bab 1-3 revisi hasby

Click here to load reader

Post on 26-Oct-2015

10 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang MasalahMasa remaja merupakan salah satu periode dari perkembangan manusia. Masa ini merupakan masa perubahan atau peralihan dari masa kanak kanak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologi, fisik dan perubahan sosial. Di sebagian masyarakat dan budaya masa remaja pada umumnya di mulai pada usia 10 13 tahun dan berakhir pada usia 18 22 tahun ( Notoatmojo, 2007 ).Pada masa remaja usia 10 13 tahun ini Mereka menyimpan berbagai kekhawatiran dan pertanyaan tentang tubuh mereka. Dalam masa ini mereka menjadi tertutup. Mereka mulai menjaga jarak dengan orang tua atau keluarga. Dan pada masa ini remaja senang dengan hal hal yang mengandung resiko seperti merokok. Keterbatasan cara pandang remaja menyebabkan remaja sulit menunda pemuasan keinginan seketika. Hal ini menjadikan remaja lebih menjadi yang aktif dalam hal hal baru. remaja sering kali dengan mudah beralih dari coba coba kepada sesuatu ketergantungan sebagai kebutuhan hanya untuk kenikmatan sesaat tanpa memikirkan bahaya yang akan terjadi pada dirinya maupun bagi lingkungan sekitarnya. Masa remaja besar akan rasa ingin tahu dan ingin mencoba. Remaja yang mencoba untuk merokok biasanya bermula dari rasa ingin tahu dan ingin di terima oleh lingkungan sosial. ( Setiyanto, 2012 ).Secara psikologis remaja SMP ( usia 12-16 tahun ) berada pada tahapan perkembangan remaja awal. Periode masa remaja awal dikatakan sebagai masa transisi dimana jiwa anak masih labil. Hal ini disebabkan karena anak belum menemukan pegangan hidup yang mantap karena itu menurut Erikson masa remaja merupakan masa pencarian identitas. Akibat labilnya jiwa anak, menjadikan mereka sangat sensitif terhadap pengaruh-pengaruh dari luar, baik yang bersifat positif maupun negative. Antara lain pengaruh dari teman, bahkan , sebagian anak berusia 13 tahun mulai membiasakan diri merokok, mereka mungkin anak anak yang di rumah mengalami kesulitan hidup, berminat kecil di sekolah, dan mempunyai identitas diri yang lemah. Atau, bisa jadi ada masalah khusus yang membuat mereka tertarik untuk merokok. ( Setiyanto, 2012 ).Masalah rokok pada remaja saat ini menjadi topik yang sedang hangat dibicarakan. Telah banyak artikel dalam media cetak dan pertemuan ilmiah, ceramah, wawancara baik di radio maupun televisi serta penyuluhan mengenai bahaya merokok dan kerugian yang ditimbulkan akibat rokok. Diantaranya, kanker paru-paru, penyakit jantung koroner, stroke, sinusitis, dan gangguan pada reproduksi pria dan wanita bahkan disinyalir dapat memperpendek usia (http://www.kemenegpora.go.id, 07-9-2012). Prilaku merokok pada remaja dapat di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor psikologik, faktor psikososial, faktor lingkungan, iklan, faktor biologik dan faktor regulari. Adapun faktor psikososial diantaranya stres, depresi, faktor lingkungan diantaranya dukungan keluarga, dukungan teman. Iklan diantaranya media informasi melalui TV, radio, website. Faktor biologik diantaranya faktor kognitif, jenis kelamin, etnik, genetik. Faktor regulari diantaranya harga jual dan fasilitas rokok ( parrot.2004 ).Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada tanggal 6 September 2012 ke SMPN 1 Gunung Tanjung untuk mengetahui data yang diperlukan dengan cara melakukan wawancara kepada guru bimbingan konseling SMPN 1 Gunung Tanjung. Dari hasil wawancara didapatkan informasi bahwa di sekolah tersebut belum pernah dilakukan penelitian yang berkaitan dengan perilaku merokok pada siswa putra. Padahal dari beberapa permasalahan mengenai kenakalan remaja di SMPN 1 Gunung Tanjung, merokok menjadi masalah dengan tingkat prosentase tinggi ( 50-60% ). Padahal SMPN 1 Gunung Tanjung sendiri memiliki kebijakan yang tertulis dalam perjanjian antara pihak sekolah dengan calon siswa mengenai larangan membawa ataupun merokok di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, termasuk sanksi tegas yang menjerat apabila larangan ini di langgar oleh siswa seperti membersihkan WC, kelas dll. Sedangkan berdasarkan hasil wawancara dengan 10 orang siswa masing-masing pada kelas VII, VIII dan IX didapatkan data dengan persentasi perokok siswa laki-laki adalah sebagai berikut : kelas VII sebanyak 40%, kelas VIII sebanyak 70% dan kelas IX sebanyak 70%.Hasil wawancara dengan siswa dari 10 orang diantaranya mereka merokok 3 orang mengatakan dukungan teman, 4 orang mengatakan karna melihat kebiasaan dari orang tua yang merokok dan 3 orang mengatakan karena jenuh dengan situasi belajar mengajar di sekolah.Berdasarkan data dan fenomena yang di uraikan di atas. Di temukan beberapa faktor di antaranya dukungan teman, dukungan keluarga dan stress di SMPN 1 Gunung Tanjung kabupaten tasikmalaya.Hal ini mendasari penulis untuk meneliti lebih jauh mengenai penelitian tentang faktor faktor yang mempengaruhi prilaku merokok pada siswa SMPN 1 gunung Tanjung. Tasikmalaya. Tahun 2012.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah yaitu Apa yang menjadi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada siswa SMPN 1 Gunung Tanjung kabupaten Tasikmalaya.

