oleh: khairun nisa

Click here to load reader

Post on 08-Apr-2022

1 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

SKRIPSI
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI BPM WILAYAH KOTA BENGKULU
TAHUN 2019
JURUSAN KEBIDANAN DIPLOMA IV KEBIDANAN 2018/2019
i
SKRIPSI
DI BPM WILAYAH KOTA BENGKULU TAHUN 2019
Ditujukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Terapan Kebidanan
Disusun Oleh:
KHAIRUN NISA
NIM: P05140315016
2019
ii
Agama : Islam
Riwayat Pendidikan :
1. TK Mardhatillah Kota Lubuklinggau 2. SDN 30 Kota Lubuklinggau 3. SMP Negeri 4 Kota Lubuklinggau (2012) 4. SMA Negeri Model 5 Kota Lubuklinggau
(2015) 5. Perguruan Tinggi Diploma IV Kebidanan
Poltekkes Kemenkes Bengkulu (2019)
Alamat : Jl. Pattimura, RT 01, Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat II
Email : [email protected]
Rahman, Rafki Fivebrian, Roland Azzah A
Nama Orang Tua : 1.Ayah : Kusmadi 2.Ibu : Sumarni
v
ABSTRAK
Berat lahir rendah menjadi masalah yang terus berlanjut di kesehatan
masyarakat. Berat lahir rendah disebabkan oleh ibu hamil dengan status gizi
buruk. Bayi dengan BBLR risiko kematiannya lebih besar dibandingkan dengan
bayi yang dilahrikan dengan BBLN. Survey awal yang dilakukan di beberapa
BPM yang berada di wilayah Kota Bengkulu jumlah BBLR berjumlah 30 orang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor apa saja yang
berhubungan dengan BBLR di BPM wilayah Kota Bengkulu. Jenis Penelitian ini
merupakan survey analatik dengan pendekatan case control. Jumlah sampel yang
diambil dengan perbandingan 1:2 dengan menggunakan teknik total sampling dan
purposive sampling.
Hasil penelitian didapatkan bahwa variabel yang berhubungan dengan
BBLR adalah anemia (p-value=0.040), OR (2.822), KEK (p-value=0.000), OR
(10.286), dan yang tidak berhubungan adalah umur (p-value=0.121), dan paritas
(p-value= 0.708). Faktor yang paling berpengaruh adalah ukuran KEK (p-
value=0.000), OR (9,555).
Tenaga kesehatan diharapkan mampu melakukan deteksi dini terhadap
anemia dan ukuran KEK pada calon ibu hamil yang akan mempengaruhi kejadian
berat badan lahir rendah (BBLR).
Kata Kunci: BBLR, Umur, Paritas, Anemia, KEK
vi
ABSTRACT
LBW has become a continuing problem in public health. LBW is caused by
pregnant women with poor nutritional status. Babies with LBW risk of death is
greater than babies born with NBW. The initial survey conducted at several BPM
located in the city of Bengkulu, there were 30 LBWs.
This study aims to identify what factors are associated with LBW in the
BPM in Bengkulu City. This type of research is an analytical survey with a case
control approach. The number of samples taken with a ratio of 1: 2 using total
sampling and purposive sampling techniques.
The results showed that the variables associated with LBW were anemia
(p-value = 0.040), OR (2.822), SEZ (p-value = 0,000), OR (10.286), and
unrelated age (p-value = 0.121 ), and parity (p-value = 0.708). The most
influential factor is SEZ (p-value = 0.000), OR (9.555).
Health workers are expected to be able to detect early Hb levels and LILA
sizes in prospective pregnant women which will affect the incidence of LBW.
