24479820 perkembangan peserta didik(1)

Click here to load reader

Post on 24-Nov-2015

34 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

azzzzzzzzzzzzzzzzzzs

TRANSCRIPT

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Pertumbuhan, perkembangan seseorang berlangsung sejak dilahirkan sampai

    dengan mati. Memiliki arti kuantitatif atau segi jasmani bertambah besar bagian-bagian

    tubuh. Kualitatif atau psikologis bertambah perkembangan intelektual dan bahasa

    (Siti Rahayu).

    Pertumbuhan dan perkembangan dicakup dalam kematangan. Manusia disebut

    matang jika fisik dan psikisnya telah mengalami pertumbuhan dan perkembangan

    sampai pada tingkat tertentu (Langeveld).

    Konsep pertumbuhan dan perkembangan berlangsung secara interpendensi

    saling bergantung satu sama lain. Tidak bisa dipisahkan tetapi bisa dibedakan untuk

    memperjelas penggunaannya (Sunarto, 1999).

    Perkembangan individu sangat dipengaruhi oleh adanya pertumbuhan jika

    seorang individu mengalami pertumbuhan yang baik maka perkembangan akan baik

    pula. Pernyataan ini berbanding lurus dengan H.M. Arifin tentang perkembangan,

    bahwa perkembangan diprasyarati oleh adanya pertumbuhan, oleh karena itu

    pertumbuhan sangatlah mendukung perkembangan seseorang (Diah Puji, 2009).

    Fase perkembangan individu tidak terlepas dari proses pertumbuhan individu itu

    sendiri. Perkembangan pribadi individu meliputi beberapa tahap atau periodisasi

    perkembangan, antara lain perkembangan berdasarkan analisis Biologis, perkembangan

    berdasarkan Didaktis, perkembangan berdasarkan psikologis.

  • 2

    Fase perkembangan Biologis merupakan perubahan kualitatif terhadap struktur

    dan fungsi-fungsi fisiologis atau pembabakan berdasarkan keadaan atau proses

    pertumbuhan tertentu. Fase perkembangan dedaktis dapat dibedakan menurut dua sudut

    tujuan, yaitu dari sudut tujuan teknis umum penyelenggara pendidikan dan dari sudut

    tujuan teknis khusus perlakuan pendidikan. Fase perkembangan psikologis merupakan

    pribadi manusia dimulai sejak masa bayi hingga masa dewasa.

    Aspek aspek perkembangan individu meliputi fisik, intelektual, sosial, emosi,

    bahasa, moral dan agama. Perkembangan fisik meliputi pertumbuhan sebelum lahir dan

    pertumbuhan setelah lahir. Intelektual (kecerdasan) atau daya pikir merupakan

    kemampuan untuk beradaptasi secara berhasil dengan situas baru atau lingkungan pada

    umumnya. Sosial, setiap individu selalu berinteraksi dengan lingkungan dan selalu

    memerlukan manusia lainnya. Emosi merupakan perasaan tertentu yang menyertai

    setiap keadaan atau perilaku individu. Bahasa merupakan kemampuan untuk

    berkomunikasi dengan yang lain. Moralitas merupakan kemauan untuk menerima dan

    melakukan peraturan, nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral. Agama merupakan

    kepercayaan yang dianut oleh individu.

    Untuk efisiensi waktu, maka penulis membatasi penulisan ini pada

    perkembangan peserta didik fase remaja SMA aspek moral. Masa remaja merupakan

    segmen kehidupan yang penting dalam siklus perkembangan individu, dan merupakan

    masa transisi yang dapat diarahkan kepada perkembangan masa dewasa yang sehat

    (Konopka, dalam Pikunas, 1976; Kaczman & Riva, 1996). Apabila gagal dalam

    tugas perkembangannya, dalam mengembangkan rasa identitasnya. Maka remaja akan

  • 3

    kehilangan arah. Dampaknya remaja akan mengembangkan perilaku menyimpang

    (telinquent) melakukan kriminalitas atau menutup diri (mengisolasi diri) dari

    masyarakat karena tidak menduduki posisi yang harmonis dalam masyarakat. Seperti

    pada kasus Nico Putra, pelajar SMU Swasta di Jl. Ngaglik (Koran Surya, Minggu 23

    Nopember 2008). Nico adalah otak penjambretan yang berperan memilih calon mangsa

    sekaligus pelaksana perampasan tas para korban yang semuanya perempuan. Hereditas

    atau keturunan serta lingkungan adalah faktor-faktor yang mempengaruhi

    perkembangan. Adapun faktor yang berpengaruh terhadap kasus Nico Putra adalah

    faktor lingkungan. Lebih spesifik lagi lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan

    sosial teman sebaya atau teman dalam pergaulan. Faktor utama yang menentukan daya

    tarik hubungan interpersonal diantara para remaja pada umumnya adalah adanya

    kesamaan dalam minat, nilai-nilai, pendapat dan sifat-sifat kepribadian.

    Berdasarkan hal diatas maka penulis menganalisis dalam judul makalah

    Analisis Perkembangan Peserta Didik Fase Remaja SMA.

    B. Rumusan Masalah

    Dalam penulisan makalah ini penulis ingin mengetahui :

    1. Bagaimanakah deskripsi perkembangan peserta didik fase remaja?

    2. Bagaimanakah analisis kasus perkembangan peserta didik fase remaja SMA aspek

    moral?

