pragmatik 3

Download PRAGMATIK 3

Post on 13-Jan-2016

31 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Cr. Internet

TRANSCRIPT

PRAGMATIK18-2-2012

Pemateri : Teti Sobariah, Dra, M.Pd

Pragmatik ilmu yang mempelajari penggunaan bahasa, yang dihubungkan dengan pemakainya.

Bagaimana seseorang menggunakan bahasa.

Contoh : Ketika kita berbicara

1. Berbicara dalam ruangan atau di luar ruangan

2. Acara formal atau non formal.

3. Non formal dapat menggunakan bahasa bebas, selama bahasa itu dipahami oleh lawan bicara kita.

4. Bahasa, isi pembicaraan harus sama-sama dipahami oleh kedua belah pihak.

Apakah seseorang kompet dalam berbahasa ?

Kompeten :

1. Topik yang dibicarakan

Topik harus mempunyai wawasan yang luas

2. Tujuan

Tujuan apa yang akan kita sampaikan

3. Dengan siapa

Dengan demikian maka kita akan menggunakan bahasa sebaik mungkin.4. Kontek

Ditadsirkan situasi dan kondisi/ keadaan .Konteknya apa? Kuliah ? Percakapan biasa ? Seminar ? Sidang ?

Pembicara dan lawan bicara harus memahami benar apa yang dibicarakan.

5. Waktu

Berkaitan dengan kapan, tempat.

6. Dimana

Di Jakarta. Di Aula. Di Sekolah.

Semua ini dikaitkan dengan budaya.

Dengan siapa kita bicara :

Dengan petani di daerah

Dengan mahasiswa di kampus.

Maka penyampaian materi akan berbeda.7. Media

Sarana alat bantu yang digunakan.

Media bias langsung atau tidak langsung.

Media bias dua dimensi

Media tiga dimensi

Media tidak langsung TV atau video Telpon media tidak langsung8. Unsur pendukung

Unsur pendukung adalah yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas.

Komunikasi ( kompetensi komunikasi )1. Kemampuan Gramatikal/ kemampuan bertata bahasa.

( Linguistiknya, gremer, tata bahasa )

Bagaimana berbicara dengan runtutan kalimat yang tepat.

Kalimat ambigu ( memiliki dua makna kata )

Cermat berbahasa, sesuai dengan situasi dan kondisinya.2. Sosiolinguistik

Seorang pembicara harus memiliki kemampuan social, siapa yang diajak bicara, ragam bahasanya santai atau formal.

3. Wacana

Kompetensi penggunaan waktu.

Bacaan bias lisan atau tulisan. Mencangkup gremer dan non bahasa.

segmental dan non segmental

4. Kompetensi Strategis / kemampuan memanfaatkan bidang yang khusus/ spesifikan

Dalam menyelesaikan berbagai persoalannya.

5. Kompetensi Komunikasi

Harus bias berkomunikasi dengan lawan bicara.Tatanan Linguistik

Wacana Kata Kalimat - Bahasa

Sintaktis

Makna struktural

Makna-makna yang tertera dalam kamus bahasa indonesiaMorfologi

Seluk beluk

Fonologi Fonem

Fonetik

Fonemik

19-2-2012

Pemateri : Hj. Wikanengsih, dra, M.Pd

Bagaimana menggunakan bahasa dalam kehidupan sehari-hari harus bersifat pragmatik (pragmatis)

Seseorang mengguasai teori belum tentu mgenguasai prakteknya. Begitu pula sebaliknya.

Kita perlu mempelajari teori agar sesuai dengan prakteknya.Kita harus tau makna komunikatif apa yang kita sampaikan sesuai dengan makna komunikatif pada orang yang diajak bicara.

Pembicara harus dapat ditangkap oleh penangkapnya / pendengar dalam berbicara.Karena dalam berbicara ada komunikasi dua arah.

Pragmatik Telaah mengenai hubungan tanda-tanda dengan penafsir (Morris)

Telaah mengenai hubungan antara bahasa dan konteks dalam struktur suatu bahasa

Telaah mengenai segala aspek makna yang tidak tercakup dalam teori semantik

Telaah mengenai relasi antara bahasa dan konteks yang merupakan dasar bagi suatu catatan atau laporan pemahaman bahasa

Telaah mengenai kemampuan pemakai bahasa dalam menghubungkan kalimat-kalimat dan konteks secara tepat

Telaah mengenai kegiatan ujaran langsung dan tak langsung, presuposisi, implikatur konvensional.

Pragmalinguistik adalah telaah mengenai kondisi umum penggunaan komunikasi bahasa

Sosiopragmatik adalah telaah mengenai kondisi setempat atau kondisi lokal yang lebih khusus mengenai penggunaan bahasa Pragmatik dan Tindak Ujar Teori tindak ujar adalah bagian dari pragmatik dan pragmatik itu sendiri bagian dari performansi linguistik

Pragmatik mencakup cara pemakai bahasa menerapkan pengetahuan dalam menginterpretasikan ucapan UNSUR KEGIATAN TINDAK TUTUR

S= SETTING

P=PARTICIPANT

E=END

K=KEYS

I=INSTRUMENT

N=NORM

G=GENRE

Pengajaran bahasa berdasarkan kurikulum 1994 dan sesudahnya harus menekankan pada aspek keterampilan berbahasa

Aspek keterampilan berbahasa memandang bahasa sebagai alat komunikasi

Agar tercipta komunikasi yang lancar dan tepat maka harus memperhatikan faktor-faktor penentu dalam berkomunikasi

