hubungan karakteristik perawat terhadap

Download Hubungan Karakteristik Perawat Terhadap

Post on 28-Oct-2015

33 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

cdsDFsdfsaf

TRANSCRIPT

  • KARYA TULIS ILMIAH

    HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERAWAT TERHADAP PENATALAKSANAAN KLIEN PRILAKU BUNUH DIRI

    DI RSJ.Prof. Dr. HB. SAANIN PADANG TAHUN 2009

    Diajukan Untuk Memenuhi salah satu Dalam menyelesaikan Pendidikan

    Diploma DIII Keperawatan Stikes Perintis Bukittinggi

    OLEH :

    ISMAEL2061480

    PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN STIKES PERINTIS BUKITTINGGI

    1

  • TAHUN 2009

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar belakang

    Keperawatan jiwa adalah proses interpersonal yang berupaya

    untuk meningkatkan dan mempertahankan prilaku yang

    mengkontribusi fungsi integrasi( stuard and sundeen, 1998). Pasien

    atau klien dapat berupaya individu, keluarga kelompok organisasi

    atau komonitas.

    Salah satu masalah yang dihadapi klien dalam keperawatan

    adalah prilaku bunuh diri, dan bentuk penyelesaian dari masalah

    prilaku bunuh diri adalah memberikan penatalaksanaan yang

    sesuai dengan kebutuhan klien

    Bunuh diri adalah tindakan agresif yang merusak diri sendiri

    dan dapat mengakiri kehiduapan. Di amerika serikat dilaporkan

    25.000 tindakan bunuh diri setiap tahun dan merupakan penyebat

    kematian yang kesebelas . Rasio kejadian bunuh diri antara pria

    dan wanita adalah tiga berbanding satu ( Keliat budi Ana 1994 )

    Sedangkan Indonesia lebih dari 90% orang dewasa yang

    mengakhiri kehidupannya dengan bunuh diri mempunyai hubungan

    dengan penyakit jiwa. Tiga gangguan jiwa yang dapat membuat

    individu resiko untuk bunuh diri yaitu gangguan afektif,

    penyalahguaan zat, dan skizofrenia ( Stuard and Sundent, 1998 )

    2

  • Bunuh diri merupakan kedaruratan psikiatri karena klien

    berada dalam keadaan stres yang tinggi dan menggunakan koping

    yang Maladaptif. Selain itu bunuh diri merupakan tindakan

    integritas merusak diri atau mengakiri kehidupan. Situasi gawat

    pada bunuh diri adalah saat ide bunuh diri timbul secara berulang

    tanpa rencana yang spesifik untuk bunuh diri.

    Dan ciri-ciri klien bunuh diri adalah pasien pernah mencoba

    bunuh diri, keinginan bunuh diri dinyatakan keterangan-keteragan,

    klien cemas, klien baru mengalami kehilangan.

    Oleh karena itu, perawat harus memerlukan ciri karakteristis

    yang baik dan bagus dalam penatalaksaan klien dengan prilaku

    bunuh diri. Karena Sebagai mana diketahui karakteristik adalah

    salah satu aspek kepribadian yang menggambarkan suatu susunan

    batin manusia yang nampak pada kelakuan dan perbuatan

    ( Purwato heri, 2000 )

    Untuk itu upaya yang dilakukan oleh pemberi pelayanan

    kesehatan adalah perawat harus ditingkatkan sumber daya

    manusianya. Dengan melakukakan-melakukan penataran serta

    meningkatkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi agar sesuai

    dengan tangung jawab dan wewenang serta etika profesional yang

    sesui dengan perkembangan zaman yang selalu menuntut

    pelayanan kesehatan yang prima dalam mewujutkan hal tersebut

    diperlukan teknik, sikap dalam penatalaksaan terhadap klien

    dengan prilaku bunuh diri.

    3

  • Dari pengamatan saat dinas di RSJ HB sa`anin Padang, Pada

    khususnya perawat yang dinas dibagian rawat inap cenderung

    hanya memantau pasien sekilas saja, tanpa memperhatikan pasien

    semaksimal mungkin, seperti tidak mengidentifikasi benda-benda

    asing yang dapat membahayakan pasien contoh nya sepray,

    tempat tidur yang dapat dimanfaatkan untuk objek bunuh diri,

    begitu juga halnya kepada keluarga pasien, perawat jarang sekali

    menjelaskan kepada keluarga tentang pentingnya penatalaksanaan

    atau pengobatan yang diberikan kepada klien sehubungan dengan

    pencegahan bunuh diri.

    Sedangkan klien yang berprilaku bunuh diri ada peneliti

    temui, tetapi sebagian rumah sakit tidak mencatat angka klien

    yang berprilaku bunuh diri . peneliti juga melihat buku laporan

    diruangan-diruangan yang ada di RS Prof.Dr.HB.Sa`anin Padang,

    tetapi peneli tidak menemui angka klien yang berprilaku bunuh diri

    di rumah sakit. peneliti hanya ingin menemukan apakah ada

    hubungan karakteristik terhadap penatalaksaan klien dengan

    prilaku tsb. Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa dalam

    membantu proses kesembuhan klien atau mencegah terjadinya

    resiko prilaku bunuh diri diperlukan sekali penatalaksanaan yang

    tepat dari dari perawat.

    Mengingat sangat pentingnya peran parawat terhadap

    penatalaksaaan klien dengan prilaku bunuh diri, maka penulis

    4

  • tertarik menggali bagaimana hubungan karakteristik perawat

    dalam penatalaksanaan klien dengan prilaku bunuh diri.

