fts solid ( bab 2 - bahan tambahan sediaan tablet)

Download FTS Solid ( BAB 2 - Bahan Tambahan Sediaan Tablet)

Post on 11-Feb-2018

246 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 7/23/2019 FTS Solid ( BAB 2 - Bahan Tambahan Sediaan Tablet)

    1/15

    BAB II

    BAHAN TAMBAHAN SEDIAAN TABLET

    Sediaan tablet dalam formulanya terdiri atas bahan aktif dan bahan tambahan. Bahan

    tambahan dalam formula tablet terdiri atas bahan pengisi (filler); bahan pengikat (binder);

    bahan penghancur (disintegrant); bahan pelicin (lubricant); pelincir (glidant), anti-adheren;

    pewarna (colouring), perasa (flavouring).

    Dalam formula tablet, bahan aktif yang digunakan sebaiknya memiliki kemurnian

    yang tinggi, stabil selama proses pembuatan tablet, kompatibel dengan semua bahan aktif dan

    bahan tambahan lainnya, bentuk partikelnya sferis, ukuran partikel dan distribusi ukuran

    partikelnya baik, memiliki sifat alir yang baik, kandungan air yang optimum, sifat

    kompresibilitasnya baik, permukaan partikelnya tidak bermuatan, dan memiliki organoleptis

    yang dapat diterima.

    Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk bahan aktif dalam formula tablet.

    1. absorpsi bahan aktif

    a. jika obat sangat baik diabsorpsi di lambung dan usus, maka obat dirancang untuk tablet

    yang penggunaannya ditelan, dan tablet harus dapat hancur di lambung.

    b. jika disolusi obat merupakan faktor penentu absorpsi, maka ukuran partikel adalah

    faktor yang harus diperhatikan.

    c. jika obat tidak stabil dalam saluran cerna, maka dapat didesain dalam bentuk tablet isap.

    2. stabilitas bahan aktif

    a. obat yang tidak tahan panas atau lembap, maka dalam formulasinya harus terhindar dari

    panas dan lembap.

    b. obat yang tidak tahan terhadap asam lambung dapat diformulasikan dalam bentuk tablet

    salut enterik.

    3. sifat fisika kimia bahan aktif yang berkaitan dengan metode pembuatannya, antara lain

    sifat alir, kompaktibilitas, dan stabilitas terhadap panas, kelembapan, dan tekanan.

    4. dosis bahan aktif

    a. bahan aktif dengan dosis kecil akan bermasalah dengan homogenitasnya.

    b. bahan aktif dengan dosis besar, sifat campuran massa tabletnya sangat ditentukan oleh

    sifat bahan aktifnya.

    Penambahan bahan tambahan dalam formulasi sediaan tablet memiliki tujuan sebagai berikut.

    1. untuk membantu selama proses pembuatan.

  • 7/23/2019 FTS Solid ( BAB 2 - Bahan Tambahan Sediaan Tablet)

    2/15

    2. melindungi, mendukung, dan meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas bahan aktif.

    3. membantu dalam identifikasi produk.

    4. meningkatkan keamanan dan efektivitas produk selama distribusi dan penggunaan.

    Kriteria umum untuk bahan tambahan dalam formulasi sediaan tablet, antara lain.

    1. netral secara fisiologis.

    2. stabil secara fisika dan kimia.

    3. tidak mempengaruhi bioavailabilitas bahan aktif.

    4. tidak mengandung mikroba patogen

    5. tersedia cukup luas di pasaran dan harganya relatif murah.

    2.1 Bahan pengisi

    Bahan pengisi berfungsi untuk membuat kesesuaian bobot tablet, umumnya bobot tablet yang

    berterima lebih besar dari 70 mg. Bahan pengisi diperlukan terutama untuk zat aktif berdosis

    kecil. Bahan pengisi, umumnya ditambahkan dalam rentang 5-80% (bergantung pada jumlah

    zat aktif dan bobot tablet yang diinginkan). Fungsi lain bahan pengisi adalah untuk

    memperbaiki kompresibilitas dan sifat alir bahan aktif. Pada pembuatan tablet dengan metode

    cetak langsung, terkadang bahan pengisi dapat bersifat sebagai bahan pengikat dan bahan

    pelicin.

