pembentukan persekutuan

23
PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN PENGERTIAN PERSEKUTUAN (FIRMA) Perkumpulan antara 2 orang atau lebih (selanjutnya disebut sekutu/ firma) untuk menjalankan secara bersama-sama suatu usaha dalam rangka mencapai tujuan tertentu, misalnya untuk memperoleh laba. KARAKTERISTIK PERSEKUTUAN Mudah pembentukannya Jangka waktu terbatas Mutual Agency Tanggung jawab atau kewajiban sekutu tidak terbatas Pemilikan bersama atas kekayaan dan penghasilan persekutuan Apa perbedaan antara persekutuan (Fa) dengan perseroan (PT) ? Persekutuan: merupakan suatu kesatuan usaha (business entity) dari sekutu, dan para sekutu mempunyai kewajiban atas utang persekutuan Perseroan : Suatu kesatuan usaha yang terpisah, artinya sekutu tidak mempunyai kewajiban perorangan atas utang-utang persekutuan

Upload: gaille

Post on 06-Jan-2016

182 views

Category:

Documents


3 download

DESCRIPTION

PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN. PENGERTIAN PERSEKUTUAN (FIRMA) Perkumpulan antara 2 orang atau lebih (selanjutnya disebut sekutu/ firma) untuk menjalankan secara bersama-sama suatu usaha dalam rangka mencapai tujuan tertentu, misalnya untuk memperoleh laba. KARAKTERISTIK PERSEKUTUAN - PowerPoint PPT Presentation

TRANSCRIPT

Page 1: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

PEMBENTUKAN PERSEKUTUANPENGERTIAN PERSEKUTUAN (FIRMA)Perkumpulan antara 2 orang atau lebih (selanjutnya disebut sekutu/ firma) untuk menjalankan secara bersama-sama suatu usaha dalam rangka mencapai tujuan tertentu, misalnya untuk memperoleh laba.

KARAKTERISTIK PERSEKUTUAN Mudah pembentukannya Jangka waktu terbatas Mutual Agency Tanggung jawab atau kewajiban sekutu tidak terbatas Pemilikan bersama atas kekayaan dan penghasilan persekutuan

Apa perbedaan antara persekutuan (Fa) dengan perseroan (PT) ?Persekutuan: merupakan suatu kesatuan usaha (business entity) dari sekutu, dan para sekutu mempunyai kewajiban atas utang persekutuan Perseroan : Suatu kesatuan usaha yang terpisah, artinya sekutu tidak mempunyai kewajiban perorangan atas utang-utang persekutuan

Page 2: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

AKUNTANSI PERSEKUTUAN:• Pengakuan dan pencatatan saat pembentukan persekutuan

• Pembagian Laba – Rugi dalam persekutuan• Pembubaran dalam persekutuan: - pembubaran sifatnya sementara krn perubahan pemilik - pembubaran yang sifatnya permanen melalui Likuidasi

• Pemakaian rekening meliputi: - Rekening Modal dan rekening Prive - Rekening Utang dan Piutang kepada sekutu/pemilik

Rekening Modal dan rekening PriveMencatat Investasi awal:

Kas/Aktiva lain yang diinvestasikan XXModal pemilik (sekutu) XX

Page 3: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

Mencatat bagian laba para sekutu:Ikhtisar Laba-rugi xx

Prive, pemilik xx

Mencatat bagian Rugi para sekutu: Prive, pemilik xx

Ikhtisar Laba-rugi xx

Mencatat Utang-Piutang para sekutu:Piutang (kepada sekutu) xx

Kas/ Aktiva nonkas xx

Page 4: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

Metode Pembukuan (pencatatan) pembentukan

Fa1. Persekutuan yang baru membuat

pembukuan baru (metode buku baru)

2. Pembukuan persekutuan yang baru melanjutkan pembukuan persh. Terdahulu (metode buku lama)

Page 5: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

Example_1

A. Tanggal 31 Desember 2000, Eni dan Edi sepakat membentuk persekutuan dengan nama “Fa Rumah Coklat” sebagai investasi awalnya Eni dan Edi menyerahkan uang tunai masing-masing Rp 10 juta dan Rp 20 juta

B. Berdasarkan contoh A, Edi tidak menyerahkan uang tunai tetapi menyerahkan persediaan barang dagangan Rp 12,5 juta dan peralatan memasak senilai Rp 7,5 juta

Pertanyaan: Atas transaksi tersebut diatas buatlah Neraca danpencatatan pembentukan persekutuan denganpembukuan persekutuan yang baru?

