[update] makalah revisi das

Click here to load reader

Post on 19-Nov-2015

15 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

DAFTAR ISI....................................................................................................................................iKATA PENGANTAR.iiBAB IPENDAHULUAN11.1Latar Belakang12.1Rumusan Masalah11.2Tujuan11.3Manfaat2BAB IITINJAUAN PUSTAKA32.2Pengertian DAS32.3Pengelolaan DAS32.4Prinsip Pengelolaan DAS3BAB IIIMETODOLOGI53.1DAS Ciliwung53.2Bagian Hulu DAS Ciliwung63.2.1Kondisi Fisik Wilayah Ciliwung Bagian Hulu63.2.2Topografi dan Bentuk Wilayah63.2.3Penggunaan Lahan73.2.4Geologi dan Geomorfologi83.3Bagian Tengah DAS Ciliwung83.3.1Kondisi Fisik Wilayah Ciliwung Bagian Tengah83.3.2Topografi dan bentuk wilayah93.3.3Penggunaan Lahan93.3.4Geologi dan Geomorfologi93.4Bagian Hilir DAS Ciliwung103.4.1Kondisi Fisik Wilayah Ciliwung Bagian Hilir103.4.2Topografi dan bentuk wilayah103.4.3Penggunaan Lahan103.4.4Geologi dan Geomorfologi113.5Keadaan DAS Ciliwung Masa Lampau113.6Keadaan DAS Ciliwung sekarang113.7Pengelolaan DAS113.7.1Teknologi Pengelolaan DAS13BAB IVPENUTUP4.1Kesimpulan15KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah dengan judul "DAS Ciliwung dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini ditulis sebagai syarat untuk tugas Perancangan dan Manajemen DAS yang di ampu oleh dosen Ibu Dr. Liliya Dewi Susanawati,ST,MT. Dalam kesempatan ini kami ingin mengucapkan terimakasih kepada Dosen Pengampu dan teman-teman yang telah membantu dalam proses penulisan makalah ini baik secara langsung maupun tidak langsung. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan untuk kesempurnaan tugasmakalahini. Akhir kata, kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada semua teman-teman yang memerlukannya, dan bermanfaat bagi kita semua.

Malang, 21 Oktober 2014

Penulis

i

BAB IPENDAHULUANLatar BelakangDaerah aliran sungai (DAS) adalah suatu wilayah yang dibatasi oleh punggung-punggung bukit yang menampung air hujan dan mengalirkannya melalui saluran air, dan kemudian berkumpul menuju suatu muara sungai, danau atau waduk, dan laut. Dari namanya, DAS menggambarkan bahwa sungai atau air merupakan faktor yang sangat penting dalam pengelolaan DAS karena air menunjang kehidupan berbagai makhluk hidup di dalamnya. Masalah pada DAS yang utama berhubungan dengan jumlah (kuantitas) dan mutu (kualitas) air. Air sungai menjadi berkurang (kekeringan) atau menjadi terlalu banyak (banjir) menggambarkan jumlah air. Air sungai yang bersih menjadi keruh karena erosi dan hanyutnya zat beracun dari daerah perindustrian atau pertanian menggambarkan mutu air.Pada daerah aliran sungai terdapat berbagai macam penggunaan lahan, misalnya hutan, lahan pertanian, pedesaan, perindustrian dan jalan. Dengan demikian DAS mempunyai berbagai fungsi sehingga perlu dikelola. Pengelolaan DAS merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, petani dan pemerintah untuk memperbaiki keadaan lahan dan ketersediaan air secara terintegrasi di dalam suatu DAS. DAS Ciliwung merupakan salah satu DAS yang berada di Pulau Jawa yang memiliki fungsi sangat vital bagi kehidupan. DAS Ciliwung memiliki berbagai aktivitas produk barang dan jasa yang diperlukan bagi pemenuhan kebutuhan mahluk hidup yang ada di atasnya. Dalam perkembangannya, diantara berbagai aktivitas pada DAS Ciliwung terjadi adanya tolak angsur (trade off) sesuai dengan interaksi antar pelaku di dalam DAS Ciliwung. Dalam suatu periode waktu manfaat ekonomi dari berbagai aktivitas menjadi penting bagi masyarakat, namun pada saat yang berbeda manfaat ekologis menjadi sangat penting dan melebihi kepentingannya dari pada manfaat sosial maupun ekonomi. DAS Ciliwung merupakan wilayah yang telah berkembang dengan berbagai manfaat seperti penggunaan lahan hutan, pertanian, pedesaan, perindustrian dan jalan baik pada daerah hulu, tengah maupun hilir sejak tahun 1980-an. Dari manfaat tersebut membuat kualitas dan kuantitas sumber daya alami DAS Ciliwung mengalami degradasi sehingga diperlukan suatu pengelolaan secara terpadu karena DAS sangat penting untuk menunjang kehidupan berbagai mahluk hidup.

