strategi pemasaran dan perkembangan produk …e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/797/1/... ·...

of 94/94
STRATEGI PEMASARAN DAN PERKEMBANGAN PRODUK TABUNGAN WADIAH DI BANK SYARIAH MANDIRI KCP GUBUG SEMARANG TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Ahli Madya Ekonomi Syariah (A.Md.E.Sy) Oleh: MUHAMMAD AINUR RIFQI NIM 201-12-038 JURUSAN D III PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA 2015

Post on 30-Oct-2020

3 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • iii

    STRATEGI PEMASARAN DAN PERKEMBANGAN PRODUK

    TABUNGAN WADIAH DI BANK SYARIAH MANDIRI KCP

    GUBUG SEMARANG

    TUGAS AKHIR

    Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar

    Ahli Madya Ekonomi Syariah (A.Md.E.Sy)

    Oleh:

    MUHAMMAD AINUR RIFQI

    NIM 201-12-038

    JURUSAN D III PERBANKAN SYARIAH

    FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

    INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA

    2015

  • STRATEGI PEMASARAN DAN PERKEMBANGAN PRODUK

    TABUNGAN WADIAH DI BANK SYARIAH MANDIRI KCP

    GUBUG SEMARANG

    TUGAS AKHIR

    Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar

    Ahli Madya Ekonomi Syariah (A.Md.E.Sy)

    Oleh:

    MUHAMMAD AINUR RIFQI

    NIM 201-12-038

    JURUSAN D III PERBANKAN SYARIAH

    FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

    INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA

    2015

  • ii

  • iii

  • iv

  • MOTTO

    “Hidup itu bagaikan roda pedati,terkadang kita berada diatas

    terkadang juga kita berada dibawah, tidak ada yang perlu

    disombongkan di dunia ini”

    “Semulia-mulianya manusiabialahbsiapa yang mempunyaibadab,

    merendah diri ketika berkedudukan tinggi,

    memanfaatkan ketika berdaya membalas dan adil ketika kuat”

    (Khalifah Abdul Malik bin Marwan)

    v

  • PERSEMBAHAN

    TugasAkhirinisayapersembahan:

    1. UntukAllah SWT Terimakasihberkatrahmatdanhidayah-

    NyaakhirnyaTugasAkhiriniterselesaikanjuga.

    2. UntukbagindaRasulMuhammad SAW, yang sayanantikansyafaatnya di

    Akhirat.

    3. Untukkedua orang tuasayaBapakYohridanIbuMarliyahyang

    senantiasadantidaklelahmendo’akandanmemberikansemangatuntuksaya.

    4. Seseorang yang telah member motivasi yang tinggi serta dorongan dan

    do’anya, sehingga penulis selalu bersemangat dalam menjalani kehidupan.

    5. Seluruhkeluargadanteman-temansekalianuntukharapandando’akalian.

    6. Teman-teman D III perbankansyariahangkatan 2012

    atasbantuannyadalammenyelesaikankaryaini.

    7. Sivitasakademisipadaalmamatertercinta IAIN salatiga.

    ABSTRAK

    vi

  • Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum produk-

    produk tabungan wadi’ah yang ada di BSM KCP Gubug Semarang kemudian

    bagaimana strategi pemasaran dan perkembangan produk tabungan wadi’ah di

    BSM KCP Gubug Semarang selama periode 2012-2013. Metode penelitian yang

    digunakan adalah penelitian kualitatif yaitu prosedur penelitian yang

    menghasilkan data deskriptif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan

    dengan cara wawancara terhadap karyawan BSM KCP Gubug Semarang,

    observasi secara langsung terhadap obyek tertentu yang menjadi fokus penelitian

    dan mengetahui suasana kerja BSM KCP Gubug Semarang, dan dokumentasi

    yang berhubungan dengan penelitian ini.

    Hasil dari penelitian ini adalah produk tabungan wadi’ah pada Bank

    Syariah Mandiri KCP Gubug semarang ada tiga macam yaitu: Tabungan Simpatik

    BSM, TabunganKu, dan Giro BSM. Strategi-strategi yang digunakan Bank

    Syariah Mandiri KCP Gubug Semarang dalam pemasaran produk khusunya

    tabungan wadiah adalah dengan menggunakan sistem marketing mix dengan

    rincian: Produk (product), Harga (price), Promosi (promotion), Tempat (place),

    Orang (people), Proses (proses), Layanan konsumen (Customer service). Dari sisi

    perkembangan dan pertumbuhan pada produk tabungan wadiah pada tahun 2012-

    2013 mengalami kenaikan yang signifikan, dari segi produk tabungan simpatik

    naik 51,74% atau sebesar Rp. 322.917.945, tabunganku naik 157,19% atau

    sebesar Rp. 152.397.028 sedangan dari sektor produk giro mengalami kenaikan

    20,94% atau sebesar Rp. 36.732.191 hal ini menunjukkan bahwa dampak dari

    strategi yang dilakukkan berjalan dengan maksimal.

    Kata Kunci: Strategi, Pemasaran, Perkembangan Produk Tabungan

    Wadi’ah.

    KATA PENGANTAR

    vii

  • Assalamu’alaikumWr. Wb

    Segalapujidansyukurpenulispanjatkankehadirat Allah SWT, yang telah

    melimpahkan rahmat, taufik, sertahidayah-Nyakepadapenulis,

    sehinggapenulisdapatmenyelesaikanpenulisanTugasAkhirdenganjudul“StrategiPe

    masaran Dan PerkembanganProduk Tabungan Wadiah Di Bank

    SyariahMandiri KCP Gubug Semarang”

    ShalawatsertasalampenulishaturkankepadaNabi Muhammad SAW, yang

    senantiasakitaikutiteladan-Nya. Dan denganbantuandandorongandariberbagai

    pihak,

    makapenulisTugasAkhirinidapatterselesaikanmeskipunmasihjauhdarikesempurnaa

    n.

    PenulisanTugasAkhirinidimaksudkanuntukmemenuhitugasdanmelengkapi

    syaratujianmunaqosah, yang selanjutnyaakanmemperolehgelarAhliMadnya di

    Institut Agama Islam NegeriSalatiga.

    PenulisjugamenyadaribahwapenulisanTugasAkhirinisulituntukdapatterwujudtanpa

    adanyabantuandariberbagaipihak.Olehkarenaitudalamkesempataninipenulisingin

    mengucapkanbanyakterimakasihkepadasemua pihak yang

    memberikankontribusinyabaik material maupun spiritual khususnyakepada :

    1. Bapak Dr. RahmatHariyadi, M.Pd.,selakuRektor IAIN Salatiga.

    viii

  • 2. Bapak Dr. Anton Bawono, SE, M.Si.,selakuDekanfakultassyariah

    IAIN Salatiga.

    3. BapakAhmad Mifdlol M., Lc., M.S.I., selakupembimbingakademik D

    III perbankansyariah.

    4. Bapak Dr. AgusWaluyo, M.Ag., selakudosenPembimbing yang

    telahmemberikanbimbingandanpengarahankepadapenulisdenganpenuh

    perhatiandankesabaranselamamenyusunmaupunpenulisanTugasAkhiri

    ni.

    5. Bapak danIbudosenperbankansyariahterimakasihatasilmu yang

    tiadabatasnya.

    6. Bapakdanibutercinta yang

    tanpahentimengalirkando’auntukkesempatandankeberhasilanpenulisser

    tamemberikansemangatbaik spiritual, morildanmateril.

    7. BapakTeguhSantososelakuManajerOperasional PT Bank

    SyariahMandirikantorcabangGubug Semarang yang

    telahmemberikanizinkepadapenulisuntukmengadakanpenelitianini.

    8. TrisnaUtamiDewi, Siti Fatimah danseluruhstafkaryawan di Bank

    SyariahMandiri KCP Gubug Semarang yang

    telahmembantudalamperizinansertawawancarapenulisantugasakhirini.

    9. Keluarga besar D III Perbankan Syariahkhusunyaangkatan 2012,

    terimakasihatassemuadukungannyadanbuatangkatan 2013 dan 2014

    tetapsemangat.

    ix

  • 10. Semuapihak yang tidakdapatdisebutkansatupersatudan yang

    telahmendukungbaiksecaralangsungmaupuntidaklangsungdalampenuli

    santugasakhirini,

    penulishanyamampumenghaturkansebuahucapanterimakasih yang

    tulusdanikhlasdarihatisanubari yang paling dalam,

    sertairingando’asemogaallahmemberikanrahmatdankeselamatanbagikit

    a semua, Amin.

    PenulismenyadaribahwadalampenulisandanpenyusunanTugasAkhirinijauh

    darisempurna, untukitukritikdan saran

    selalupenulisharapkan.SemogadengandisusunnyaTugasAkhirinidapatmemberikan

    manfaatbagipenulispadakhususnyadan pembaca padaumumnya.

    WassalamualaikumWr. Wb.

    Salatiga, 13 Agustus 2015

    Muhammad AinurRifqi

    201-12-038

  • DAFTAR ISI

    Halaman

    HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i

    HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii

    HALAMAN PENGESAHAN MUNAQOSAH .................................................. iii

    HALAMAN LEMBAR PENGESAHAN .......................................................... iv

    HALAMAN MOTTO ......................................................................................... v

    HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................ vi

    ABSTRAK ........................................................................................................ vii

    KATA PENGANTAR ..................................................................................... viii

    DAFTAR ISI ...................................................................................................... xi

    DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xiv

    DAFTAR TABEL ............................................................................................ xv

    BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1

    A. Latar Belakang ........................................................................................ 1

    B. Rumusan Masalah ................................................................................... 5

    C. Tujuan dan Kegunaan ............................................................................. 5

    1. Tujuan Penelitian .............................................................................. 5

    2. Kegunaan Penelitian.......................................................................... 6

    D. Tinjauan Pustaka ..................................................................................... 7

    E. Metode Penelitian.................................................................................... 8

    1. Jenis Penelitian .................................................................................. 8

    2. Metode Penelitian.............................................................................. 8

    x

  • F. Penegasan Istilah ................................................................................... 10

    G. SistematikPenulisan .............................................................................. 11

    BAB II LANDASAN TEORI ........................................................................... 13

    A. TINJAUAN UMUM PEMASARAN ................................................... 13

    1. Pengertian Pemasaran .................................................................... 13

    2. Tujuan Pemasaran .......................................................................... 14

    3. Pengertian Strategi ......................................................................... 15

    4. Pengertian Strategi Pemasaran ....................................................... 15

    5. Bauran Pemasaran .......................................................................... 16

    B. TINJAUAN UMUM TABUNGAN WADI’AH .................................... 20

    1. Pengertian Tabungan ...................................................................... 20

    2. Pengertian Wadi’ah ........................................................................ 22

    3. Tabungan Wadi’ah ......................................................................... 23

    4. Landasan Syari’ah ......................................................................... 24

    5. Macam-Macam Wadi’ah ................................................................ 24

    BAB III LAPORAN OBJEK ............................................................................ 27

    A. Sejarah Bank Syariah Mandiri ............................................................. 27

    B. Visi dan Misi Bank Syariah Mandiri ................................................... 29

    C. Struktur Organisasi Bank Syariah Mndiri KCP Gubug Semarang ....... 31

    D. Tugas dan Wewenang Tiap Bagian....................................................... 33

    E. Produk dan Jasa Bank Syariah Mandiri ............................................... 43

    a. Produk Pendanaan .......................................................................... 44

    b. Produk Pembiayaan ......................................................................... 46

    xi

  • c. Produk Layanan Jasa ...................................................................... 49

    d. Produk Layanan Operasional ......................................................... 52