    3. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi perkembangan peserta didik fase remaja

    SMA aspek moral?

  • 4

    4. Bagaimanakah dampak hasil perkembangan peserta didik fase remaja SMA aspek

    moral?

    C. Tujuan Penulisan

    Dengan memperhatikan latar belakang dan rumusan masalah, maka tujuan

    masalah adalah :

    1. Untuk mengetahui deskripsi perkembangan peserta didik fase remaja.

    2. Untuk mengetahui analisis kasus perkembangan peserta didik fase remaja SMA

    aspek moral.

    3. Untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi perkembangan peserta

    didik fase remaja SMA aspek moral.

    4. Untuk mengetahui dampak hasil perkembangan peserta didik fase remaja SMA

    aspek moral.

  • 5

    BAB II

    PEMBAHASAN MAKALAH

    A. Deskripsi Umum Perkembangan Peserta Didik Fase Remaja

    1. Konsep tentang Perkembangan

    Psikologi perkembangan merupakan cabang psikologi yang mempelajari

    perubahan tingkah laku dan kemampuan sepanjang proses perkembangan individu

    dari mulai masa konsepsi sampai mati.

    Seseorang yang mempelajari psikologi perkembangan berarti sedang

    mempelajari proses perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia. Ada dua hal

    yang penting dalam perubahan psikologi perkembangan, yaitu pertumbuhan

    (growth) dan perkembangan (development) (Dariyo, 2007: 19).

    Berdasarkan pengertian diatas, penulis merangkaikan pengertian

    perkembangan secara umum sebagai suatu proses perubahan menuju kesempurnaan.

    Perkembangan berkaitan dengan perubahan kuantitatif dan kualitatif yang terjadi

    pada individu yang tidak dapat diulang, bersifat progresif teratur dan berlangsung

    secar bertahap serta terdiri dari beberapa fase (bayi, balita, anak, remaja, dewasa,

    tua). Adapun tujuan perkembangan adalah pencapaian kemampuan, upaya menjadi

    orang yang baik secara fisik dan mental.

    2. Fase Perkembangan Remaja

    Karena remaja sulit didefinisikan secara mutlak, maka penulis

    mendefinisikan pengertian remaja dari sudut pandang batasan remaja menurut

    WHO. Remaja adalah suatu masa pertumbuhan dan perkembangan dimana individu

  • 6

    berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual

    sekundernya (fisik) sampai saat ia mencapai kematangan seksual serta mengalami

    perkembangan psikologi dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa.

    Terjadi peralihan dari ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada

    keadaan yang relatif lebih mandiri (Muangman, yang dikutip oleh Sarlito, 1991: 9).

    Perubahan fisik yang terjadi merupakan gejala primer dalam pertumbuhan

    remaja. Pertumbuhan badan menjadi lebih tinggi dan panjang, mulai berfungsinya

    alat reproduksi (ditandai dengan haid pada anak perempuan dan mimpi basah pada

    anak laki-laki) serta tanda-tanda seksual sekunder yang mulai tumbuh.

    Secara umum batasan usia remaja adalah sekitar 13 21 tahun. Masa remaja

    menghadapi kondisi pencarian identitas. Remaja berusaha untuk menjelaskan siapa

    dirinya, apa peranannya di masyarakat dan cenderung merasa tidak puas dengan

    keberadaan dirinya, sehingga berusaha untuk menarik perhatian dari lingkungan.

    Diantara remaja yang sukses dan berprestasi ada beberapa remaja yang

    melewati masa remajanya dengan tidak sukses, dengan kata lain remaja bermasalah.

    Remaja bermasalah tidak mampu menyaring berbagai pengaruh buruk lingkungan

    di sekitarnya. Disinilah peran orang tua sebagai pendidik utama perlu mengerti dan

    memahami proses tumbuh kembang anak remajanya sehingga dapat berperan aktif

    untuk membimbing, mengarahkan dan mengantarkan mereka ke posisi yang

    harmonis dalam masyarakat menuju puncak kebahagiaan.

  • 7

    Aspek aspek perubahan pada fase remaja :

    a. Aspek fisik

    Meliputi perubahan hormonal :

    - Fungsi reproduksi

    - Ciri seksual sekunder

    - Perubahan fisik (tidak seimbang)

    - Perubahan suara

    - Peningkatan energi

    b. Aspek psikologis

    - Meningginya dorongan perasaan kaku atau ego, sehingga cenderung

    menentang terhadap otoritas, senang protes, membangkang, mengkritik,

    egois dan egosentris.

    - Emosi mudah meluap, perasaan diri merasa super

    - Konflik emosional, suasana hati mudah berubah

    - Mencari identitas atau jati diri, senang tampil beda, suka mode, mulai

    merokok, suka kebut-kebutan, membual, berpetualang

    - Meningkatnya fungsi kognisi, besar rasa ingin tahu, idealisme tinggi

    - Ketertarikan terhadap lawan jenis

    - Kebutuhan narsistik (cinta pada diri sendiri)

    3. Aspek aspek perkembangan remaja

    Semua individu khususnya remaja akan mengalami perkembangan baik fisik

    maupun psikis yang meliputi aspek-aspek intelektual, sosial, emosi, bahasa, moral

    dan agama.

  • 8

    (a) Perkembangan Fisik

    Dalam perkembangan remaja, perubahan yang tampak jelas adalah

    peru