6 610.0 0.00160 320 2,945 942 ----- + F Baja: -384 kN F Beton: -5,605 kN ___________________________________________________________ Ada 3 titik tambahan di zona tekan Titik Kurva 3 (--) Regangan-tegangan Lapis Baja Tulangan (c = 567.45 mm) Lapis y(i) Regangan fs(MPa) As(mm2) Gaya(kN) 1 40.0 0.00279 320 2,945 -942 2 154.0 0.00219 320 982 -314 3 268.0 0.00158 317 982 -311 4 382.0 0.00098 196 982 -193 5 496.0 0.00038 76 982 -74 6 610.0 0.00022 45 2,945 133 ----- + F Baja: -1,702 kN F Beton: -7,995 kN Titik Kurva 4 (--) Regangan-tegangan Lapis Baja Tulangan (c = 506.25 mm) Lapis y(i) Regangan fs(MPa) As(mm2) Gaya(kN) 1 40.0 0.00276 320 2,945 -942 2 154.0 0.00209 320 982 -314 3 268.0 0.00141 282 982 -277 4 382.0 0.00074 147 982 -145 5 496.0 0.00006 12 982 -12 6 610.0 0.00061 123 2,945 362 ----- + F Baja: -1,328 kN F Beton: -7,132 kN Titik Kurva 5 (--) Regangan-tegangan Lapis Baja Tulangan (c = 449.55 mm) Lapis y(i) Regangan fs(MPa) As(mm2) Gaya(kN) 1 40.0 0.00273 320 2,945 -942 2 154.0 0.00197 320 982 -314 3 268.0 0.00121 242 982 -238 4 382.0 0.00045 90 982 -89 5 496.0 0.00031 62 982 61 6 610.0 0.00107 214 2,945 631 ----- + F Baja: -891 kN F Beton: -6,334 kN ___________________________________________________________ Ada 3 titik tambahan di zona tarik Titik Kurva 7 (++) Regangan-tegangan Lapis Baja Tulangan (c = 320.57 mm)

  • Lapis y(i) Regangan fs(MPa) As(mm2) Gaya(kN) 1 40.0 0.00263 320 2,945 -942 2 154.0 0.00156 312 982 -306 3 268.0 0.00049 98 982 -97 4 382.0 0.00057 115 982 113 5 496.0 0.00164 320 982 314 6 610.0 0.00271 320 2,945 942 ----- + F Baja: 24 kN F Beton: -4,516 kN Titik Kurva 8 (++) Regangan-tegangan Lapis Baja Tulangan (c = 245.43 mm) Lapis y(i) Regangan fs(MPa) As(mm2) Gaya(kN) 1 40.0 0.00251 320 2,945 -942 2 154.0 0.00112 224 982 -219 3 268.0 0.00028 55 982 54 4 382.0 0.00167 320 982 314 5 496.0 0.00306 320 982 314 6 610.0 0.00446 320 2,945 942 ----- + F Baja: 463 kN F Beton: -3,458 kN Titik Kurva 9 (++) Regangan-tegangan Lapis Baja Tulangan (c = 169.38 mm) Lapis y(i) Regangan fs(MPa) As(mm2) Gaya(kN) 1 40.0 0.00229 320 2,945 -942 2 154.0 0.00027 54 982 -53 3 268.0 0.00175 320 982 314 4 382.0 0.00377 320 982 314 5 496.0 0.00579 320 982 314 6 610.0 0.00780 320 2,945 942 ----- + F Baja: 889 kN F Beton: -2,386 kN Titik Kurva 10 (Balok Murni) Regangan-tegangan Lapis Baja Tulangan (c = 89.19 mm) Lapis y(i) Regangan fs(MPa) As(mm2) Gaya(kN) 1 40.0 0.00165 320 2,945 -942 2 154.0 0.00218 320 982 314 3 268.0 0.00601 320 9