    BAB IV ANALISIS ......................................................................................... 54

    A. Gambaran Umum Produk Tabungan Wadi’ah di Bank Syariah

    mandiri KCP Gubug semarang ............................................................ 54

    1. Tabungan Simpatik BSM ............................................................... 54

    2. TabunganKu ................................................................................... 56

    3. Giro BSM ....................................................................................... 58

    B. Strategi Pemasaran Dan Perkembangan Produk Tabungan Wadi’ah

    di BSM KCP Gubug Semarang ........................................................... 60

    1. Strategi Pemasaran Tabungan Wadi’ah di BSM KCP Gubug

    Semarang ........................................................................................ 60

    2. Perkembagan Produk Tabungan Wadi’ah tahun 2012-2013 ......... 66

    BAB V PENUTUP ............................................................................................ 69

    A. Kesimpulan ........................................................................................... 69

    B. Saran ..................................................................................................... 70

    DAFTAR PUSTAKA

    LAMPIRAN-LAMPIRAN

    xii

  • DAFTAR GAMBAR

    NOMOR JUDUL HALAMAN

    2.1 Gambar skema Wadi’ah Yad Amanah ........................................ 25

    2.2 Gambar Sekma Wadi’ah Yad Dhamanah ................................ 26

    3.1 Gambar Struktur Organisasi BSM KCP Gubug Semarang ........... 32

    xiii

  • DAFTAR TABEL

    NOMOR JUDUL HALAMAN

    4.1 Perkembangan Produk Tabungan Wadi’ah .............................. 67

    xiv

    xv

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar belakang

    Perbankan adalah suatu lembaga yangmelaksanakan tiga fungsi utama, yaitu

    menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan memberikan jasa pengiriman

    uang. Di dalam sejarah Islam pembiayaan yang dilakukan dengan akad sesuai

    dengan syariah telah menjadi bagian dari tradisi umat islam sejak zaman

    Rasulullah SAW. Praktik-praktik seperti menerima titipan harta, meminjamkan

    uang untuk keperluan konsumsi dan untuk keperluan bisnis, serta melakukan jasa

    pengiriman uang telah lazim dilakukan sejak zaman Rasulullah SAW. Perbankan

    syariah modern mulai muncul di sejumlah negara Islam sebagai lembaga alternatif

    terhadap bank yang berbasis bunga. Bunga secara fiqih dikategorikan sebagai riba

    yang hukumnya haram.

    Perbankan dan keuangan Islam diterjemahkan sebagai perbankan dan

    keuangan yang memiliki kecocokan dengan etos dan sistem nilai Islam. Pada

    tahun 1980, periode “interest free banking” telah digunakan untuk menjelaskan

    sebuah alternatif sistem yang mengarah kepada sistem yang berdasarkan bunga

    konvensional. Tetapi, periode ”interes free banking” itu merupakan suatu konsep

    yang terbatas, dengan menunjukkan beberapa jumlah instrumen perbankan atau

    operasi yang menghindari bunga. Perbankan Islam, dalam pengertian umumnya

    bukan hanya untuk menghindari bunga berdasarkan transaksi, tetapi juga untuk

    menghindari gharar (tidak jelas), serta larangan-larangan yang terdapat di dalam

  • 2

    syariah Islam dan beberapa praktik yang tidak sesuai dengan etika dan untuk

    berpartisipasi di dalam pencapaian tujuan dan pencapaian ekonomi Islam.

    Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang mempunyai peranan

    penting di dalam perekonomian suatu negara sebagai lembaga perantara

    keuangan. Bank juga dapat dikatakan sebagai darahnya perekonomian suatu

    Negara. Dan saat ini Bank Syariah memberikan jasa berlandaskan konsep

    transaksi keuangan yang sangat modern dan sangat maju serta konsep keadilan.

    Bank berdasarkan prinsip syariah berfungsi sebagai suatu lembaga intermediasi,

    yaitu mengerahkan dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana kepada

    masyarakat yang membutuhkannya dalam bentuk fasilitas pembiayaan. Bank

    Syariah dapat melaksanakan semua kegiatan usaha yang biasa dilakukan oleh

    Bank Konvensional berdasarkan prinsip syariah, yaitu prinsip pembagian

    keuntungan dan kerugian (profit and loss sharing principle) (Sjahdeini,2007).

    Setiap bank syariah mempunyai bermacam-macam produk yang ditawarkan

    sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Didalam menawarkan produknya maka

    terjadi persaingan antara bank-bank syariah sehingga perlu adanya strategi

    didalam pemasaran masing-masing bank tersebut. Hal ini dilakukan agar

    masyarakat mengetahui dan berminat untuk mengambil manfaat dari produk-

    produk yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan, disamping itu strategi

    pemasaran yang harus ditinjau dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan

    pasar dan lingkungan pasar tersebut. Dengan demikian strategi pemasaran harus

    dapat memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang dilakukan dalam

  • 3

    menggunakan setiap kesempatan atau peluang pada beberapa sasaran

    pasar.Strategi merupakan serangkaian rancangan besar yang menggambarkan

    bagaimana sebuah perusahaan harus beroperasi untuk mencapai tujuannya

    (William,2006:7).

    Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan

    dimana setrategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah

    perusahaan, sehingga dalam menjalankan sebuah usaha diperlukan adanya

    pengembangan strategi pemasarannya. Strategi pemasaran merupakan proses

    pemasaran yang mencakup beberapa hal analisis atas kesempatan-kesempatan,

    pemilihan sasaran-sasaran, pengembangan strategi, perumusan rencana,

    implementasi serta pengawasan (Dagun, 2005:959).

    Dari banyaknya bank-bank syariah saat yang berkembang saat ini, Bank

    Syariah Mandiri (BSM) merupakan salah satu lembaga keuangan yang

    kegiatannya adalah menghimpun dan menyalurkan dana untuk masyarakat, salah

    satunya BSMKCP Gubug Semarang yang juga mempunyai strategi-strategi

    pemasaran pada setiap produk-produk yang ditawarkan, hal ini dilakukan agar

    masyarakat mengetahui dan tertarik untuk mengambil manfaat dari produk yang

    ditawarkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya.Terdapat bermacam-

    macam jenis tabungan di BSM yaitu tabungan BSM, Tabungan Berencana BSM,

    Tabungan Simpatik BSM, Tabungan Mabrur BSM, Tabungan BSM Dollar,

    Tabungan Investa Cendekia, TabunganKu, Deposito BSM, Deposito BSM Vallas,

    Giro BSM, Giro BSM vallas, misalnya tabungan yang menggunakan prinsip

  • 4

    wadi’ah adalah Tabungan simpati, Tabungan-Ku, Giro BSM yang memungkinkan

    investasi sesuai syariah sekaligus memperoleh kemudahan mengelola dana

    selayaknya tabungan.Tabungan wadi’ah merupakan tabungan yang dijalankan

    berdasarkan akad wadi’ah, yakni titipan murni yang harus dijaga dan

    dikembalikan setiap saat sesuai dengan kehendaki pemiliknya. Terkait dengan

    produk tabungan wadi’ah, Bank Syariah menggunakan akad wadi'ahyad adh-

    dhamanah.

    Jenis wadi’ah yad adh-dhamanah ini memiliki karakteristik sebagai berikut:

    a. Harta dan barang yang dititipkan boleh dimanfaatkan oleh yang

    menerima titipan.

    b. Karena dimanfaatkan, barang serta harta yang di titipkan tersebut

    tentu dapat menghasilkanmanfaat. Sekalipun demikian, tidak ada

    keharusan bagi penerima titipan untuk memberikan hasil

    pemanfaatan kepada si penitip.

    c. Produk perbankan yang sesuai dengan akad ini yaitu giro dan

    tabungan.

    d. Bank konvensional memberikan jasa imbalan yang dihitung

    berdasarkan prosentase yang ditetapkan. Adapun bank syariah,

    pemberian bonus (semacam jasa giro) tidak boleh disebutkan

    dalam kontrak ataupun dijanjikan dalam akad, tapi benar-benar

    pemberian sepihak sebagai tanda terimakasih dari pihak bank.

  • 5

    e. Jumlah pemberian bonus sepenuhnya merupakan wewenang

    manajemen bank syariah karena pada prinsipnya dalam akad ini

    penekananya adalah titipan.

    f. Produk tabungan juga dapat menggunaka akad wadi’ah karena

    pada prinsipnya tabungan mirip dengan giro,yaitu simpanan yang

    bisa diambil setiap saat (Antonio,2011:149).

    Berdasarkan penjelasan diatas, alasan utama penulis tertarik untuk mengambil

    judul ”Strategi Pemasaran dan Perkembangan Produk Tabungan Wadi’ah di

    Bank Syariah Mandiri KCP Gubug Semarang”

    B. Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas maka perumusan

    masalah pada penelitian ini adalah:

    1. Bagaimana strategi pemasaran produk tabungan wadi’ah di BSM KCP

    Gubug Semarang?

    2. Bagaimanaperkembangan produk tabungan wadiah di BSM KCP Gubug

    Semarang?

    C. Tujuan dan Kegunaan

    Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah:

    1. Untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran produk tabungan

    wadi’ah di BSMKCPGubug Semarang.

  • 6

    2. Untuk mengetahui perkembanagan pada produk tabungan wadi’ah di Bank

    Syariah Mandiri KCPGubug Semarang.

    Adapun kegunaan penelitian ini adalah:

    Selain tujuan diatas, penelitian ini juga mempunyai kegunaan-kegunaan baik

    bagi mahasiswa, perguruan tinggi, maupun bank syariah. Kegunaannya antara

    lain:

    1. Bagi Mahasiswa

    a) Untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi mengenai produk

    tabungan wadi’ah di BSM.

    b) Untuk menerapkan dan mengembangkan pembelajaran yang telah

    diperoleh selama melakukan perkuliahan kemudian dikembangkan

    dengan teori dan praktek dalam penelitian.

    2. Bagi Perguruan tinggi

    a) Dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk menilai kualitas sistem

    belajar mengajar.

    b) Sebagai tambahan informasi dan referensi untuk mahasiswa khususnya

    DIII perbankan syariah.

    3. Bagi Lembaga Bank

    a) Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu bahan

    informasi untuk mengadakan penelitian lebih lanjut, dan dapat

    mengembangkan usaha-usahanya.

  • 7

    b) Memberikan masukan melalui saran dan kritik yang bermanfaat dan

    membangun.

    D. Tinjauan Pustaka

    Strategi pemasaran produk (tabungan) saat ini telah memiliki bayak referensi

    yang membahasnya, banyak peneliti sebelumya dan peneliti baru yang membahas

    tentangnya. Pembahaan yang telah ada sebelumnya dalam bentuk jurnal, buku,

    tugas akhir, skripsi maupun karya ilmiah lain masih berkisar sesedrhana.

    Penelitian tersebut antara lain:

    Pertama diambil dari penelitian Tugas Akhir Ekawati, 2012 dengan

    judul“Strategi Pemasaran Produk Simpanan di BMT Sumber Mulia Tuntang

    Kab. Semarang “ menyimpulkan bahwa strategi yang digunakan adalah

    strategi produk, strategi harga, strategi tempat, strategi promosi, strategi orang,

    strategi bentuk fisik dan strategi proses.

