keabsahan hibah

Download KEABSAHAN HIBAH

Post on 01-Mar-2018

236 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 7/25/2019 KEABSAHAN HIBAH

    1/36

    24

    BAB II

    KEABSAHAN ATAS HIBAH YANG DITANDATANGANI OLEH

    PENGHIBAH DALAM KEADAAN SAKIT

    A. Hibah Berdasarkan Hukum Perdata

    Dapat diketahui lebih jelas bahwa definisi dan pengertian hibah dalam hukum

    perdata adalah suatu benda yang diberikan secara cuma-cuma tanpa mengharapkan

    imbalan, dan hal tersebut dilakukan ketika si penghibah dan penerima hibah masih

    hidup.

    Menurut kamus ilmiah popular internasional hibah adalah pemberian,

    sedekah, pemindahan hak.3

    !da beberapa istilah lain yang dapat dinilai sama dengan

    hibah yakni "#chenking$ dalam %ahasa %elanda dan "gift$ dalam bahasa &nggris. !kan

    tetapi antara "gift$ dengan hibah terdapat perbedaan mendasar terutama di dalam

    cakupan pengertiannya. Demikian pula antara hibah dengan "Schenking$ pun memiliki

    perbedaan mendasar, terutama yang menyangkut masalah kewenangan istri, kemudian

    yang terjadi antara suami dan istri. "Schenking$ tidak dapat dilakukan oleh istri tanpa

    bantuan suami. Demikian pula "Schenking$ tidak boleh antara suami istri. !dapun

    hibah dapat dilakukan oleh seorang istri tanpa bantuan suami, demikian pula

    hibah antara suami istri tetap dibolehkan.3'

    Dari beberapa pengertian, hibah dapat disimpulkan suatu persetujuan dalam

    mana suatu pihak berdasarkan atas kemurahan hati, perjanjian dalam hidupnya

    3 %udiono,Kamus Ilmiah Popular Internasional,(#urabaya ) !lumni, 2**+, hal. 23' #udarsono, Sepuluh Aspek Agama Islam, (/akarta) 01. ineka ipta, ''4, hal. 343

    24

    Universitas Sumatera Utara

  • 7/25/2019 KEABSAHAN HIBAH

    2/36

    2+

    memberikan hak milik atas suatu barang kepada pihak kedua secara percuma dan yang

    tidak dapat ditarik kembali, sedangkan pihak kedua menerima baik penghibahan ini.

    #edangkan akta hibah dalam hukum positif adalah akta yang dibuat oleh si penghibah

    yang ditandatangani, diperbuat untuk dipakai sebagai bukti hibah dan untuk keperluan

    hibah dibuat.

    Dasar hukum hibah menurut hukum positif diatur dalam itab 5ndang-5ndang

    6ukum 0erdata, hibah diatur dalam 0asal 777 yaitu)

    "6ibah adalah suatu perjanjian dengan mana si penghibah, di waktu hidupnya, dengan

    cuma-cuma dan dengan tidak dapat ditarik kembali, menyerahkan sesuatu benda guna

    keperluan si penerima hibah yang menerima penyerahan itu. 5ndang-undang tidak

    mengakui lain-lain hibah-hibah diantara orang-orang yang masih hidup.$

    0rosedur (0roses penghibahan harus melalui akta 8otaris yang asli disimpan

    oleh 8otaris bersangkutan dengan 0asal 72, yaitu)

    "1iada suatu hibah, kecuali yang disebutkan dalam pasal 7, dapat, atas ancaman

    batal, dilakukan selainnya dengan suatu akta notaris, yang aslinya disimpan oleh

    notaris itu$.

    Dalam pandangan 6ukum &slam &ndonesia mempunyai berbagai macam suku,

    budaya, dan agama. &ndonesia merupakan 8egara hukum yang menggunakan dasar

    hukum &slam dan hukum positif juga hukum adat. !da juga hukum adat menjadi acuan

    dasar hukum, yang paling utama adalah hukum &slam dan hukum positif. Menurut

    hukum &slam, hibah memiliki berbagai definisi yang berbeda-beda. 6al tersebut

    dikarenakan perbedaan pendapat antara orang-orang ahli ilmu agama dan ahli hukum

    &slam.

