perkembangan peserta didik

Click here to load reader

Post on 21-May-2015

2.313 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1. >> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >>

2. 8>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >> 3. 7>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >> 4. 6>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >> 5. 5>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >> 6. 4>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >> 7. 3>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >> 8. >> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >> 9. >> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >> 10. PresentationSTART>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >> 11. Konsep Tugas PerkembanganMenurut Havigurst, bila tugas perkembangan tertentu tidak dapat dicapai padawaktu yang tepat, maka tugas selanjutnya juga tidak akan dicapai dengan baik. periode perkembangan: periode bayi, kanak-kanak, anak usia sekolah, anakremaja, dewasa dan usia lanjut.contoh: anak pada usia 5-6 tahun yang berada pada fase kanak-kanak, padaumumnya melaksanakan tugas perkembangan untuk belajar berhitung , dari kasusyang dihadapi apabila anak tersebut pada usia akhir 6 tahun belum bisa berhitungmaka akan dirasakan sulit untuk melanjutkan pelajaran ke tingkat yang lebih tinggidi dalam kegiatan belajar mengajar di sekolahnya. Misalnya si anak akan lebihlambat perkembangannya di bidang matematika.>> 0 >> 1>> 2 >> 3>>4>> 12. Konsep Tugas Perkembangan Dalam pelaksanaannya tugas perkembangan yang dilalui oleh anak, ada kalanya tepat waktu dan mungkin juga bisa terlambat atau terlalu cepat. Tugas perkembangan akan menimbulkan masalah apabila dalam pelaksanaannya terjadi kelambatan, sehingga mengakibatkan terjadinya hambatan yang menghalangi penguasaan sesuatu tugas dan ini dianggap sebagai suatu bahaya potensial.>>0>> 1>> 2>> 3>>4 >> 13. Konsep Tugas Perkembangan Ada tiga bahaya potensial yang umum terjadi yang berhubungan dengan tugasperkembangan, yaitu: b) Adanya harapan yang kurang tepat c) Melangkahi tahap tertentu d) Adanya krisis yang dialami individuIndividu yang mengalami kegagalan dalam melaksanakan tugas perkembangannyadianggap sebagai belum / tidak matang. Dalam hal ini yang terpenting adalah bahwasetiap individu harus sadar bahwa dirinya diharapkan dapat menguasai tugas-tugastertentu dalam sepanjang perjalanan hidupnya.>> 0>> 1>> 2>>3>>4>> 14. Sumber Tugas-tugas Perkembangan dalam pertumbuhan dan perkembangannya seorang individu memiliki sumber-sumber kekuatan yang berasal dari dalam berupa fisik yang bersifat biologis maupun yang bersifat psikologis sosiologis. Havigurst menjelaskan bahwa timbulnya tugas-tugas perkembangan individu bersumber pada: Kematangan fisik, misalnya jika seorang bayi melaksanakan tugas belajar membedakan penerangan cahaya maka terlebih dahulu harus kuat saraf penglihatannya. Tuntutan kultural dari masyarakat, individu harus belajar berpartisipasi aktifdalam masyarakat. Nilai serta aspirasi individu Dimana ketiga faktor tersebut saling berinteraksi dan bekerja sama dalam suatu kombinasi.>>0 >>1>> 2 >> 3 >>4 >> 15. Sumber Tugas-tugas Perkembangan Havigurst mengemukakan 10 jenis tugas perkembangan remaja, yaitu: Mencapai hubungan dengan teman lawan jenisnya secara lebih memuaskan dan matang; Mencapai perasaan seks dewasa yang diterima secara sosial; Menerima keadaan badannya dan menggunakannya secara efektif; Mencapai kebebasan emosional dari orang dewasa; Mencapain kebebasan ekonomi; Memilih dan menyiapkan suatu pekerjaan; Menyiapkan perkawinan dan kehidupan berkeluarga; Mengembangkan keterampilan dan konsep intelektual yang perlu bagi warga negara yang kompeten; Menginginkan dan mencapai tingkah laku yang bertanggung jawab secara sosial; dan Menggapai suatu perangkat nilai yang digunakan sebagai pedoman tingkah laku.>> 0 >>1>>2 >>3 >>4>> 16. Sumber Tugas-tugas Perkembanganselanjutnya Havigurst menjelaskan, kesepuluh tugas perkembangan remaja diatas dikelompokan kedalam tiga kelompok, yaitu; 2) berdasarkan kelompok sepermainan 3) Berdasarkan pada perkembangan kebebasan personal, dan 4) Berdasarkan pada pengembangan falsafah hidup.>>0 >>1 >>2 >>3 >> 4>> 17. Implikasi Tugas-tugas Perkembangan Remaja Dalam Penyelenggaraan PendidikanBeberapa usaha yang perlu dilakukan dalam penyelenggaraan pendidikaan,sehubungan dengan minat dan kemampuan remaja yang dikaitkan terhadap cita-citakehidupannya antara lain adalah: 2. Bimbingan karier dalam upaya mengarahkan siswa untuk menentukan pilihan jenispendidikan dan jenis pekerjaan sesuai dengan kemampuannya. 3. Memberikan latihan-latihan praktis tehadap siswa dengan berorientasi kepadakondisi (tuntutan) lingkungan. 4. Penyusunan kurikulum yang komprehensif dengan mengembangkan kurikulummuatan lokal.>> 0>> 1 >> 2 >>3>>4 >> 18. >> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >> 19. Allah Swt Beloved ParentsKitz Visual Art As EditorPhotoExploart As EventDra. Sulistianingsih As Source Book Prof. Dr. H. Sunarto As>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >>