abortion edit

Download Abortion Edit

Post on 30-Dec-2015

17 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Program Studi S1 Ilmu KeperawatanSTIKES MAHARANI MALANG

  • DEFINISIGugur kandungan atau aborsi (bahasa latin: abortus) adalah berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu yang mengakibatkan kematian janin. Apabila janin lahir selamat (hidup) sebelum 38 minggu namun setelah 20 minggu, maka istilahnya adalah kelahiran prematur.

  • Istilah-istilah dalam kedokteranSpontaneous abortion: gugur kandungan yang disebabkan oleh trauma kecelakaan atau sebab-sebab alami.Induced abortion atau procured abortion: pengguguran kandungan yang disengaja. Termasuk di dalamnya adalah: Therapeutic abortion: pengguguran yang dilakukan karena kehamilan tersebut mengancam kesehatan jasmani atau rohani sang ibu, terkadang dilakukan sesudah pemerkosaan.Eugenic abortion: pengguguran yang dilakukan terhadap janin yang cacat.Elective abortion: pengguguran yang dilakukan untuk alasan-alasan lain.

  • KLASIFIKASI ABORSI

  • PADA KEHAMILAN MUDA(DI BAWAH 1 BULAN)

  • PADA KEHAMILAN 1-3 BULAN

  • PADA KEHAMILAN 3-6 BULAN

  • PADA KEHAMILAN 6-9 BULAN

  • Alasan Abortus Provokatus therapeuticusAbortus yang mengancam (threatened abortion) disertai dengan perdarahan yang terus menerus, atau jika janin telah meninggal (missed abortion)Mola HidatidosaInfeksi uterus akibat tindakan abortus kriminalisPenyakit keganasan pada saluran jalan lahirProlaps uterus gravid yang tidak bisa diatasiTelah berulang kali mengalami operasi caesarPenyakit-penyakit dari ibu yang sedang mengandung, Gangguan jiwa, disertai dengan kecenderungan untuk bunuh diri.

  • Alasan Abortus Provokatus KriminalisAlasan kesehatan, di mana ibu tidak cukup sehat untuk hamil.Alasan psikososialKehamilan di luar nikah.Masalah ekonomiMasalah sosialKehamilan yang terjadi akibat perkosaan atau akibat incest (hubungan antar keluarga).Kegagalan kontrasepsi juga termasuk tindakan kehamilan yang tidak diinginkan.

  • Akibat Provokatus KriminalisPerforasiLuka pada serviks uteriPerlekatan pada kavum uteriPerdarahanInfeksi

  • CARA-CARA ABORTUS PROVOKATUS KRIMINALIS1. UmumAktivitas/olahraga berlebihanTekanan / trauma pada abdomen2. LokalMemasukkan alat-alat yang dapat menusuk kedalam vagina: pensil, paku, jeruji sepedaAlat merenda, kateter atau alat penyemprot untuk menusuk atau menyemprotkan cairan kedalam uterus untuk melepas kantung amnionAlat untuk memasang IUDAlat yang dapat dilalui arus listrikAspirasi jarum suntikObat-obatan

  • Aspek Hukum dan Medikolegal Abortus Povocatus Criminalis Hukum yang tanpa pengecualian melarang abortus, seperti di Belanda.Hukum yang memperbolehkan abortus demi keselamatan kehidupan penderita (ibu), seperti di Perancis dan Pakistan.Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi medik, seperti di Kanada, Muangthai dan Swiss.Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi sosio-medik, seperti di Eslandia, Swedia, Inggris, Scandinavia, dan India.Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi sosial, seperti di Jepang, Polandia, dan Yugoslavia.Hukum yang memperbolehkan abortus atas permintaan tanpa memperhatikan indikasi-indikasi lainnya (Abortion on requst atau Abortion on demand), seperti di Bulgaris, Hongaria, USSR, Singapura.Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi eugenistis (aborsi boleh dilakukan bila fetus yang akan lahir menderita cacat yang serius) misalnya di IndiaHukum yang memperbolehkan aborsi atas indikasi humanitarian (misalnya bila hamil akibat perkosaan) seperti di Jepang

  • AlasannyaUntuk memberikan perlindungan hukum pada para medisi yang melakukan abortus atas indikasi medik.Untuk mencegah atau mengurangi terjadinya abortus provocatus criminalis.Untuk mengendalikan laju pertambahan penduduk.Untuk melindungi hal wanita dalam menentukan sendiri nasib kandungannnya.Untuk memenuhi desakan masyarakat

  • KODEKISetiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makhluk insani. Pada pelaksanaannya, apabila ada dokter yang melakukan pelanggaran, maka penegakan implementasi etik akan dilakukan secara berjenjang dimulai dari panitia etik di masing-masing RS hingga Majelis Kehormatan Etika Kedokteran (MKEK). Sanksi tertinggi dari pelanggaran etik ini berupa "pengucilan" anggota dari profesi tersebut dari kelompoknya. Sanksi administratif tertinggi adalah pemecatan anggota profesi dari komunitasnya.

  • Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan PASAL 15: 1) Dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinnya, dapat dilakukan tindakan medis tertentu. 2) Tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat(1) hanya dapat dilakukan: a. Berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan tersebut; b. Oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan sesuai dengan tanggung jawab profesi serta berdasarkan pertimbangan tim ahli; c. Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau keluarganya; d. Pada sarana kesehatan tertentu. 3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

  • KUHPPASAL 299 1) Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruh supaya diobati, dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan, bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak empat pulu ribu rupiah. 2) Jika yang bersalah, berbuat demikian untuk mencari keuntungan, atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencaharian atau kebiasaan atau jika dia seorang tabib, bidan atau juru obat, pidananya dapat ditambah sepertiga. 3) Jika yang bersalah melakukan kejahatan tersebut dalam menjalankan pencaharian, maka dapat dicabut haknya untuk melakukan pencaharian.

  • PASAL 346 Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

  • PASAL 347 1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuan, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. 2) Jika perbuatan itu menyebabkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

  • PASAL 348 1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seseorang wanita dengan persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. 2) Jika perbuatan tersebut mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikarenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

  • PASAL 349 Jika seorang dokter, bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang tersebut pasal 346, ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengn sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencaharian dalam mana kejahatan dilakukan.

  • PASAL 535 Barang siapa secara terang-terangan mempertunjukkan suatu sarana untuk menggugurkan kandungan, maupun secara terang-terangan atau tanpa diminta menawarkan, ataupun secara terang-terangn atau dengan menyiarkan tulisan tanpa diminta, menunjuk sebagai bisa didapat, sarana atau perantaraan yang demikian itu, diancam dengan kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

  • Pandangan AgamaAgama Islam : Setiap janin yang terbentuk adalah rencana AllahSeberapapun kecilnya janin adalah ciptaan Allah yang mulia