    1.2 Rumusan masalah

    Dalam melakukan penelitian ini, penulis ingin melihat apakah ada

    hubangan karakteristik perawat terhadap penatalaksaan klien

    dengan prilaku bunuh diri di RSJ Prof.Dr.HB.Sa`anin Padang Tahun

    2009

    1.3 Tujuan penelitian

    1.3.1Tujuan umum

    Untuk mengetahui apakah ada hubungan karakteristik

    perawat meliputi tingkat pendidikan, usia dan lama kerja

    terhadap penatalaksanaan klien dengan prilaku bunuh diri di

    Ruang rawat anap RSJ Prof.Dr.HB.Sa`anin Padang Tahun

    2009

    1.3.2Tujuan Khusus

    1.3.2.1 Mengedentifikasi karakteristik parawat meliputi usia,

    tingkat pendidikan dan lama kerja Perawat di Ruang rawat

    anap RSJ Prof.Dr.HB.Sa`anin Padang Tahun 2009

    1.3.2.2 Mengidentifikasi hubungan tingkat usia pearawat

    terhadap penatalaksaan klien dengan prilaku bunuh diri di

    Ruang rawat anap RSJ Prof.Dr.HB.Sa`anin Padang Tahun

    2009.

    1.3.2.3 Mengidentifikasi hubungan tingkat pendidikan perawat

    terhadap penatalaksaan klien dengan prilaku bunuh diri di

    5

  • Ruang rawat anap RSJ Prof.Dr.HB.Sa`anin Padang Tahun

    2009

    1.3.2.4 Mengidentifikasi hubungan lama kerja perawat terhadap

    penatalaksanaan klien dengan prilaku bunuh diri di Ruang

    rawat anap RSJ Prof.Dr.HB.Sa`anin Padang Tahun 2009.

    1.4 Manfaat penelitian

    1.4.1Bagi peneliti

    Menambah wawasan dan pengetahuan tentang peranan

    karakerisik perawat terhadap penatalaksanaaan klien dengan

    prilaku bunuh diri.

    1.4.2 Bagi institusi Pendidikan

    Sebagai bahan dan ajuan dalam mengembangkan ilmu

    pengetauan bagi peserta didik khususnya pada pendidikan

    DIII keperawatan dan juga sebagai bahan penelitian

    selanjutnya.

    1.4.3Bagi lahan

    Sebagai masukan bagi RSJ Prof.Dr.HB.Sa`anin Padang

    mengenai hubungan karakreristik perawat terhadap

    penatalaksanaan klien dengan prilaku bunuh diri.

    6

  • BAB II

    TINJAUAN KEPUSTAKAAN

    2.1.Tinjauan teoritis

    2.1.1 Pengertian karakteristik

    Karakteristik adalah kemampuan untuk memadukan nalai-

    nilai yang menjadi filosopi atau pandangan dunia yang utuh,

    memperhatikan komitmen yang teguh dan responden yang

    konsisten terhadap nilai-nilai itu dengan mengenerasikan

    pengalaman tertentu menjadi satu sistem nilai ( Notoatmodjo,

    2003 : 207 )

    Karakteristik adalah merupakan salah satu aspek kepribadian

    yang menggambarkan suatu susunan batin manusia yang nampak

    pada kelakuan dan perbuatan ( Purwato Heri 2000 )

    Manusia diciptakan dengan unik, berbeda satu sama lain dan

    tidak satupun yang memiliki ciri-ciri persis sama meskpun mereka

    persis kembar idetik. Oleh karena itu individu pasti memiliki

    karakter yang berbeda dengan individu yang lainnya. Perbedaan

    individu ini dinamakan kodrat manusia yang bersifat alami.

    2.1.2 Perawat

    7

  • Perawat adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan

    dalam bidang keperawatan dan memberikan wewenang untuk

    melaksanakan pelayanan atau asuhan asuhan keperawatan di

    ruang rawat ( Dep Kes 1999 )

    2.1.3 Faktor yang mempengaruhi karakteristik perawat

    2.1.3.1. Umur

    Umur berkaitan erat dengan tingkat kedewasaan atau

    maturitas parawat. Kedewasaan adalah tingkat kemampuan teknis

    dalam melakukan tugas maupun kedewasaan psikologis, semakin

    bertambah lanjut usia seseorang semakin meningkat pula

    kedewasaan seseorang demikian juga psikologisnya akan

    menunjukan kematangan jiwa.

    Meningkatnya umur seseorang, akan meningkat pula

    kebijaksaan dan kemampuan seseorang dalam mengambil

    keputusan berfikir rasional.

    Kinerja akan meningkat dan kepuasan kerja tercapai.

    Karayawan yang masih muda tuntutan kepuasan kerja dapat

    tercipta karena adanya persepsi yang positif terhadap suatu yang

    berkaitan dengan pekerjaannya( Hasibun 2009 )

    Selanjutnya bertolak belakang dengan pendapat Brow dalam

    amerika serikat ad ( 2000 ) mengatakan bahwa usia 25 hingga 30

    tahun dan antar 45 hingga 54 sering timbul ketidak puasan dalam

    bekerja .

    2.1.3.2 Tingkat Pendidikan

    8

  • Menurut siagian ( 2000 ) Mengatakan bahwa pendidikan

    merupakan yang berfungsi mengembangkan kemampuan dan

    kualitas kepribadian seseorang dimana semakin tinggi pendidikan

    semakin besar keinginan untuk memanfaatkan pengetahuan dan

    kerampilan.

    Pendapat Gipson ( 2000 ) mengatakan bah pendidikan yang

    tinggi pada