Keywords: LBW, Age, Parity, Anemia, SEZ
vii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”, “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-
sungguh urusan yang lain” (QS. 94:5-6)
Terimakasih kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
Karunia-Nya kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi prodi D-IV
Kebidanan dengan baik dan tepat pada waktunya. Oleh karena itu, dengan rasa
bangga dan bahagia saya ungkapkan rasa syukur yang terangat sangat dan terima
kasih saya kepada:
Allah SWT, karena hanya atas izin dan karunia-Nya skripsi ini dapat
dibuat dan selesai pada waktunya. Puji syukur yang tak terhingga kepada
Allah SWT penguasa alam yang meridhoi dan mengabulkan segala do’a
yang dipinta.
mendo’akan aku, memberikan semangat, dan memotivasi untuk
kesukesasanku. Ucapkan terimakasih saja tidak akan cukup untuk
membalas semua jasa dan kebaikanmu, karena itu terimalah persembahan
cintaku untukmu ayah dan ibuku.
Adik-adikku tersayang (Ricky, Riko, Raihan, Rafki dan Roland) yang
telah mendo’akan aku dan memberikan aku semangat sehingga aku bisa
melalui semua ini.
Ratna Dewi serta dosen-dosen pengujiku bunda Kosma Heryati dan bunda
Diah Eka Nugraheni yang telah membimbing saya dengan sabar, ikhlas
dan selalu memberikan yang terbaik dalam membimbing saya dalam
menyelesaikan skripsi ini .
Jurusan Kebidanan, terimakasih atas segala ilmu dan pengalaman yang
telah engkau berikan kepada kami.
Kepada keluarga keduaku Kak Cut dan Dian Syari yang telah menemani,
menjaga, melindungi, menghibur, menasehatiku kalian sahabat sekaligus
keluarga yang terbaik.
Dwi Gita Pratiwi, Unthia Awanda yang telah menemaniku dari awal
perkuliahan sampai sekarang dan semoga terus berlanjut semoga kita
menjadi orang yang sukses kedepannya.
Kepada teman-temanku Indah Muthara, Rahma Putri dan Intan Permata
Sari yang telah menemaniku selama penelitian sehingga membuat cerita
dan kenangan indah yang tak terlupakan.
Teman-teman seperjuangku DIV Kebidanan angkatan 2015 yang hanya
akan kompak dalam hal tertentu, tak terasa empat tahun kita bersama-
sama, walaupun banyak masalah yang terjadi tapi kalian telah memberikan
kenangan yang indah untuk diceritakan semoga kita bisa sukses dan
membanggakan kedua orang tua kita.
Almamaterku
persembahkan skripsi ini untuk kalian semua, orang-orang yang saya sayangi.
Semoga skripsi ini bermanfaat dan berguna untuk kemajuan ilmu pengetahuan
dimasa yang akan datang.
limpahan rahmat-Nya dan berkat bimbingan bapak ibu dosen, sehingga Skripsi
dengan judul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Berat Badan Lahir
Rendah (BBLR) di BPM Wilayah Kota Bengkulu Tahun 2019” dapat
terselesaikan. Skripsi ini disusun untuk melengkapi persyaratan memperoleh gelar
Sarjana Terapan Kebidanan, Jurusan DIV Kebidanan Poltekkes Kemenkes
Bengkulu.
Penulis menyadari bahasa penelitian ini tidak akan berhasil tanpa adanya
bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu dengan penuh rasa hormat penulisan
ucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada :
1. Bapak Darwis, S.Kep, M.Kes Selaku Direktur Poltekkes Kemenkes Bengkulu
yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti
pendidikan di jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan
menyelesaikan Skripsi ini.
2. Bunda Mariati, SKM, MPH selaku ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes
Kemenkes Bengkulu ynag telah memberikan kesempatan kepada penulis
untuk mengikuti pendidikan di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes
Bengkulu.
3. Bunda Diah Eka Nugraheni, M.Keb Selaku Ketua Prodi Diploma DIV
Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu yang telah memberikan
x
DIV Kebidanan Poltekess Kemenkes Bengkulu.
