sop darurat incinerator

Click here to load reader

Post on 11-Oct-2015

253 views

Category:

Documents

34 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Standard Operating procedure for Incinerator. This SOP is very important thing for operator to work with incinerator. Perhaps it will be use.

TRANSCRIPT

KESEHATAN DAN KESELAMATAN

6PT. PENGELOLA LIMBAH

KUTAI KARTANEGARANO.SOP: PLKK-SOP-HSE-15

Tgl. Terbit: 12 Juni 2014

Revisi: 00

Halaman: 1 - 22

SOP 49

Tanggap Darurat INCINERATORINCINERATOR Emergency Response

Status Dokumen : ORIGINAL ( COPY (

No. RevisiBulan / TahunDisusun OlehDiperiksa OlehDisahkan Oleh

0012 Juni 2014Djoko Agus S.Andri Indra K.Very Wintara

HSE CoordinatorHSE ManagerDirektur

TABULATION OF REVISED PAGESSHEETREVISIONSSHEETREVISIONS

0123456701234567

1X46.

2X47.

3X48.

4X49.

5X50.

6X51.

7X52.

8X53.

9X54.

10X55.

11X56.

12X57.

13X58.

14X59.

15X60.

16X61.

17X62.

18X63.

19X64.

20X65.

21X66.

22X67.

2368.

2469.

2570.

2671.

2772.

2873.

2974.

3075.

3176.

3277.

3378.

3479.

3580.

3681.

3782.

3883.

3984.

4085.

4186.

4287.

4388.

4489.

4590.

DAFTAR ISI

1. Prakata

4

2. Tujuan

4

2.1. Ruang Lingkup

4

3. Kriteria Keadaan Darurat & Pelaksanaannya

43.1.Umum

3.2.Definisi Keadaan darurat

3.3.Pelaksanaan Perencanaan

3.4Pelaporan Keadaan darurat4. Organisasi Keadaan Darurat

5

4.1Tanggung jawab keadaan darurat5. Komunikasi

6

5.1. Struktur Komunikasi Tanggap Darurat Lapangan.

5.2. Komunikasi Lapangan

5.3.Pusat Komunikasi

6. Tindakan - Tindakan dan Pertanggung Jawaban

7

7. Pelaporan Dalam Keadaan Darurat

7

7.1.Komandan yang berada di tempat kejadian8. Pengendalian Keadaaan Darurat

99. Regu Bantuan Pengendalian Keadaan Darurat

9Lampiran :

11KOMUNIKASI KEADAAN DARURAT AWAL DI LAPANGAN

RENCANA EVAKUASI MEDICAL

EVAKUASI MEDIS DADURAT

LAPORAN EVALUASI KEADAAN DARURATInstruksi KebakaranAlarm Code

Emergency Telephone Directory

PROSEDUR TANGGAP DARURAT

Emergency Response Procedure

1.PRAKATA

Sebagai suatu industry pengelola limbah B3 yang menggunakan peralatanm Incinerator, PT. Pengelola Limbah Kutai Kartanegara (PT. PLKK) menerima dan bertanggung jawab untuk mencegah dan mengontrol situasi-situasi keadaan darurat (emergency situations) yang dapat terjadi berkaitan dengan peralatan tersebut. Hal ini juga termasuk pelaksanaannya, baik secara operasional maupun persoalan-persoalan yang bertalian dengan hubungan luar.

Dalam hal mengurangi kerusakan-kerusakan yang cukup besar disebabkan oleh suatu peristiwa atau kejadian, PT. PLKK membuat prosedur tanggap darurat (emergency response procedure) untuk membantu karyawan-karyawan dalam menangani keadaan darurat.

2.TUJUAN

Tujuan dari rencana ini adalah untuk membuat suatu organisasi tanggung jawab dan prosedur -prosedur darurat dalam situasi emergency yang sangat berpengaruh terhadap perusahaan dan lingkungan sekitarnya. Perusahaan akan selalu bertanggung jawab untuk melindungi karyawan, harta milik perusahaan serta lingkungan. Prosedur tanggap darurat ini digunakan sebagai panduan dalam melaksanakan situasi keadaan darurat serta pelatihan keadaan darurat bagi karyawan perusahaan guna mengembangkan kesiagaan terhadap keadaan darurat yang terjadi berkaitan dengan peralatan incinerator.

Seluruh karyawan harus peduli dengan rencana tanggap darurat ini, bagaimana bekerjanya serta apa yang harus mereka lakukan untuk menjalankannya. Semua anggota team pengendali tanggap darurat harus dilatih secara teratur dan berkesinambungan sesuai dengan rencana.

Tujuan/ sasaran-sasaran dari prosedur tanggap darurat ini diprioritaskan kepada:

a. Menyelamatkan kehidupan manusia

b. Menuju/ pindah ke suatu tempat yang aman & selamat

c. Melindungi lingkungan hidup tanpa membahayakan orang

d.Melindungi asset perusahaan tanpa membahayakan orang lain

2.1.Ruang lingkup

Panduan rencana tanggap darurat ini dibuat terkait dengan peralatan incinerator PT. PLKK yang berada di workshop Samboja, Kalimantan Timur dan merupakan satu garis komunikasi kepada kelompok pendukung keadaan darurat.

