laporan bengkel

Post on 14-Jan-2016

257 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tugas

TRANSCRIPT

LAPORAN BENGKELACUAN DAN PERANCAH (FORMWORK PERI)

Oleh:NAMA: BAYU ANGGARAKELAS: TPJJ_3ANIM: 1305131011DOSEN PENGAMPU: SAMIRAN SST MT

PROGRAM STUDI TEKNIK PERANCANGAN JALAN DAN JEMBATANJURUSAN TEKNIK SIPILPOLITEKNIK NEGERI MEDANMEDAN2014KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT,karena atas berkat,rahmad dan hidayahNya penulis mampu menyelesaikan LAPORAN PRAKTIK KERJA ACUAN PERANCAH ini. Laporan ini dimaksudkan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen pengampu dan diharapkan dapat berguna bagi yang membutuhkannya.Penulis telah menumpahkan segenap fikirannya untuk menyelesaikan laporan ini.Laporan ini dibuat sesuai dengan apa yang telah dilaksanakan selama dibengkel.Penulis sadar masih banyak kesalahan dan kekurangan pada laporan ini,oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari dosen pengampu,dan pembaca.Kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan,guna perbaikan dimasa-masa mendatang.Semoga LAPORAN PRAKTIK KERJA ACUAN PERANCAH ini dapat berguna bagi pembaca dan semua orang.Atas perhatian dari pembaca kami ucapkan terima kasih.

Medan,November 2014Penulis,

BAB IPENDAHULUAN

I.1. Pengertian Acuan dan Perancah

Acuan dan perancah merupakan suatu pekerjaan yang sangat menentukan dalam mewujudkan bentuk stuktur beton,maka dalam pelaksanaannya seorang ahli di bidang tersebut harus memiliki keterampilan khusus dan memiliki pengetahuan dasar yang cukup tentang acuan dan perancah. Acuan dan perancah (Bekisting) adalah suatu konstruksi yang bersifat sementara pada praktik kerja beton sesuai dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan. Dari namanya acuan dan perancah, terbagi menjadi dua fungsi, yaitu fungsi acuan dan fungsi perancah.Acuan yang dimaksud adalah sebagai cetakan atau patokan untuk ukuran maupun bentuk beton yang diinginkan, sedangkan perancah adalah sebagai penyokong tegak dan lurusnya acuan tersebut. Acuan dan perancah harus kuat memikul beban sendiri, berat beton basah, beban hidup, dan beban peralatan kerja selama proses pengecoran.

I.2. Syarat-syarat acuan dan perancah

1. KuatDidalam pekerjaan ini beban-beban beton yang berada pada bekisting dan beban lain yang dipikul oleh bekisting itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan suatu acuan perancah yang kuat untuk dapat memikul beban yang diterimanya.

Berat Sendiri (Beton)Cetakan harus sanggup menahan berat beton yang di cetakan. Berat HidupCetakan harus sanggup menahan beban hidup, yaitu : baik orang yang sedang mengerjakan beton tersebut, Vibrator, dan adanya kemungkinan terjadinya suatu Gempa atau Retakan.

Pembebanan : Beban mati (DL) Akibat beton Akibat acuan Beban hidup (LL)

2. KakuKaku atau tidak bergerak sangat penting pada acuan dan perancah ini, karena apabila perancah tersebut tidak kaku atau dapat bergerak, maka hasil yang akan dicapai tidak maksimal karena bentuk yang ingin kita capai tidak sempurna.

3. Mudah dibongkarAcuan dan perancah harus mudah dibongkar karena acuan hanya bersifat sementara, dan hal ini menyangkut efisiensi kerja, yaitu tidak merusak beton yang sudah jadi dan acuan perancahnya dapat digunakan berkali-kali.

4. Ekonomis dan EfisienDidalam pembuatan acuan dan perancah tidak perlu bahan yang terlalu bagus, namun jangan pula bahan yang sudah tidak layak pakai. Karena kita harus membuat acuan dan perancah sehemat mungkin dengan tidak mengurangi mutu dari bekisting dan didalam pembongkarannya acuan dapat digunakan kembali sehingga menghemat biaya.

5. RapiRapi dalam penyusunan sehingga bisa enak dilihat dengan kasat mata dan mudah dalam penyusunan dan pembongkaran.

6. RapatKerapatan suatu bekisting sangat mempengaruhi didalam proses pengecoran. Karena apabila bekisting yang kita pakai tidak rapat maka adukan yang kita pakai tadi akan keluar dan akan mengakibatkan mutu beton yang kurang bagus karena pasta semen keluar dari bekisting

7. BersihUntuk mendapatkan hasil yang baik cetakan harus bersih apabila cetakan tidak bersih, maka dalam proses pengecoran kotoran mungkin akan naik dan masuk ke dalam adukan beton sehingga akan mengurangi mutu beton dan apabila kotoran tidak naik maka kotoran tersebut akan melekat pada bagian bawah beton sehingga sulit untuk dibersihkan.

I.3 Tujuan dan Manfaat Praktek Kerja Acuan dan Perancah

I.3.1. Adapun Tujuan dari Praktek Kerja Acuan dan Perancah ini adalah :1) Mengetahui teknik pengerjaan acuan perancah yang baik dan benar2) Mengetahui fungsi/kegunaan dari alat-alat dalam proses pengerjaan konstruksi acuan perancah3) Mengetahui bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan dalam pengerjaan konstruksi acuan perancah dan akanestimasi bahan dan waktu4) Mampu membedakan kualitas bahan berdasarkan kelasnya5) Memberikan pengetahuan tentang perencanaan kerja acuan perancah sehingga mampu untuk merencanakan serta melaksanakan suatu pekerjaan yang menyangkut acuan perancah / beton6) Dapat memperhitungkan komponen serta kebutuhan bahan yang akan dipergunakan dalam kerja acuan perancah.

I.3.2. Adapun Manfaat dari Praktek Kerja Acuan dan Perancah adalah :1) Dapat memperkaya diri guna bekal di kemudian hari mengenai konstruksi acuan perancah2) Dapat mengetahui teknik pengerjaan acuan perancah yang baik dan benar3) Mahasiswa dapat memperhitungkan waktu yang dibutuhkan dalam penyelesaian konstruksi acuan perancah4) Mahasiswa dapat menyadari akan keberadaan potensi dirinya serta kondisi lingkungan yang menunjang untuk dapat dikembangkan dan berupaya menjadikan diri sebagai sumber daya manusia yang berkualitas.

1.4. Kerugiankerugian Jika Acuan dan Perancah Kurang Baik

1. Perubahan geometricPerubahan ini mengakibatkan bentuk yang kita harapkan tidak sesuai dengan rencana, misalkan : suatu konstruksi yang menyiku menjadi tidak siku, akibatnya akan mengadakan perbaikan lagi atau misalkan perlu ditambahkan pekerjaan finishing lagi.2. Penurunan mutu betonSeperti halnya terjadi kebocoran pada acuannya, hal ini akan mengakibatkan air yang diikuti semen tadi keluar sehingga mutu / kekuatan beton menjadi berkurang3. Terjadinya perubahan dimensiTerjadinya perubahan ukuran dari dimensi yang kita rencanakan akibatnya jika terjadi perubahan ini maka akan memperbesar dan memperkecil volumenya. Sedangkan untuk melakukan perbaikan akan membutuhkan waktu dan biaya lagi, hal ini akan menghambat pekerjaan yang lainnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1.Defenisi Formwork

Formwork, lebih dikenal dengan nama bekesting/mal/cetakan, yang terbuat dari kayu, plywood, steel, yang berfungsi untuk membentuk beton segar sesuai dengan keinginan/desain. Layaknya teknologi, formwork juga terus berkembang pesat, semakin simple namun tetap mempertahankan kekuatan. Dan kali ini, saya akan memperlihatkan beberapa foto formwork, yang lebih dikenal dengan peri formwork.