4. Bunda Lusi Andriani, SST. M.Kes selaku pembimbing I yang telah bersedia
meluangkan waktu dari kesibukan beliau untuk memberikan bimbingan dan
arahan dengan sabar dan penuh perhatian dalam menyelesaikan skripsi ini.
5. Bunda Ratna Dewi, SKM. MPH pembimbing II yang telah bersedia
meluangkan waktu dari kesibukan beliau untuk memberikan bimbingan dan
arahan dengan sabar dan penuh perhatian dalam menyelesaikan skripsi ini.
6. Seluruh dosen yang telah memberikan ilmu dan wawasan kepada penulis dari
perkuliahan sampai menyelesaikan penyusunan skripsi ini.
7. Kedua orang tua saya yang selalu memberikan support, selalu mendo’akan
saya dan seluruh keluarga besar yang senantiasa selalu mendoakan serta
memberikan dukungan dan semangat kepada penulis dalam menempuh dan
menyelesaikan skripsi ini.
8. Sahabat-sahabatku yang telah membantu dan mendukung disaat suka maupun
duka.
9. Teman-temanku yang menemani selama melakukan penelitian ini, yang telah
memberikan canda dan tawa sehingga sedikit memberikan keringan untuk
saya dalam melakukan penelitian ini.
10. Serta teman teman seperjuangan angkatan 2015 DIV Kebidanan dan Seluruh
ibu-ibu yang bersedia menerima menjadi responden untuk kesuksesan
penelitian ini.
Harapan penulis, semoga bantuan yang diberikan kepada penulis menjadi
ibadah yang pada akhirnya mendapatkan Rahmat dan Berkah dari ALLAH SWT.
xi
Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih banyak kesalahan sehingga
dengan kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
1. Pengertian ...................................................................................................... 9
2. Etiologi ........................................................................................................ 10
1. Umur ............................................................................................................ 14
2. Paritas .......................................................................................................... 16
E. Waktu dan Tempat Penelitian .......................................................................... 27
F. Pengumpulan dan Pengolahan Data ................................................................. 27
1. Pengumpulan Data....................................................................................... 27
A. Jalannya Penelitian ........................................................................................... 32
C. Pembahasan ...................................................................................................... 39
1. Karakteristik responden (umur, paritas, anemia, KEK, dan berat badan lahir bayi)………………………………………………………………………..39
2. Hubungan umur dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) .......... 41
3. Hubungan paritas dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) ........ 43
4. Hubungan anemia dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) ....... 46
5. Hubungan KEK dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) .......... 47
xiv
6. Faktor yang paling dominan hubungannya dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) ............................................................................................ 49
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................. 52
A. Kesimpulan....................................................................................................... 52
B. Saran................................................................................................................. 53
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 55
LAMPIRAN
xv
3.1 Definisi Operasional………………………………………………………….25
4.1 Disribusi frekuensi umur, paritasm anemia, ukuran KEK, dan berat badan lahir bayi di BPM Wilayah Kota Bengkulu tahun 2019…….……...……….34
4.2 Hubungan umur dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di BPM Wilayah Kota Bengkulu tahun 2019…………...………...…………..……...35
4.3 Hubungan paritas dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di BPM Wilayah Kota Bengkulu tahun 2019…………….…………………………..36
4.4 Hubungan Anemia dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di BPM Wilayah Kota Bengkulu tahun 2019………...……...………………...36
4.5 Hubungan KEK dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di BPM Wilayah Kota Bengkulu tahun...................…………….……………………37
4.6 Faktor yang paling mempengaruhi kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di BPM Wilayah Kota Bengkulu tahun 2019………........………...………..38
4.7 Faktor yang paling mempengaruhi kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di BPM Wilayah Kota Bengkulu tahun 2019....................………...………..39
xvii
Lampiran IV : Surat Persetujuan Menjadi Responden
Lampiran V : Master Tabel Penelitian
Lampiran VI : Lembar Hasil Olahan Data
Lampiran VII :Lembar Bimbingan Skripsi
Lampiran VIII :Surat Penelitian s/d Selesai Penelitian
Lampiran IX :Dokumentasi Penelitian
beban kematian balita, seiring kemajuan dalam mengurangi angka
kematian neonatal lebih lambat dibandingkan dengan penurunan angka
kematian balita. Setiap tahun, diperkirakan 2,6 juta bayi meninggal pada
bulan pertama kehidupan, dengan 1 juta meninggal hari mereka dilahirkan
dan 1,6 juta lainnya lahir mati. Secara global, (40-60%) dari kematian bayi
di dunia disebabkan oleh BBLR (UNICEF, 2017).
