apresiasi sajak dan novel

Download Apresiasi Sajak dan Novel

Post on 24-Feb-2016

63 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Apresiasi Sajak dan Novel. Nurani Amalia ( 18). Angkatan 20 - PowerPoint PPT Presentation

TRANSCRIPT

Apresiasi Sajak dan Novel

Apresiasi Sajak dan NovelNurani Amalia(18) Angkatan 20 Rustam EffendiMENGELUHBukanlah beta berpijak bunga,melalui hidup menuju makam,setiap saat disimbur sukar,bermandi darah, dicucurkan dendam.Menangis mata melihat makhluk,berharta bukan, berhak pun bukan,Inilah nasib negeri nanda,Memerah madu menguruskan badan.Bamana beta bersuka cita,ratapan rakyat, riuhan gaduh,membobos masu menyayu kalbuku

Bamana boleh berkata beta, Suara sebat, sedanan rusuh,Menghimpit madah, gubahan cintaku.***Bilakah bumi bertabur bunga,disebarkan tangan, yang tiada terikat,

dipetik jari, yang lemah lembut,ditanai sayap kemerdekaan rakyat?

Bilakah lawang bersinar bebas,ditinggalkan dera, yang tiada berkata?Bilakah susah, yang beta benam,dihembus angin, kemerdekaan kita?

Di sanalah baru memohon beta, supaya badanku berkubur bunga, bunga bingkisan, suara syairku.

Disitulah baru bersuka beta,pabila badanku bercerai nyawa, sebab menjemput meanikam bangsaku.

*) Syair untuk Percikan Permenungan(Suyatno, dkk.2003: 66)

SAJAK ANGKATAN 33Amir HamzahBUAH RINDUDatanglah engkau wahai mautLepaskan aku dari nestapaEngkau lagi tempatku terpautDiwaktu ini gelap gulitaKicau murai tiada merduPada beta pujangga melayuHimbau pungguk tiada merinduDalam terlingaku seperti dahulu

Tuan ayuhai mega berarak Yang meliputi dewangga rayaBerhentilah tuan di atas terarakAnak Langkat musyafir lataSesaat, sekejap mata beta berpesanPadamu tuan aduhai awanArah manatah tuan berjalanDi negeri manatah tuan bertahan

Sampaikan rindu pada adindaBisikan rayuanku pada juitaLiputi lututnya muda kencana Serupa beta memeluk dia.

Ibu, konon jauh tanah SelindungTempat gadis duduk berjuntaiBonda hajat hati memeluk gunungApatah daya tangan tak sampai.

Elang rajawali burung angkasaTurunlah tuan barang sementaraBeta bertanya sepatah kataAdakah tuan melihat adinda?

Mega telah kusapaMargasatwa telah kutanyaMaut telah kupujaTetapi adinda manatah dia!(Badudu, 1975:29; Alisyahbana, 1946 :141)

SAJAK ANGKATAN 45Chairil AnwarISAItu tubuhmengucur darahmengucur darahrubuhpatahterdampar tanya : aku salah?Kulihat Tubuh mengucur darah Aku berkaca dalam darah terbayang terang di mata masabertukar rupa ini segera

mengatup lukaaku bersuka

Itu tubuh mengucur darahmengucur darah(Pradopo, 1987 : 34)

SAJAK ANGKATAN 50

Toto Sudarto BachtiarPAHLAWAN TAK DIKENALSepuluh tahun yang lalu dia terbaringTetapi ia bukan tidur sayangSebuah lubang peluru bundar di dadanyaSenyum bekunya mau berkata, kita sedang perangDia tidak ingat bilamana dia datang Kedua lengannya memeluk senapangDia tidak tahu untuk siapa dia datangKemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayangWajah sunyi setengah tengadahMenangkap sepi padang senjaDunia tambah beku di tengah derap dan suara menderuDia masih sangat mudaHari itu 10 November, hujan pun mulai turunOrang-orang ingin kembali memandangnyaSambil merangkai karangan bungaTapi yang nampak, wajah-wajah sendiri yang tak dikenalnya

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaringTetapi bukan tidur, sayangSebuah lubang peluru bundar di dadanyaSenyum bekunya mau berkata : aku sangat muda1955

SAJAK ANGKATAN 66Hartojo AndangdjajaSAJAKSajak ialah kenangan yang tercintaMencari jejakmu, di duniaIa mengelana di tanah-tanah indahLewat bukit dan lembahDan kadang tertegun tiba-tiba, membacaJejak kakimu di ana

Sementara di mukanya masih menunggu Yojana biruKakilangit yang jauhJarak-jarak yang harus ditempuhIa masih rindu Dalam doa, dan bersimpuh;Tuhanku...