C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan umumMengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan prilaku merokok pada siswa SMPN 1 Gunung Tanjung kabupaten Tasikmalaya.

2. Tujuan khususAdapun tujuan khusus dalam penelitian ini adalah :a. Untuk mengetahui karakteristik remaja b. Untuk mengetahui distribusi frekuensi prilaku merokok pada siswa SMPN 1 Gunung Tanjungc. Untuk mengetahui distribusi frekuensi tentang stres terhadap prilaku merokok pada siwa SMPN 1 Gunung Tanjungd. Untuk mengetahui distribusi frekuensi dukungan keluarga terhadap prilaku merokok pada siswa SMPN 1 Gunung Tanjunge. Untuk mengetahui distribusi frekuensi tentang dukungan teman terhadap prilaku merokok pada siswa SMPN 1 Gunung Tanjungf. Untuk mengetahui hubungan stres terhadap prilaku merokok pada siswa SMPN 1 Gunung Tanjungg. Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap prilaku merokok siswa SMPN 1 Gunung Tanjungh. Untuk mengetahui hubungan dukungan teman terhadap prilaku merokok siswa SMPN 1 Gunung Tanjung

D. Manfaat PenelitianMelalui identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan prilaku merokok pada siswa SMPN 1 Gunung Tanjung, diharapkan dapat berguna bagi :1. Bagi Instansi Pendidikan ( SMPN 1 Gunung Tanjung )a. Sebagai gambaran bagi instansi mengenai perilaku merokok yang terjadi pada siswa.b. Sebagai bahan acuan untuk penegakan disiplin bagi siswa selanjutnya.c. Sebagai bahan pemikiran untuk evaluasi kebijakan yang telah diterapkan sekolah bagi para siswa.2. Bagi Profesi KeperawatanMenjadi masukan penting bagi profesi keperawatan sebagai bahan pokok untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya merokok sesuai dengan program UKS di SMPN 1 Gunung Tanjung.

3. Bagi Peneliti dan Penelitian selanjutnyaPenelitian ini diharapkan menjadi bahan kajian atau data awal untuk melakukan penelitian lebih lanjut terhadap permasalahan perilaku merokok pada anak remaja SMP.

4. Bagi STIKes Medistra IndonesiaHasil penelitian ini diharapkan dapat menambah perbendarahan naskah ilmiah dan dapat dijadikan sebagai daftar kepustakaan untuk penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan perilaku merokok pada remaja.

Kerangka konsep

Prilaku ( Pengetahuan dan sikap ) (Tindakan tidak dilakukan karna keterbatasan waktu ) merokok pada remaja SMP 1 Gunung Tanjung Variabel independen Variabel dependen

Stress Dukungan keluargaDukungan teman stres

Keterangan : : Yang di teliti

2

1

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

A. Rokok1. Definisi RokokRokok merupakan hasil olahan tembakau yang terbungkus, baik dalam bentuk cerutu atau dalam bentuk lainnya. Olahan tembakau ini dihasilkan dari tanaman nicotina tabaccum, nicotina rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan.Nikotin merupakan zat atau bahan senyawa pirolidin yang terdapat dalam nicotina tabaccum, nicotina rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang bersifat adiktif dan dapat menyebabkan ketergantungan. Sedangkan tar adalah senyawa polinuklir hidrokarbon aromatis yang bersifat karsinogenik yang dapat menyebabkan penyakit kanker (Suryo, 2007).

2. Sejarah RokokTembakau yang merupakan bahan utama untuk rokok ini telah dikenal lama sebelum tahun 1492. Pada saat itu, pelaut Eropa yang menemukan benua Amerika Colombus melihat orang-orang Indian menghisap tembakau dengan menggunakan pipa dalam sebuah upacara tertentu sebagai lambang tata cara ramah tamah. Penggunaan pipa berbentuk Y yang disebut tobacco yang digunakan untuk menghisap tanaman yang cukup banyak mengandung racun ini menjadi dasar mengapa tanaman tersebut dinamakan tembakau (Zulkifli, 2008).Istilah botanical tembakau itu sendiri, berasal dari kata nicotiana, istilah ini diberikan dalam rangka menghormati Duta Besar Perancis untuk Portugal yakni Jean Nicot yang telah mengirim bibit tembakau kepada permaisuri Prancis, Catherine de Medici. Kemudian penyebaran tembakau itu sendiri mulai diperkenalkan ke seluruh Asia dan Afrika pada abad ke-17 oleh para ahli perdagangan Eropa (Zulkifli, 2008).

3. Tahap perokokMenurut Leventhal dan Clearly (Mutadin,2002) terdapat 4 tahap seseorang menjadi perokok, diantaranya :a. Tahap preparatory : seseorang mendapatkan gambaran yang menyenangkan mengenai merokok dengan cara mendengar, melihat atau dari hasil bacaan. Hal-hal ini menimbulkan minat untuk merokok.b. Tahap initiation : tahap perintisan merokok yaitu tahap apakah seseorang akan meneruskan ataukah tidak terhadap perilaku merokok.c. Tahap becoming a smoker : apabila seseorang telah mengkonsumsi rokok sebanyak 4 batang perhari maka mempunyai kecenderungan menjadi perokok.d. Tahap maintenance of smoking : tahap ini perokok sudah menjadi salah satu bagian dari cara pengaturan diri (self-regulating). Merokok dilakukan untuk memperoleh efek fisiologis yang menyenangkan.