Menurut World Health Organization (WHO) BBLR adalah berat
badan saat lahir kurang dari 2.500 gram. Berat lahir rendah menjadi
masalah yang terus berlanjut dalam kesehatan masyarakat yang signifkan
secara global. Secara keseluruhan, diperkirakan bahwa (15%) hingga
(20%) dari semua kelahiran di seluruh dunia adalah BBLR yang mewakili
lebih dari 20 juta kelahiran per tahun dan (96,5%) dari mereka berasal dari
negara berkembang (WHO, 2014).
Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)
jumlah BBLR di indonesia dalam kurun waktu 5 tahun (2013-2017) yaitu
sebesar (7,1%). Presentase BBLR tertinggi terdapat pada provinsi Nusa
Tenggara Timur yaitu sebesar (13,4%), sedangkan daerah dengan
presentase terendah terdapat pada provinsi Bangka Belitung yaitu sebesar
(4,0%) (SDKI, 2017). Di provinsi Bengkulu pada tahun 2017 tercatat
1
2
sebanyak 35.514 bayi lahir hidup ditimbang 34.306 bayi, dengan BBLR
sebanyak 733 bayi (2%) (Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, 2017).
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Tahun
2017 jumlah ibu bersalin sebanyak 7116 orang, jumlah lahir hidup
sebanyak 6732 orang dan BBLR sebanyak 102 orang (1.5%). BBLR
tertinggi terdapat pada Kecamatan Teluk Segara jumlah lahir hidup 511
orang dan BBLR (3.7%). Kecamatan Muara Bangkahulu jumlah lahir
hidup 857 orang dan BBLR (2.3%). Kecamatan Ratu Samban jumlah lahir
hidup 496 orang dan BBLR (1.6%). Kecamatan Selebar jumlah lahir hidup
906 orang dan BBLR (1.5%). Kecamatan Gading Cempaka jumlah lahir
hidup 843 orang dan BBLR (1.5%). Kecamatan Ratu Agung jumlah lahir
hidup 977 orang dan BBLR (1.2%). Kecamatan Kampung Melayu jumlah
lahir hidup 790 orang dan BBLR (1%). Kecamatan Singaran Pati jumlah
lahir hidup 955 orang dan BBLR (0.6%). Sedangkan, BBLR terendah
terdapat pada Kecamatan Sungai Serut jumlah lahir hidup 397 orang dan
BBLR (0.5%).
Berat badan lahir adalah indikator yang penting bagi kelangsungan
hidup neonatus dan bayi, baik ditinjau dari segi pertumbuhan fisik dan
perkembangan status mentalnya. Berat badan juga dapat digunakan
sebagai indikator umum untuk mengetahui status kesehatan gizi, dan sosial
ekonomi (Supariasa, 2016).
BBLR yaitu; faktor ibu, faktor bayi, dan faktor lingkungan. Penyebab
3
BBLR dari faktor ibu yaitu umur kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35
tahun, paritas 1 atau ≥4, gizi saat hamil, jarak kehamilan dan bersalin
terlalu dekat, penyakit menahun ibu, pekerjaan ibu terlalu berat,
selanjutnya reproduksi sehat dikenal dengan usia aman untuk kehamilan
yaitu usia 20 -35 tahun.