Rumusan MasalahAdapun rumusan masalah dari latar belakang DAS Ciliwung :Bagaimana bentuk DAS Ciliwung?Seperti apakah bagian Hulu DAS Ciliwung?Seperti apakah bagian Tengah DAS Ciliwung?Seperti apakah bagian Hilir DAS Ciliwung?Bagaimanakah DAS Ciliwung pada masa lampau?Bagaimanakah DAS Ciliwung pada masa sekarang?Bagaimana pengelolaan DAS Ciliwung?

TujuanAdapun tujuan dari rumusan masalah DAS Ciliwung adalah :1. Mengetahui bentuk DAS Ciliwung.1. Mengetahui bagaimana bagian Hulu DAS Ciliwung.1. Mengetahui bagaimana bagian Tengah DAS Ciliwung.1. Mengetahui bagaimana bagian Hilir DAS Ciliwung.1. Mengetahui DAS Ciliwung pada masa lampau.1. Mengetahui DAS Ciliwung pada masa sekarang.1. Mengetahui cara pengelolaan DAS Ciliwung.

ManfaatManfaat dari makalah ini adalah dapat memberi pengetahuan mengenai perencanaan dan manajemen DAS bagi mahasiswa/i dan khalayak umum khususnya DAS Ciliwung.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

Pengertian DASDaerah aliran sungai (DAS) didefinisikan sebagai hamparan wilayah yang dibatasi oleh pembatas topografi (pungung bukit) yang menerima, mengumpulkan air hujan, sedimen, dan unsur hara serta mengalirkanya melalui anak-anak sungai dan keluar pada satu titik (outlet). Dalam memberikan pengertian Daerah Aliran Sungai (DAS) hingga saat ini masih belum disepakati dalam satu definisi baku namun pada umumnya mengacu pada batasan sistem. Mengacu pada difinisi tersebut, diskusi Pengelolaan DAS di Bogor tahun 1978 (Direktorat Reboisasi dan Rehabilitasi, 1978) memberikan batasan DAS sebagai: satu wilayah daratan yang menampung dan menyimpan air hujan untuk kemudian menyalurkannya ke laut melalui satu sungai utama.Bila didasarkan pada fungsi sungai yang menerima air dan mengalirkannya, maka Seyhan (1977) dan Manan (1978) (Dalam Hadi Purnomo, 1990) mendefinisikan DAS sebagai berikut: DAS sebagai wilayah daratan yang dibatasi oleh pemisahan topografis, berfungsi untuk menampung, menyimpan dan selanjutnya mengalirkan seluruh air hujan yang jatuh diatasnya menuju ke sistem sungai terdekat, dan pada akhirnya bermuara ke waduk, danau dan ke laut.

