zheizi ukuran-ukuran epidemiologi

Click here to load reader

Download Zheizi Ukuran-ukuran Epidemiologi

Post on 24-Oct-2015

232 views

Category:

Documents

9 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

UKURAN UKURAN EPIDEMIOLOGI

UKURAN UKURAN EPIDEMIOLOGISheizi Prista Sari, S.Kep.,Ners.,M.Kep

UKURAN EPIDEMIOLOGIJika kita dapat mengukur sesuatu yg kita utarakan, kemudian mampu menyajikanya dengan angka-angka, maka maka kita telah mengetahuinya

Jika tidak

Maka yg kita ketahui hanyalah bayang-bayang, mungkin awal dari pengetahuan, tetapi kita belum memiliki apapun tentang itu

( Kalvin )MANFAAT UKURAN EPIDEMIOLOGIMengetahui besaran dari suatu keadaan.

Menghindarkan kesalahan interpretasi

Pengukuran matematis disajikan berupa :Angka mutlakRasioProporsiRate

Merupakan perbandingan antara 2 kejadian atau 2 hal antara numerator (pembilang) dan denominator (penyebut) tidak ada sangkut pautnya.R = x / yMisal : Sek ratio DKI JakartaLaki-laki = 40Perempuan = 60 Laki-laki : Perempuan = 1 : 1,5RASIO

Pecahan yg numerator (pembilang)nya termasuk dlm denumerator (penyebut).Digunakan untuk melihat komposisi suatu variabel dalam populasinya.Apabila menggunakan angka dasar (konstanta) adalah 100, maka disebut persentase.Rumus : X x K X + YPROPORSIcontoh proporsi :penduduk wanita = 30 orgpenduduk laki-laki = 50 org Proporsi pddk wanita :

30x 100 = 37,5%30 + 50Proporsi pddk laki-laki = 62,5%

Adalah perbandingan antara jumlah kejadian terhadap jumlah penduduk yang mempunyai risiko terhadap kejadian tersebut yang menyangkut interval waktu tertentu.Rate untuk menyatakan dinamika atau kecepatan kejadian dalam suatu populasi masyarakat tertentu.

Rumus Rate = X x K Y

RATE

Rate :X = Jumlah kejadian tertentu yang terjadi dalam kurun waktu tertentu Y= Jumlah penduduk yang mempunyai risiko mengalami kejadian tertentu dalam kurun waktu tertentu (pop.at risk) K= Konstanta (angka dasar) Contoh :Kasus DBD tahun 2005 di kota A = 400 Penduduk kota A th.2005 = 30.000 I.R = 400 X 1000 = 13,3 /1000 penduduk. 30.000UKURAN EPIDEMIOLOGIUkuran Frekuensi PenyakitMerefleksikan besar kejadian penyakit (morbiditas) atau kematian karena penyakit (mortalitas) dalam suatu populasiBiasanya diukur sebagai suatu rate atau proporsiUkuran AsosiasiMerefleksikan kekuatan atau besar asosiasi antara suatu eksposur/faktor risiko dan kejadian suatu penyakitMemasukkan suatu perbandingan frekuensi penyakit antara dua atau lebih kelompok dengan berbagai derajat eksposurBeberapa ukuran assosiasi digunakan untuk mengestimasi efekUkuran Efek/DampakMerefleksikan dampak suatu faktor pada frekuensi atau risiko dari suatu masalah (outcome) kesehatanMerefleksikan kelebihan jumlah kasus karena suatu faktor (attributable) atau jumlah kasus yang dapat dicegah oleh eksposur (pemajan)RD = Risk DifferenceAR = Attributable RiskER = Excess RiskPAR= Population Attributable RiskPF= Prevented FractionUkuran FrekuensiMorbiditas : 1. InsidensMerefleksikan jumlah kasus baru (insiden) yang berkembang dalam suatu periode waktu di antara populasi yang berisikoYang dimaksud kasus baru adalah perubahan status dari sehat menjadi sakitPeriode Waktu adalah jumlah waktu yang diamati selama sehat hingga menjadi sakitInsidens (lanjutan)Insidens kumulatif (Cumulative Incidence)Nama lain: Risk, proporsi insidens