    Universitas Sumatera Utara

  • 7/25/2019 KEABSAHAN HIBAH

    3/36

    27

    #edangkan kata hibah adalah bentuk masdar dari kata wahaba artinya

    memberi.4*

    Dan jika subyeknya !llah berarti memberi karunia, atau menganugrahi

    (9.#. !li &mran, 3), Maryam, ')+, 4', +*, +3. Dalam pengertian istilah, hibah adalah

    pemilikan sesuatu benda melalui transaksi (Aqad tanpa mengharap imbalan

    yang telah diketahui dengan jelas ketika pemberi masih hidup.4

    0engertian hibah dalam :nsiklopedi 6ukum &slam adalah pemberian yang

    dilakukan secara sukarela dalam mendekatkan diri kepada !llah #;1 tanpa

    mengharapkan balasan apapun.42

    Di dalam syara

  • 7/25/2019 KEABSAHAN HIBAH

    4/36

    2

    6anafi, hibah adalah memberikan sesuatu benda dengan tanpa menjanjikan

    imbalan seketika, sedangkan menurut ma=hab Maliki yaitu memberikan milik

    sesuatu =at dengan tanpa imbalan kepada orang yang diberi, dan juga bisa disebut

    hadiah. Ma=hab #yafi

  • 7/25/2019 KEABSAHAN HIBAH

    5/36

    2

    atau hadiah, yaitu suatu pemberian yang dilakukan secara sukarela dalam

    mendekatkan diri kepada !llah tanpa mengharapkan balasan apa pun.+*

    .#enada dengan Drs. 6amid >arihi, M.!., juga berpendapat bahwa hibah

    didefinisikan sebagai akad yang dilakukan dengan maksud memindahkan milik

    seseorang kepada orang lain ketika masih hidup dan tanpa imbalan.+

    Dalam !l-9ur

  • 7/25/2019 KEABSAHAN HIBAH

    6/36

    2'

    /umhur fu?aha berpegang bahwa i#ma&(kesepakatan telah terjadi tentang

    bolehnya seseorang dalam keadaan sehatnya memberikan seluruh hartanya kepada

    orang asing sama sekali di luar anak-anaknya. /ika pemberian seperti ini dapat terjadi

    untuk orang asing, maka terlebih lagi terhadap anak. !lasan mereka adalah hadits

    !bu %akar yang terkenal, bahwa ia memberi @!isyah pecahan-pecahan seberat 2*

    wasaq dari harta hutan. 0ada saat menjelang wafatnya, !bu %akar berkata)

    :4emi Allah, wahai anakku, tidak seorangpun .ang keka.ann.a lebih

    men.enangkan aku sesudah aku selain daripada engkau) 4an tidak ada .ang

    lebih mulia bagiku kefakirann.a selain daripada engkau) Sesungguhn.a aku

    dahulu memberimu pecahan *emas+ 1; wasaq) Maka #ika engkau memecah-

    mecah dan memilikin.a, maka itu adalah bagimu) Han.a sa#a, harta itu

    sekarang men#adi harta waris)>serbamakalah)blogspot)com>1;?3>;2>hibah-hukum-dan-s.aratn.a)html, Diakses tanggal 2 /uni2*4.

    Universitas Sumatera Utara

  • 7/25/2019 KEABSAHAN HIBAH

    8/36

    3

    walinya, pemeliharaannya atau orang mendidiknya sekalipun dia orang asing.

    3. #yarat-syarat bagi yang dihibahkan

    Disyaratkan bagi yang dihibahkan)

    a.%enar-benar ada

    b.6arta yang bernilai

    c. Dapat dimiliki =atnya, yakni bahwa yang dihibahkan itu adalah apa yang bisa

    dimiliki, diterima peredarannya, dan pemilikannya dapat berpindah tangan.