    Diambil dari penelitian Skripsi Marshyad, 2011 yang berjudul“Pengaruh

    Bauran Pemarasaran Terhadap Kepuasan Anggota dalam Menggunakan

    Produk Tabungan Wadi’ah BMT Dana Syariah Giwangan“ berkesimpulan

    bahwa bauran pemasaran 4p, produk, price, place, dan promotion berpengaruh

    yang positif dan siginifikan terhadap keputusan anggota dalam menggunakan

    produk tabungan wadi’ah BMT. Faktor-faktor perubahan kondisi pasar dan biaya

    seperti, faktor demografi, perekonomian, sosial dan budaya, politik dan hukum,

    teknologi dan persaingan.

  • 8

    Sesuai dengan penelitian Tugas akhir Ani Nurjanah, 2008 dengan judul

    “Analisis Pemasaran Produk Tabungan Di Bank Muamalat Indonesia (BMI)

    Cabang Magelang” menyimpulkan bahwa strategi pemasaran khususnya

    pemasaran produk tabungan meliputi beberapa strategi, yaitu strategi jemput bola,

    membantu jaringan, memberikan service excellent dan memberikan fasilitas yang

    memuaskan untuk meningkatkan kepercayaan dan kepuasan nasabah. Melalui

    promosi atau periklanan dan juga melalui brosur.

    E. Metode Penelitian

    Metode penelitian merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan sistem

    atau suatu cara kerja untuk memahami suatu subjek atau objek sebagai upaya

    untuk menemukanjawaban yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan

    ditanggung keabsahannya. Tujuan metode penelitian ini sendiri adalah mencari

    informasi yang dibutuhkan untuk judul yang di buat (Hasan,2000).

    1. Jenis penelitian

    Jenis penelitianyang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif yaitu

    prosedur penelitian yang menggunakan data diskriptif berupa kata-kata

    tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.

    2. Metode pengumpulan data

    Untuk mendapatkan data yang relevan dengan topik penelitian tersebut

    maka digunakan beberapa metode yaitu:

  • 9

    a. Observasi

    Metode ini dilakukan dengan cara mengamati secara langsung

    terhadap objek tertentu yang menjadi fokuspenelitian dan mengetahui

    suasanan kerja di BSM KCP Gubug Semarang serta mencatat segala

    sesuatu yang berhubungan dengan strategi pemasaran dan

    perkembangan produk tabungan wadi’ah.

    b. Dokumentasi

    Pengumpulan data yang relevan melalui arsip-arsip, catatan-

    catatan,pendapat-pendapat dan lainnya yang berhubungan dengan

    penelitian ini.

    3. Sumber Data

    a. Data Primer

    Data prtimer merupakan data yang langsung memberikan data kepada

    pengumpul data.

    b. Data Sekunder

    Data sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan

    data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau dokumen.

    4. Analisis Data

    Dari data-data yang terkumpul, penulis berusaha menganalisis data

    tersebut. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan tehnik analisis

    deskriptif, yaitu data-data yang diperoleh kemudian dituangkan dalam

    bentuk kata-kata, kemudian didekripsikan sehingga dapat memberikan

    kejelasan kenyataan yang realistis.

  • 10

    F. Penegasan Istilah

    1. Strategi

    Strategi adalah aksi atau tindakan potensial yang membutuhkan

    keputusan manajemen atas dan sumber daya perusahaan dalam jumlah

    yang besar, selain itu mempengaruhi perkembangan jangka panjang

    perusahaan biasanya untuk lima tahun kedepan, dan karenanya

    berorientasi kemasa yang akan datang(David, 2008: 17).

    2. Pemasaran

    Menurut Kotler (2012:114) pemasaran merupakansuatu proses

    sosial yang didalamnya terdiri dadi individu dan kelompok untuk

    mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara

    menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk dan

    nilai dengan pihak lain.

    3. Produk

    Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar

    untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan atau dikonsumsi yang

    dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan. Produk meliputi objek secara

    fisik, jasa, orang, tepat, organisasi, dan ide (Kotler dan amstrong,

    2010:253).

  • 11

    4. Tabungan

    Menurut Undang-Undang perbankan Nomor 21 tahun 2008

    Tabungan adalah simpanan berdasarkan akad wadiah atau investasi dana

    berdasarkan akad mudharabah atau akad lainnya yang tidak bertentangan

    dengan prinsip syariah yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut

    syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditaik dengan cek,

    bilyet dan giro atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.

    5. Wadi’ah

    MenurutPSAK NO 59wadiahadalah titipan yang harus dijaga dan

    dikembalikan setiap saatbila nasabah yangbersangkutan menghendaki dan

    bank bertanggungjawab atas pengembalianya.

    Menurut bahasa wadiah artinya yaitu meninggalkan atau

    meletakkan, yaitu meletakkan sesuatu pada orang lain untuk dipelihara

    atau dijaga. Sedangkan menurut istilah wadi’ah artinya yaitu memberikan

    kekuasaan kepada orang lain untuk menjaga hartanya atau barangnya

    dengan secara terang-terangan atau dengan isyarat yang semakna dengan

    itu.

    6. Tabungan wadi’ah

    Menurut DSN No.02/DSN-MUI/IV/2013 Tabungan wadiah

    merupakan tabungan yang dijalankan berdasarkan akad wadiah, yakni

    titipan murni yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat sesuai

  • 12

    dengan kehendak pemiliknya. Bank sayariah menggunakan akad wadiah

    yadh adh dhamanah. Nasabah bertindak sebagai penitip yang memberikan

    hak kepada bank sayariah untuk menggunkan atau memanfaatkan uang

    atau barang titipannya, sedangkan Bank Syariah bertindak sebagai pihak

    yag dititipi dana atau barang yang disertai hak untuk menggunakan atau

    memanfaatkan dana atau barang tersebut. Bank bertanggung jawab atas

    keutuhan harta titipan tersebut serta mengembalikannya kapan saja

    pemilik menghendakinya. Bank juga berhak sepenuhnya atas keuntungan

    dari hasil penggunaan atau pemanfaatan dana atau barang tersebut.

    Tabungan wadi’ah merupakan tabungan yang dijalankan

    berdasarkan akad wadi’ah, yakni titipan murni yang harus dijaga dan

    dikembalikan setiap saat sesuai dengan kehendaki pemiliknya. Terkait

    dengan produk tabungan wadi’ah, Bank Syariah menggunakan akad

    wadiah yad adh-dhamanah (Antonio, 2011:149).

    G. Sistematika Penulisan

    Sistematika penulisan merupakan uraian singkat mengenai hal-hal yang

    akan dilaporkan secara sistematis bab demi bab agar hasil penelitian memperoleh

    gambaran yang berurutan saling berkaitan dalam laporan. Sistem penulisan

    laporan adalah sebagai betikut :

    BAB IPendahuluan, pada bab ini berisi mengenai latar belakang masalah,

    rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penelitian terdahulu,

    metode penelitian, pengesahan istilah, sistematika penulisan.

  • 13

    BAB IIPembahasan, Teori di dalam bab ini akan menyajikan pembahasan

    teori yang menguraikan hal-hal yang berisi tentang kerangka teoritik mengenai

    pengertian strategi, pengertian pemasaran, bauran pemasaran, pengertian

    tabungan, pengertian wadi’ah, pengertian tabungan wadi’ah, landasan syariah,

    dan macam-macam wadi’ah.

    BAB IIILaporan Objek, Penelitian pada bab ini menyajikan gambaran

    umum mengenai BSMKCP Gubug Semarang, wilayah kerja, visi dan misi,

    struktur organisasi, produk-produk BSMKCP Gubug Semarang.

    BAB IV Analisis, dalam bab ini membahas tentang data yang diperoleh

    mengenai Strategi Pemasaran dan Perkembangan Produk Tabungan Wadi’ah di

    BSMKCP Gubug Semarang.

    BAB VPenutup, dalam bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran dari

    hasil penelitian dan diakhiri dengan lampiran lampiran.

  • 14

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    A. TINJAUAN UMUM PEMASARAN

    1. Pengertian Pemasaran

    Menurut Kotler dan Amstrong (2010:19) Pemasaran merupakan salah

    satu kegiatan pokok yang dilakukan pengusaha dalam usahanya untuk

    mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan

    mendapatkan laba. Keberhasilan ataupun kegagalan suatu perusahaan dalam

    pencapaian tujuan biasanya tergantung pada kemampuan mereka dalam

    bidang pemasaran, keuangan maupun bidang-bidang lainnya, selain itu juga

    tergantung pada kemampuan mereka untuk mengkombinasikan fungsi-fungsi

    tersebut agar organisasi berjalan dengan lancar.

    Pemasaran berpangkal pada kebutuhan pembeli yang belum terpenuhi

    dalam hal produk, kualitas, harga, kemudahan dalam mendapatkan suku

    cabang dan sebagainya, produk bukan satu-satunya penjamin kepuasan

    konsumen,akan tetapi ada beberapa variabel lain yang mempengaruhi

    kepuasan konsumen yakni harga produk, lokasi, distribusi dan sebagainya.

    Apabila konsumen merasa puas,maka akan kembali dan akan tetap bertahan

    dengan produk kita dan memberitahu pihak lain untuk membeli kepada kita.

    Pemasaran sendiri mempunyai arti sesuatu proses sosial dan manajerial

    dimana individu dan kelompok mendapatkan kemudahan dan keinginan

    mereka dengan menciptakan, menawarkan, dan menukarkan produk bernilai

    satu sama lain.

    14

  • 15

    2. Tujuan pemasaran

    Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam praktiknya tujuan suatu

    perusahaan dapat bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam

    jangka pendek biasanya bersifat sementara dan juga dilakukan sebagai

    langkah untuk mencapai tujuan jangka panjang. Demikian pula dalam hal

    menjalankan kegiatan pemasaran suatu perusahaan memiliki banyak

    kepentingan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

    Menurut Kasmir (2014:197) secara umum tujuan pemasaran bank adalah

    untuk:

    1. Memaksimumkan konsumsi atau dengan kata lain memudahkan

    dan merangsang konsumsi, sehinga dapat menarik nasabah untuk

    membeli produk yang ditawarkan bank secara berulang- ulang.

    2. Memaksimumkan kepuasan konsumen melalui berbagai pelayanan

    yang diinginkan nasabah.

    3. Memaksimumkan pilihan (ragam produk) dalam arti bank

    menyediakan berbagai jenis produk bank sehinga nasabah

    memiliki beragam pilihan pula.

    4. Memaksimumkan mutu hidup dengan memberikan berbagai

    kemudahan kepada nasabah dan menciptakan iklim yang efisien.

    3. Pengertian Strategi

    Kata strategi berasal dari bahasa Yunani, yaitu strategos yang diambil

    dari kata stratosyang berarti militer dan Ag yang berarti memimpin. Pada

    konteks awalnya strategi diartikan sebagai generalship atau sesuatu yang

  • 16

    dilalukan oleh para jendaral dalam membuat rencana untuk menaklukan

    musuh dan memenangkan perang, Namun pada akhirnya strategi berkembang

    untuk semua kegiatan organisasi termasuk keperluan ekonomi, sosial,budaya,

    dan agama (Setiawan danZulkiefl, 2009: 12).

    Strategi merupakan seni dan pengetahuan yang merumuskan

    mengimplementasikan,serta mengevakuasi kepuasan-kepuasan yang

    memampukan sebuah organisasi mencapai tujuannya. Sebagaimana disiratkan

    strategi berfokus pada usaha untuk mengintegrasikan manajemen, pemasaran,

    keuangan, produksi, penelitian, dan pengembangan, serta informasi komputer

    untuk mencapai keberhasilan.