Page 6: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

Example_2

Tanggal 31 Desember 2000, Eni dan Edi sepakat membentuk persekutuan dengan nama “Fa Rumah Coklat” sebagai investasi awalnya Eni menyerahkan uang tunai sebesar Rp 10 juta dan Edi menyerahkan perusahaannya yang sedang berjalan sbb:

Perusahaan "Café Edi"

Neraca per 31 Desember 2000

(Dalam Ribuan Rupiah)

Kas 2,500 Utang dagang 7,500

Piutang Dagang 3,500 Modal Edi 12,500

Persediaan barang 7,000    

Aktiva tetap 9,000    

Akumulasi Akt.tetap (2,000)    

Total Aktiva 20,000 Total Pasiva 20,000

Page 7: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

Example_2

Pertanyaan: 1. Atas transaksi Kasus_2 buatlah pencatatan

pembentukan persekutuan yang baru dengan melanjutkan pembukuan perusahaan terdahulu (perusahaan milik Edi)?

2. Atas transaksi Kasus_2 buatlah pencatatan pembentukan persekutuan yang baru dengan membuat pembukuan yang baru?

Page 8: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

Example_3

Tgl 2 Januari 2001 Santo & Tini mendirikan Firma “Santi”. Mereka sepakat u/ membagi Laba-rugi bersih dengan perbandingan sama besar. Tini menyetor uang tunai Rp 200 juta sbg modal awalnya dlm Firma. Sedangkan Santo menyerahkan aktiva bersih pada Firma dalam bentuk: Piutang dagang Rp 66 juta (nilai nominal 72 juta dan cadangan Kerugian piutang 6 juta) Persediaan barang dagangan 50 juta Tanah 100 juta Bangunan 320 juta Peralatan 80 jutaHutang Santo yang disetujui oleh sekutu menjadi hutang firma meliputi hutang dagang 120 juta dan hutang wesel 60 juta.Diminta: - Buatlah Jurnal bagi persh. u/ mencatat Investasi Santo dan Tini pada Bulan Januari 2001 tersebut.!

- Buatlah Neraca Persekutuan per Januari 2001

Page 9: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

Pada waktu firma dibentuk, ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi saat pendirian/ pembentukan firma tersebut yaitu: Pada saat pendirian, semua anggota/ sekutu menyetor Asset saja

(baik berupa Kas maupun Aktiva Non kas) Firma dibentuk dari perusahaan perseorangan dengan anggota lain

yang tidak punya usaha (mengubah dan menambah kepemilikan

perusahaan Perseorangan yang sudah ada) Firma dibentuk dari beberapa usaha perseorangan

Masalah yang muncul saat pembentukan persekutuan dengan cara mengubah kepemilikan perusahaan perseorangan yang sudah ada, yaitu: Penilaian kembali atas aktiva bersih yang disetor (Revaluasi Aktiva) Penentuan modal pada masing-masing anggota Akuntansi dan pembukuannya

Page 10: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

Penjelasan

Apabila ada sekutu yang mempunyai kemampuan lebih dibandingkan sekutu lainnya, misalnya: mempunyai keahlian khusus, nama yang terkenal dan terpercaya atau punya pengaruh yang luas. Maka kemampuan lebih tersebut dapat di Apresiasi dengan pendekatan: Metode BonusMetode Goodwill

Metode Bonus: Di asumsikan bhw jumlah Setoran modal mula-mula = jumlah rerata modal mula-mula

Metode GoodwillMengasumsi bhw jumlah setoran modal mula-mula = jumlah rerata modal mula-mula di+ goodwill yang diakui

Page 11: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

Contoh:

Setoran Modal berupa Kas (contoh dan penyelesaiannya) •Tuan Artha & Tuan Graha sepakat mendirikan usaha persekutuan firma dengan nama “GATRA ”. Sebagai setoran awal masing-masing sekutu menyetorkan sbb :

• Artha : Rp 240.000.000 • Graha : Rp 200.000.000

Pertanyaan:Bagaimana pengakuan dan pencatatan setoran modal awalPendirian persekutuan tersebut dengan menggunakanmetode bonus dan metode goodwill? Buatlah juga jurnal Yang diperlukan!

Page 12: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN
Page 13: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

Alokasi Laba Rugi Dalam Persekutuan

Laba atau Rugi dialokasikan para sekutu setiap akhir periode sesuai dengan perjanjian dalam persekutuan. Dan bila tidak terdapat dalam perjanjian, Laba atau Rugi biasanya dibagi sama rata diantara sekutu.

Pendistribusian/ peng-alokasi-an ini tidak seharusnya termasuk ke dalam Laporan Laba-Rugi, namun terlepas bagaimana antara para sekutu mendistribusikan Laba rugi tersebut dalam persekutuan.

