buku k3 a5

Download Buku k3 a5

Post on 12-Jun-2015

3.474 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1. KESEHATAN KESELAMATAN KERJA (K3) Ainun Najib (12518241030) Sidiq Wahyu Hidayat(12518241006) Abdul Jabar (12518241008)AINUN3

2. PENDAHULUAN A. Kecelakaan Kerja Secara umum, kecelakaan selalu diartikan sebagai kejadian yang tidak dapat diduga. kecelakaan kerja dapat terjadi karena kondisi yang tidak membawa keselamatan kerja, atau perbuatan yang tidak selamat. Kecelakaan kerja dapat didefinisikan sebagai setiap perbuatan atau kondisi tidak selamat yang dapat mengakibatkan kecelakaan. Berdasarkan definisi kecelakaan kerja maka lahirlah keselamatan dan kesehatan kerja yang mengatakan bahwa cara menanggulangi kecelakaan kerja adalah dengan meniadakan unsur penyebab kecelakaan dan atau mengadakan pengawasan yang ketat.B. Penyebab Kecelakaan Kerja Kecelakaan tidak terjadi begitu saja, kecelakaan kerja diakibatkan oleh berbagai faktor penyebab. Teori tentang penyebab terjadinya kecelakaan kerja Antara lain sebagai berikut: 1. Teori kebetulan murni (pure chance theory). Kecelakaan terjadi atas kehendak Tuhan sehingga tidak ada pola yang jelas dalam rangkaian peristiwanya, karena itu kecelakaan kerja terjadi secara kebetulan saja.4 3. 2. Teori kecenderungan celaka (accident phone theory). Pada pekerja tertentu lebih sering tertimpa kecelakaan karena sifat-sifat pribadinya yang memang cenderung untuk mengalami kecelakaan. 3. Teori tiga faktor utama (three main factors theory). Penyebab kecelakaan adalah faktor peralatan, lingkungan dan manusia pekerja itu sendiri. 4. Teori dua faktor utama (two main factors theory). Kecelakaan ini disebabkan oleh: a. Kondisi berbahaya (unsafe condition) Mesin, peralatan, bahan, dan lain-lain Lingkungan kerja Proses kerja Sifat pekerjaan Cara kerja b. Perbuatan berbahaya (unsafe action) dari manusia Sikap dan tingkah laku yang tidak baik Kurang pengetahuan dan keterampilan Cacat tubuh yang tidak terlihat Keletihan dan kelesuan5 4. 5. Teori faktor manusia (human factor theory). Menekankan bahwa pada akhirnya semua kecelakaan kerja baik langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh kesalahan manusia. C. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau sering kita sebut K3 saat ini sudah sangat nyaring terdengar apalagi dikalang para pekerja suatu industri ataupun pabrik, dengan adanya slogan zero accident maka istilah K3 semakin akrab dengan telinga masyarakat. Akan tetapi, tidak bayak orang yang mengetahui apa itu K3 dan hanya mendengar sepintas mengenai istilah K3 ini. Keselamatan kerja merupakan sarana atau alat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diduga yang disebabkan oleh kelalaian kerja serta lingkungan kerja yang tidak kondusif. Konsep ini diharapkan mampu menihilkan kecelakaan kerja sehingga mencegah terjadinya cacat atau kematian terhadap pekerja, kemudian mencegah terjadinya kerusakan tempat dan peralatan kerja. Konsep ini juga mencegah pencemaran lingkungan hidup dan masyarakat sekitar tempat kerja. Sementara kesehatan kerja diharapkan menjadi instrumen yang mampu menciptakan dan memeliharaderajatkesehatankerjasetinggi-tingginya.Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen yang6 5. memproteksi masyarakatpekerja, sekitarperusahaan,daribahayalingkungan akibathidup,kecelakaandan kerja.Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. K3 bertujuan mencegah, mengurangi, bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja. penerapan konsep ini tidak boleh dianggap sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang menghabiskan banyak biaya perusahaan, melainkan harus dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang yang memberi keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan datang.Kegiatan Praktikum Teknik Mesin UNYD. Bengkel dan Pengunaan AlatPada umumnya bengkel yang ada di sekitar kita baik itu di sekolah, kampus, ataupun dilingkungan sekitar kita tinggal, banyak terjadi kegiatan yang menggunakan alat-alat dan bahan-bahan yang banyak7 6. memiliki resiko ketika tidak sesuai pengunaannya.Zero Sick I. Hazard (Bahaya) Setiap lingkungan kerja pasti memiliki sumber bahaya yang harus diperhatikan oleh semua pekerja agar kecelakaan kerja yang ditimbulkan oleh sumber bahaya tersebut dapat dihindari. Sumber bahaya yang ada di terdapat pada bengkel tempat praktikum diantaranya adalah: a. Tersengat listrik Sengatan listrik(tersetrum) merupakan bahaya yang sering terjadi akibat kelalaian manusia. Istilah tersetrum dapat diartikan sebagai suatu peristiwa hubungan singkat dimana tubuhmanusia menjadikonduktor bagiarus listrik.Konduktor ialah benda-benda yang dapat menghantarkan listrik.Definisilain dari tersetrumadalah peristiwamengalirnya arus listrik pada tubuh manusia akibat kontak antara tubuh manusia dengan sumber listrik yang dapat menyebabkanstimulasi(rangsangan)padasaatyangberlebihan. Itulah yang menyebabkan timbulnya rasa sakit saat tersetrum.8 7. Gambar : Alat praktikum dengan kabel terkelupas di bengkel