63736543 dangerous cargo handling

Click here to load reader

Post on 09-Aug-2015

1.044 views

Category:

Documents

38 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

By: Capt Suzdayan @ Mar 2011

1

OUTCOMES Setelah menyelesaikan Modul ini, di harapkan Peserta akan mempunyai pemahaman tentang:1. Pengenalan & Pemahaman Barang Berbahaya (Dangerous Goods) 2. Peraturan Nasional & International mengatur Barang Berbahaya 3. IMDG Code dan MSDS 4. Tanggungjawab Shipper dalam Pengapalan Barang Berbahaya 5. Penanganan Barang Berbahaya di Dalam Gudang 6. Penanganan Peti Kemas Barang Berbahaya 7. Daftar Pustaka & Lampiran TambahanCreated by Capt Dayan 2

Created by Capt Dayan

3

Apakah itu Dangerous Goods atau Barang BerbahayaDangerous Goods dapat di definisikan sebagai: Suatu barang atau substansi yang dapat menimbulkan suatu resiko kepada kesehatan, keselamatan jiwa, kerusakan lingkungan dan properti .Created by Capt Dayan 4

Apakah itu Dangerous Goods atau Barang BerbahayaJenis dari Dangerous Goods Cargo dapat terdiri atas;- Berbentuk Cair (Liquid) - Berbentuk Padat (Solid) - Berbentuk Gas (Gasses)

Created by Capt Dayan

5

Filosofi Barang Berbahaya (Dangerous Goods)DG adalah muatan yang dapat terbakar atau meledak dan perlu mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak.

Mematuhi ketentuan yang di atur oleh IMDG (International Maritime Dangerous Goods)

Prinsip dalam penanganan DG adalah:Klasifikasi DG Pengemasan (packing) Penandaan (marking)Created by Capt Dayan

Penyimpanan (storage)

Pelatihan (training)6

Definitions and terminology relating to Hazardous CargoesDangerous goods means substances, materials and articles covered by theIMDG Code

International Maritime Dangerous Goods Code a mandatory code for the carriage of dangerous goods at sea as adopted by the Maritime Safety Committee (MSC) of the International Maritime Organization (IMO). Effective from 1 January 2004 this code is applicable to all ships to which the Safety of Life at Sea (SOLAS) convention applies (Resolution MSC. 122(75))

Flammable liquid is a liquid having a flash point lower than 37.8C. A combustible liquid is a liquid having a flash point of 37.8C or above, e.g. gasoline is a flammable liquid, whereas kerosene is a combustible liquid Flash point is that lowest temperature at which a liquid gives off sufficient vapour to form a flammable mixture with air near the surface of the liquid, or

within the apparatus used. Flash point represents the change point from safe to risk.

Harmful substances are those substances that are identified as marine pollutants in the IMDG CodeCreated by Capt Dayan 7

Mengenali Bahan Berbahaya Mengurangi ResikoIstilah bahan berbahaya adalah nama umum dan menurut hukum bahan kimia didefinisikan sebagai Bahan berbahaya atau formulasi menurut Chemicals Law. Bahan, formulasi dan produk dapat membentuk atau melepaskan bahan atau formulasi berbahaya selama proses pengangkutan, Bahan, formulasi dan produk bersifat mudah meledak

Berikut adalah beberapa definisi yang dapat digunakan: Bahan/zat adalah unsur atau senyawa kimia bagaimana terjadinya di alam atau diproduksi dengan cara sintesis (misalnya asbes, bromin, etanol, timbal, dll) Formulasi adalah paduan, campuran atau larutan dari dua bahan atau lebih (misalnya cat, larutan formaldehid dll) Produk adalah bahan/zat atau formulasi yang diperoleh atau terbentuk selama proses produksi. Sifat-sifat ini lebih menentukan fungsi produk daripada komposisi kimianya.

Created by Capt Dayan

8

Mengenali Sifat dari Barang BerbahayaBahan berbahaya yang didefinisikan di atas memiliki satu sifat atau lebih yang ditandai dengan simbol-simbol bahaya. Simbol bahaya adalah piktogram dengan tanda hitam pada latar belakang oranye, kategori bahaya untuk bahan dan formulasi ditandai dengan simbol bahaya, yang terbagi dalam Resiko kebakaran dan ledakan (sifat fisika-kimia) Resiko kesehatan (sifat toksikologi) atau Kombinasi dari keduanya.

Created by Capt Dayan

9

Mengenali Sifat dari Barang BerbahayaInflammable substances (bahan mudah terbakar) Bahan mudah terbakar terdiri dari sub-kelompok bahan peledak, bahan pengoksidasi, bahan amat sangat mudah terbakar (extremely flammable substances), dan bahan sangat mudah terbakar (highly flammable substances). Bahan dapat terbakar (flammable substances) juga termasuk kategori bahan mudah terbakar (inflammable substances) tetapi penggunaan simbol bahaya tidak diperlukan untuk bahan-bahan tersebut Explosives (bersifat mudah meledak) Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya explosive dapat meledak dengan pukulan/benturan, gesekan, pemanasan, api dan sumber nyala lain bahkan tanpa oksigen atmosferik. Ledakan akan dipicu oleh suatu reaksi keras dari bahan. Energi tinggi dilepaskan dengan propagasi gelombang udara yang bergerak sangat cepat. Sebagai contoh, asam nitrat dapat menimbulkan ledakan jika bereaksi dengan beberapa solven seperti aseton, dietil eter, etanol.