Orientasi belajar mengajar berdasarkan tugas dan fungsi berkomunikasi disebut pendekatan komunikatif Kemampuan berbahasa yang dapat menyesuaikan bentuk bahasa dengan faktor-faktor penentu berkomunikasi disebut keterampilan pragmatik Ilmu yang mengkaji hubungan ragam dan bentuk bahasa dengan faktor-faktor penentu berkomunikasi disebut ilmu pragmatik

Prinsip kerjasama (cooperative principle)

keterlibatan pastisipan dalam membentuk sebuah percakapan lengkap dengan unsur-unsur yang dibutuhkannya Ke dalam prinsip kerjasama termasuk 4 kategori maksim (peribahasa, pepatah) yang berbeda, yaitu:

1. Maksim kuantitas

kerjasama dalam bentuk jawaban yang belum pasti 2. Maksim kualitas

kerjasama dalam bentuk jawaban yang sesuai

3. Maksim relasi

kerjasama dalam bentuk jawaban yang belum sesungguhnya 4. Maksim cara

kerjasama yang tidak langsung menjawab pertanyaan karena kebiasaan

Tindak tutur Sesuatu yang dilakukan ketika berbicara atau suatu unit bahasa yang berfungsi dalam sebuah percakapan

tindak tutur berdasarkan jenisnya Tindakan representatif

tindak dari penutur yang berfungsi menetapkan/menjelaskan sesuatu apa adanya

Tindakan komisif

tuturan yang berfungsi mendorong pembicara melakukan sesuatu (berjanji, bernazar, bersumpah)

Tindakan direktif

tuturan yang berfungsi mendorong pendengar untuk melakukan sesuatu (mengusulkan, memohon, mendesak)

Tindakan ekspresif

tindakan yang mencakup perasaan dan sikap (meminta maaf, berterima kasih, memuji)

Tindakan deklaratif

tuturan yang berfungsi memantapkan/membenarkan suatu tindakan tutur lain

Tindak tutur berdasarkan hakekat pemakaian Tindak tutur sopan santun

tindak tutur yang dilakukan dengan menggunakan etika dan tatakrama yang sesuai dengan budaya

Tindak tutur penghormatan

tindak tutur yang dilakukan pada orang yang berbeda status sosialnya

Tindak tutur tidak menghiraukan

- tidak memperhatikan karena tidak disengaja

- tidak memperhatikan karena disengaja

Prinsip sopan santun (politennes principle) Ke dalam prinsip sopan santun termasuk 6 kategori yang berbeda, yaitu:

1. Maksim kebijaksanaan (keputusan yang tepat)

2. Maksim kedermawanan (pemberian karena iba)

3. Maksim penghargaan (pemberian atas prestasi)

4. Maksim kesederhanaan (gaya hidup dan pikiran)

5. Maksim permufakatan (mencari kesepakatan)

6. Maksim simpati (kecenderungan rasa)

Penggalan pasangan percakapan1. Penggalan salam dan tegur sapa

2. Penggalan panggilan dan jawaban

3. Penggalan tuduhan dan inkar

4. Penggalan peringatan dan perhatikan

5. Penggalan permohonan dan persetujuan

6. Penggalan meminta penjelasan

7. Penggalan tawaran jasa dan persetujuan

8. Penggalan tawaran dan penolakan

Pembukaan dan penutupan percakapan Pembukaan sebagai tuturan awal dan penutup sebagai tuturan akhir dari sebuah rangkaian percakapan lengkap

Pembukaan dan penutupan dapat dijumpai pada setiap penggalan pasangan percakapan

Kesempatan berbicara Hal-hal yang berkenaan dengan siapa, kapan, dan berapa lama seseorang atau suatu pihak memperoleh kesempatan berbicara di dalam sebuah rangkaian percakapan atau pada sepenggal pasangan percakapan

Aspek yang berkaitan dengan kesempatan berbicara Topik pembicaraan

Arah pembicaraan

Maksud percakapan

Tanggapan peserta terhadap topik, arah, dan maksud pembicaraan

Jumlah peserta

Interpretasi isi

Inisiatif memotong atau mengambil peran

Kesempatan berbicara menurut sifatnya Giliran otomatis

dapat dijumpai pada percakapan yang pesertanya dua orang

Giliran diatur

dapat dijumpai pada teks drama, film, percakapan formal

Giliran direbut

dapat dijumpai pada suatu situasi panas situasinya atau diskusi bebas

Giliran sukarela

dapat dijumpai pada percakapan yang bersifat pertukaran pendapat

Sifat rangkaian tuturan Sifat utama rangkaian tuturan adalah membentuk situasi tutur dalam rangkaian percakapan

Macam sifat rangkaian tuturan Rangkaian berantai

rankaian yang berbentuk: setiap pertanyaan selalu diikuti langsung dengan jawaban

Rangkaian bergantung

rangkaian yang berbentuk : setiap pertanyaan langsung dijawab dan penjawab membuat pertanyaan balik yang akhirnya dijawab oleh penanya pertama

Rangkaian melingkar

rangkaian yang berbentuk : setiap pertanyaan tidak langsung dijawab tapi balik bertanya dan diikuti oleh jawaban dari orang 1 & 2

Keberlangsungan percakapan

Berhubungan erat dengan kesempatan berbicara berbentuk jawaban atau reaksi agar lawan bicara tertarik untuk mener

Recommended

View more >