bab 1 lbm 1

Download BAB 1 LBM 1

Post on 19-Jul-2015

246 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB 1 PENDAHULUAN

Assalamualaikum Wr.Wb Segala puji bagi Allah SWT, Robb seluruh alam yang memberikan karunia kepada kami hingga kami dapat menyelesaikan laporan blok Adolencent Disease ini. Pada unit belajar 1 ini membahas Klasifikasi Karies. Karies merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang banyak ditemukan di masyarakat, dimana tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi dapat pula terjadi pada anak. Materi karies ini telah banyak di bahas di blok child disease and disorder . Dari hasil SGD kami memilih Arrested Karies sebagai diagnosa dalam scenario yaitu karies dengan lesi terhenti. Selain itu kami pun akan membahas mengenai karies dengan lesi aktif dimana di dalam dkensrio kita membahas 3 gigi karies dengan lesi yang berbeda . Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan ini. Oleh karena itu, saran - saran dari tutor maupun teman - teman mahasiswa akan kami terima dengan terbuka. Semoga materi dalam laporan LBM 1 ini dapat bermanfaat dan membantu bagi siapa saja yang membutuhkannya .

BAB II PEMBAHASAN Judul : mengapa gigi depanku hitam ! Scenario Bapak Parto umur 47 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gigi taring kanan atas yang bewarna hitam luas pada daerah dekat gusinya . gigi tersebut tidak pernah ngilu bila minum es atau makan yang manis . Tetapi bapak parto ingin menambal gigi tersebut karena malu pada koleganya sebab sudah 2 tahun dengan kondisi gigi seperti itu . Kemudian dokter akri memeriksa kondisi gigi geligi bapak parto dari hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat kavitas dangkal pada labial gigi 13 dekat servikal saat diekskavasi permukaan nya keras , gigi 22 terdapat karies dangkal 2 mm pada daerah interincisivus yang belum mencapai incisal , saat di ekskavasi permukaannya lunak , pada gigi 24 terdapat kavitas oklusal yang dalam menembus ruang pulpa ; sondasi 13 (-) , 22 (+) , 24 (-) ; perkusi 13 , 22 , 24 (-) ; palpasi 13 , 22 , 24 (-) ; vitalitas 13 , 22 (+) , 24 (-) . dokter akri menjelaskan bahwa kedua gigi depan tersebut masih dapat di tambal , sedangkan untuk gigi belakang akan di refer ke spesialis . Dokter juga menjelaskan bagaimana terjadinya kavitas bewarna hitam pada gigi 13 . Step 1 Ekskavasi : proses pengerokan atau pembuangan dentin lunak dari gigi karies . Biasanya menggunakan excavator Step 2 Klasifikasi karies 1. Klasifikasi dari karies ? 2. Bagaimana proses terjadinya kavitas bewarna hitam pada gigi 13 ?

3.

Mengapa gigi 24 tidak di lakukan penambalan ? Mengapa hanya gigi 24 yang akan di rujuk ke spesialis ?

4. Kavitas dangkal pada daerah interinesisvus , pada saat di eksvasi mengapa permukaannnya lunak ? 5. Bahan tambalan yang di gunakan pada gigi 13 ? 6. Pada karies gigi anterior termasuk klasifikasi karies apa ? 7. Gigi 13 Di ekskavasi permukaaannya keras , mengapa ? 8. Bagaimana cara pembacaan pemeriksaan sondasi , perkusi , vitalitas ? 9. Mengapa gigi 13 tidak di rasakan ngilu ? 10. Penyebab gigi 24 vitalitasnya (-) ? 11. Mengapa perkusi dan palpasi gigi 13 , 22 , 24 ( -) 12. Bagaimana pencegahan dari kasus dari scenario ( karies ) ? 13. Keluhan utama : karies , apa penyebab terjadinya karies ? 14. Patofisiologi terjadinya karies ? 15. Factor predisposisi terjadinya karies ? KARIES

1.1

Definisi KariesKaries berasal dari bahasa Latin yaitu caries yang artinya kebusukan. Karies gigi adalah suatu

proses kronis regresif yang dimulai dengan larutnya mineral email sebagai akibat terganggunya keseimbangan antara email dan sekelilingnya yang disebabkan oleh pembentukan asam microbial dari substrat sehingga timbul destruksi komponen-komponen organik yang akhirnya terjadi kavitas. Dengan perkataan lain, dimana prosesnya terjadi terus berjalan ke bagian yang lebih dalam dari gigi sehingga membentuk lubang yang tidak dapat diperbaiki kembali oleh tubuh melalui proses

penyembuhan, pada proses ini terjadi demineralisasi yang disebabkan oleh adanya interaksi kuman,karbohidrat yang sesuai pada permukaan gigi dan waktu.

1.2

Etiologi KariesKaries terjadi bukan disebabkan karena satu kejadian saja seperti penyakit menular lainnya

tetapi disebabkan serangkaian proses yang terjadi selama beberapa kurun waktu. Karies merupakan penyakit multifaktorial yaitu adanya beberapa faktor yang menjadi penyebab terbentuknya karies. Ada 4 (empat) faktor utama yang memegang peranan yaitu factor host atau tuan rumah, agen atau mikroorganisme, substrat atau diet dan faktor waktu, yang digambarkan sebagai empat lingkaran yang bertumpang tindih.

Gambar Model Empat Lingkaran Penyebab Karies

Untuk terjadinya karies, maka kondisi setiap faktor tersebut harus saling mendukung yaitu tuan rumah yang rentan, mikroorganisme yang kariogenik, substrat yang sesuai dan waktu yang lama.

FAKTOR HOST / tuan rumah Ada beberapa hal yang dihubungkan dengan gigi sebagai tuan rumah terhadap karies gigi

(ukuran dan bentuk gigi), struktur enamel (email), faktor kimia dan kristalografis, saliva.