Densitas insidens (Incidence Density)Nama lain: insidens orang waktu (Person Time Incidence), Tingkat insidens (Incidence rate)Probabilitas individu berisiko berkembang menjadi penyakit dalam periode waktu tertentuBerarti rata-rata risiko seorang individu terkena penyakitDenominator haruslah terbebas dari penyakit pada permulaan periode (observasi atau tindak lanjut)Subyek bebas dari penyakit pada awal studiSubyek potensial untuk sakitSedikit atau tidak ada kasus yang lolos dari pengamatan karena kematian, tidak lama berisiko, hilang dari pengamatanTidak berdimensi, dinilai dari nol sampai satuMerujuk pada individuMempunyai periode rujukan waktu yang ditentukan dengan baikInsidens kumulatif = Risk = Proporsi InsidensRumus Insidens KumulatifJumlah kasus insidens selama periode waktu tertentuJumlah orang berisiko pada permulaan waktu

Contoh IK/ CISyk1234567Jumlah waktu dalam jangkaobservasi dan dalam keadaan sehat(tahun)A7B7CD2D7E3F2G5 Periode Sehat Periode Sakit Hilang dalam pengamatanD MeninggalBerapa (IK) selama 7 tahun waktu pengamatan?

Jawab

IK = kasus baru Populasi berisiko

= 3 = 43 kasus per 100 orang 7Berarti rata-rata rate untuk populasi berisiko selama waktu yang ditentukanKarena denominator diukur dalam orangwaktu, hal ini tidak perlu bahwa semua individu diamati untuk periode yang samaMenyatakan suatu jumlah kasus baru per orang-waktuDensitas Insidens = Insidens Rate = Insidens orang-waktuRumus Incidence RateJumlah kasus insidens terjadi dalam periode waktu Jumlah orang waktuContoh DI/ CISyk1234567Jumlah waktu dalam jangkaobservasi dan dalam keadaan sehat(tahun)A7B7CD2D7E3F2G5 Periode Sehat Periode Sakit Hilang dalam pengamatanD MeninggalBerapa () selama 7 tahun waktu pengamatan?Jawab :DI = kasus baru orang-waktu orang-waktu = 7 + 7 + 2 + 7 + 3 + 2 + 5 = 33 orang tahunDI = 3 / 33 orang-thn = 9,1kasus per 100 orang - tahunMerefleksikan jumlah kasus yang ada (kasus lama maupun kasus baru) dalam populasi dalam suatu waktu atau periode waktu tertentuProbabilitas bahwa seorang individu menjadi kasus (atau menjadi sakit) dalam waktu atau periode waktu tertentuMorbiditas : 2. PrevalensiPoint prevalence, jmlh seluruh penderita (lama+baru) yg ada pada suatu saat tertentu

Ada 2, yaitu :Periode prevalence, jmlh seluruh penderita (lama+baru) yg ada pada suatu periode tertentuMerupakan point prevalence + kasus-kasus baru (insidens) + kasus-kasus rekuren (kumat) pada suatu periode waktu tertentuLebih disukai dari pada point prevalens atau insidens untuk hal-hal:Menganalisa penyakit-penyakit yang tidak diketahui onsetnya (kapan timbulnya) contohnya : penyakit mental

Ada 2, yaitu :Rumus Periode Prevalensi

Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai Prevalensi1. the severity of illness2. the duration of illness3. the number of new cases

Hubungan Prevalence dengan Incidence

P = I x dP = prevalenceI = incidenced = duration of diseaseContoh perhitungan prevalensiPada periode 1 Januari - 31 Desember di suatu klinik perusahaan X diketahui pengamatan penyakit terhadap Hepatitis BPada 1 januari jumlah pasien yang terdaftar = 100Selama periode 1 tahun jumlah pasien yang terdaftar = 1000Tanggal 1 Januari 5 orang pasien menunjukkan adanya kelainan hepatitis BPoint prevalens hepatitis B pada populasi klinik tersebut padatanggal 1 Januari adalah 5/100 =0.05 atau 50 kasus per 1000 pasienSelama periode 1 tahun ( 1 Januari 31 Desember 1990 terdapat terdapat 10 kasus hepatitis B, maka period prevalens hepatitis B pada PKM adalah 10/1000 kasusPrevalens yang tinggi dapat oleh karena :Insidens yang tinggiDurasi sakit yang panjangContoh : penggunaan insulin menyebabkan penderita DM bertahan hidup lama Durasi sakit menjadi panjang Prevalens meningkat