    Strategi adalah aksi atau tindakan potensial yang membutuhkan keputusan

    manajemen atas dan sumber daya perusahaan dalam jumlah yang besar,

    selain itu mempengaruhi perkembangan jangka panjang perusahaan biasanya

    untuk lima tahun kedepan, dan karenanya berorientasi kemasa yang akan

    datang (David, 2008: 17).

    4. Strategi Pemasaran

    Strategi pemasaran adalah rencana yang menyeluruh, terpadu dan menyatu

    dibidang pemasaran yang memberikan panduan tentang yang akad dijalankan

    untuk dapat tercapainya tujuan pemasaran suatu perusahaan. Dengan kata lain,

    strategi pemasaran adalah serangkaian tujuaan, sasaran, kebijakan, dan aturan

    yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dari waktu

    kewaktu. Pada masing-masing tingkatan dan acuan serta alokasinya terutama

    sebagai tanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan daan keadaan

  • 17

    pesaingyang selalu berubah. Strategi pemasaran mempunyai peranan yang

    sangat penting untuk keberhasilan usaha perusahaan umumnya, dan bidang

    pemasaran khusunya. Di samping itu strategi pemasaran yang ditetapkan harus

    ditinjau dan dikembangan sesuai dengan perkembanganpasar dan lingkungan

    pasar tersebut (Assauri, 2004;167-168)

    5. Bauran Pemasaran

    Strategi perusahaan berfokus pada misi perusahaan, bauran pemasaran dan

    alokasi-alokasi sumber daya. Kemudian strategi berfokus pada cara

    berkompetisi dalam suatu industri atau sub kelompok strategis dan bagaimana

    mencapai keunggulan bersaing. Pada tingkat fungsional, rencana dan

    kebijakan yang hendak dijalankan (dengan marketing,manufaktur, personalia,

    dan sebagainya) dirancang untuk mengimplementasikan strategi korporasi

    dan bisnis agar perusahaan dapat bersaing.

    Bauran Pemasaran (Marketing mix) merupakan kegiatan pemasaran yang

    dilakukan secara terpadu. Artinya kegiatan ini dilakukan secara bersamaaan

    di antara elemen-elemen yang ada di dalam marketing mix itu sendiri. Setiap

    elemen tidak dapat berjalan sendiri-sendiri tanpa dukungan dari elemen

    lainnya.

    Penggunaan bauran pemasaran di dunia perbankan dilakukan dengan

    menggunakan konsep-konsep sesuai dengan kebutuhan bank. Dalam

    praktiknya konsep bauran pemasaran terdiri dari bauran pemasaran produk

    barang maupun jasa. Khusus untuk produk yang berbentuk barang jasa

    diperlakukan konsep yang sedikit berbeda dengan produk barang.

  • 18

    Kotler menyebutkan konsep bauran pemasaran terdiri dari empat P yaitu:

    1) Product; 2) Price; 3) Place; 4) Promotion.

    Sementara itu, Boom dan Bitner menambah dalam analisis jasa, bauran

    pemasaran di samping empat P seperti yang dikemukakan di atas, terdapat

    tambahan tiga P, yaitu: 1) People 2) Phsycal Eviden 3) process.

    Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan

    pengguna konsep bauran pemasaran untuk produk jasa jika digabungkan

    menjadi tujuh P. Berikut tujuh P di atas serta penjelasannya (Kasmir, 2008:

    223).

    a. Produk (product)

    Produk merupakan elemen penting dalam sebuah program

    pemasaran. Produk dapat berupa barang dan jasa. Pengertian barang

    adalah suatu produk fisik yang berwujud dan dapat diberikan pada

    pembeli serta melibatkan perpindahan kepemilikan dari penjual ke

    pembeli. Sedangkan pengertian jasa menurut Philip Kotler adalah

    setiap tindakan atau untuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak

    yang secara prinsip intangible dan tidak menyebabkan perpindahan

    kepemilikan apapun.

    b. Harga (price)

    Harga merupakan pengorbanan ekonomis untuk memperoleh

    produk atau jasa. Selain itu harga salah satu faktor penting konsumen

    dalam mengambil keputusan untuk melakukan transaksi atau tidak.

    Harga dikatakan mahal, murah atau biasa-biasa saja dari setiap

  • 19

    individu tidaklah harus selalu sama, karena tergantung dari persepsi

    individu yang dilatar belakangi oleh lingkungan kehidupan dan kondisi

    individu. Strategi penentuan harga sangat signifikan dalam pemberian

    value (nilai) kepada konsumen dan mempengaruhi gambaran produk,

    serta keputusan konsumen untuk membeli. Pada prinsipnya, penetapan

    harga harus disesuaikan dengan strategi perusahaan secara keseluruhan

    dalam menghadapi situasi dan kondisi yang selalu berubah untuk

    mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan.

    c. Promosi (promotion)

    Promosi adalah kegiatan mengkomunikasikan informasi dari

    penjual kepada konsumen atau pihak lain dalam saluran penjualan

    untuk mempengaruhi sikap dan perilaku. Melalui periklanan suatu

    perusahaan mengarahkan komunikasi persuasif pada pembeli sasaran

    dan masyarakat melalui media-media yang disebut dengan media

    massa seperti koran, majalah, tabloid, radio, televisi dan direct mail.

    Menurut Lupiyoadi (2006), perangkat promosi mencakup: 1)

    Aktivitas periklanan, 2) Penjualan perorangan, 3) Promosi penjualan.

    4) Hubungan masyarakat, 5) Informasi dari mulut ke mulut, 6)

    Pemasaran langsung dan publikasi.

    d. Lokasi/tempat (place)

    Lokasi atau saluran distribusi adalah tempat atau wadah untuk

    menyampaikan jasa kepada pasar sasaran adalah dua kunci area

    keputusan. Hal ini memiliki relevansi yang besar karena jasa tidak bisa

  • 20

    disimpan serta diproduksi dan dikonsumsi di tempat yang sama.

    Distribusi jasa terdiri atas :

    1) Lokasi dan Saluran distribusi produk dari perusahaan.

    2) Saluran distribusi. Maksudnya adalah penyampaian jasa juga dapat

    melalui organisasi maupun orang lain.

    e. Orang (people)

    Dalam hubungan ini orang berfungsi sebagai penyedia berupa

    ativitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Oleh

    sebab itu orang/pegawai merupakan salah satu kunci penting

    keberhasilan perusahaan jasa yang langsung memberikan kesan dalam

    penyampaian jasa. Untuk mencapai kualitas terbaik maka pagawai

    harus dilatih untuk menyadari pentingnya pekerjaan mereka, yaitu

    memberikan pelanggan kepuasan dalam memenuhi kebutuhannya. Jadi

    “orang” yang dimaksud disini adalah penyedia jasa atau pegawai

    perusahaan. Untuk mencapai kualitas penyedia jasa, perusahaan dapat

    memberikan berbagai dukungan seperti: pelatihan, dukungan

    manajemen dan komunikasi interaktif internal, program perencanaan

    SDM yang tepat dan efektif serta mengembangkan budaya jasa. Selain

    itu membangun layanan konsumen juga tidak kalah penting.

    f. Proses (Process)

    Proses adalah kegiatan yang menunjukkan bagaimana pelayanan

    diberikan kepada konsumen selama melakukan pembelian barang.

    Proses merupakan gabungan semua aktivitas, umumnya terdiri atas

  • 21

    prosedur, jadwal pekerjaan, mekanisme, aktivitas, dan hal-hal rutin

    dua cara yaitu: 1) Kompleksitas (complexity) 2) Keragaman dimana

    jasa disampaikan kepada konsumen. Proses dapat dibedakan dalam

    (devergence) (Lupiyoadi,2006).

    g. Bukti Fisik (Physical Evidence)

    Bukti fisik disini merupakan bukti jasa yang telah diciptakan yakni

    berupa bukti transaksi yang terjadi antara perusahaan asuransi dengan

    perusahaan kontraktor sebagai konsumen (Lupiyoadi, 2006: 74).

    B. TINJAUAN UMUM TABUNGAN WADIAH

    1. Pengertian Tabungan

    Menurut Undang-Undang perbankan Nomor 21 tahun 2008 Tabungan

    adalah simpanan berdasarkan akad wadiah atau investasi dana berdasarkan

    akad mudharabah atau akad lainnya yang tidak bertentangan dengan prinsip

    syariah yang penarikannyahanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat

    tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditaik dengan cek, bilyet dan giro

    atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu. Syarat-syarat tertentu

    maksudnya adalah sesuai dengan perjanjian atau kesepakatan yang telah

    dibuat antara bank dan sipenabung, misalnya dalam hal frekuensi penarikan,

    apakah 2kali seminggu atau setiap hari atau seminggu setiap saat. Yang jelas

    haruslah sesuai dengan perjanjian sebelumnya antara bank dengan nasabah.

    Kemudian dalam hal saran penarikan juga tergantung dengan perjanjian

  • 22

    antara keduanya, alat yang dimaksud sebagai penarikan tabungan adalah

    sebagai berikut:

    1. Buku Tabungan

    Kepada setiap penabung biasanya dibeikan buku tabungan didalam

    buku tabungan berisi catatan saldo tabungan, penarikan, penyetoran

    dan beban-beban yang mungkin terjadi. Buku ini digunakan pada saat

    penarikan, sehingga langsung dapat mengurangi saldo yang adat buku

    tabungan tersebut.

    2. Slip Penarikan

    Merupakan formulir penarikan dimana nasabah cukup menulis nama,

    nomer rekening, jumlah uang sertatanda tangan nasabah untuk menarik

    sejumlah uang. Slip penarikan biasanya digunanakan bersama dengan

    buku tabunga.

    3. Kwitansi

    Merupakan formulir penarikan dan juga merupakan bukti penarikan

    yang dikeluarkan oleh bank fungsinya sama dengan slip penarikan. Di

    dalam kwitansi tertulis nama penarik, alat ini juga dapat digunakan

    secara bersamaan dengan buku tabungan.

    4. Kartu yang dibuat dari plastik

    Yaitu sejenis katu kredit yang terbuat dari plastik yang dapat

    digunakan untuk menarik sejumlah uang dari tabungan, baik yang ada

    di bank maupun di mesin Automated Teller Machine (ATM), bagi

    bank yang menyediakan penarikan ini.

  • 23

    Sedangkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 tentang

    perubahan atas undang-undang Nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan, yang

    dimaksud dengan tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat

    dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik

    dengan cek, bilyet giro dan alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.

    Adapun yang dimaksud dengan tabungan syariah adalah tabungan yang

    dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Dalam hal ini, Dewan Syariah

    Nasional telah mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa tabungan yang

    dibenarkan adalah tabungan yang berdasarkan prinsip wadi’ah dan

    mudharabah (karim, 2013:299).

    2. Pengertian Wadi’ah

    MenurutPSAK NO 59wadiahadalah titipan yang harus dijaga dan

    dikembalikan setiap saatbila nasabah yangbersangkutan menghendaki dan

    bank bertanggungjawab atas pengembalianya.

    Sedangkan menurut Mardani(2012:85) Al-wadiah merupakan titipan atau

    simpanan pada bank syarah. Prinsip al-wadiah merupakan titipan murni dari

    satu pihak ke pihak lain, baik perorangan maupun badan hukum yang harus

    dijaga dan dikembalikan kapan saja bila si penitip menghendaki. Dalam islam

    wadiah juga dijelaskan dalam kitab Al-Quran, yaitu pada surat Al-Imran

    (30):75.

