lines plan cargo 0,72 cb

49
MV. NERVA DAFTAR ISI Lembar pengesahan........................................ .........................................I Daftar isi............................................... .................................................. ...1 1. Pengertian dan definisi rencana garis.......................................... ....2 2. Istilah –istilah umum gambar rencana garis.. ................................3 3. Proses pembuatan gambar rencana garis........................................6 3.1. Flowchart proses pembuatan gambar rencana garis...................6 3.2. Data ukuran utama kapal............................................. ..............10 3.3. Penentuan koefisien kapal............................................. ............10 3.3.1. Perhitungan Froude Number (FN)..................................10 Tugas Gambar Rencana Garis 1

Upload: narukami-seta

Post on 29-Jun-2015

923 views

Category:

Engineering


34 download

DESCRIPTION

Basic ship design

TRANSCRIPT

Page 1: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

DAFTAR ISI

Lembar pengesahan.................................................................................I

Daftar isi....................................................................................................1

1. Pengertian dan definisi rencana garis..............................................2

2. Istilah –istilah umum gambar rencana garis.. ................................3

3. Proses pembuatan gambar rencana garis........................................6

3.1. Flowchart proses pembuatan gambar rencana garis...................6

3.2. Data ukuran utama kapal...........................................................10

3.3. Penentuan koefisien kapal.........................................................10

3.3.1. Perhitungan Froude Number (FN)..................................10

3.3.2. Perhitungan CB, CM, CWP, CP & LCB........................10

3.3.3. Penentuan CPA dan CPF................................................14

3.4. Perencanaan kurva CSA............................................................17

3.4.1. Penentuan luas station CSA & A/2T…………………..18

3.4.2. Penggambaran kurva CSA & A/2T................................21

3.5. Penggambaran bentuk garis air muatan penuh kapal (Awl)…..19

3.5.1. Proses penggambaran desaign garis air (AWL).............21

3.5.2. Penentuan luas station untk kurva WPA………............21

3.5.3. Penggambaran kurva WPA…………............................22

3.6. Perencanaan Shape Control.......................................................23

3.7. Perencanaan Body Plane...........................................................32

3.8. Proyeksi bodyplan ke half breath plan......................................34

3.9. Proyeksi bodyplan ke sheerplan................................................34

4. Penutup..............................................................................................37

5. Daftar Pustaka...................................................................................38

Tugas Gambar Rencana Garis 1

Page 2: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

TUGAS GAMBAR RENCANA GARIS

I. PENGERTIAN / DEFINISI RENCANA GARIS

Sisi luar lambung kapal berbentuk lengkung pada beberapa kasus terdapat tekukan, penggambaran lambung kapal pada sebidang kertas gambar dinamakan rencana garis (lines plan/ship’s lines/lines), bentuk lambung kapal secara umum harus mengikuti kebutuhan daya apung, stabilitas, kecepatan, kekuatan mesin, olah gerak dan yang penting adalah kapal bisa dibangun. Gambar Rencana garis ( lines plan ) terdiri dari proyeksi ortographis/sikusiku dari interseksi/perpotongan antara permukaan/surface lambung kapal dan tiga set bidang yang saling tegak lurus.

Rencana sheer/Profil/Sheer plan menunjukkan interseksi/perpotongan antara permukaan/surface lambung kapal dengan bidang tengah/centreplane – sebuah bidang vertical pada garis tengah / centreline kapal – dan bidang tegak/buttockplane yang sejajar dengannya (centreplane), Interseksi dengan bidang tengah akan menghasilkan profil haluan/bow dan buritan/stern. Rencana sheer/Sheer plan untuk kapal komersial digambar dengan meletakkan haluan kapal/bow section pada sisi kanan.