Prevalens yang rendah dapat oleh karena :Insidens yang rendahDurasi sakit yang pendekatau keduanyaContoh : pada kasus-kasus yang mudah sembuh, atau pada kasus-kasus yang cepat meninggalMortalitas1. Crude Death Rate (CDR)Angka kematian kasar adalah jumlah kematian yg dicatat selama satu tahun per 1000 penduduk di pertengahan tahun yg sama

AKK/CDR = Jmh kematian yg dicatat dlm thn kalender X 1000Jlh seluruh pddk pertengahan thn yg sama 2. Age Specific Death Rate (ASDR)Jmlh kematian pada kelompok umur tertentu tertentu selama satu tahunJmlh penduduk golongan umur tersebut pada pertengahan tahun yg sama/ 1000Bisa interval 5 tahunan atauKelompok umur khusus spt : neonatus, bayi, balita, usia sekolah, dewasa, usia lanjut, dll.Cth : Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate)Dirinci lagi menjadi :Perinatal Mortality Rate (Kematian Janin >28 mgg Usia Kehamilan s.d bayi berusia 7 hari)Neonatal Mortality Rate (0 1 bulan)Post Neonatal Mortality Rate (1 bulan 1 tahun) A. Infant mortality rate (IMR)Jmlh kematian bayi selama satu tahunJmlh bayi lahir hidup di area yg sama dan tahun yg sama/ 1000 Tinggi rendahnya IMR berkaitan dengan Penyakit infeksi yg dapat dicegah dgn imunisasiDiare yg dapat menyebabkan dehidrasiPersonal higiene dan sanitasi lingkungan yg kurang memadai, serta sosial ekonomi rendahGizi buruk dan daya tahan tubuh yg menurun B. Perinatal mortality rate (PMR)Jmlh kematian janin pada kehamilan 28 mgg atau lebih + jumlah kematian bayi < 7 hari selama satu tahunJmlh bayi lahir hidup di area yg sama dan tahun yg sama/ 1000 Tinggi rendahnya PMR berkaitan dengan Banyaknya bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)Status gizi ibu dan bayiKeadaan sosial ekonomiPenyakit infeksi terutama ISPAPertolongan persalinan C. Neonatal mortality rate (NMR)Jmlh kematian bayi berumur < 28 hari selama satu tahunJmlh bayi lahir hidup di area yg sama dan tahun yg sama/ 1000 Tinggi rendahnya NMR berguna untuk mengetahui : Tinggi randahnya usaha perawatan antenatal/ selama kehamilan dan post natal/perawatan bayi setelah lahirProgram imunisasiPertolongan persalinanPenyakit infeksi terutama ISPA D. Post Neonatal mortality rate (PNMR)Jmlh kematian bayi berumur > 28 hari sampai 1 tahun selama satu tahunJmlh bayi lahir hidup di area yg sama dan tahun yg sama/ 1000 Tinggi rendahnya PNMR berkaitan dengan : Penyakit infeksi yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasiDiare yg mengakibatkan dehidrasiLingkungan dan higiene sanitasi yg kurang memadaiGizi buruk dan penurunan daya tahan tubuh E. Angka Kematian Balita (Akaba)Jmlh kematian balita dalam 1 tahun Jmlh balita di area yg sama dan tahun yg sama/ 1000 Tinggi rendahnya Akaba berkaitan dengan : Program pelayanan kesehatanProgram imunisasiProgram perbaikan giziTingkat pendidikan, keadaan sosial ekonomi, dll Tinggi rendahnya MMR berkaitan dengan F. Maternal Mortal