    Kriteria yang baik untuk bahan pengisi.

    1. tidak bereaksi dengan zat aktif dan bahan tambahan yang lain.

    2. tidak memiliki aktivitas fisiologis dan farmakologis.

    3. memiliki kestabilan fisika-kimia yang baik.

    4. tidak mempengaruhi disolusi dan bioavailabilitas sediaan tablet.

    Bahan pengisi dapat digolongkan berdasarkan kelarutan dan material penyusunnya, yaitu

    1. berdasarkan kelarutannya, dibedakan menjadi.

    a. bahan pengisi larut air, misalnya laktosa, sukrosa, dekstrosa, manitol, dan sorbitol

    b. bahan pengisi tidak larut air, misalnya kalsium sulfat, kalsium karbonat, amilum, dan

    mikrokristalin selulosa.

    2. berdasarkan material penyusunnya, dibedakan menjadi.

    a. material organik, misalnya. Karbohidrat dan modifikasinya

    b. material anorganik, misalnya. Kalsium fosfat dan kalsium karbonat

    contoh bahan pengisi yang umum digunakan dalam formula tablet, antara lain laktosa,

    mikrokristalin selulosa, dan kalsium fosfat dibasik.

    a. laktosa

  • 7/23/2019 FTS Solid ( BAB 2 - Bahan Tambahan Sediaan Tablet)

    3/15

    laktosa berupa produk alami disakarida yang diperoleh dari susu sapi dengan konsentrasi

    sekitar 4,5%. Dalam perdagangan dikenal bermacam-macam jenis laktosa, seperti.

    a. laktosa monohidrat, berbentuk serbuk kristal dan granul, banyak digunakan dalam

    metode granulasi basah metode cetak langsung.

    b. laktosa semprot kering, contohnya DC Lactose 11 DMV, diperoleh dengan cara semprot

    kering. Jenis ini sangat baik digunakan pada metode cetak langsung karena sifat alir dan

    kompresibilitasnya yang baik.

    c. laktosa anhidrat, contohnya DC Lactose 21 DMV, berupa serbuk sangat halus, d iperoleh

    dengan cara roller drying, kemudian digerus dan diayak. Partikelnya berbentuk amorf, luas

    permukaan besar dan sangat mudah dikempa, mengandung kadar laktosa yang tinggi.

    Laktosa memiliki sifat antara lain. Mudah larut dalam air, memberikan rasa yang

    dapat diterima di mulut, tidak higroskopis, mudah dikeringkan pada saat pembuatan dengan

    metode granulasi basah, memiliki kompresibilitas yang baik, tidak reaktif, memiliki nilai titik

    leleh yang cukup tinggi (202C) sehingga tidak akan menjadi lunak pada saat terkena tekanan

    kompresi, sifat alir yang cukup baik, harga relatif murah, dan terdapat dalam berbagai macam

    ukuran partikel.

    Pelarut Kelarutan laktosa pada 20C

    Kloroform Praktis tidak larut

    Etanol Praktis tidak larut

    Eter Praktis tidak larut

    Air 1 : 5,24

    1 : 3,05 pada 40C

    1 : 2,30 pada 50C

    1 : 1,71 pada 60C

    1 : 0,96 pada 80C

    Laktosa semprot kering atau spray dried lactose (SDL) pertama kali diperkenalkan di

    perdagangan pada tahun 1960 sebagai bahan tambahan pada pembuatan tablet dengan metode

    cetak langsung. Sampai sekarang pun, laktosa merupakan bahan tambahan yang paling

    populer dalam pembuatan tablet.

    SDL memiliki beberapa keuntungan, antara lain.

    1. sifat aliran paling baik dibandingkan dengan semua pengisi untuk formula cetak langsung.