listrik SMK 2 YogyakartaContoh dari gambar diatas merupakan salah satu kesalahan yang dapat berakibat fatal, salah satunya adalah kebocoran arus. Hal itu terjadi karena kabel terkelupas dan instalasi tidak baik (rangkaian dalam keadaan terbuka). Keadaan tersebutdiatas sangatberbahaya, diantarnya konsleting listrik yang dapat menyebabkan kebakaran dan arus bocor bila mengenai tubuh akan tersengat yang dapat mengakibatkan luka bakar bahkan kematian. Untuk menghindari hal tersebut terjadi diperlukan suatu upaya pencegahan, hal paling mudah adalah Menuput kabel yang terkelupas dan memperbaiki instalasi yang terbuka dan juga menggunakan APD (Alat pelindung Diri) yaitu sarung tangan, atau kedua langkah tersebut dilakukan bersamaan tentu akan memiliki tingkat keamanan yang lebih baik.9 8. b. Kebakaran Tidak menutup kemungkinan di bengkel mengalami musibah kebakaran, karena banyaknya peralatan listrik dan percikan api saat proses pengelasan yang merupakan salah satu penyebab kebakaran, didukung dengan bahan baku (material) mudah terbakar terdapat didalam bengkel. Untuk mencegah hal tersebut, maka diperlukan sistem proteksi dan sistem grounding yang baik pada bengkel pengelasan dan maupun bengkel praktikum dan belistrik. Pemilihan, pemisahan dan penempatan bahan baku sebaiknya diperhatikan. Tidak hanya tindakan pencegahan yang harus dilakukan, dibutuhkan juga antisipasi jika saja kebakaran terjadi.10 9. Gambar : Tabung Pemadam kebakaranTabung pemadam kebakaran harus tersedia dan dalam kondisi siap digunakan jika terjadi sewaktu-waktu terjadi musibah kebakaran. Banyak Bengkel tidak memiliki tabung pemadam, padahal tabung pemadam salah satu hal yang dibutuhkan untuk memncegah terjadinya kebakaran. Jika saja terjadi kebakaran, yang mungkin terjadi adalah kepanikan dan kebingungan karena tidak ada tabung pemadam kebakaran. c. Tertimpa,Tergores, Tersandung Peralatan dan barang yang diletakkan kurang sempurna akan menjadi sumber bahaya bagi praktikan. Jika peralatan tersebut tersenggol dan jatuh, maka kemungkinan yang terjadi adalah menimpa praktikan / orang yang berada di sekitarnya, hal ini tidak dapat disepelekan.Gambar : Penempatan barang yang membahayakan11 10. Untuk menghindari kecelakaan tersebut, maka peralatan dan barang harus ditempatkan dengan sempurna dan tempat peletakan peralatan harus memadai. Peralatan kerja dan barang yang terdapat dalam bengkel elektronikaSMKN2Yogyakartatampakberantakandanpenempatan yang barang yang cukup membahayakan dan proses praktik pada bengkel teknik mesin UNY yang tidak aman. Hal ini harusnya mendapat perhatian dari seluruh pengguna bengkel agar meletakkan peralatan sesuai dengan tempatnya serta memikirkan Kesehatan dan keselamatan dalam pekerjaaa dan proses praktikum nya. Karena beberapa peralatan terletak dibagian atas yang mungkin saja terjatuh, maka untuk kecelakaanakibatmeminimalisirterjadinyatertimpa peralatan/barang yang terjatuh,praktikan dapat menggunakan helm pelindung serta sepatu kerja khusus Dan merapihkan peralatan dan barang di area bengkel.Gambar : Penempatan peralatan yang baik12 11. Environmental (Keadaan Lingkungan)Keadaan lingkungan kerja merupakan suatu kondisi dimana seseorang melakukan aktifitas kerja. Lingkungan kerja dalam hal ini menyangkut kondisi kerja, suhu, penerangan, dan situasinya. Berikut merupakan keadaan lingkungan bengkel : 1. Penempatan barang yang membahayakanGambar : penempatan Kursi yang membahayakanDari gambar diatas tampak penataan kursi dan meja yang cukup berantakan, ini cukup membahayakan karena posisi kursi dan meja tersebut berada di jalur lalu lintas utama arah ke bengkel. Apabila kursi-kursi tersebut terjatuh dapat mengenai orang yang sedang lewat, dan dapat menyadung pengguna jalan.13 12. Lebih baik lagi jika peletakan kursi dan meja yang tidak di pakai diletakan digudang agar tidak menggangu lalu lintas ke arah bengkel dan terlihat lebih rapi dan bersih. 2. Bekerja tidak pada tempatnya dan peggunaan APDGambar :penggerendaan tidak pada tempatnyaGambar diatas menunjukan proses penggerendaan yang tidak pada tempatnya tepatnya dipinggir jalan utama fakultas teknnik. Kegiatan ini dilakukan oleh praktikan dari Jurusan pendidikan teknik mesin UNY, praktikan disini tidak memikirkan apa dampak yang terjadi ketika mereka melakukan penggerendaan, padahal apa yang merekalakukan itu sangat berbahaya bagi dirinyamaupun orang lain. Disini praktikan tidak mengenakan masker, sarung tangan, dan kacamata dalam proses penggerendaan, hal ini dapat menyebabkan iritasi pada mata, gangguan pernafasan, dan luka terkena alat gerenda.14 13. Harusnya dalam pelaksanaan praktik praktikan mengguak APD secara lengkap dan melakukan penggerendaan pada tempat yang sudah di sediakan agar tidak menggangu orang lain, selain itu pengawas bengkel harus mengingatkan para praktikan apabila praktikan melakukan kesalahan.3. Kebersihan kurang terjagaGambar : Tempat cuci dibengkel SMKN2 YogyakartaKebersihan merupakan salah satu hal yang paling penting di sebuah lingkungan, karena kebersihan sala