Created by Capt Dayan

10

Mengenali Sifat dari Barang BerbahayaOxidizing (pengoksidasi) Bahan-bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya oxidizing biasanya tidak mudah terbakar. Tetapi bila kontak dengan bahan mudah terbakar atau bahan sangat mudah terbakar mereka dapat meningkatkan resiko kebakaran secara signifikan. Dalam berbagai hal mereka adalah bahan anorganik seperti garam (salt-like) dengan sifat pengoksidasi kuat dan peroksida-peroksida organik. Contoh bahan tersebut adalah kalium klorat dan kalium permanganat juga asam nitrat pekat.Very Toxic (Sangat Beracun) Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya very toxic dapat menyebabkan kerusakan kesehatan akut atau kronis dan bahkan kematian pada konsentrasi sangat rendah jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui mulut (ingestion), atau kontak dengan kulit. Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya kalium sianida, hydrogen sulfida, nitrobenzene dan atripin.

Created by Capt Dayan

11

Bahan Berbahaya yang Merusak Jaringan (tissue destroying substances)Meliputi sub-grup bahan korosif (corrosive substances) dan bahan iritan (irritant substances) Corrosive (korosif) Bahan dan formulasi dengan notasi corrosive adalah merusak jaringan hidup. Jika suatu bahan merusak kesehatan dan kulit hewan uji atau sifat ini dapat diprediksi karena karakteristik kimia bahan uji, seperti asam (pH 11,5), ditandai sebagai bahan korosif. Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya asam mineral seperti HCl dan H2SO4 maupun basa seperti larutan NaOH (>2%).

Irritant (Menyebabkan Iritasi) Bahan dan formulasi dengan notasi irritant adalah tidak korosif tetapi dapat menyebabkan inflamasi jika kontak dengan kulit atau selaput lendir. Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya isopropilamina, kalsium klorida dan asam dan basa encer.

Created by Capt Dayan

12

Created by Capt Dayan

13

PERATURAN INTERNASIONAL - IMO International Maritime Organization

IMDGInternational Maritime Dangerous Goods

CLASSIFICATION PACKING, MARKING, LABELLING STOWAGE, STORAGE, COMPATIBILITIES TRAINING, DOCUMENTATION, DEALING ACCIDENT

MARPOLIMO Convention of Maritime Pollution

ANNEX III-Regulation Prevention Pollution by Harmful Substances Carried by Sea in Packaged form

EmsEmergency Schedules

Ems Group and Title Number Special Emergency Equipment To Be Carried Emergency Procedures Emergency Actions First Aid TreatmentCreated by Capt Dayan 14

PERATURAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Undang Undang , Peraturan Pemerintah & Keputusan Menteri

UU No.17/2008 PP No.20/2010 PP No.21/2010

PELAYARAN ANGKUTAN DI PERAIRAN PERLINDUNGAN MARITIMCreated by Capt Dayan 15

PERATURAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Undang Undang , Peraturan Pemerintah & Keputusan Menteri

KM No.17/2000 KM No.02/2010 PP No.82/1999

PEDOMAN PENANGANAN BAHAN / BARANG BERBAHAYA DALAM KEGIATAN PELAYARAN DI INDONESIA

PERUBAHAN ATAS KM NO 17/2010 TENTANG PEDOMAN PENANGANAN BAHAN / BARANG BERBAHAYA DALAM KEGIATAN PELAYARAN DI INDONESIA

ANGKUTAN di PERAIRAN (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 187)Created by Capt Dayan 16

MARPOL - Maritime Pollution Annex III Regulation Prevention Pollution by Harmful Substances Carried by Sea in Packaged FormReg.2 : Packing Reg.3: Marking & Labeling Reg.4: Documentation Reg 5: Stowage Reg 6: Quantity & Limitation

Created by Capt Dayan

17

MARPOL - Maritime PollutionReg NoNO. 2 Packing NO. 3 Marking & Labelling No. 4 Document

PenjelasanHarus mencegah bahaya terhadap lingkungan maritim Harus sesuai dengan jenis barangnya Packing harus di tandai dengan Nama Teknis yang mengindikasi Marine Pollutant dan di cantumkan UN Number. Harus menjamin Marking nya tahan dan tidak hilang bila barang tsb tenggelam di laut Mencantumkan Nama Teknis untuk setiap barang Shipper harus mengisi IMO DG Form Setiap kapal yang membawa DG harus mempunyai Special List, Stowage Plan & Manifest Harus di muat (stowed) dengan sepatutnya dan Pemisahan (Segregation) saat pemuatan. Pemuatan harus Minimalisir bahaya terhadap Lingkungan Maritim, dan keselamatan kapal & orang di atas kapalCreated by Capt Dayan 18

No. 5 Stowage

PERATURAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Undang Undang , Peraturan Pemerintah & Keputusan Menteri PERATURAN PEMERINTAH MENGATUR TENTANG PELAYARAN PASAL NO. 45 S/D PASAL 48

UU NO.17 TAHUN 2008

PP NO. 20 TAHUN 2010PP NO.21 TAHUN 2010

ANGKUTAN DI PERAIRAN PASAL NO. 178 ayat (1) PERLINDUNGAN MARITIM PASAL NO.4 ayat (g)

Created by Capt Dayan

19

Created by Capt Dayan

20

Struktur IMDG CodeThe IMDG Code is adalah suatu peng-kode-an yang digunakan IMDG Code is adalah suatu peng-kode-an yang digunakan untuk membawa muatan berbahaya dan terdiri atas 4 Volume 4 Volume

View more