Sajak ialah kenangan tercintaMencari jejakmu, di dunia

(Effendi,2002:14)

SAJAK ANGKATAN 70Abdullah MustappaKINCIR

Karena derasnya air terjun kincir pun berputartiada hentipadahal dia tidak berfikirapa guna berputarHidup manusiabagaikan kincirdipermainkan air terjun takdirMaret 1971

SAJAK ANGKATAN 80Korrie Layun RampanSAJAKKepalanya terbaring dalam awanMata diam terpejamDi bawah lengkung alis yang kelamSenyumnya merona pada pipiBelai gadis dari mimpiHari pun menghangat beribu kapakSayap-sayap merpati

Nafasnya aroma bunga-bungaKerlingan hari-hari jelitaTerminal kereta cintaJemarinya melambai hariKaki menapak padang bulanLampai tubuhnya tersiram wewangianDi dadanya tertanam pohon-pohon harapPohon-pohon dukaKelam kabur cinta

Di Matanya dunia hijauSenda gadis remaja Seribu senja mengigau(Suyatno, dkk.2003:42)

SAJAK ANGKATAN 2000Aris KurniawanCATATAN BURUNG-BURUNGkita tambatkan sisa gairah semalam pada pagar kawat kita tunggu burung-burung yang lewat atau hinggap akan memainkan syair-syair penuh kesumat angin telah merapat lebih erat kita mencari-cari alamat pada alamak yang terlipat seperti para malaikat yang terjingkat menyembunyikan langkah-langkah kita yang tak kunjung tepat ke kiblat di bawah temaram lampu kita masih bersikeras mengingat-ingat serentet kalimat yang tak termuat dalam surat ; gairah yang terpaksa kita tambatkan pada pagar kawat bersama kerinduan yang segera berkarat

KAJIAN NOVEL Judul: Bidadari-bidadari syurgaPenulis: Tere-liye SinopsisBuku ini mengangkat sosok yang bernama Laisa sebagai gambaran bidadarisyurga. Laisa, anak sulung dengan empat adik rela putus sekolah dan bekerja di ladang membantu ibunya agar adik-adiknya bisa bersekolah. Kepedihan, penderitaan, suka cita, canda tawa, cinta dan pengorbanan, tumpah ruah di pondok bambu lembah lahambay rumah keluarga mamak Lainuri dan Laisa.Pengorbanan tulus tiada tara seorang Laisa. Setelah bapaknya meninggal dicabik-cabik harimau gunung Kendeng, mamak Lainuri lantas berjuang demi kelangsungan hidup anak-anaknya. Laisa memutuskan berhenti sekolah dan berjanji dalam hatinya untuk memperjuangkan pendidikan adik-adiknya hingga mereka sukses.Dalimunte, Profesor muda yang mengejutkan dunia science dengan penelitiannya Pembuktian tak terbantahkan Bulan yang pernah terbelah. Dan penelitiannya tentang badai elektromagnetik antar galaksi. Profesor yang berhasil menciptakan rangkaian kincir air saat umurnya beranjak 12 tahun, sebagai cikal bakal kemakmuran di lembah Lahambay.