Cakupan panduan ini terdiri atas hal-hal sebagai berikut:

a. Menetapkan strategi cepat tanggap yang diperlukan dalam mengontrol situasi keadaan darurat baik dari alarm peringatan bahaya sampai jalur evakuasi bagi pekerja.

b. Rincian tentang organisasi dan pertanggung jawaban tentang suatu regu dan individu- individu pribadi yang diketahui dalam suatu rencana.

c. Mengetahui syarat-syarat dan kebutuhan terhadap kewaspadaan dan komunikasi dengan badan-badan pemerintah serta organisasi-organisasi lain dalam hal keadaan darurat.

d. Menyiapkan daftar telepone terbaru bagi semua karyawan-karyawan yang bersangkutan dan organisasi sesuai rencana. e. Penggunaan peralatan tanggap darurat dan alat pelindung diri yang wajib digunakan dalam keadaan darurat.

f. Menyiapkan prosedur evakuasi penduduk sekitar lokasi kerja untuk skenario terburuk apabila dampak insiden mencapai radius pemukiman sekitar workshop PT.PLKK.g. Menetapkan prosedur isolasi energy lokasi kejadian dan bahan berbahaya untuk menghindari dampak yang lebih besar.Prosedur tanggap darurat ini bukan mencoba untuk menyiapkan jawaban pertanyaan secara rinci untuk semua jenis tentang skenario keadaan darurat. Namun demikian, organisasi dan pertanggung jawaban yang rinci diperlukan untuk menanggapi pada setiap jenis keadaan darurat yang berhubungan dengan peralatan Incinerator 3.KRITERIA KEADAAN DARURAT DAN PELAKSANAANNYA.

3.1.U m u m

Rencana ini akan dilaksanakan apabila suatu keadaan darurat terjadi pada peralatan incinerator yang menyebabkan atau menimbulkan fatal, cidera serius, kerugian atau kerusakan pada harta milik perusahaan atau mempunyai pengaruh yang sangat berarti bagi lingkungan.

Prosedur yang dibuat untuk dilaksanakan ini termasuk instruksi-instruksi pada:

Membatasi dan menghilangkan daerah atau bahan berbahaya untuk mencegah atau mengurangi kerugian terhadap masyarakat, karyawan perusahaan atau lingkungan.

Menetapkan pusat komunikasi dimana karyawan perusahaan harus ditempatkan untuk mengatur kegiatan tanggap darurat dilapangan (tempat kerja), membantu mengarahkan serta membantu karyawan.

3.2.Difinisi Keadaan Darurat

Yang dimaksud dengan keadaan darurat di dalam rencana ini adalah:

Suatu keadaan mendadak atau situasi/kondisi yang tidak diinginkan yang diakibatkan oleh peralatan incinerator berkembang dan dapat berakibat membahayakan atau merugikan bagi perusahaan, karyawan, atau merusak lingkungan yang memerlukan tindakan segera untuk mengurangi akibat yang ditimbulkan dan apabila mungkin, melakukan tindakan pemulihan untuk menguasai keadaan.

Contoh tentang keadaan darurat yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Jika terjadi spill pada saat pemindahan solar ke incinerator atau pada saat pengisian solar dari truck supplier Jika terjadi spill pada saat pengangkutan oli atau solvent dari TPS Limbah B3 ke feeder incinerator

Jika terjadi kebakaran di TPS Limbah B3 mudah menyala

Jika terjadi Over Heating di incinerator

Pekerja terkena limbah yang bersifat beracun dan iritan pada saat pengangkutan ke incinerator

Pekerja di area feeder dan pengambil bottom ash terkena luka bakar atau pingsan karena dehidrasi dan heat stroke.

3.3.Pelaksanaan Perencanaan.

Rencana ini harus diprakarsai oleh pengawas lapangan di lokasi incinerator di mana keadaan darurat dilakukan. Pengawas lapangan tersebut pada saat keadaan darurat terjadi merupakan orang yang memegang peranan sebagai Komando ditempat kejadian. Dia harus dapat memperkirakan masalah- masalah yang timbul, berunding dengan Site Manager yang akan menggerakkan rencana penanggulangan darurat apabila situasi membenarkan.

3.4.Pelaporan Keadaan darurat.

Adalah sangat penting untuk segera melaporkan setiap keadaan darurat apabila hal itu terjadi. Dalam keadaan darurat, seorang pengawas lapangan ditempat kejadian sangat diperlukan untuk menganalisa tentang keadaan yang sedang terjadi. Hal ini sangat penting sekali mengingat bahwa hasil pengamatannya dapat memberikan masukan bagi perusahaan tentang tingkat keseriusan dari keadaan darurat, dan itu akan sangat membantu dalam menentukan tindakan apa yang harus segera dilakukan. Dalam hal terjadi keragu- raguan untuk menentukan tingkat keseriusan yang terjadi, sebaiknya pengawas lapangan tersebut segera menghubungi ke tingkat yang lebih tinggi lagi untuk menentukan tindakan- tindakan apa yang harus dilakukan.4.ORGANISASI KEADAAN DARURAT

Organisasi keadaan darurat yang dibuat oleh PT. PLKK adalah untuk mengukur situasi keadaan darurat apa saja yang dapat terjadi di dalam pengoperasian peralatan incinerator di workshop samboja Kalimantan Timur serta sekaligus bagaimana seharusnya menanggulangi keadaan tersebut.

Organisasi seperti yang akan diuraikan dalam rencana ini adalah untuk mengetahui operasi standar dan prosedur tanggap darurat oleh perusahaan langsung dan mengontrol situasi keadaan darurat apapun juga.

4.1.Tanggung jawab keadaan darurat.

Workshop Manager:

Bertanggung jawab dan cepat tanggap serta mampu untuk mengatasi seluruh keadaan darurat dan menjamin bahwa prosedur tanggap darurat ini berada di tempat kerja, selalu diperbaharui dan secara teratur berlatih sesuai dengan prosedur tersebut untuk membuat agar