Ibu hamil dengan status gizi buruk cenderung melahirkan bayi
BBLR dan dihadapkan pada resiko kematian yang lebih besar
dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan dengan berat badan yang
normal (Wahyuni, 2016). Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk
mengetahui status gizi ibu hamil antara lain pertambahan berat badan,
mengukur Lingkar Lengan Atas (KEK), dan mengukur anemia (Wahyuni,
2016). Berdasarkan hasil penelitian Rohy et al., (2017) menunjukkan
bahwa ada hubungan yang signifikan antara status gizi ibu hamil dengan
berat bayi baru lahir, dimana ibu yang mengalami KEK melahirkan bayi
sebanyak 38 orang (97.4%).
Permasalahan gizi pada ibu hamil tidak hanya dipengaruhi oleh
satu permasalahan gizi, tetapi oleh beberapa macam permasalahan gizi
salah satunya adalah anemia yaitu keadaan dimana terjadinya hemodilusi
yaitu pertambahan volume cairan darah yang lebih banyak dari sel darah,
sehingga anemia wanita hamil berkurang (Istiany, 2013). Berdasarkan
hasil penelitian Wahyuni (2016) terdapat hubungan anemia dengan berat
badan bayi baru lahir, dimana ibu yang mengalami anemia (52.9%)
melahirkan bayi dengan BBLR.
Setelah dilakukan survey awal di beberapa BPM yang berada di
wilayah Kota Bengkulu jumlah ibu bersalin tahun 2018 sebanyak 516
orang dan BBLR (5.8%). Hal inilah yang membuat peneliti tertarik untuk
mengadakan penelitian mengenai “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di BPM Wilayah Kota Bengkulu”.
B. Rumusan Masalah
adalah masih adanya angka kejadian BBLR di Kota Bengkulu sebanyak
(5.8%) maka dirumuskan pertanyaan penelitian faktor-faktor apa saja yang
mempengaruhi berat badan lahir rendah di BPM Wilayah Kota Bengkulu
tahun 2019.
Bengkulu.
a. Distribusi frekuensi umur, paritas, anemia, dan KEK ibu hamil,
berat badan lahir bayi di BPM Wilayah Kota Bengkulu.
b. Hubungan umur dengan berat badan lahir rendah di BPM Wilayah
Kota Bengkulu.
c. Hubungan paritas dengan berat badan lahir rendah di BPM
Wilayah Kota Bengkulu.
d. Hubungan Anemia dengan berat badan lahir rendah di BPM
Wilayah Kota Bengkulu.
e. Hubungan KEK dengan berat badan lahir rendah di BPM Wilayah
Kota Bengkulu.
rendah di BPM Wilayah Kota Bengkulu.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
lahir rendah.
pada institusi untuk menambah wawasan serta pengetahuan dan
menjadi referensi bagi mahasiswa untuk lebih mengetahui tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi berat badan lahir rendah.
b. Bagi Tenaga Kesehatan
tenaga kesehatan Kota Bengkulu dalam meningkatkan pengetahuan
6
gizi kehamilan.
Penelitian ini bermanfaat sebagai sarana untuk menerapkan
teori dan ilmu yang telah diperoleh di tempat kuliah dan serta
untuk menambah wawasan pengetahuan tentang faktor yang
mempengaruhi berat badan lahir rendah.
d. Bagi Ibu Hamil
pengetahuan bagi ibu hamil bahwa umur, paritas dan status gizi
selama kehamilan sangat berpengaruh dengan keadaan bayi baru
lahir.