Rencana garis air/Half breadth/Waterlines plan menunjukkan interseksi permukaan lambung kapal dengan bidang yang sejajar bidang dasar/baseplane horizontal, bidang dasar/baseplane adalah bidang horizontal yang melalui garis dasar/baseline.Interseksi dengan bidangbidang tersebut akan menghasilkan Rencana garis air/Waterlines plan.Body plan menunjukkan bentuk dari station/section yang merupakan interseksi antara permukaan lambung kapal dengan bidang yang tegak lurus dengan bidang tegak/buttockplane dan bidang garis air/waterline plane.Pada umumnya penggambaran body plan dibagi 2 sisi kiri dan sisi kanan, sisi kiri untuk setengah bagian belakang dan sisi kanan untuk setengah bagian depan. Permukaan lambung kapal yang dimaksud

Tugas Gambar Rencana Garis 2

Gambar 1. Gambar proyeksi badan kapal

Page 3: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

diatas adalah permukaan molded/molded surface adalah permukaan yang dibentuk oleh sisi luar gading kapal atau sisi dalam kulit , hal ini berlaku untuk kapal baja, kapal aluminium dan kapal kayu untuk kapal fibreglass/FRP permukaan molded dibentuk oleh sisi luar kulit (lambung kapal).Kapal kayu mempunyai 2 buah Rencana garis, Rencana garis sisi dalam kulit (inside planking) dan sisi luar kulit (outside planking), rencana garis sisi dalam kulit digunakan untuk membentuk gading dan bagian konstruksi lainnya sedangkan rencana garis sisi luar kulit digunakan untuk menghitung hydrostatic, stabilitas dan tahanan kapal, hal tersebut karena kulit kapal kayu lebih tebal dibanding kulit baja sedang ukuran kapal kayu lebih kecil dibanding kapal baja, sehingga tebal kulit t idak bisa diabaikan dalam perhitungan hydrostatic, stabilitas dan tahanan hal ini berbeda dengan kapal baja.Jumlah station/section pada umumnya 21 buah, antara garis tegak depan dan garis tegak belakang dibagi 20 interval, indentifikasi station dimulai dari AP (station nomor nol ) hingga FP ( station nomor 20 ).

Gambar 2. Gambar rencana garis

II. ISTILAH-ISTILAH UMUM GAMBAR RENCANA GARIS.

Gambar 3. Istilah umum pedoman pembuatan gambar rencana garis

Tugas Gambar Rencana Garis 3

Page 4: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

AP After Perpendicular/garis tegak buritan adalah garis tegak yang terletak pada sisi belakang sterpost atau bila tidak ada sternpost, FP terletak pada sumbu poros kemudi.FP Forward Perpendicular/garis tegak haluan adalah garis tegak vertikal yang melalui interseksi antara garis air muat/garis air perencanaan /DWL dan sisi dalam linggi haluanLBP Panjang antara garis tegak / Length between perpendicular adalah jarak horizontal antara AP dan FPLWL Panjang garis air/ Length of water lines adalah jarak horisontal antara FP dan interseksi antara sisi dalam linggi buritan dan garis air muat/garis air perencanaan /DWLLOA Panjang keseluruhan/ Length overall adalah panjang kapal yang diukur dari ujung haluan dan ujung buritan pada sisi dalam kulitAmidship Tengah kapal adalah titik tengah antara garis tegak haluan/FP dan garis tegak buritan/APMidship section adalah station/section pada tengah kapal/Amidship

Bmld Lebar kapal/Breadth molded adalah lebar kapal molded yang diukur pada tengah kapal pada sisi luar gading/ sisi dalam kulitDmld Tinggi molded/Depth molded adalah jarak vertikal pada amidship yang diukur dari sisi atas Lunas/keel ke sisi bawah pelat geladak pada tepi kapalTmld Sarat molded/Draft molded adalah jarak vertical yang diukur dari sisi atas

Lunas/keel ke Garis air/WL T Sarat/Draft adalah jarak vertical yang diukur dari sisi bawah Lunas/keel ke Garis Air/WL

Keel Point Titik lunas adalah titik yang terletak pada tengah kapal/amidship, pada Garis tengah/Centreline dan sisi atas Lunas/keelMolded Base Line adalah garis horizontal yang melalui keel point, garis ini digunakan sebagai garis referensi perhitungan hidrostatikSheer adalah kelengkungan horizontal geladak kapal, diukur dari perbedaan tinggi berbagai posisi dan tinggi pada tengah kapal, pada umumnya sheer bagian depan lebih tinggi dibanding bagian belakang, desain kapal modern pada saat ini banyak kapal yang tidak memiliki sheer