Pengelolaan DASDalam Keputusan Menteri Kehutanan Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Nomor : 52/Kpts-II/2001, DAS didefinisikan sebagai: Suatu daerah tertentu yang bentuk dan sifat alamnya sedemikian rupa, sehingga merupakan kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya yang melalui daerah tersebut dalam fungsinya untuk menampung air yang berasal dari curah hujan dan sumber air lainnya dan kemudian mengalirkannya melalui sungai utamanya (single outlet). Satu DAS dipisahkan dari wilayah lain disekitarnya (DAS-DAS lain) oleh pemisah dan topografi, seperti punggung perbukitan dan pegunungan. Memperhatikan DAS tidak hanya sebagai satuan tata air dan satuan ekosistem, tepat juga sebagai tempat berinteraksinya manusia maka Easter dan Hufschmidt (1985) mendefinisikan sebagai: Suatu kawasan yang dibatasi oleh suatu topografi yang mana mendrainasikan air melalui sistem aliran sungai. DAS sebagai unit hidrologis dan sebagai unit sosioekonomik dan sosiopolitik untuk merencanakan dan mengiplementasikan aktivias pengelolaan sumberdaya alam.

Prinsip Pengelolaan DASPrinsip pengelolaan DAS yang benar diharapkan tercapainya kondisi hidrologis yang optimal, meningkatnya produktifitas lahan yang diikuti oleh perbaikan kesejahteraan masyarakat. Beberapa prinsip dasar dalam pengelolaan DAS adalah :DAS sebagai suatu kesatuan ekosistem dari hulu sampai hilir, satu perencanaan dan satu pengelolaan.Multipihak, koordinatif, menyeluruh dan berkelanjutan.Adaptif dan sesuai dengan karakteristik DAS.Pembagian beban biaya dan manfaat antar multipihak secara adil.Akuntabel.

BAB IIIMETODOLOGIDAS CiliwungDAS Ciliwungmeliputi areal 370,8 km2, panjang sungai utamanya 124,1 km menurut toposekuensnya dibagi kedalam tiga bagian, yaitu: hulu, tengah dan hilir, masing-masing dengan stasiun pengamatan arus sungai di Bendung Katulampa Bogor, Ratujaya Depok, dan Pintu Air Manggarai Jakarta Selatan. Aliran Sungai Ciliwung di bagian hilir mulai dari Pintu Air Manggarai sampai ke Laut Jawa terhubung dengan Banjir Kanal Barat (BKB). DAS Ciliwung di sebelah Barat berbatasan dengan DAS Krukut dan Grogol yang terhubung dengan Banjir Kanal Barat (BKB). Di sebelah Timur berbatasan dengan DAS Cipinang, Sunter, Buaran-Jatikramat, dan Cakung yang terhubung dengan Banjir Kanal Timur (BKT). Berdasarkan batas administrasi, wilayah DAS Ciliwung melingkupi Kab. Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Provinsi DKI Jakarta. Bentuk DAS Ciliwung mulai dari hulu sampai daerah Katulampa mempunyai bentuk dendritik. Bentuk ini mencirikan bahwa antara kenaikan aliran dengan penurunan aliran ketika terjadi banjir mempunyai durasi yang seimbang. Sedangkan kearah hilir berbentuk paralel (memanjang) dan makin sempit. Dengan bentuk seperti ini peranan daerah hulu semakin penting, kontribusi aliran permukaan dari daerah ini cukup besar. Jika kondisi fisik khususnya perubahan penggunaan lahan berubah maka akan mengakibatkan perubahan yang nyata terhadap karakteristik aliran sungai. Total luas DAS Ciliwung adalah 370,8 km2 dengan panjang sungai utamanya 124,1 km dari hulu sampai ke hilir. Secara keseluruhan, total panjang aliran di DAS Ciliwung adalah 1.076,1 Km dengan kerapatan jaringan aliran permukaannya adalah 2,9 Km/Km2. Secara keseluruhan, DAS Ciliwung terbagi menjadi 18 Sub DAS seperti yang disajikan pada gambar berikut:

Bagian Hulu DAS CiliwungKondisi Fisik Wilayah Ciliwung Bagian HuluPenentuan batas Wilayah Ciliwung Bagian Hulu didasarkan pada bentang alam dan administrasi seperti dijelaskan pada uraian berikut: Luas DAS Ciliwung Bagian Hulu adalah 14.876 Ha terbagi kedalam 4 (empat) Sub DAS yaitu :1. Sub DAS Ciesek seluas 2.452,78 Ha2.