    ُهْم َمْن ِإْن تَْأَمْنُو ِبِديَناٍر ال يُ َؤدِِّه ِإلَْيَك ِإال َما ُدْمَت َعَلْيِو َوِمْن أَْىِل اْلِكَتاِب َمْن ِإْن تَْأَمْنُو ِبِقْنطَاٍر يُ َؤدِِّه ِإلَْيَك َوِمن َْنا ِ اامِّيَِّ َ ِ يلٌل َويَ ُق ُل َن َعَل اللَّلِو اْلَكِ َب َوُىْم يَ ْ َلُ نَ َااِ ًما َ ِلَك بِأَ َّلُهْم َاُل ا لَْيَ َعَلي ْ

  • 24

    Di antara Ahli Kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya

    harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada

    orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu Dinar, tidak

    dikembalikannya padamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang

    demikian itu lantaran mereka mengatakan: "Tidak ada dosa bagi kami

    terhadap orang-orang umi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal

    mereka mengetahui.

    3. Tabungan Wadi’ah

    Tabungan wadi’ah merupakan tabungan yang dijalankan berdasarkan akad

    wadi’ah, yakni titipan murni yang herus dijaga dan dikembalikan setiap saat

    sesuai dengan kehendak pemiliknya. Berkaitan dengan produk tabungan

    wadi’ah, Bank Syariah menggunakan akad wadi’ah yad-dhamanah. Dalam

    hal ini, nasabah bertindak sebagai penitip yang memberikan hak kepada Bank

    syariah untuk menggunakan atau memanfaatkan uang atau barang titipannya,

    sedangkan Bank Syariah bertindak sebagai pihak yang dititipi dana atau

    barang yang disertai hak untuk menggunakan atau memanfaatkan dana atau

    barang tersebut. Sebagai konsekuensinya, bank bertanggung jawab terhadap

    keutuhan harta titipan tersebut serta mengembalikan kapan saja pemiliknya

    menghendaki. Disisi lain, bank juga berhak sepenuhnya atas keuntungan dari

    hasil penggunaan atau pemanfaatan dana atau barang tersebut (Karim,

    2007:345).

    Mengingat wadi’ah yad-dhamanah ini mempunya implikasi hukum yang

    sama denganqard, maka nasabah penitip dan pihak bank tidak boleh saling

    menjanjikan untuk membagihasilkan keuntungan harta tersebut. Namun

    demikian, bank diperkenankan memberikan bonus kepada pemilik harta

  • 25

    titipan selama tidak disyaratkan di muka. Dengan kata lain, pemberian bonus

    merupakan kebijakan Bank Syariah semata yang bersifat suka rela.

    Dari pembahasan di atas dapat diasrikan beberapa ketentuan umum

    tabungan wadiah sebagai berikut :

    a. Tabungan wadi’ah merupakan tabungan yang bersifat titipan murni

    yang harus dijaga dan dikembalikan saat (on call) sesuai dengan

    kehendak pemilik hartanya.

    b. Keuntungan atau kerugian dari penyaluran dana atau pemanfaatan

    barang menjadi milik atau tanggunagn bank, sedangkan nasabah

    penitip tidak dijanjiakn imbalan dan tidak menanggung kerugian.

    c. Bank dimungkinkan memberikan bonus kepada pemilik harta sebagai

    sebuah insentif selama tidak diperjanjikan dalam akad pembukaan

    rekening (Karim, 2007:346).

    4. Landasan Syari’ah

    a. Al-Quran

    فَإِْن أَِمَه بَْعُضُكْم بَْعًضا فَْليَُؤدِّ الَِّذي اْؤتُِمَه أََماوَتَهُ

    Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain,

    maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya(QS.Al-

    baqarah[2]:283).

    ِنَّ اللَّ هَ َ ُْم ُ ُْم أَن تَُؤدُّد ا اْاََماوَاِا ِلَ ٰى أَْ لِ َاۚا

    Sesungguhnya allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada

    yang berhak menerimanya(QS.An-Nisa[4]:58).

    b. Hadist

    أَدِّ ااََماوَ َ ِلَ َمِه اْاتََمىََ َ َ تَُ ْه َمْه َ اوَ َ

  • 26

    Sampaikanlah amanat kepada orang yang mempercayaimu, dan

    jangalah berkhianat kepada orang yang berkhianat kepadamu

    (HR.Abu Daud).

    5. Macam-macam Wadi’ah

    Dari segi fungsinya, akad wadi’ah dapat terjadi menjadi dua katagori:

    1) Menurut PSAK No 59 wadiah yad amanah adalah akad penitipan

    barang/uang dimana pihak penerima tidak diperkenankan

    penggunakan barang/uang tersebut dan tidak bertanggung jawab

    atas kerusakan atau kelalaian yang bukan disebabkan atas kelalaian

    penerima titipan dan faktor-faktor diluar batas kemampuannya.

    Wadiah yad amanah, merupakan jenis akad penitipan dimana

    pihak penerima titipan tidak diperkenakan menggunakan barang

    titipan, sehingga tidak menanggung atas kerusakan atau kehilangan

    dari barang titipan tersebut, kecuali akibat kelalaian dalam

    menjalankan amanah.

    Gambar:2.1 Skema dari Wadi’ah yad Amanah

    2) Menurut PSAK No 59 wadiah yad dhamanah adalah akad

    penitipan barang/uang dimana pihak penerima titipan dengan atau

    tanpa ijin pemilik barang/uang, dapat memanfaatkannya dan

    Titip dana bank

    (Mustawda)

    Penyimpan

    Nasabah

    (Mudaddi)

    Penitip Bagi Hasil

  • 27

    bertanggung jawab terhadap kehilangan atau kerusakan

    barang/uang titipan tersebut.

    Wadi’ah yad dhamanah, yaitu akad penitipan dimana pihak

    penerimaan titipan dengan izin pemilik dapat memanfaatkan

    barang titipan, sehingga dengan demikian harus menanggung atas

    kerusakan atau kehilangan barang titipan tersebut. Karena dalam

    lembaga keuangan modern, penerima titipan (al-mustawda) tidak

    mungkin memberikan begitu saja barang titipan tanpa memberikan

    manfaat apapun. Karena itu untuk menciptakan kemanfaatan

    melalui penggunaan barang titipan dalam usaha usaha ekonomi,

    mustawda harus meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik

    barang (al-muwaddi) dan menjamin pengembalian barang secara

    utuh. Dengan demikian jenis akad menjadi berubah dari al-wadi’ah

    yad al-amanah menjadi al-wadi’ah yad dhamanah(Susanto,

    2008:264)

    Gambar: 2.2 Skema dari Wadi’ah yad dhamanah

    Bank

    (Musyarik)

    1.Titip Dana Investor

    (Shobibul Sabin)

    4.Hasil/bonus

    2.pemanfaatan

    Dana 3.Bagi Hasil

    Pengguna

    Dana

  • 28

    BAB III

    GAMBARAN OBJEK

    A. Sejarah Bank Syariah Mandiri

    Bank Syariah Mandiri berdiri sejak tahun 1999 sesungguhnya merupakan

    hikmah sekaligus berkah krisis ekonomi dan moneter tahun 1997-

    1998.Sebagaimana diketahui bahwa krisis ekonomi dan moneter sejak juli 1997

    yang disusul dengan krisis multi-dimensi termasuk dipanggung politik nasional,

    telah menimbulkan bermacam-macam dampak negatif yang begitu hebat terhadap

    seluruh sendi kehidupan masyarakat, tidak terkecuali dunia usaha. Industri

    perbankan nasional yang didominasi oleh bank-bank konvensional mengalami

    krisis yang luar biasa. Pada akhirnya pemerintah mengambil tindakan

    merestrukturisasi dan merekapitulasi sebagian bank-bank Indonesia.

    Salah satu bank konvensional, PT Bank Susila Bakti (BSB) yang dimiliki

    oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP), PT Bank Dagang Negara dan PT

    Mahkota Prestasi juga terkena dampak krisis. PT Bank Susila Bakti (BSB)

    berusaha keluar dari situasi tersebut dengan melakukan upaya marger dengan

    beberapa bank lain serta dengan mengundang investor.

    Pada saat yang bersamaan, pemerintah melakukan penggabungan (merger)

    empat bank, yaitu Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim, dan

    Bapindo, menjadi satu bank baru bernama PT Bank Mandiri (Persero) pada

    tanggal 31 juli 1999. Kebijakan penggabungan bank tersebut juga menempatkan

    dan menetapkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Sebagai pemilik mayoritas baru

    Bank Susila Bankti (BSB).

    28

  • 29

    Sebagi tindak lanjut dari keputusan merger, Bank mandiri kemudian

    melakukan konsulidasi serta membentuk Tim Pengembangan perbankan Syariah.

    Pembentukan tim ini bertujuan untuk mengembangkan layanan perbankan syariah

    di kelompok perusahaan Bank Mandiri, sebagai respon atas diberlakukannya UU

    No. 10 tahun 1998, yang memberi peluang kepada bank mandiri untuk melayani

    transaksi syariah (dual banking sistem).

    Tim Pengembangan Perbankan syariah memandang bahwa undang-undang

    tersebut merupakan momentum yang tepat untuk melakukan konversi PT Bank

    susila Bakti dari bank konvensional menjadi bank syariah.

    Oleh karena itu, Tim Pengembangan Perbankan Syariah segera

    mempersiapkan sistem dan infrastrukturnya, sehingga kegiatan usaha Bank Susila

    Bakti berubah dri bank konvensional menjadi bank yang beroprasi berdasarkan

    prinsiip syariah dengan nama PT Bank Syariah Mandiri sebagaimana tercantum

    dalam Akta Notaris: Sutjipto, SH. No. 23 tanggal 8 September 1999.

    Perubahan kegiatan usaha Bank Susila Bakti menjadi bank umum syariah

    dilakukan oleh Gubernur Bank Indonesia melalui surat keputusan Gubernur Bank

    Indonesia No. 1/24/KEP. BI/1999, 25 Oktober 1999. Selanjutnya Surat Keputusan

    Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. 1/1/KEP.DGS/1999, Bank Indonesia

    menyetujui perubahan nama menjadi PT Bank syariah Mandiri. Menyusul

    pengkukuhan dan pengakuan legal tersebut, PT Bank Syariah Mandiri secara

    resmi mulai beroprasi sejak hari senin, tanggal 25 Rajab 1420 Hijriyah atau 1

    November 1999.

  • 30

    PT Bank syariah Mandiri hadir, tampil dan tumbuh sebagai bank yang

    mampu memadukan idealisme ussaha dengan nilai-nilai rohani, yang melandasi

    kegiatan operasionalnya, harmoni antara idealisme usaha dan nilai-nilai rohani

    inilah yang menjadi salah satu keunggulan Bank Syariah Mandiri dalam

    kiprahnya di perbankan Indonesia. Bank Syariah Mandiri untuk bersama

    membangun Indonesia yang lebih baik.

    B. Visi dan Misi Bank Syariah Mandiri

    a. Visi Bnak Syariah Mandiri adalahMemimpin pengembangan peradaban

    ekonomi yang mulia.

    b. MisiBank Syariah Mandiri adalaha). Mewujudkan pertumbuhan dari

    keuntungan diatas rata-rata industri yang berkesinambungan, b).

    Mengutamakan penghimpunan dana murah dan penyaluran pembiayaan pada

    segmen UMKM, c). Mengembangkan manajemen talenta dan lingkungan

    kerja yang sehat, d). Meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat dan

    lingkungan, e). Mengembangkan nilai–nilai syariah universal.