Ikanuri dan Wibisana, 2 orang teknisi dan pengusaha sparepart hingga menjual sasis ke Eropa bersaing dengan perusahaan China. Dua bocah yang hampir diterkam siluman gunung kendeng karena saking bebalnya mereka. Yashinta, si kecil manis yang berubah menjadi peneliti pada lembaga konservasi alam, menjelajah lebih dari 27 gunung di dunia. Ia mendaki, memanjat dan menyelam hingga kedalaman papua. Mungkin jika ia tak melihat berang-berang pagi itu bersama kak Laisa, ia tak akan sesukses itu, hingga kuliah S2 di Belanda. Namun, setelah semuanya menjadi orang sukses dan tidak tinggal di rumah lembah lahambai, mamak Lainuri memberikan pesan singkat yang menyuruh anak-anaknya untuk segera pulang. Hingga akhirnya ketika mereka sampai di lembah lahambay menemui kak Laisa yang sedang sekarat melawan penyakit kanker paru-parunya yang tidak pernah mereka ketahui tentang penyakitnya itu,sampai akhirnya kak Laisa meninggal dengan penuh senyum kebanggaan terhadap adik-adik tercintanya.

PeristiwaCerita dalam buku Bidadari-bidadari syurga tidak tersusun secara kronologis. Peristiwanya dimulai pada saat mereka, Dalimunte, Ikanuri, Wibisana, dan Yashinta menerima pesan dari mamak Lainuri yang isinya : PULANGLAH. Sakit kakak kalian semakin parah. Dokter bilang mungkin minggu depan, mungkin besok pagi, boleh jadi pula nanti malam. Benar-benar tidak ada waktu lagi. Anak-anakku, sebelum semuanya terlambat, pulanglah... Hingga akhirnya mereka dapat berkumpul di rumah lembah lahambay. Namun, walaupun diceritakan tidak kronologis, pengarang mampu menceritakan dengan apik dan sederhana tapi menyentuh. PlotDalam buku Bidadari-bidadari syurga ini, pengarang menggunakan plot kilas balik.TemaTema cerita dalam buku ini memiliki satu tema yaitu Kisah Keluarga.

TokohTokoh yang ada di dalam cerita ini sederhana, tidak terlalu banyak. Hanya anggota keluarga (Laisa, mamak Lainuri, Ikanuri, Wubisana, Yashinta).LatarNovel Bidadari-bidadari syurga ini berlatar di rumah lembah Lahambay.KepaduanWalaupun menggunakan plot kilas balik, penceritaan alur mundur dan meloncat-loncat serta diceritakan tidak secara kronologis, namun cerita ini tetap memiliki kepaduan dengan peristiwa sebelumnya. Sehingga cerita tetap enak dinikmati.Sudut PandangSudut pandang orang yang digunakan dalam novel ini yaitu sudut pandang orang ketiga jamak.

Penilaian terhadap novelSetelah membaca novel Bidadari-bidadari syurga ini, akhirnya saya berpendapat bahwa novel ini layak untuk dikaji. Bahasa yang sederhana namun sarat akan makna dan gaya penceritaan yang alur mundur dan meloncat-loncat namun cerita tetap enak untuk dinikmati. Membuat pembaca merasa tersentuh dan mengikutinya hingga akhir cerita. Cerita ini sarat akan makna cinta dalam kehidupan keluarga. Bukan cinta sepasang laki-laki dan perempuan tetapi cinta yang mungkin lebih hakiki. Bukan pula cinta atas dasar keluarga karena Laisa sebenarnya tidak ada hubungan darah dengan mamak Lainuri dan anak-anaknya. Keindahan novel ini sungguh-sungguh gambaran cinta yang sebenarnya, tanpa alasan dan tanpa pamrih. Dalam buku ini pengarang juga berhasil memberikan pesan yang sangat berharga untuk saya khususnya dan pembaca lain umumnya bahwa bidadari bukan orang yang secara lahiriah rupawan. Laisa adalah contohnya. Ia digambarkan dengan sosok yang buruk, pendek, pertumbuhannya tidak normal, bodoh akan pengetahuan, bahkan sampai ajalnya ia tidak merasakan dicintai oleh lawan jenis sebagai pasangan hidup. Akan tetapi, pengorbanan, ketulusan, cinta keluarga, juga rasa syukurnya kepada Sang Maha Pencipta, menjadikan ia laksana bidadari yang berhati permata. Semoga kita semua bisa mengambil ibrah dari cerita ini..(^_^)

Terima KasihWassalamualaikum.....(^_^)