laporan managemen bengkel

Post on 19-Oct-2015

330 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

lapaoran waktu kuliah

TRANSCRIPT

  • LAPORAN OBSERVASI MANAJEMEN BENGKEL

    LAPORAN

    Untuk memenuhi tugas matakuliah Manajemen Bengkel yang dibina oleh Bapak

    Drs. Partono. M.Pd

    Oleh:

    MUHAMAD JAINUDIN

    (209513421931)

    UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    FAKULTAS TEKNIK

    JURUSAN TEKNIK MESIN

    NOPEMBER, 2010

  • KATA PENGANTAR

    Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmatnya

    sehingga laporan Manajemen Bengkel ini. Dalam penyelesaian penulisan laporan ini,

    tidaklah terlepas dari peran serta dosen pembina, kawan, dan juga segenap pihak lainnya

    yang telah turut serta dalam penyelesaian penulisan laporan ini. Maka dari itu ucapan

    terimakasih penulis sampaikan kepada:

    1. Bapak Drs. Partono, M.Pd selaku dosen pembina mata kuliah Manajemen

    Bengkel.

    2. Teman-teman S1 Pendidikan Teknik Otomotif off FD yang telah memberi

    banyak masukan dan bantuan.

    3. Serta semua pihak terkait yang telah turut serta berperan aktif dalam

    penyelesain penulisan laporan ini.

    Kesempurnaan itu hanya milik Tuhan, begitu juga dengan laporan ini, banyak

    kekurangan yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu, besar harapan penulis jika ada

    banyak saran dan kritik yang membangun, yang selanjutnya dapat memperkaya penulis

    dalam upaya perbaikan laporan-laporan lainnya.

    Harapan penulis, laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca, baik

    mahasiswa teknik mesin ataupun masyarakat pada umumnya. Akhir kata penulis ucapkan

    terimakasih.

    Malang, 25 Nopember 2010

    Penulis

  • A. LATAR BELAKANG

    Bengkel merupakan suatu tempat di mana dalam tempat tersebut dilakukan

    perbaikan-perbaikan yang bersifat teknis terhadap suatu hal (produk), terutama

    apabila suatu hal tersebut telah mengalami kerusakan ataupun tidak berfungsi

    sebagaimana mestinya dan kita tidak mampu memperbaikinya sendiri. Suatu hal

    tersebut dapat berupa apapun, misalnya kendaraan bermotor, barang-barang

    elektronika, peralatan rumah tangga, atau hal-hal lain yang bersifat dapat

    diperbaiki.

    Secara umum, bengkel dapat dibedakan menjadi tiga macam. Pertama,

    bengkel yang bergerak dalam bidang jasa. Bengkel jenis ini lebih ditekankan

    pada fungsinya yang hanya sebagai penyalur jasa perbaikan (service). Misalnya

    bengkel perbaikan spare part ataupun bengkel layanan servis lainnya. Jenis

    bengkel yang kedua adalah bengkel yang bergerak dalam bidang produksi.

    Sedangkan bengkel jenis ini lebih diarahkan dalam upayanya untuk

    memproduksi barang-barang tertentu sesuai dengan permintaan pasar. Contoh

    bengkel bubut, frais, gerinda, sekrap dan lain sebagainya. Jenis ketiga adlah

    bengkel yang bergerak dalam bidang Transfer of Knowledge dan Transfer of

    Skill. Untuk bengkel jenis ini lebih difokuskan pada penyaluran pengetahuan dan

    kemampukerjaan yang biasanya terdapat dalam tempat-tempat diklat ataupun

    instansi pendidikan kejuruan seperti SMK maupun di Universitas seperti di

    Fakultas Teknik misalnya. Fungsi utama dari bengkel ini adalah sebagai suatu

    wahana pembelajaran dan penambah pengetahuan dari individu yang

    bersnagkutan.

    Sedangkan secara status, bengkel dapat dibedakan sebagai berikut:

    1. Bengkel Bebas (Independent Work Shop)

    Bengkel ini berdiri sendiri, tidak terikat dan tidak memawakili merek

    tertentu sehingga kebijakan-kebijakan dapat diambil sendiri sepanjang tidak

    merugikan bengkel itu sendiri sebagi perusahaan atau sepanjang tidak

    merusak nama baik perusahaan pemegang merek.

  • 2. Bengkel Perwakilan (Authorized Work Shop)

    Bengkel ini masih mirip dengan bengkel tersebut diatas, yaitu berdiri sendiri

    tapi ada merek yang diwakilinya melalui surat penunjukan dari pemegang

    merek. Kebijakan-kebijakan yang diambil disesuaikan dengan perusahaan

    yang menunjuknya dan sekaligus masuk kedalam bagian dari layanan purna

    jual merek yang bersangkutan. Jenis bengkel ini memungkinkan untuk

    menerima kemudahan-kemudahan dari perusahaan yang menunjuknya.

    Kemudahan-kemudahan tersebut bisa bersifat bantuan teknis, permodalan,

    peralatan atau jenis kemudahan lainnya tergantung dari kebijakan

    perusahaan yang menunjuknya dan kesepakatan/perjanjian yang dibuat

    diantara keduanya.

    3. Bengkel Dealer (Dealer Work Shop)

    Bengkel ini merupakan bagian atau sub bagian operasional dari dealer atau

    ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) sebagai unit layanan purna jual

    untuk mendukung sistem pemasaran. Kebijakan-kebijakan yang dibuat

    sepenuhnya tergantung dan tunduk kepada perusahaan (dealer) yang

    bersangkutan.