    Bank Syariah Mandiri sebagai bank yang beroperasi atas dasar prinsip syariah

    Islam menetapkan budaya perusahaan yang mengacu kepada sikap akhlaqul

    karimah (budi pekerti mulia), yang terangkum dalam lima pilar yang disingkat

    SIFAT, yaitu:

    a) Siddiq (integrasi),menjaga martabat dengan integritas. Awali dengan

    niat dan hati tulus, berpikir jernih, bicara benar, sikap terpuji dan

    perilaku teladan.

    b) Istiqomah (konsistensi), konsisten adalah kunci menuju sukses.

  • 31

    Pegang teguh komitmen, sikap optimis, pantang menyerah,

    kesabaran dan percaya diri.

    c) Fathanah (profesionalisme), profesional adalah gaya kerja kami.

    Semangat belajar berkelanjutan, cerdas, inovatif, terampil dan adil.

    d) Amanah(tanggungjawab),terpercayakarenapenuhtanggungjawab.Me

    njadi terpercaya, cepat tanggap, obyektif, akurat dan disiplin.

    e) Tabligh (kepemimpinan), kepemimpinan berlandaskan kasih sayang.

    Selalu transparan, membimbing, visioner,komunikatif dan

    memberdayakan.

    Rumusan nilai-nilai Budaya SIFAT tersebut merupakan penyempurnaan oleh

    Tim Pengembangan Budaya SIFAT (TPBS).

    Bank Syariah mandiri juga mempunyai 5 Shared value yaitu:

    Excellence(keunggulan) : Mencapai hasil yang mendekati

    sempurna (perfectresult-oriented).

    Teamwork (kerja sama) : Mengembangkan lingkungan kerja

    yang saling bersinergi.

    Humanity(kemanusiaan) :Mengembangkan kepedulian

    terhadap kemanusiaan dan

    lingkungan.

    Integrity (Integritas) : Berperilaku terpuji, bermartabat,

    dan menjaga etika profesi.

  • 32

    Customer Focus (fokus Pelanggan) : Mengembangkan kesadaran tentang

    pentingnya nasabah dan berupaya

    melampaui harapan nasabah

    (internal dan eksternal).

    C. Struktur Organisasi

    Struktur Organisasi PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu

    GubugSemarangmenggunakan bentuk organisasi garis dalam struktur

    organisasinya. Struktur Organisasi PT. BankSyariahMandiri Kantor Cabang

    Pembantu Gubug-Semarang dapat dilihat pada gambar 3.1.

    Tri J

    oko

    W.

    SA !

    Tris

    na

    Uta

    mi D

    .

    SA 2

    Siti

    Fat

    imah

    SFE

  • 33

    D. Tugas dan Wewenang Tiap Bagian

    ST

    RU

    KT

    UR

    OR

    GA

    NIS

    AS

    I

    BA

    NK

    SY

    AR

    IAH

    MA

    ND

    IRI

    KC

    P G

    UB

    UG

    KL

    AT

    EN

    M H

    ann

    y N

    auva

    l K

    ep

    ala

    KC

    P Te

    guh

    San

    toso

    Kep

    ala

    KC

    P

    Joko

    Tri

    Lak

    son

    o

    OO

    Hel

    ena

    P.

    CS

    Dim

    as B

    ayu

    M.

    Telle

    r

    Ari

    f tr

    i Har

    tan

    to

    BO

    Bam

    ban

    g

    Scu

    rity

    THo

    hir

    in

    Scu

    rity

    Bu

    di S

    .

    Scu

    rity

    Mu

    jion

    o

    Scu

    rity

    Nu

    r Ek

    o A

    di p

    .

    OB

    Tau

    fik

    Nu

    r D

    .

    Mas

    san

    gger

    Firm

    ansy

    ah A

    rief

    KW

    M

    Bag

    us

    Sety

    awan

    AA

    M

    Ari

    es S

    etiy

    adi

    PM

    M

    No

    or

    Fad

    lilla

    h

    AP

    M

    Har

    i Sat

    riyo

    PM

    M

    Bay

    u Ia

    wan

    S.

    PM

    M

    SriW

    ahyu

    ni H

    .

    OG

    Ari

    zha

    De

    nn

    a M

    .

    Pen

    aksi

    r G

    adai

    Gam

    bar

    3,1

  • 34

    Berikut ini adalah dijelaskan secara singkat mengenai tanggung jawab setiap

    bagian padaPT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Gubug-

    Semarang:

    a. Kepala Cabang Pembantu

    a) Memastikan tercapainya target bisnis Cabang pembantu yang telah

    ditetapkan meliputi: pendanaan, pembiayaan. Fee based, dan laba

    bersih baik secara kuantitfif maupun kualitatif.

    b) Mengkoordinasi dan menetapkan rencana kerja tahunan Cabang

    Pembantu, agar selaras dengan visi, misi dan strategi BSM.

    c) Mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan rencana kerja Cabang

    Pembantu untuk memastikan tercapainya terget Capem yang telah

    ditetapkan, secara tepat waktu.

    d) Menetapkan kebutuhan dan strategi pengembangan SDI di Cabang

    Pembantu untuk memastikan jumlah dan kualifikasi SDI sesduai

    dengan strategi Bank.

    e) Melakukan analisis SWOT terhadap kondisi Cabang Pembantu setiap

    bulan dalam rangka menetapkan posisi Cabang Pembantu terhadap

    posisi pesaing di wilayah kerja setempat.

    f) Menilai, memutuskan dan melegalisasi kegiatan non operasional

    Cabang Pembantu.

    g) Mengkoordinasikan seluruh sarana dan kegiatan untuk mencapai

    target yang telah ditetapkan dan disepakati sejalan dengan visi, misi

    dan sasaran kegiatan kerja.

  • 35

    b. Operation Officer

    a) Memastikan terkendalinya biaya operasional Cabang Pembantu

    dengan efisien dan efektif.

    b) Melaksanakan kegiatan-kegiatan sesuai dengan ketentuan dan SOP

    yang telah ditetapkan.

    c) Memastikan terselenggaranya jasa pelayanan pelanggan yang optimal

    di Kantor Cabang Pembantu.

    d) Memastikan terlaksananya Standar Layanan nasabah di Cabang

    Pembantu.

    e) Menjaga dan meningkatkan kualitas kinerja operasional Cabang

    Pembantu.

    f) Membangun dan memelihara hubungan bisnis yang baik dengan

    stakeholders.

    c. Officer Gadai

    a) Secara terus menerus berupaya meningkatkan

    kemampuan/pemahaman produk-produk Bank Syariah Mandiri dan

    tatacara pelayanannya termasuk syarat-syarat dari masing-masing

    jenis produk.

    b) Melaksanakan pengumpulan data/informasi mengenai perkembangan

    ekonomi, pembangunan, dan dunia usaha setempat untuk dijadikan

    indikator pengembangan usaha Cabang Pembantu.

    c) Mengimplementasikan budaya kerja PT. Bank Syariah Mandiri.

    d) Menjaga sikap sesuai Code of Conduct PT. Bank Syariah Mandiri.

  • 36

    e) Melaksanakan pekerjaan lain yang ditugaskan atasan.

    d. Kepala Warung Mikro

    a) Membuat rencana kerja mingguan/bulanan di Warung Mikro, untuk

    memastikan kesesuaiannya dengan rencana kerja unit kerjanya.

    b) Mengkoordinasi dan menetapkan serta mengevaluasi target kerja

    seluruh pegawai bawahan langsung, untuk memastikan tercapainya

    target kerja unit.

    c) Melakukan supervisi terhadap proses pekerjaan di unitnya, untuk

    memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan

    rencana/target kerja dan SOP yang berlaku.

    d) Membuat dan mengkaji laporan pelaksanaan rencana kerja unit untuk

    memastikan tersedianya data yang akurat dan mutakhir sebagai bahan

    evaluasi dan pengambilan keputusan atasan.

    e) Mengembangkan keterampilan dan pengetahuan bawahan, agar

    memenuhi persyaratan minimum jabatan sehingga dapat melakukan

    pekerjaannya sesuai standar dan SOP.

    e. Sales asistant

    a) Memastikan kelengkapan persyaratan penandatanganan akad dan

    pencairan pembiayaan nasabah.

    b) Mendokumentasikan current file.

    c) Menerbitkan surat peringatan pembayaran kewajiban nasabah.

  • 37

    d) Membuat pengajuan BI/Bank/Trade Checking.

    e) Memantau pemenuhan dokumen TBO.

    f) Membuat SP3 atau surat penolakan atas permohonan pembiayaan

    nasabah yang ditolak.

    g) Melakukan korespondensi berkaitan dengan pendanaan baik internal

    dan eksternal.

    h) Menyusun laporan portofolio dan profitabilty nasabah, baik

    pembiayaan maupun pendanaan, sesuai dengan target Cabang

    Pembantu.

    i) Memelihara data profil nasabah pendanaan.

    j) Menyusun laporan pencapaian target Kepala Cabang Pembantu dan

    AO.

    f. Pelaksana Back Office

    1) Domestic & Clearing

    a) Melaksanakan transaksi transferkeluar dan masuk sesuai dengan

    ketentuan dan SOP yang berlaku.

    b) Melaksanakan transaksi kliring keluar dan masuk sesuai dengan

    ketentuan dan SOP yang berlaku.

    c) Melaksanakan transaksi inkaso keluar dan masuk sesuai dengan

    ketentuan dan SOP yang berlaku.

    d) Melaksanakan transaksi domestik dan kliring lainnya (a.l. payroll,

    payment point, pelimpahan transaksi valas) sesuai ketentuan dan SOP

    yang berlaku.

  • 38

    e) Memelihara administrasi dan dokumentasi seluruh transaksi.

    f) Menjaga kerahasiaan password yang menjadi wewenangnya.

    g) Menggunakan wewenang limit transaksi operasional sesuai dengan

    ketentuan yang berlaku.

    2) Loan Admin

    a) Memastikan kelengkapan pemenuhan dokumen pembiayaan sebelum

    fasilitas dicairkan berdasarkan prasyarat/syarat yangtelah disepakati.

    b) Memelihara dokumen pencairan dan dokumen legalpembiayaan

    dengan tertib dan aman.

    c) Memutakhirkan data-data nasabah dan persyaratanpembiayaan pasca

    pencairan.

    d) Menyediakan informasi data nasabah.

    e) Memenuhi data dan informasi jaminan.

    f) Membebankan biaya administrasi pembiayaan dan biayalainnya yang

    terkait

    g) .Menindaklanjuti proses pencairan pembiayaan kepadanasabah.

    3). SDI & GA (Sumber daya insane & General affair)

    a) Menata usahakan gaji pegawai, data lembur pegawai, dan fasilitas

    pegawai lainnya.

    b) Menata usahakan absensi harian pegawai (pagi dan sore hari)dan cuti

    pegawai.

  • 39

    c) Melakukan proses administrasi kepegawaian ke Cabang.

    d) Membuat proofing atas tiket-tiket KRR yang berada dalam

    pengelolaannya yang berhubungan dengan personalia setiap akhir

    bulan atau akhir periode.

    e) Melaksanakan pengadaan dan pendistribusian sarana serta prasarana

    kantor.

    f) Melaksanakan pemeliharaan sarana dan prasarana kantor.

    g) Memastikan pengamanan gedung dan inventaris Kantor Cabang

    Pembantu.

    h) Membuat laporan realisasi biaya-biaya yang berkaitan dengan logistik,

    biaya telepon, air, kendaraan bermotor, kebersihan, alat tulis kantor,

    barang cetakan dan berupaya untuk menekannya.

    i) Mengatur penggunaan kendaraan dinas Cabang.

    j) Membuat Laporan proof sheet bulanan atas rekening persediaan

    barang catakan/alat tulis, biaya dibayar dimuka, dan biaya yang akan

    dibayar.

    k) Melakukan pengurusan perizinan yang dikelola oleh

    CabangPembantu.