Dari sekian banyak kemungkinan pembagian Laba Rugi di antara para sekutu, dapat diringkas menjadi 4 kategori:

1.Dibagi sama rata atau dibagi dengan ratio tertentu2.Dibagi sesuai ratio modal para sekutu 3.Memberikan gaji terlebih dahulu kepada para sekutu

dansisa Laba-rugi dibagi dalam ratio tertentu4.Memberikan: Gaji; Bunga atas modal; Bonus danmembagi sisa Laba-rugi dalam ratio tertentu

Page 14: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

Contoh:

A & Z pada 1 Jan 20x1 mendirikan Persekutuan “AZ”, dan menutup buku tiap 31 Des. Untuk tahun buku yang berakhir Tgl 31 Des 20x1 Persekutuan memperoleh Laba U$ 36,000. Rekening masing-masing sekutu pada akhir periode 20x1 nampak sbb:

Debit KreditLaba-Rugi - 36,000Prive A 6,000 -Modal A, 1 Januari - 50,000

1 April - 10,000Prive Z 19,000 -Modal Z, 1 Januari - 70,000

1 Maret 5,000 - 1 November - 10,000

Pertanyaan: Buatlah Jurnal dan perhitungannya!

Page 15: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

Apabila Laba-Rugi dibagi sama:

Perhitungan:A memperoleh bagian sebesar: ½ x U$ 36,000 = U$ 18,000Z memperoleh bagian sebesar: ½ x U$ 36,000 = U$ 18,000

Pencatatan Jurnal: Ikhtisar Laba – Rugi U$ 36,000

Prive A U$ 18,000Prive Z U$ 18,000

Page 16: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

Laba-Rugi dibagi berdasarkan ratio tertentu, misalnya A : Z = 3:2

Perhitungan:A memperoleh bagian sebesar: 3/5 x U$ 36,000 = U$ 21,600Z memperoleh bagian sebesar: 2/5 x U$ 36,000 = U$ 14,400

Pencatatan Jurnal: Ikhtisar Laba – Rugi U$ 36,000

Prive A U$ 21,600Prive Z U$ 14,400

Page 17: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

Laba-Rugi dibagi berdasarkan: Ratio modal awal tahun

Perhitungan:A memperoleh bagian sebesar: 50,000/120,000 x U$ 36,000 = U$ 15,000Z memperoleh bagian sebesar: 70,000/120,00, x U$ 36,000 = U$ 21,000

Pencatatan Jurnal: Ikhtisar Laba – Rugi U$ 36,000

Prive A U$ 15,000Prive Z U$ 21,000

Page 18: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

Laba-Rugi dibagi berdasarkan: Ratio modal akhir tahun

Perhitungan:A memperoleh bagian sebesar: 60,000/135,000 x U$ 36,000 = U$ 16,000Z memperoleh bagian sebesar: 75000/135,00, x U$ 36,000 = U$ 20,000

Pencatatan Jurnal: Ikhtisar Laba – Rugi U$ 36,000

Prive A U$ 16,000Prive Z U$ 20,000

Page 19: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

Laba-Rugi dibagi berdasarkan: Ratio modal rata-rata setahun

Sekutu tanggal Jumlah

Lama BeredarJumlah modal

Modal rerata selama beredar

A 1 Januari 50,000 3 bulan 150,000

  1 April 60,000 9 bulan 540,000

      12 bulan 690,000

Z 1 Januari 70,000 2 bulan 140,000

  1 Maret 65,000 8 bulan 520,000

  1 Nopember 75,000 2 bulan 150,000

      12 bulan 810,000

Page 20: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

Laba-Rugi dibagi berdasarkan: Ratio modal rata-rata setahun

Perhitungan:A memperoleh bagian sebesar: 690,000/1,500,000 x U$ 36,000 = U$ 16,560Z memperoleh bagian sebesar: 810,000/1,500,000 x U$ 36,000 = U$ 19,440

Pencatatan Jurnal: Ikhtisar Laba – Rugi U$ 36,000

Prive A U$ 16,560Prive Z U$ 19,440

Page 21: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

Laba-Rugi dibagi dengan memperhitungkan gaji untuk para sekutu, sisanya dibagi dgn ratio tertentu:

Misalnya pada persekutuan tsb, A dan Z diberikan gaji (sesuai kesepakatan) sebesar 1,500/Bln untuk A dan 1,250/Bln untuk Z. Sisa Laba-Rugi dibagi sama. Maka:

Keterangan Total Sekutu A Sekutu Z

Laba tahun 20x1 36,000    

Gaji satu tahun (33,000) 18,000 15,000

Sisa (dibagi sama) 3,000    

  (3,000) 1,500 1,500

Bagian laba u/ sekutu 0 19,500 16,500

Page 22: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

Laba-Rugi dibagi dengan memperhitungkan gaji untuk para sekutu, sisanya dibagi dgn ratio tertentu:

Perhitungan:A memperoleh bagian sebesar: 690,000/1,500,000 x U$ 36,000 = U$ 16,560Z memperoleh bagian sebesar: 810,000/1,500,000 x U$ 36,000 = U$ 19,440

Pencatatan Jurnal: Ikhtisar Laba – Rugi U$ 36,000

Prive A U$ 16,560Prive Z U$ 19,440

Page 23: PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN