laporan bengkel

Download LAPORAN BENGKEL

Post on 07-Jul-2016

249 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

laporan

TRANSCRIPT

  • ii

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang MahaEsa, atas berkah

    dan limpahan rahmat-Nya sehingga laporan hasil praktek bengkel listrik ini dapat

    terselesaikan, dengan judul laporan Instalasi Penerangan Satu Fasa Sistem Pemasangan On Plaster .

    Laporan ini berisi tentang segala apa-apa yang berkaitan dengan praktek

    yang telah dilakukan, macam-macam alat dan kegunaannya masing-masing, serta

    manfaat dari praktek itu sendiri.Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tanpa

    bantuan dari berbagai pihak dalam hal ini instruktur dan rekan lainnya, maka

    dalam praktek maupun penmbuatan laporan ini tidak dapat terselesaikan dengan

    baik, oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua

    pihak terkait, hususnyakepada dosen pembimbing (instruktur).

    Penulis menyadari bahwa dalam laporan ini masih terdapat banyakkesalah

    an, baik dari isi, penyusunan maupun penulisannya, oleh karena

    itu, penulis menyampaikan maaf dan mengharapkan kritik dan saran yang bersifat

    membangun untuk perbaikan pembuatan laporan ke depannya.

    Penulis,

    Afrida Fazira Meliana

    NIM 1531120142

  • iii

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR ........................................................................................................ ii

    BAB I .................................................................................................................................. 1

    PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1

    1.1 LATAR BELAKANG .............................................................................................. 1

    1.2 TUJUAN ................................................................................................................... 2

    BAB II ................................................................................................................................. 3

    LANDASAN TEORI .......................................................................................................... 3

    2.1 DASAR KESELAMATAN KERJA ................................................................... 3

    2.2 STANDAR KESELAMATAN KERJA ............................................................. 3

    2.3 INSTALASI PENERANGAN 1 FASA SISTEM ON PLASTER...................... 5

    2.4 PERSYARAT INSTALASI LISTRIK ............................................................... 5

    2.5 ALAT UKUR DALAM INSTALASI PENERANGAN 1 FASA SISTEM ON

    PLASTER ........................................................................................................... 6

    2.6 Perhitungan dalam Instalasi Penerangan On-Plaster ........................................... 9

    2.6.1 KHA Penghantar ......................................................................................... 9

    2.6.2 Pembebanan KWh-meter fasa Tunggal ...................................................... 9

    2.7 Sistem Pengaman .............................................................................................. 10

    2.7.1 Sekering .................................................................................................... 10

    2.7.2 MCB ( Hubung Singkat dan Beban Lebih) .............................................. 10

    2.7.3 Pembumian ( PE ) ..................................................................................... 11

    2.8 KOMPONEN dan ALAT DALAM INSTALASI PENERANGAN 1 FASA

    SISTEM ON PLASTER .................................................................................... 11

    BAB III ............................................................................................................................. 27

    LANGKAH KERJA ......................................................................................................... 27

    .................................................................................................................................. 33

    BAB IV ............................................................................................................................. 34

    PENUTUP ........................................................................................................................ 34

    4.1 Kesimpulan ............................................................................................................ 34

    4.2 Saran ....................................................................................................................... 34

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 LATAR BELAKANG

    Teknik Listrik merupakan salah satu program studi yang ada di Politeknik Negeri

    Malang, salah satu mata kuliah di program studi Teknik Listrik adalah Bengkel Listrik.

    Praktek bengkel listrik ini bertujuan untuk melatih keterampilan mahasiswa Teknik Listrik

    yang didapat pada mata kuliah teori serta meningkatkan kedisiplinan yang berguna bagi

    mahasiswa itusendiri.

    Pada praktek bengkel listrik ini terdapat beberapa job yang harus diselesaikan dalam

    setiap semester sesuai silabus yang diberikan. Setelah menyelesaikan praktikum siswa

    dituntut untuk membuat laporan hasil praktikum yang dikumpul pada akhir semester sebagai

    salah satu syarat untuk memenuhi nilai ujian semester. Dengan laporan ini dapat dinilai

    tentang kemampuan mahasiswa untuk memahami materi yang disampaikan oleh dosen

    pembimbing. Selain untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam penguasaan materi juga

    sebagai referensi atau bekal dalam bekerja pada dunia usaha atau dunia industri nantinya.

