problematika pelaksanaan wakaf di negara bagian kedah ... · pdf fileproblematika pelaksanaan...

Click here to load reader

Post on 04-Jun-2018

214 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • PROBLEMATIKA PELAKSANAAN WAKAF

    DI NEGARA BAGIAN KEDAH MALAYSIA

    Skripsi Diajukan kepada Fakultas Syariah dan Hukum untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh

    Gelar Sarjana Hukum Islam (SHI)

    Oleh :

    ALAWIYAH BINTI MOHD YATIM 106044103703

    K O N S E N T R A S I P E R A D I L A N A G A M A PROGRAM STUDI AHWAL AL- SYAKHSHIYAH

    FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UIN SYARIF HIDAYATULLAH

    J A K A R T A 1429 H / 2008 M

  • PENGESAHAN PANITIA UJIAN SKRIPSI

    Skripsi yang berjudul PELAKSANAAN WAKAF DI NEGARA BAGIAN KEDAH,

    MALAYSIA telah diajukan dalam Sidang Munaqasyah Fakultas Syariah dan

    Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada tanggal 15 September 2008. Skripsi

    ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana Hukum

    Islam pada Program Studi Ahwal Syahkshiyah.

    Jakarta, 15 September 2008 Mengesahkan Dekan,

    PROF. DR. H. MUHAMMAD AMIN SUMA SH, MA, MM.

    NIP : 150 210 422

    PANITIA UJIAN UJIAN SKRIPSI

    Ketua : Drs. H. A. Basiq Djalil, SH, MA (............................................)

    Nip: 150 169 422

    Sakertaris : Kamarusdiana, S.Ag, MH (.............................................) Nip: 150 285 972

    Pembimbing : Prof.Dr S.H A Sutarmadi (.............................................)

    Nip: 150031177 Penguji I : Prof. Dr. H. Muhammad Amin Suma SH, MA, MM.

    NIP : 150 210 422 (..............................................)

    Penguji II : Drs. H. A. Basiq Djalil, SH, MA (..............................................) Nip: 150 169 422

  • KATA PENGANTAR

    Segala puji bagi Allah Swt, Pencipta dan Penguasa alam semesta yang telah

    melimpahkan taufiq dan hidayah-Nya kepada penulis terutamanya dalam rangka

    penyelesaian skripsi ini. Selanjutnya shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi

    Muhammad SAW yang telah menyelamatkan umat dari alam kegelapan kealam

    terang benderang.

    Skripsi ini ditulis dalam rangka melengkapi syarat-syarat guna memperoleh

    gelar strata satu (S.1), pada program studi Ahwal-al-Syakhshiyyah, Fakultas Syariah

    dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berjudul: PELAKSANAAN

    WAKAF DI NEGARA BAGIAN KEDAH, MALAYSIA

    Untuk menyelesaikan skripsi ini penulis banyak mendapat petunjuk dari berbagai

    pihak, baik secara langsung dan tidak langsung. Dalam hal ini penulis mengucapkan

    terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:

    1. Bapak Prof. DR. Muhammad Amin Suma MA, SH, MM. Dekan Fakultas

    Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

    2. Drs. H.A Basiq Djalil, SH, MA dan Kamarusdiana S.Ag. MH, masing-masing

    selaku ketua dan sekretaris Program Studi Ahwal-al- Syakhshiyyah.

    3. Prof.Dr. H.A Sutarmadi, selaku dosen pembimbing skripsi.

    iii

  • 4. Seluruh staff pengajar (dosen) Program Studi Ahwal-al-Syakhshiyyah Fakultas

    Syariah dan Hukum, serta kepada karyawan dan staff perpustakaan yang telah

    memfasilitasi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

    5. Teristimewa buat tatapan ayahanda Mohd Yatim Bin Abdullah dan Ibunda

    Khatijah Binti Wahab yang amat saya sayangi lagi saya cintai, yang telah

    memberikan semangat dan dukungan.

    6. Teman seperjuangan Fatehah, Khaslaili, Saidah, k.Wani, k.Siti dan Abdul Barri.

    Jutaan terima kasih diucapkan karena turut mendoakan keberhasilan, memberi

    partisipasi dan semangat kepada penulis demi keberhasilan penulisan karya

    ilmiah ini.

    Akhirnya, semoga skripsi ini dapat memberikan masukan yang positif kepada

    pembaca sekalian, semoga bantuan yang telah diberikan kepada penulis mendapat

    imbalan dari yang Maha Kuasa.