Tugas Gambar Rencana Garis 4

Gambar 4. Gambar penampang

Page 5: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

Camber Kelengkungan transversal geladak kapal, diukur dari perbedaan antara tinggi bagian tengah kapal dan tinggi pada sisi kapalRise of Floor adalah kemiringan pelat dasar kapal diukur secara transversal pada amidship dan BmldTumble home lengkungan kedalam pada sisi tengah kapalCentreline plane /Middle line plane, bidang tengah adalah bidang vertical pada garis tengah/ centreline yang membagi kapal secara simetriWater planes bidang garis air adalah bidang yang dibatasi oleh garis airFreeboard lambung bebas adalah jarak vertikal antara garis air yang diijinkan dan sisi atas geladak pada tepi geladak tengah kapal

Freeboard mark /Load line mark/Plimsol Mark merkah garis muat adalah marka/tanda yang harus dipasang pada lambung kapal komersial pada tengah kapal dikedua sisi, marka ini

menunjukkan sarat maksimum yang diijinkan untuk wilayah perairan dan musim tertentu,

Maka S : untuk SummerW : untuk WinterT : untuk TropicalWNA : untuk Winter North AtlanticTF : untuk Tropical Fresh Water

Tugas Gambar Rencana Garis 5

Page 6: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

PMB Parallel Middle Body adalah panjang dimana station/section memiliki luas dan bentuk yang sama

Fore body bagian lambung kapal yang tercelup air didepan amidshipAfter body bagian lambung kapal yang tercelup air dibelakang amidship

Gambar 6. Gambar kurva CSA kapal

Entrance body bagian lambung kapal yang tercelup didepan PMBRun body bagian lambung kapal yang tercelup air dibelakang PMB

III. PROSES PEMBUATAN GAMBAR RENCANA GARIS

3.1. Flowchart Pembuatan Gambar Rencana Garis

Tugas Gambar Rencana Garis 6

Page 7: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

DIAGRAM ALIR MERENCANAKAN RENCANA GARIS (1)

MENGHITUNG ANGKA FROUDE

MENGHITUNG KOEFISIEN BLOK

MENGHITUNG KOEFISIEN MIDSHIP

MENGHITUNG KOEFISIEN BIDANG GARIS AIR

MENGHITUNG KOEFISIEN PRISMATIK MEMANJANG KESELURUHAN

MENGHITUNG LONGITUDINAL CENTRE OF BOUYANCY

MENGHITUNG KOEFISIEN PRISMATIK MEMANJANG BAGIAN DEPAN DAN BELAKANG

MENGHITUNG PROSENTASE LUAS TIAP STATION SEBAGAI PROSENTASE LUAS MIDSHIP

MENGHITUNG LUAS MIDSHIP

MENGGAMBAR CURVE OF SECTIONAL AREA PADA Lwl

KOREKSI DISPLASEMEN 0.5% ?DAN KOREKSI LCB 0.1% ?

MENGGAMBAR BIDANG GARIS AIR

KOREKSI BIDANG GARIS AIR 0.5% ?

YA

TIDAK

YA

TIDAK

A

MULAI

MEMILIH KAPAL PEMBANDING :1. TIPE KAPAL2. Lpp3. B4. H5. T6. Vs

Tugas Gambar Rencana Garis 7

Page 8: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

DIAGRAM ALIR MERENCANAKAN RENCANA GARIS (2)

A

MENGGAMBAR STATION - STATION

PADA HALF BREADTH PLAN1. MENGGAMBAR LENGKUNGAN GARIS AIR - GARIS AIR2. MENGGAMBAR LENGKUNGAN UPPER DECK SIDE LINE3. MENGGAMBAR LENGKUNGAN FORE CASTLE DECK SIDE LINE4. MENGGAMBAR LENGKUNGAN POOP DECK SIDE LINE5. MENGGAMBAR LENGKUNGAN BULWARK

PADA SHEER PLAN1. MENGGAMBAR LENGKUNGAN BOW LINE DAN BUTTOCK LINE

MENGGAMBAR SHEER PLAN1. MENGGAMBAR PEMBAGIAN GARIS AIR2. UPPER DECK SIDE LINE3. UPPER DECK CENTRE LINE4. FORE CASTLE DECK SIDE LINE5. POOP DECK SIDE LINE6. BULWARK7. MENGGAMBAR LINGGI BURITAN8. MENGGAMBAR LINGGI HALUAN

MENGGAMBAR BODY PLAN1. MENGGAMBAR STATION-STATION2. MENGGAMBAR PEMBAGIAN GARIS AIR3. MENGGAMBAR PEMBAGIAN BUTTOCK LINE4. UPPER DECK SIDE LINE5. FORE CASTLE DECK SIDE LINE6. POOP DECK SIDE LINE7. BULWARK