    Dengan keterampilan bengkel listrik ini, mahasiswa bisa mengaplikasikan semua teori yang

    didapat pada mata kuliah lain dalam prakteknya yang bisa menciptakan lulusan yang

    kompeten dan siap bersaing dalam dunia kerja.

    Dalam pelaksanakan pembangunan dalam segala bidang maka diperlukansumber daya

    manusia yang mampu dalam bidang pengetahuan sekaliguspenguasaan (praktek) sesuai

    dengan jenjang pendidikan yang telah ditempuh.Oleh karena itu peran lembaga pendidikan

    dalam menciptakan tenaga yangterampil dan professional sangat diperlukan. Khususnya

    dalam ilmukelistrikan, yang semakin berkembang. Salah satunya adalah sistempenerangan.

    Dengan adanya perkembangan tersebut maka dalam pemasangansistem penerangan yang

    standar diperlukan sumber daya manusia yangkompeten. Dimana PUIL 2000 adalah acuan

    dalam pemasangan instalasilistrik di Indonesia. Peraturan Instalasi Ketenagalistrikan untuk

    perancanganinstalasi mengacu SNI, IEC, PUIL atau Standar lain. Maka dari itu, kerja

    praktekini merupakan salah satu upaya dari Politeknk Negeri Malang dalam rangka

    mengembangkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia khususnya dibidang kelistrikan.

  • 2

    1.2 TUJUAN

    Tujuan praktek bengkel listrik Semester II :

    a. Dapat menggambar dan membaca suatu gambar instalasi penerangan 1 fasa

    b. Dapat mempersiapkan alat-alat dan komponen-komponen yang dibutuhkan untuk

    instalasi penerangan 1 fasa ( Sistem On Plester )

    c. Dapat memahami fungsi dan dapat memasang komponen-komponen yang dibutuhkan

    dalam instalasi penerangan 1 fasa ( Sistem On Plester )

    d. Dapat memasang pipa dan penghantar dan memeriksa suatu instalasi bertegangan

    e. Dapat membaca diagram pengawatan panel, memasang isi panel, melakukan pengawatan

    panel, melakukan pemeriksaan pengawatan panel

    f. Dapat mengukur tahanan isolasi menggunakan Megger

    g. Dapat memahami prinsip kerja KWh meter, membaca diagram rangkaian pengawatan

    KWh meter, mengukur menggunakan alat KWh meter,dan memasang instalasi KWh

    meter

    h. Dapat melakukan terminasi kabel twistead dan dapat melakukan penyambungan pada

    jaringan bertegangan

  • 3

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    2.1 DASAR KESELAMATAN KERJA

    Dasar-dasar keselamatan kerja yang ada di Indonesia telah diatur dalam UU RO no. 1

    Th 1970. Pada pasal satu ayat 5 misalnya, dikemukakan ahwa ahli keselamatan kerja adalah

    tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh

    Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya UU No. 1 Th 1970. Organisasi

    keselamatan kerja dalam administrasi pemerintah di tingkat pusat diwadahi dalam bentuk

    Direktorat Pembinaan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Direktoral Perlindungan

    Perawatan Tenaga Kerja. Fungsi Direktorat ini antara lain : melaksanakan pembinaan,

    pengawasan, serta penyempurnaan dalam penetapan norma keselamatan kerja di bidang

    mekanik, bidang listrik ,uap dan kebakaran.

    2.2 STANDAR KESELAMATAN KERJA

    Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengamanan sebagai tindakan keselamatan kerja

    digolongkan sebagai berikut :

    a. Pelindung badan, meliputi pelindung mata, tangan, hidung, kaki, kepala, dan telinga

    b. Pelindung mesin, sebagai tindakan untuk melindungi mesin dari bahaya yang mungkin

    timbul dari luar atau dari dalam pekerja itu sendiri

    c. Alat pengaman listrik , yang setiap saat dapat membahayakan

    d. Pengaman ruang, meliputi pemadam kebakaran, system alarm, air hydrant, penerangan

    yang cukup, ventilasi udara yang baik, dan sebagainya

    Beberapa penyebab terjadinya kecelakaan :

    a. Tindakan yang tidak aman, seperti : memakai peralatan tanpa menerima pelatihan,

    memakai peralatan dengan cara yang salah, tidak memakai perlengkapan alat

    pelindung, dan lain-lain

  • 4

    b. Kondisi kerja yang tidak aman, seperti : tidak