    Berdasarkan beberapa paparan di atas, memanglah terdapat berbagai macam

    perbedaan. Akan tetapi, untuk dapat memperlancar roda pergerakan bengkel-

    bengkel tersebut, apapun jenisnya itu, terdapat satu tindakan yang sama, yaitu

    dibutuhkanlah adanya suatu pengaturan dan peraturan dalam bengkel tersebut.

    Hal ini biasa dikenal dengan manajemen bengkel. Dengan adanya manajemen

    tersebut, maka tata aturan, fungsi, juga tujuan maupun segala hal yang terkait

    dengan bengkel tersebut akan lebih tertata rapi. Dalam manajemen bengkel,

    bagian-bagian yang perlu diatur diantaranya adalah struktur organisasi, tata ruang

    (layout ruangan), tempat penyimpanan alat, gudang penyimpanan, sanitasi, dan

    lain sebagainya.

    Dalam kesempatan kali ini, penulis menuliskan laporan observasi yang telah

    dilakukan terhadap dua bengkel yang bergerak dalam bidang jasa. Akan tetapi

  • dari dua bengkel ini terdapat satu Independent Work Shop dan satu lagi Dealer

    Work Shop. Bengkel pertama yang berstatus sebagai Dealer Work Shop adalah

    Bengkel AHASS 7506 yang beralamat di Jl. Galunggung No. 76 Gadingkasri,

    Klojen, Malang. Sedangkan bengkel kedua yang berstatus sebagai Independent Work

    Shop adalah Bengkel Sinar Mustika Motor yang beralamat di Jl.Bendungan Sutami

    No.15 A Malang.

    Secara umum, ruang gerak dari kedua bengkel ini adalah sama, yaitu bengkel

    servis, tune up, ganti oli, separe part, dan juga perbaikan lainnya. Akan tetapi

    Bengkel Sinar Mustika Motor memiliki pelayanan tambahan, yaitu colter, bubut, dan

    seteng, di mana ketiga fitur tambahan ini tidak terdapat pada Bengkel AHASS 7506.

    Selaku Dealer Work Shop, Bengkel AHASS 7506 merupakan bengkel sevis

    di bawah naungan PT Astra Honda Motor (AHM) yang melayani khusus sepeda

    motor Honda. Tujuan dari pelayanan Dealer Work Shop AHASS 7506 ini adalah

    semua pelanggan sepeda motor Honda bisa mendapatkan pelayanan servis

    terbaik yang ditangani oleh fasilitas dan mekanik yang berkualitas yang sesuai

    dengan standar pabrikan AHM. Setiap pihak di setiap daerah di Indonesia bisa

    mengajukan diri untuk mendirikan Dealer Work Shop AHASS apabila sesuai

    dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Beberapa syarat dan ketentuan yang

    berlaku tersebut diantaranya adalah pihak yang bersangkutan harus mengejukan

    surat permohonan untuk menjadi Dealer Work Shop yang selanjutnya semua

    pengajuan tersebut bisa langsung diajukan ke Main Dealer masing-masing

    daerah. seperti Wahana Makmur Sentosa yang merupakan main dealer daerah

    Jakarta, Daya Adira Mustika di Jawa Barat, HSO( Health and Safety Officer) di

    Jawa Tengah dan MPM (Mitra Pinasthika Mustika) Motor di Jawa Timur.

    Persyaratan lainnya adalah pihak tersebut harus memiliki bangunan calon

    bengkel, layout bangunan bengkel, serta daerah sekitar bengkel. Hal ini bertujuan

    untuk memenuhi standardisasi dari AHASS.

    PT Astra Honda Motor (AHM) merupakan pelopor industry sepeda motor di

    Indonesia yang didirikan pada 11 Juni 1971 dengan nama awal PT Federal

    motor, yang sahamnya secara mayoritas dimiliki oleh PT Astra Internasional.

  • Saat itu, PT Federal motor hanya merakit, sedangkan komponennya diimpor dari

    Jepang dalam bentuk CKD (completely knock down). Pada tahun 2000, PT

    federal Motor dan beberapa anak perusahaan di merger menjadi satu dengan

    nama PT Astra Honda Motor, yang komposisi kepemilikan sahamnya menjadi 50

    % milik PT Astra Internasional Tbk dan 50 % milik Honda Motor Co.Japan.

    Guna menunjang kebutuhan serta kepuasan pelanggan sepeda motor Honda, saat

    itu PT Astra Honda Motor di dukung oleh 1.600 showroom dealer penjualan

    yang diberi kode H1, 3.800 layanan service atau bengkel AHASS (Astra Honda

    Authorized Service Station) dengan kode H2, serta 6.500 gerai suku cadang

    (spare Part) atau H3, yang siap melayani jutaan penggunaan sepeda motor Honda

    di seluruh Indonesia.

    Sinar Mustika Motor berdiri pada tahun 2002. Selain karena factor keluarga,

    secara umum latar belakang berdirinya bengkel ini adalah karena adanya

    perkembangan sepeda motor yang cukup signifikan pada tahun-tahun tersebut.

    Modal awal berdirinya bengkel ini tidaklah begitu besar seperti pada AHASS

    yaitu berkisar Rp. 50.000.000,-. Sedangkan di AHASS 7605 modal awal

    mencapai Rp. 200.000.000.

    Salah satu dari perbedaan antara Dealer Work Shop dan Independent Work

    Shop yaitu adanya visi dan misi yang terstruktur atau tidak. Visi dan misi dari

    bengkel AHASS mengikuti visi dan misi dari PT. Astra Honda Motor. Visinya

    yaitu menjadi nomor satu pasar sepeda motor yang dikendarai perusahaan di

    Indonesia dalam hal kepuasan pelanggan model manusia diberdayakan dipandu

    oleh nilai-nilai b