    3) Accounting

    a) Melakukan pelaporan kepada BI.

    b) Melakukan perhitungan, pelaporan dan pembayaran perpajakan.

  • 40

    c) Melakukan penginputan data untuk pelaporan Cabang ke Kantor

    Pusat.

    d) Menyusun laporan rincian akun-akun tertentu dalam laporan keuangan

    (proofsheet).

    e) Melakukan rekonsiliasi dan penyelesaian posisi open item.

    f) Melakukan administrasi dan pengarsipan terhadap seluruh dokumen

    terkait pelaporan.

    g. Customer Service Representative

    a) Memberikan informasi produk dan jasa bank kepada nasabah.

    b) Memproses permohonan pembukaan dan penutupan rekening

    tabungan, giro dan deposito.

    c) Memblokir kartu ATM nasabah sesuai permintaan nasabah.

    d) Melayani permintaan buku cek/bilyet giro, surat referensi bank/surat

    keterangan bank dan sebagainya.

    e) Mendistribusikan salinan rekening koran kepada nasabah.

    f) Menginput data customer & loan facility yang lengkap dan akurat.

    g) Memelihara persediaan kartu ATM sesuai kebutuhan.

    h) Menyampaikan dokumen berharga bank dan kartu ATM kepada

    nasabah.

    i) Membuat laporan pembukaan dan penutupan rekening, keluhan

    nasabah serta stock opname kartu ATM.

    j) Memproses transaksi pengiriman dan pembayaran melalui western

    union.

  • 41

    k) Memastikan tersedianya media promosi produk dan jasa bank.

    h. Teller

    a) Melakukan transaksi tunai dannon tunai sesuai dengan ketentuan SOP.

    b) Mengelola saldo kas teller sesuai limit yang ditentukan.

    c) Mengelola uang yang layak dan tidak layak edar/uang palsu.

    d) Menjaga keamanan dan kerahasiaan kartu specimen tanda tangan.

    e) Melakukan cash count akhir hari.

    f) Mengisi uang tunai di mesin ATM PT. Bank Syariah Mandiri.

    g) Menyediakan laporan transaksi harian.

    i. Pelaksana Penaksir Gadai

    a) Memastikan kelengkapan dokumen aplikasi KLG.

    b) Memastikan kualitas (kadar) barang jaminan yang dijaminkan.

    c) Menindaklanjuti persetujuan atau permohonan pembiayaan KLG

    hingga limit Officer Gadai (OG).

    d) Memastikan proses pencairan pembiayaan sesuai dengan keputusan

    Komite Pembiayaan KLG.

    e) Memutakhirkan dokumen dan data nasabah sesuai

    kelolaan.Memenuhi seluruh standar layanan gadai.

    j. Asisten Analis Mikro

    a) Memastikan kelayakan kondisi usaha calon nasabah dengan

    melakukan on the spot (OTS).

    b) Memaksimalkan penilaian/taksasi terhadap jaminan yang diserahkan

    oleh nasabah sesuai harga pasar yang berlaku.

  • 42

    c) Memastikan tersedianya nota analisis pembiayaan berdasarkan hasil

    OTS dan taksasi jaminan.

    d) Memastikan adanya persetujuan Komite Pembiayaan Warung Mikro

    terhadap NAP yang telah dibuat.

    e) Memaksimalkan monitoring kualitas pembiayaan (kol 1 dan 2)

    Warung Mikro.

    k. Pelaksana Marketing Mikro

    a) Memaksimalkan hasil pemasaran terhadap calon nasabah mikro yang

    layak untukdibiayai.

    b) Memastikan adanya pengajuan BI Checking untuk verifikasi profil

    calon nasabah.

    c) Memastikan adanya filtering/scoring terhadap data dan informasi

    yang diperoleh dari nasabah.

    d) Memastikan adanya Surat Penegasan Persetujuan Pembiayaan Mikro

    (SP3M) untuk persetujuan permohonan pembiayaan kepada nasabah.

    e) Memastikan adanya surat penolakan permohonan pembiayaan kepada

    nasabah untuk penolakan permohonan pembiayaan.

    f) Memastikan adanya surat peringatan kepada nasabah yang mengalami

    keterlambatan pembayaran angsuran pembiayaan (kol 1 dan 2).

    g) Memaksimalkan hasil penagihan terhadap nasabah yang jatuh tempo

    pembayaran angsuran dan tergolong kol (1 dan 2).

    h) Mengoptimalkan hubungan/relationship antara bank dengan nasabah.

    l. Pelaksana Admin Pembiayaan Mikro

  • 43

    a) Memastikan adanya tindak lanjut persetujuan atau penolakan

    permohonan pembiayaan nasabah.

    b) Memastikan dokumen pembiayaan telah dilengkapi sebelum fasilitas

    dicairkan berdasarkan prasyarat/syarat yang telah disepakati.

    c) Memastikan adanya tindak lanjut terhadap proses pencairan

    pembiayaan kepada nasabah.

    d) Memastikan proses pencairan pembiayaan sesuai dengan keputusan

    Komite Pembiayaan.

    e) Memastikan pembebanan biaya administrasi pembiayaan dan biaya

    lainnya yang terkait sesuai jangka waktu yang ditetapkan.

    f) Memastikan penyimpanan dokumen pencairan dan dokumen legal

    pembiayaan dengan tertib dan aman.

    g) Memastikan adanya pemutakhiran data-data nasabah dan persyaratan

    pembiayaan pasca pencairan.

    h) Memastikan tersedianya informasi data nasabah sesuai kebutuhan.

    i) Memastikan terpenuhinya data dan informasi jaminan nasabah.

    j) Memaksimalkan monitoring penerbitan surat peringatan pembayaran

    kewajiban angsuran nasabah pembiayaan.

    m. Sales Funding Executive

    a) Memasarkan produk.

    b) Pemberkasan/kelengkapan data yang diminta dan penilaian kelayakan.

    c) Melakukan akad pembiayaan.

    d) Maintenance/monitoring nasabah.

  • 44

    n. Messenger

    a) Menjalankan perintah dari atasan untuk mengirim pesan.

    b) Monitoring nasabah.

    o. Office Boy

    a) Menjaga kebersihan dan kerapian.

    b) Melayani karyawan terkait dengan operasional bank.

    p. Security

    a) Menjaga kestabilan keamanan kantor di dalam banking hall maupun

    di luar bank.

    b) Memberikan pelayanan dan informasi sesuai dengan kebutuhan

    nasabah

    E. Produk dan Jasa Bank Syariah Mandiri

    Produk PT. Bank Syariah Mandiri terdiri dari produk pendanaan dan produk

    pembiayaan. Adapun produk-produk PT. Bank Syariah Mandiri selengkapnya

    adalah sebagai berikut:

    a. Produk Pendanaan

    Produk pendanaan yang disediakan oleh PT. Bank Syariah Mandiri

    merupakan produk yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nasabah

    yang semakin beragam, PT. Bank Syariah Mandiri hadir dengan berbagai

    penawaran produk dan layanan berdasar prinsip syariah dengan

    mengutamakan kenyamanan, keamanan, kecepatan dan kemudahan

  • 45

    transaksi. Produk-produk pendanaan yang tersedia di PT. Bank Syariah

    Mandiri antara lain:

    1. Tabungan BSM

    Tabungan dalam mata uang rupiah yang penarikan dan setorannya

    dapat dilakukan setiap saat selama jam kas dibuka di konter BSM atau

    melalui ATM.

    2. BSM Tabungan Simpatik

    Tabungan berdasarkan prinsip wadi’ah yang penarikannya dapat

    dilakukan setiap saat berdasarkan syarat-syarat yang disepakati.

    3. TabunganKu

    TabunganKu merupakan tabungan untuk perorangan dengan

    persyaratan mudah dan ringan yang diterbitkan secara bersama-sama

    oleh bank-bank di Indonesia guna menumbuhkan budaya menabung

    dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    4. BSM Tabungan Berencana

    Tabungan berjangka yang memberikan nisbah bagi hasil berjenjang

    serta kepastian pencapaian target dana yang telah ditetapkan.

    5. Tabungan Investa Cendekia

    Tabungan berjangka untuk keperluan uang pendidikan dengan jumlah

    setoran bulanan tetap (installment) dan dilengkapi dengan

    perlindungan asuransi.

  • 46

    6. BSM Tabungan Mabrur

    Tabungan dalam mata uang rupiah untuk membantu pelaksanaan

    ibadah haji dan umrah.

    7. BSM Tabungan Dollar

    Tabungan dalam mata uang dollar (USD) yang penarikan dan

    setorannya dapat dilakukan setiap saat atau sesuai ketentuan BSM.

    8. BSM Tabungan Pensiun

    Tabungan Pensiun BSM adalah simpanan dalam mata uang rupiah

    berdasarkan prinsip mudharabah mutlaqah, yang penarikannya dapat

    dilakukan setiap saat berdasarkan syarat-syarat dan ketentuan yang

    disepakati. Produk ini merupakan hasil kerjasama BSM dengan PT.

    Taspen yang diperuntukkan bagi pensiunan Pegawai Negeri

    Indonesia..

    9. BSM Giro

    Sarana penyimpanan dana dalam mata uang rupiah untuk kemudahan

    transaksi dengan pengelolaan berdasarkan prinsip wadi’ah yad

    dhamanah.

    10. BSM Giro Valas

  • 47

    Sarana penyimpanan dana dalam mata uang US Dollar untuk

    kemudahan transaksi dengan pengelolaan berdasarkan prinsip wadi’ah

    yad dhamanahuntuk perorangan atau non perorangan.

    11. BSM Deposito

    Investasi berjangka waktu tertentu dalam mata uang rupiah yang

    dikelola berdasarkan prinsipmudharabah muthlaqah untuk perorangan

    dan non perorangan.

    12. BSM Deposito Valas

    Investasi berjangka waktu tertentu dalam mata uang dollar yang

    dikelola berdasarkan prinsip mudharabah muthlaqah untuk

    perorangan dan non perorangan.

    b. Produk Pembiayaan

    Produk-produk pembiayaan yang tersedia di PT. Bank Syariah

    Mandiri antara lain:

    1. BSM Implan

    BSM Implan adalah pembiayaan konsumer dalam valuta rupiah yang

    diberikan oleh bank kepada karyawan tetap perusahaan yang

    pengajuannya dilakukan secara massal (kelompok). BSM Implan

    dapat mengakomodir kebutuhan pembiayaan bagi para karyawan

    perusahaan, misalnya dalam hal perusahaan tersebut tidak memiliki

    koperasi karyawan, koperasi karyawan belum berpengalaman dalam

    kegiatan simpan pinjam, atau perusahaan dengan jumlah karyawan

    terbatas.

  • 48

    2. Pembiayaan Kepada Koperasi Karyawan Untuk Para Anggotanya

    Penyaluran pembiayaan kepada/melalui koperasi karyawan untuk

    pemenuhan kebutuhan para anggotanya (kolektif) yang mengajukan

    pembiayaan melalui koperasi karyawan.

    3. Pembiayaan Griya BSM

    Pembiayaan Griya BSM adalah pembiayaan jangka pendek,

    menengah, atau panjang untuk membiayai pembelian rumah tinggal

    (konsumer), baik baru maupun bekas, di lingkungan developer

    maupun non developer.