MENGGAMBAR HALF BREADTH PLAN1. MENGGAMBAR PEMBAGIAN BUTTOCK LINE

MENGISI TABEL :1. HALF BREADTH FROM CENTRE LINE2. HEIGH ABOVE BASE LINE

SELESAI

Tugas Gambar Rencana Garis 8

Page 9: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

DIAGRAM ALIR MERENCANAKAN STATION

MULAI

MENGGAMBAR BENTUK GEOMETRI 3D CURVE SECTIONAL AREA

MENGGAMBAR KURVA A/T YANG MERUPAKAN ATAP/ALASBENTUK GEOMETRI 3D CURVE SECTIONAL AREA

MENGGAMBAR KURVA BIDANG GARIS AIR

KOREKSI BIDANGGARIS AIR 0.5 % ?

MERENCANAKAN STATION1. MENGGAMBARKAN LUAS PENAMPANG TIAP - TIAP STATION BENTUK GEOMETRI 3D CURVE SECTIONAL AREA.2. MENGGAMBARKAN LEBAR BIDANG GARIS AIR TIAP STATION PADA PENAMPANG TIAP - TIAP STATION BENTUK GEOMETRI 3D CURVE SECTIONAL AREA.3. MERENCANAKAN STATION MULAI DARI TEPI LEBAR BIDANG GARIS AIR SAMPAI TITIK PERPOTONGAN BASE LINE DENGAN GARIS CENTRE LINE.

MEMERIKSALUAS BAJI KELUAR = LUAS BAJI MASUK

YA

TIDAK

TIDAK

SELESAI

YA

Tugas Gambar Rencana Garis 9

Page 10: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

3.2. Data Ukuran Utama Kapal

Loa = 101,70 m

Lwl = 100,4 m

Lpp = 98 m

B = 15,80 m

H = 7,4 m

T = 5,9 m

Vs = 12 Knots

Type Kapal = General Cargo

3.3. Penentuan Koefisien-Koefisien Kapal

3.3.1. Perhitungan Froude Number (Fn)

Vs = 12¿ 0.514

= 6,618 m/s

Fn= Vs

√g . LPP Vs : Kecepatan Kapal (m/s)1 knots = 0,5144 m/s

G : Gravitasi (9,8 m/s2)

Fn= 6 , 618

√9,8 x98

Fn=6 ,61830 ,99

Fn=0 ,21

3.3.2. Perhitungan CB, CM, CWP, CP, dan LCB

Menghitung Koefisien Blok (Cb)

Tugas Gambar Rencana Garis 10

Page 11: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

Scara umum definisi dari koefisien blok adalah besarnya volume air yang

dipindah oleh badan kapal yang tercelup (Volume Carena ) dibanding dengan

volume kotak yang melingkupinya (lihat gambar di atas)

Cb=VolumeCarenaL×B×T

Untuk menentukan besarnya koefisien blok ini, scara matematis dapat

dilakukan dari beberapa cara pendekatan yang ada sebagai berikut :

Cb= 2,1

Vd0,4(Poehls)

Cb=1 ,00−0 ,23

V

√ L (Smith)

Cb=1 ,00−1, 41

V

√g . L (Ayre)

Cb=1 ,00−1, 26 (B

L+1)( V

√ g . L )(Telfer)

Cb=0 , 14

Fn.

L/B+2026 (Schneekluth)

Cb = C - 1.68 Fn

Cb = 1.08 – ( 1.68 x 0.21 )

Cb = 0,72

Menghitung Koefisien Midship (Cm)

Tugas Gambar Rencana Garis 11

Page 12: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

Secara umum definisi dari koefisien midship kapal adalah besarnya luas

penampang tengah kapal (sampai sarat kapal) dibanding dengan luas kotak

yang melingkupinya.

Cm=LuasmidshipB×T

Untuk menentukan besarnya koefisien midship kapal ini, scara matematis

dapat dilakukan dari beberapa cara pendekatan yang ada sebagai berikut :

Cm =0,9+0,1. Cb (Van Lammeren)

Cm =1 ,006−0 , 0056 .Cb−3 , 56 (Kerlen)

Cm= 1

1+(1−Cb )3,5 (HSVA, linienatlas)

Cm = 0.9 + 0.1 CbCm = 0.9 + (0.1 0.72)Cm = 0.9 + 0.0797Cm = 0.972

Menghitung Koefisien Bidang Gaaris Air (Cwl)

Koefisien garis air sangat berpengaruh terhadap besarnya stabilitas kapal.