    -Amin Ya Rabbal Alamin-

    Jakarta : 23 Juni 2008 20 Jumadil Akhir 1429

    Penulis

    iv

  • DAFTAR ISI

    Halaman

    PERSETUJUAN PEMBIMBING ...............................................................i

    PENGESAHAN PANITIA UJIAN SKRIPSI............................................. ii

    KATA PENGANTAR ................................................................................iii

    DAFTAR ISIv

    BAB I : PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah .................................................. 1

    B. Pembatasan Dan Perumusan Masalah ............................. 4

    C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ....................................... 5

    D. Metode Penelitian ........................................................... 5

    E. Sistematika Penulisan ..................................................... 7

    BAB II : TINJAUAN UMUM TENTANG WAKAF MENURUT FIQIH

    A. Pengertian Wakaf ............................................................ 9

    B. Rukun dan Syarat-syarat Wakaf...................................... 20

    C. Macam-macam Wakaf ................................................... 24

    BAB III : PERWAKAFAN DI NEGARA BAGIAN KEDAH

    A. Sejarah Singkat Wakaf di Kedah .................................. 26

    B. Pelaksanaan Wakaf ....................................................... 28

    v

  • C. Keberadaan Nazhir dan Wewenangnya ........................ 33

    D. Pengawasan Harta Wakaf ............................................. 36

    BAB IV : ANALISIS TERHADAP PERMASALAHAN WAKAF DI

    NEGARA BAGIAN KEDAH

    A. Prosedur Pendaftaran dan Perubahan Status

    Harta Wakaf ................................................................. 40

    B. Hambatan Dalam Membangun Harta Wakaf............... 50

    C. Analisa Penulis ............................................................ 52

    BAB V : PENUTUP

    A. Kesimpulan ................................................................. 58

    B. Saran-saran .................................................................. 60

    DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 62

    vi

  • BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Wakaf dalam doktrin agama Islam merupakan salah satu bentuk ibadah yang

    syarat nilai, karena selain mengandung dimensi vertikal, juga berdimensi horizontal,

    yang dalam istilah bahasa yuridis formal dikatakan dengan kata-kata kepentingan

    ibadah dan keperluan umum. Sebagaimana telah diatur dalam Undang-undang No.1

    Akta Pentadbiran Undang-undang Islam (Wilayah-wilayah Persekutuan) 1993 (Akta

    505) Bahagian 1 Sek. 2- Tafsiran menurut peraturan pemerintah bab amanah khairat

    seksyen 61 wakaf dan nazar.

    P.U (A) 352/85. Akta A585

    Wakaf am ertinya wakaf yang berkekalan atas modal dan pendapatan daripada harta bagi maksud-maksud agama atau khairat yang diiktiraf oleh Hukum Syarak dan heart yang diwakafkan sedemikian.

    Wakaf khas ertinya wakaf yang berkekalan atau bagi suatu tempoh terhad atas modal harta bagi maksud-maksud agama atau khairat yang diiktiraf oleh Hukum Syarak, dan harta yang diwakafkan sedemikian, yang berpendapatan daripadanya diberikan kepada orang-orang atau bagi maksud-maksud yang ditetapkan dalam wakaf itu.1

    Maksud yang terkandung dari anak kalimat sesuai dengan tujuan wakaf

    adalah apa yang sudah disebut diatas yakni kepentingan peribadatan dan keperluan 1 Undang-undang Malaysia, Perlembagaan Persekutuan, 2003.

  • umum lainnya. Dan agar wakaf itu berfungsi sebagaimana mestinya, maka

    perlembagaannya haruslah untuk selama-lamanya. Dan agar benda wakaf itu dapat

    tetap bermanfaat bagi peribadatan dan keperluan umum lainnya, maka itu harus

    dikelola oleh sesuatu badan yang bertanggungjawab baik kepada wakif, masyarakat

    mau pun Allah yang menjadi pemilik mutlak benda wakaf itu.

    Di dalam Al-Quran tidak jelas dan tegas wakaf disebutkan, namun beberapa

    ayat yang memerintahkan manusia berbuat baik untuk kebaikan masyarakat

    dipandang oleh para ahli sebagai landasan perwakafan, yaitu:

    )267\2 :(

    Artinya : Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan Ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

  • Allah memerintahkan manusia untuk membelanjakan (menyedekahkan)

    hartanya yang baik.2

    Namun demikian, sebagian umat Islam memandang persoalan wakaf semata-

    mata diyakini sebagai aspek mengandung ibadah ansich sehingga menolak bentuk

    yang mereka anggap formalistic yang biasanya tampil dalam upacara-upacara

    seremonial belaka.

    Sedangkan ditengah arus transformasi yang segala dinilai yang sedikit demi

    sedikit mempengaruhi dan menggeser taat nilai yang sudah ada, segala sesuatu secara

    De Facto dan De Jure dituntut keberadaannya yang kongkrit, sehingga kepastian

    hukumnya dapat dijamin. Karena tanpa ini bisa saja terjadi bukan hanya

    persengketaan yang sulit terselesaikan dan hal-hal lain yang tidak pernah terduga

    sebelumnya. Namun akan kait mengait kepada yang lebih kompleks.

    Bahwa setiap perbuatan hukum baru dianggap sah menurut hukum apabila

    sudah memenuhi persyaratan