    Maka tidak sah menghibahkan air di sungai, ikan di laut, burung di udara,

    masjid-masjid atau pesantren-pesantren.

    d.1idak berhubungan dengan tempat pemilik hibah, seperti menghibahkan

    tanaman, pohon, atau bangunan tanpa tanahnya.

    e.Dikhususkan, yakni yang dihibahkan itu bukan untuk umum, sebab

    pemegangan dengan tangan itu tidak sah kecuali bila ditentukaan (dikhususkan

    seperti halnya jaminan.+

    1erdapat dua hal yang hendak dicapai oleh hibah yakni, 0ertama, dengan beri

    memberi akan menimbulkan suasana akrab dan kasih sayang antara sesama manusia.

    #edangkan mempererat hubungan silaturrahmi itu termasuk ajaran dasar agama &slam.

    edua, yang dituju oleh anjuran hibah adalah terbentuknya kerjasama dalam berbuat

    baik, baik dalam menanggulangi kesulitan saudaranya, maupun dalam

    +

    #ayyid #abi?,!ikih Sunnah ?', 1erj) Mud=akir, (%andung) 01 !l Ma

  • 7/25/2019 KEABSAHAN HIBAH

    9/36

    Universitas Sumatera Utara

  • 7/25/2019 KEABSAHAN HIBAH

    10/36

    32

    membangun lembaga-lembaga sosial.+

    B. Sarat!Sarat Akta Hibah Da"am Pr#ses Me"akukan Hibah Menurut Hukum

    Perdata

    6ibah barulah mengikat dan mempunyai akibat hukum bila pada hari

    penghibahan itu dengan kata-kata yang tegas telah dinyatakan diterima oleh penerima

    hibah, atau dengan suatu akta otentik telah diberi kuasa pada orang lain. 0ada 0asal

    73 56 0erdata menyebutkan )

    $1iada suatu hibah mengikat si penghibah, atau menerbitkan sesuatu akibat yang

    bagaimanapun, selain mulai hari penghibahan itu dengan kata-kata yang tegas telah

    diterima oleh si penerima hibah sendiri atau oleh seorang yang dengan suatu akta

    autentik oleh si penerima hibah itu telah dikuasakan untuk menerima penghibahan-

    penghibahan yang telah diberikan kepada si penerima hibah atau akan diberikan

    kepadanya di kemudian hari.

    /ika penerimaan tersebut tidak telah dilakukan didalam surat hibah sendiri,

    maka itu akan dapat dilakukan didalam suatu akta autentik kemudian, yang aslinya

    harus disimpan, asal yang demikian itu dilakukan di waktu si penghibah masih hidupI

    dalam hal mana penghibahan, terhadap orang yang belakangan disebut ini, hanya akan

    berlaku sejak hari penerimaan itu diberitahukan kepadanya.$

    Auna mendapatkan suatu keputusan akhir perlu adanya bahan-bahan mengenai

    fakta-fakta. Dengan adanya bahan yang mengenai fakta-fakta itu akan dapat diketahui

    dan diambil kesimpulan tentang adanya bukti. ita mengetahui

    +#atria :ffendi M. Eein,Problematika Hukum Keluarga Islam Konteporer, (/akarta) encana,

    2**4, hal. 4-42

    Universitas Sumatera Utara

  • 7/25/2019 KEABSAHAN HIBAH

    11/36

    33

    bahwa dalam setiap ilmu pengetahuan dikenal tentang adanya pembuktian.

    Dalam hal ini ada beberapa alat dalam perkara perdata yang bisa digunakan

    sebagai bukti, antara lain )

    a. %ukti dengan surat

    b. %ukti dengan saksi

    c. 0ersangkaan-persangkaan

    d. #umpah

    Dari beberapa macam alat bukti di atas, sesuai dengan permasalahan akan

    meneliti tentang alat bukti tertulis atau surat. !lat bukti tertulis atau surat ialah segala

    sesuatu yang memuat tanda-tanda bacaan yang dimaksudkan untuk mencurahkan isi

    hati atau untuk menyampaikan buah pikiran seseorang dan dipergunakan sebagai

    pembuktia