    4. Pembiayaan Umrah

    Pembiayaan umrah adalah pembiayaan jangka pendek yang digunakan

    untuk memfasilitasi kebutuhan biaya perjalanan umrah seperti namun

    tidak terbatas untuk tiket, akomodasi dan persiapan biaya umrah

    lainnya dengan akad ijarah.

    5. Pembiayaan Kendaraan Bermotor

    BSM Pembiayaan Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan

    pembiayaan untuk pembelian kendaraan bermotor dengan sistem

    murabahah. Pembiayaan yang dapat dikategorikan sebagai PKB

    adalah:

    a) Jenis kendaraan : mobil dan motor.

    b) Kondisi kendaraan : baru dan bekas.

    6. Pembiayaan Warung Mikro

  • 49

    Pembiayaan Mikro adalah pembiayaan bersifat produktif kepada

    nasabah/calon nasabah perorangan/badan usaha dengan limit s.d. Rp

    100.000.000. Termasuk dalam segmen mikro adalah pembiayaan

    dengan tujuan multiguna kepada nasabah perorangan dengan limit

    sampai dengan Rp 50.000.000 yang disalurkan melalui warung mikro

    Limit pembiayaan sampai Rp 100.000.000.

    7. BSM Gadai Emas

    Gadai emas merupakan produk pembiayaan atas dasar jaminan berupa

    emas sebagai salah satu alternatif memperoleh uang tunai dengan

    cepat.

    8. BSM Cicil Emas

    Membantu nasabah untuk pembiayaan kepemilikan emas.

    9. BSM Pembiayaan Pensiunan

    BSM Pembiayaan Pensiunan merupakan fasilitas pembiayaan yang

    diberikan BSM kepada para pensiunan PNS/TNI/Polri atau pesiunan

    yang menerima manfaat pensiun bulanan.

    c. Produk Layanan Jasa

    1. BSM CardKartu yang dapat dipergunakan untuk transaksi perbankan

    melalui ATM dan mesin debit (EDC/Electronic Data Capture).

    Manfaat:

  • 50

    a) Kemudahan tarik tunai di seluruh ATM BSM, ATM Mandiri, ATM

    BCA, ATM Bersama dan ATM Prima, kemudahan berbelanja di

    lebih dari 20.000 merchant yang menyediakan mesin-mesin EDC

    Prima BCA & EDC Mandiri, antara lain: Carrefour, Giant,

    Hypermart, Toko Buku Gramedia, Alfamart, Indomaret, Rumah

    Sakit Ibu & Anak Hermina, Apotik Kimia Farma, SPBU (Stasiun

    Pengisian Bahan Bakar Umum).

    b) Program diskon di (merchant-merchant) pedagang-pedagang

    tertentu.

    2. BSM Mobile Banking GPRS

    Layanan transaksi perbankan (non tunai) melalui mobile phone

    berbasis GPRS.

    Fitur:

    a) Transfer antar rekening di BSM dan transfer rekening antar bank

    SKN.

    b) Transfer real time ke rekening di bank anggota ATM Bersama dan

    Prima.

    c) Transfer uang tunai (transfer ke bukan pemegang rekening).

    d) Pembelian pulsa.

    e) Pembayaran premi asuransi dan zakat.

    f) Informasi saldo, mutasi, dan sebagainya.

    Syarat mendapatkan Layanan BSM MBG:

    a) Memiliki rekening Tabungan atau BSM Giro.

  • 51

    b) Memiliki BSM Card yang masih aktif.

    c) Menggunakan ponsel berfasilitas GPRS.

    d) Mengisi formulir permohonan BSM MBG.

    3. BSM Net Banking

    Layanan transaksi perbankan (non tunai) melalui internet dengan

    alamat http://www.syariahmandiri.ac.id/ yang dapat digunakan oleh

    nasabah untuk transaksi cek saldo (tabungan, giro, pembiayaan), cek

    mutasi transfer, transfer antar rekening, pembayaran tagihan dan

    pembelian pulsa seluler serta transaksi lainnya.

    Fitur:

    a) Transfer real time ke rekening di bank anggota ATM Bersama dan

    Prima.

    b) Transfer uang tunai (transfer ke bukan pemegang rekening).

    c) Transfer ke bank lain (kliring, RTGS),pembayaran tagihan telepon

    (telepon, listrik, dll).

    d) Pembelian pulsa.

    e) Informasi saldo dan data rekening nasabah serta cetak data mutasi

    transaksi.

    4. BSM Mobile Banking

    Merupakan produk layanan perbankan yang berbasis teknologi

    SMS telepon selular (ponsel) yang memberikan kemudahan untuk

    melakukan berbagai transaksi perbankan di mana saja, kapan saja.

    http://www.syariahmandiri.ac.id/

  • 52

    5. Electronic Payroll

    Aplikasi komputer yang disediakan untuk membantu proses

    pembayaran gaji suatu institusi.

    Fitur:

    a) Dapat dilakukan di seluruh cabang PT. Bank Syariah mandiri.

    b) Teknologi payroll terkini yang didesain dapat menerima segala

    jenis sistem informasi.

    c) Teknologi digunakan untuk perusahaan,

    d) Pembayaran hanya dilakukan untuk mata uang rupiah.

    e) Pembayaran gaji dapat dilakukan lebih dari 1 kali setiap bulan

    untuk setiap karyawan perusahaan.

    f) PT. Bank Syariah Mandiri mewajibkan institusi untuk

    menempatkan dana gaji dalam rekening giro paling lambat 3

    (tiga) hari sebelum tanggal perintah bayar.

    g) Institusi menyerahkan data gaji paling lambat 1 (satu) hari

    sebelum tanggal perintah bayar.

    h) Tarif sebesar Rp 1.000 per rekening.

    Syarat:

    a) Institusi wajib memiliki rekening giro pada PT. Bank Syariah

    Mandiri.

    b) Institusi wajib mengisi formulir permohonan e-payroll.

  • 53

    c) Institusi mematuhi format text file yang ditentukan oleh PT.

    Bank Syariah Mandiri.

    d) Institusi mampu menggunakan aplikasi e-payroll sesuai tarif

    yang berlaku pada PT. Bank Syariah Mandiri.

    e) Karyawan Institusi harus memiliki rekening tabungan pada

    PT. Bank Syariah Mandiri.

    c. Produk Layanan Operasional

    1. BSM Kliring

    Penagihan warkat bank lain di mana lokasi bank tertariknya berada

    dalam satu wilayah kliring.

    2. BSM Inkaso

    Penagihan warkat bank lain di mana bank tertariknya berbeda wilayah

    kliring atau berada di luar negeri, hasilnya penagihan akan dikredit ke

    rekening nasabah.

    3. BSM Intercity Clearing

    Jasa penagihan warkat (cek/bilyet giro valuta rupiah) bank di luar

    wilayah kliring dengan cepat sehingga nasabah dapat menerima dana

    hasil tagihan cek atau bilyet giro tersebut pada keesokan harinya

    .

    4. BSM RTGS (Real Time Gross Settlement)

    Jasa transfer uang valuta rupiah antar bank baik dalam satu kota

    maupun dalam kota yang berbeda secara real time.

    5. Transfer D.U.I.T (Dana Untuk Indonesia Tercinta)

  • 54

    Jasa pengiriman uang dari luar negeri ke Indonesia. Saat ini BSM

    bekerjasama dengan Merchantrade Asia (MTA) Malaysia.

    6. BSM Autosave

    Produk layanan pemindahbukuan otomatis antar rekening giro dan

    rekening tabungan dengan memelihara saldo tertentu.

    7. BSM Pertukaran Valas

    Pertukaran mata uang rupiah dengan mata uang asing atau mata uang

    asing dengan mata uang asing lainnya yang dilakukan oleh BSM

    dengan nasabah.

    BAB IV

    ANALISIS

  • 55

    A. Stratrgi Pemasaran Produk Tabungan Wadi’ah di BSM KCP Gubug-

    Semarang

    Akibat semakin ketatnya persaingan didunia perbankan syariah, maka

    akan berdampak pada pendapatan atau omset bank syariah itu sendiri. Untuk

    itu suatu bank syariah dituntut memperluas market shared-nya agar tidak kalah

    dengan bank lain. Dalam mempertahankan kelangsungan hidup suatu usaha

    dibutuhkan strategi pemasaran yang efisien dan sesuai, untuk itu pemasaran

    menjadi suatu hal yang terpenting dalam menjalankan suatu usaha, sehingga

    tujuan-tujuan dari usaha tersebut dapat tercapai. Pemasaran juga harus

    didukung oleh kerja sama yang baik dari setiap komponen perusahaan tersebut,

    begitu juga yang dilakukan oleh BSM KCP Gubug Semarang.

    Trisna Utami D., sebagai marketing bagian funding menjelaskan bahwa

    Pada dasarnya strategi pemasaran yang digunakan pada produk tabungan

    wadi’ah itu sama, yaitu strategi yang digunakan dengan menggunakan bauran

    pemasaran(marketing mix), dengan rincian sebagai berikut:

    1. Produk (Product)

    Produk merupakan segala sesuatu yang ditawarkan produsen untuk

    diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang

    memiliki nilai suatu pasar sasaran, dimana kemampuannya memberikan

    manfaat dan kepuasan.

    Produk wadiah yang ditawarkan Bank Syariah Mandiri KCP Gubug disini

    adalah Produk Tabungan simpatik, TabunganKu, dan Giro BSM dengan

    menawarkan kepada masyarakat bahwa menabung dan menyimpan dana itu

    55

  • 56

    memiliki banyak manfaat. Misalnya saja apabila kita membutuhkan uang

    untuk keperluan yang mendadak, kita bisa mengambilnya setiap saat.

    2. Harga (Price)

    Harga merupakan unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan

    dan pendapatan bagi perusahaan, dari sudut pandang pemasaran, harga

    merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa

    lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atas

    penggunaan suatu barang atau jasa. Penerapan strategi harga pemasaran

    produk dari segi harga dapat dilihat dari pengembalian modal atau bagi

    hasil, sistem bagi hasil adalah suatu sistem yang meliputi tata cara bagi

    hasil usaha antara penyedia dana dan pengelola dana, adapun bagi hasil

    yang diterapkan oleh Bank Syariah Mandiri KCP Gubug semarang adalah

    40:60. Untuk pembukaan rekening harga di sini sangatlah murah hanya

    dengan Rp. 20.000,- kita sudah bisa membuka rekening tabungan dan untuk

    rekening giro Rp. 500.000,- (perorangan) dan Rp. 1.000.000,- (perusahaan)

    kita sudah bisa membuka giro BSM.

    3. Promosi (Promotion)

    Promosi merupakan cara langsung dan tidak langsung untuk mempengaruhi

    konsumen agar lebih suka membeli dan konsumen percaya dan pada

    akhirnya timbul keinginan yang mendorong untuk melakukan pembelian

    suatu produk barang tertentu. Dalam menghadapi persaingan BSM KCP

    Gubug juga melakukan promosi dimana pada dasarnya kegiatan promosi

  • 57

    yang dilakukan BSM KCP Gubug ini sama dengan kegiatan promosi pada

    produk dan jasa lembaga keunagan lainnya.

    Promosi disini BSMmenggunakan bauran pemasaran yang meliputi:

    a. Iklan

    Iklan merupakan kombinasi non individual dengan sejumlah biaya

    melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan. Adapun

    media yang digunakan adalah dengan menyebarkan brosur dan

    memasang spanduk MMT,kerja sama dengan bebagai instansi,

    media elektronik, dan menjadi sponsor pada even-even tetentu.

    b. Penjualan perorangan

    Penjualan perorangan disini yaitu marketing bagian funding

    khususnya dan pada umumny