    2. densitas ruahan cukup besar, sehingga pengisian die cukup baik.

    3. lubrikan hanya mempunyai sedikit efek pelunakan terhadap kompresibilitas.

  • 7/23/2019 FTS Solid ( BAB 2 - Bahan Tambahan Sediaan Tablet)

    4/15

    4. mempunyai stabilitas fisik (kekerasan dan kerapuhan) yang baik

    5. harga relatif tidak terlalu mahal.

    Keterbatasan SDL, antara lain.

    1. aliran dan kompresibilitas berkurang jika dihaluskan

    2. kompresibilitas hilang jika kadar air normal (3%) hilang atau berubah selama

    penyimpanan.

    3. umumnya digunakan secara kombinasi dengan avicel.

    4. jika digunakan tunggal, konsentrasi minimum penggunaan 40-50%

    5. kapasitas mengencerkan zat aktif 20-25%

    c. kalsium fosfat dibasic

    memiliki sifat :

    1. Kompresibilitas dan sifat alir baikkhus untuk partikel yang lebih besar. Mekanisme

    deformasiterjadinya fragmentasi.

    2.

    Abrasive,diperlukan lubrikan dalam proses pencetakan tablet

    3. Tidak higroskopis

    4. Stabil dalam suhu kamar.

    5. Permukaannya bersifat basatidak cocok dengan bahan aktif yang sensitive terhadap

    pH basa.

    Nama dagang : calstar (FMC Biopolymer), Di-Cafos (Chemische Fabrik Budenheim), DI-

    TAB (Innophos), dan Emcompress (JRS Pharma LP).

    2.2 Bahan pengikat

    Tujuan : membentuk ikatan antar partikel supaya terbentuk tablet yang baik, memenuhi

    persyaratan bobot tablet, kekerasan dan kerapuhan tablet.

    Mekanisme perlekatan antar partikel :

    1. Terbentuknya jembatan cairsaat penambahan bahan pengikat

    2. Terbentuknya jembatan padat, terjadi saat pengeringan granul basah atau bahan

    tambahan yang memiliki titik lebur rendah.

    3.

    Pada saat terjadinya deformasi plastic, yang dapat menyebabkan interlocking.

    4. Adanya gaya elektrostatika antar partikel, yang terjadi pada kondisi kelembapan yang

    rendah.

    Bahan pengikat sebagai perekat, mengikat serbuk menjadi granul mengikat granul-granul

    menjadi tablet dalam proses pengempaan.

  • 7/23/2019 FTS Solid ( BAB 2 - Bahan Tambahan Sediaan Tablet)

    5/15

    Jumlah bahan pengingat sedikitgranul rapuh

    Jumlah bahan pengikat banyakmenghasilkan granul yang keras

    Bahan pengikat sebagai penentu keseragaman ukuran, kekerasan, dan mudah tidaknya granul

    yang dihasilkan tersebut untuk dikempa menjadi tablet.

    Klasifikasi bahan pengikat :

    1. Dari alam : akasia, tragakan, gelatin,amilum, gumguar, gum xanthan, gum tara, pectin

    2.

    Polimer sintetik/semisintetik : HPMC, PVP, PEG, CMC Na

    3. Gula : sukrosa, larutan glukosa

    Sifat cairan pengikat terhadap granulasi :

    1.

    Viskositas : mempengaruhi interaksi antargranul

    2. Tegangan permukaan : mempengaruhi gaya kapilaritas

    3.

    Sudut kontak : mempengaruhi proses pembasahan

    Dua metode dalam penambahan pengikat :

    1. Metode cetak langsung : menggunakan bahan pengikat dalam bentuk serbuk atau

    kering bertujuan agar pada proses pengempaan tidak memerlukan tekanan yang

    tinggi. Mekanisme yang terjadi : interlocking antar partikel yang mengalami

    deformasi plastic.

    2. Metode granulasi

    Granulasi kering bahan pengik