1. Sagung Adi Sresti Mahayana, Eva Chundrayetti, Yulistini tahun 2015
dengan judul: “Faktor Risiko Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian
Berat Badan Lahir Rendah Di RSUP Dr. M. Djamil Padang”. Jenis
penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross
sectional. Hasil penelitian menunjukan faktor resiko anemia (P=0,001)
dan kelainan plasenta (p=0,049) memiliki hubungan statistik yang
signifikan terhadap kejadian BBLR premtur dan dismatur. Pengaruh
terbesar secara statistik terdapat pada faktor resiko anemia (p=0,001)
dan paritas (p=0,022). Perbedaan dengan penilitian ini adalah waktu
7
penelitian.
2. Faradilla Monita, Donel Suhaimi, Yanti Ernalia tahun 2016 dengan
judul: “Hubungan Usia, Jarak Kelahiran Dan Kadar Hemoglobin Ibu
Hamil Dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah Di Rsud Arifin
Achmad Provinsi Riau” Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik
dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukan ada
Terdapat hubungan bermakna antara usia ibu hamil dengan kejadian
BBLR dengan nilai p sebesar 0,001, p<0,05. Tidak terdapat hubungan
yang bermakna antara jarak kelahiran dengan kejadian BBLR dengan
nilai p=0,932, p>0,05. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara
kadar hemoglobin ibu hamil dengan kejadian BBLR dengan nilai
p=0,985, p>0,05. Perbedaan dengan penelitian ini adalah waktu
penelitian, tempat penelitian, desain penelitian, sampel dan variabel
penelitian.
3. Ayu Rosida Setiati, Sunarsih Rahayu tahun 2017 dengan judul:
“Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian BBLR (Berat Badan Lahir
Rendah) Di Ruang Perawatan Intensif Neonatus RSUD Dr Moewardi
Di Surakarta”. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik melalui
pengamatan (observasi) dengan pendekatan cross sectional. Hasil
penelitian menunjukan faktor resiko usia (p=0,021), hipertensi (0,049),
paritas (p=0,024), perdarahan antepartum (p=0,049), eklampsia
(p=0,049), ruptur prematur (p=0,031) memiliki hubungan yang
8
dan variabel penelitian.
1. Pengertian
paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonatus). Berat badan
digunakan untuk mendiagnosa bayi normal atau BBLR. Dikatakan
BBLR apabila berat bayi lahir di bawah 2500 gram atau di bawah 2.5
kg. Pada masa bayi dan balita, berat badan dapat digunakan untuk
melihat laju pertumbuhan fisik maupun status gizi, kecuali terdapat
kelainan klinis seperti dehidrasi, asites, edema dan adanya tumor. Di
samping itu pula berat badan dapat dipergunakan sebagai dasar
perhitungan dosis obat dan makanan (Supariasa, 2016).
Menurut Jitowiyono & Kristiyanasari, (2011) Berat Badan
Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir dengan berat badan saat
lahir kurang dari 2500 gram. Dahulu bayi baru lahir yang berat badan
kurang atau sama dengan 2500 gram disebut premature. Untuk
mendapatkan keseragaman pada kongres European Perinatal Medicine
II di London (1970), disusun definisi sebagai berikut.
a. Preterm Infant (premature) atau bayi kurang bulan yaitu bayi
dengan masa kehamilan kurang dari 37 minggu (259) hari.
9
10
b. Term infant atau bayi cukup bulan yaitu bayi dengan masa
kehamilan mulai 37 minggu sampai dengan 42 minggu. (259-293
hari)
c. Post term atau bayi lebih bulan yaitu bayi dengan masa kehamilan
mulai 42 minggu atau lebih (294 hari atau lebih).
Menurut Williamson, Amanda; Crozier (2014) klasifikasi berat
badan lahir bayi, antara lain:
a. Berat bayi lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang memiliki berat
badan 2500 gr atau kurang saat lahir.
b. Berat bayi lahir sangat rendah (BBLSR) adalah bayi yang memiliki
berat badan kurang dari 1500 gr saat lahir.
c. Berat bayi lahir amat sangat rendah (BBLASR) adalah bayi yang
memiliki berat badan kurang dari 1000 gr saat lahir.