II.2. Tipe Pekerjaan Bekisting1. Sistem konvensional / tradisional Banyak bahan terbuang Tenaga kerja banyak Waktu kerja lama Pemakaian berulang terbatas 2. Semi sistem Untuk komponen pracetak 3. Sistem penuh / pabrikan a. Biaya investasi tinggi b. Umur pemakaian lamac. Multiguna d. Dilengkapi dengan gambar sistem

II.3. Bagian Bagian Konstruksi

BAGIAN ACUANa) Cetakan b) Gelagar balok c) Gelagar utk cetakan lantai/ pengaku cetakan balok.d) Papan penjepit cetakan. BAGIAN PERANCAHe) Tiang perancah f) Baji g) Landasan

Tiang perancahSkor/pengaku

II.4 Bowplang

Bowplang adalah papan yang dipakai untuk pedoman sementara dari dasar bangunan, ketinggian bangunan ,letak bangunan agar sesuai dengan rencana. Wujud dari bowplang adalah lembaran papan yang diratakan salah satu sisinya. Kemudian papan tersebut dipakukan pada tiang-tiang yang telah ditancapkan pada tempat nya dengan ketinggian yang telah ditentukan. Pembuatan bowplang biasanya dilakukan setelah observasi lapangan dan setelah dilakukan pemetaan.Syarat pembuatan bowplangHarus kuat dan kokohJarak antara bowplang dengan dinding kerja tidak terlalu rapatBowplang harus berhadapan dengan bangunanSemua elevasi harus samaa. Alat dan bahanAlat1. palu2. gergaji potong3. alat ukur4. waterpass ( timbang air)5. siku6.benangBahan1. tiang bowplang ukuran 2 x 22. balok bowplang ukuran 1,5 x 33 paku

II.5 Acuan Pondasi

a. PendahuluanPembuatan acuan pondasi sangat lah sedehahana. Pada kenyataannya acuan pondasi terdiri dari dua jenis yaitu acuan pondasi beton tak bertulang dan acuan pondasi beton bertulang. Pada pondasi beton tak bertulang acuan antara pondasi dan sloop dapat dikerjakan terpisah, sedangkan pada pekerjaan acuan pondasi beton bertulang dilakukan pekerjaan pembuatan acuan yang menyatukan antara acuan pondasi dan sloop. Pada acuan pondasi beton bertulang, papan acuan hanya untuk sisi tegaknya saja sedangkan pada sisi miringnya tidak terlalu curam dan tidak perlu dipasang.

b. Alat dan bahan

Alat1. palu2. gergaji potong3. alat ukur4. waterpass ( timbang air)5. siku6.benang7. cangkul8. sekopBahan1. papan untuk bak cetakan dan dinding cetakan2. kayu ukuran 1 x 2 atau 2 x 2 untuk tiang acuan3. kayu akuran 1 x 3 untuk klam atau pengikat dinding4. Kayu untuk pengaku diagonal.5. pakuc. Langkah kerjaPerhitungan bahanPembuatan lantai kerjaPemotongan bahan sesuai ukuaran pada gambar kerjaPerakitanacuan pondasiPeletakan acuan pada lantai kerja

II.6. Cetakan Balok

a) Teori Dasar Balok adalah salah satu elemen konstruksi bangunan yang digunakan untuk meneruskan beban dari lantai atau dinding ke kolom.

b)Papan cetakan Cetakan balok bisa terbuat dari papan maupun multipleks. Apabila acuannya menggunakan papan maka perlu menyambung papan cetakan tersebut dengan beberapa klam perangkai. Yang perlu diperhatikan adalah kerapatan dari sambungan sambungan yang dibuat, sehingga air semen tidak keluar melalui celah celah sambungan Untuk mencegah bagian bawah begisting terbuka saat beton dicor, harus dibuatkan klam