SalivaDalam keadaan normal, gigi geligi selau dibasahi oleh saliva. Karena kerentanan gigi terhadap karies banyak tergantung kepada lingkungannya, maka peran saliva sangat besar sekali : 1. Meremineralisasi karies yang masih dini karena banyak sekali mengandung ion Ca dan fosfat. Kemampuan ini meningkat jika ada ion fluor. 2. Mempengaruhi komposisi mikroorganisme dan pH didalam plak Jika aliran saliva berkurang atau menghilang, maka karies dapat menjadi tidak terkendali Keberadaan fluor dalam konsentrasi yang optimum pada jaringan gigi dan lingkungannya merangsang efek anti karies Kadar F yang mempengaruhi email selama proses pertumbuhan gigi tergantung pada ketersediaan F dalam air minum atau makanan lain yang mengandung fluor Email yang mempunyai kadar F lebih tinggi, tidak dengan sendirinya resisten terhadap serangan asam, tapi tersedianya F disekitar gigi selama proses demineralisasi email akan mempengaruhi proses remineralisasi

GigiBeberapa factor yang dihubungkan dengan gigi sebagai tuan rumah terhadap karies yaitu : Morfologi gigi : ukuran dan bentuk gigi Anatomi gigi : pit dan fissure Permukaan gigi : gigi yang mengalami hypoplastik atau hypokalsifikasi lebih mudah terserang karies Struktur email : bagian luar mineralisasi lebih sempurna Factor kimia : email banyak mengandung fosfat, fluor, sedikit karbonat dan air

-

Kristalografis : kepadatan Kristal email sangat menentukan kelarutan email, semakin padat Kristal email maka semakin resisten

FAKTOR AGENT / MIKROORGANISME Plak gigi memegang peranan penting dalam menyebabkan terjadinya karies. Plak adalah suatu

lapisan lunak yang terdiri atas kumpulan mikroorganisme yang berkembang biak di atas suatu matriks yang terbentuk dan melekat erat pada permukaan gigi yang tidak dibersihkan. Komposisi mikroorganisme dalam plak berbeda-beda, pada awal pembentukan plak, kokus gram positif merupakan jenis yang paling banyak dijumpai seperti Streptococcus mutans, Streptococcus

sanguis, Streptococcus mitis, Streptococcus salivarus, serta beberapa strain lainnya, selain itu dijumpaijuga Lactobacillus dan beberapa beberapa spesies Actinomyces. Plak bakteri ini dapat setebal beratus-ratus bakteri sehingga tampak sebagai lapisan putih. Secara histometris plak terdiri dari 70% sel-sel bakteri dan 30% materi interseluler yang pada pokoknya berasal dari bakteri. Bakteri kariogenik memiliki tiga sifat yang menyebabkannya berperan dalam proses karies. Bakteri tersebut harus mampu melekat pada permukaan gigi, bakteri tersebut mampu memproduksi asam ( acidogenic ) dan bakteri tersebut dapat bertahan hidup dan berfungsi di dalam lingkungan yang asam ( aciduric ) ( Pinkham, 2005 ). Stertococcus mutans ( S. mutans dan S. sobrinus ) merupakan kelompok utama bakteri yang terlibat dalam awal terjadinya demineralisasi email.

FermentasiKarbohidrat yang terus menerus menyebabkan pertumbuhan Streptococcus mutans yang cepat, dan meningkatnya produksi asam organic, peningkatan matriks polosakarida ekstraseluler dan suatu perubahan relative pada komponen mikroflora yang dapat meningkatkan risiko karies gigi ( Pinkham, 2005 ).

Setelah terbentuk lubang pada email, Lactobacilli memegang peranan yang sangat penting. Pada proses karies, saat pH pada plak mulai menurun di bawah level kritis ( sekitar 5.5 ), asam yang dihasilkan mulai menyebabkan demineralisasi email ( Cameron and Widmer, 2008 ).

PENGARUH SUBSTRAT ( DIET ) Faktor subtrat atau diet dapat mempengaruhi pembentukan plak karena membantu

perkembangbiakan dan kolonisasi mikroorganisme yang ada pada permukaan enamel. Selain itu, dapat mempengaruhi metabolisme bakteri dalam plak dengan menyediakan bahan-bahan yang diperlukan untuk memproduksi asam serta bahan lain yang aktif yang menyababkan timbulnya karies. Dibutuhkan waktu minimum tertentu bagi plak dan karbohidrat yang menempel pada gigi untuk membentuk asam dan mampu mengakibatkan demineralisasi email. Karbohidrat ini menyediakan substrat untuk pembuatan asam bagi bakteri dan sintesa polisakarida ekstra sel. Orang yang banyak mengkonsumsi karbohidrat terutama sukrosa cenderung mengalami kerusakan gigi, sebaliknya pada orang dengan diet banyak mengandung lemak dan protein hanya sedikit atau sama sekali tidak memliki karies gigi.4 Hal ini dikarenakan adanya pembentukan ekstraseluler matriks (dekstran) yang dihasilkan karbohidrat dari pemecahan sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Glukosa ini dengan bantuan Streptococcus mutans membentuk dekstran yang merupakan matriks yang melekatkan bakteri pada enamel gigi. Oleh karena itu sukrosa merupakan gula yang paling kariogenik (makanan yang dapat memicu timbulnya kerusakan/karies gigi atau makanan yang kaya akan gula).20 Sukrosa merupakan gula yang paling banyak dikonsumsi, maka sukrosa merupakan penyebab karies yang utama. Makanan dan minuman yang mengandung gula akan menurunkan pH plak dengan cepat sampai pada level ya