Berat badan setiap bayi berbeda, namun sebagian besar bayi sehat
memiliki berat badan antara 2.5 dan 4 kilogram (2500-4000 gr).
(Klein, Miller and Thomson, 2015). Pada usia 4-7 bulan, berat badan
bayi menjadi dua kali lipat berat badan bayi baru lahir (=2x BB lahir).
Sampai usia 1 tahun, berat badan bayi menjadi tiga kali lipat berat
badan bayi baru lahir (=3x BB lahir) (Maryunani, 2014).
2. Etiologi
mempengaruhi berat badan lahir rendah yaitu faktor internal maupun
faktor eksternal. Faktor internal meliputi umur ibu, jarak
11
pemeriksaan kehamilan dan penyakit pada saat kehamilan. Faktor
eksternal meliputi kondisi lingkungan, pekerjaan ibu hamil, tingkat
pendidikan, pengetahuan terhadap gizi, dan sosial ekonomi.
3. Komplikasi pada bayi BBLR
Menurut Maryanti, dkk (2011) komplikasi pada bayi berat badan
lahir rendah yaitu :
a. Kerusakan Bernafas
pada bayi belum sempurna.
sempurna.
karena anoksia yang bisa menyebabkan hipoksia otak yang dapat
yang dapat menimbulkan terjadinya kegagalan peredaran darah
distemik.
a. Langkah-langkah untuk menghindari persalinan BBLR
Menurut Pantiwati, (2010) adalah pencegahan kejadian
BBLR dengan meningkatkan pemeriksaan kehamilan minimal 4
kali selama masa kehamilan dan dimulai sejak umur kehamilan
12
dipantau dan dirujuk ke pelayanan kesehatan yang mampu.
Melakukan penyuluhan kesehatan tentang pertumbuhan dan
perkembangan janin dalam rahim, mengenali tanda-tanda bahaya
selama keahamilan dan perawatan diri selama kehamilan untuk
menjaga kesehatannya dan janin, hendaknya ibu merencanakan
persalinannya pada umur reproduksi sehat (20-34 tahun),
meningkatkan pendidikan ibu dan status ekonomi keluarga agar
dapat meningkatkan akses terhadap pemanfaatan pelayanan
antenatal dan status gizi ibu selama hamil.
b. Perawatan Bayi BBLR
rendah adalah:
incubator dengan suhu yang diatur, yaitu jika bayi berat badan
dibawah 2 kg (35°C) dan untuk bayi berat badan 2 kg sampai
2,5 kg (34°C), agar bayi dapat mempertahan suhu tubuh sekitar
37°C suhu inkubator diturunkan 1°C setiap minggu sampai
bayi bisa ditempatakan pada suhu lingkungan 24 sampai 27°C
2) Makanan bayi BBLR
terbentuk sempurna, kapasitas lambung masih sedikit, daya
enzim pencernaan terutama lipase masih kurang dan kebutuhan
13
protein 3 sampai 5 gram per hari, kebutuhan tinggi kalori
110kal/kg/hari. Pemberian minum diberikan saat bayi berumur
tiga jam agar bayi tidak menderita hipoglikemia dan
hiperbilirubinemia.
BBLR yaitu :
badan lahir rendah mudah mengalami hipotermi, oleh karena
itu suhu tubuhnya harus dipetahankan dengan ketat
b. Mencegah infeksi dengan ketat. Bayi berat badan lahir rendah
sangat rentan terhadap infeki, perhatikan prinsip-prinsip dalam
pencegahan infeksi termasuk mencuci tangan sebelum
memegang bayi
c. Pengawasan nutrisi atau ASI. Refleks menelan pada bayi berat
badan lahir rendah belum terbentuk sempurna, oleh karena itu
pemberian nutrisi harus dilakukan dengan baik
d. Penimbangan ketat. Perubahan berat badan mencerminkan
kondisi gizi atau nutrisi…

View more