Untuk mendapatkan derajat stabilitas kapal yang diinginkan, biasanya

menggunakan koefisien garis air yang besar. Namun besarnya koefisien garis

Tugas Gambar Rencana Garis 12

Page 13: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

air ini sangat tergantung pada besarnya koefisien bentuk kapal serta bentuk

penampang yang akan kita rencanakan. (lihat gambar diatas)

Cwl=LuasgarisairL×B

Untuk menentukan besarnya koefisien garis air kapal ini, scara matematis

dapat dilakukan dari beberapa cara pendekatan yang ada sebagai berikut :

Cwl=1+2 .Cb

3 (Schneekluth)

Cwl =√Cb−0 ,025 (Schneekluth)

Cwl = √Cb−0 . 025

Cwl = √0 .72−0 .025

Cwl = 0.823

Menghitung Koefisien Prismatik Kapal (Cp)

Koefisien Prismatik berkaitan dengan besarnya koefisien midship kapal

dengan besarnya volume daya apung yang disediakan oleh badan kapal yang

tercelup. Dalam metode perhitungan besarnya tahanan kapal, besarnya

koefisien prismatic yang semakin kecil, untuk ukuran kapal yang sama,

mengindikasikan semakin kecil pula besarnya tahanan kapal. (lihat gambar

dibawah)

Cp=VolumedisplacementAm×L

Untuk menentukan besarnya koefisien garis air kapal ini, scara matematis

dapat dilakukan dari beberapa cara pendekatan yang ada sebagai berikut :

Cp=C−0 ,276

V

√ L dengan C=(1 , 04~ 1 ,115)(Tomita)

Cp= Cb

Cm

Cp= Cb

Cm

Tugas Gambar Rencana Garis 13

Page 14: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

= 0 , 720 , 972

=0 ,74

Menghitung Longitudinal Centre of Bouyancy (Lcb)

LcbL

=(8,8−38 ,9. Fn )100 (Schneekluth)

LcbL =−0 ,13+0 ,194 .Cp Untuk Tanker/Bulker (Schneekluth)

LcbL

=(8,8−38 ,9. Fn )100

Lcb98

=(8,8−38 ,9.0 ,21 )100

Lcb =0.6183

3.3.3. Penentuan CPA & CPF

Setelah nilai dari Cp dan Lcb diketahui, kemudian dapat kita cari nilai dari

Cpa (Coefficient Prismatic After) dan Cpf (Coefficient Prismatic Fore ) dengan

menggunakan diagram HAMLIN. Diagram HAMLIN tersebut seperti dibawah

ini :

Tugas Gambar Rencana Garis 14

Page 15: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

Dengan menggunakan grafik Hamlin diatas diperoleh :

Cpf = 0,75

Cpa = 0,73

Penentuan Luas Masing – masing Station

Dengan bantuan diagram Hamlin , masing - masing luas station

bisa ditentukan nilainya, dengan cara memplot harga CPA dan CPF pada

diagram, seperti nampak dibawah ini :

Tugas Gambar Rencana Garis 15

Page 16: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

TABEL PERENCANAAN KUVA SECTIONAL AREA (CSA)

1. Penentuan ukuran utama

Lwl = 100,4 m B = 15,80 m H = 7,40 m

Lpp = 98,00 m T = 5,90 m Vs =10,5 Knots

Tugas Gambar Rencana Garis 16

Page 17: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

2. Menghitung fn (froude number)

Fn = 0,17

3. Menghitung Koefisien Kapal

C b = 0,79 Cm = 0,997 Cp = 0,792

C w = 0,86 Lcb = 2,156

Cb wl =

( LwlxCb )Lpp

=

(100 ,4 x 0 ,79 )98

= 0.8093 m

Volume displacement =Lpp×B×T×Cb wl

=98×15 , 8×5,9×0 ,8093

=7393 , 408 m³

Luas garis air (Awl) =Lwl×B×Cw

=100 , 4×15 ,8×0 , 86

=1364 ,235 m²

Luas midship (Am) =B×T×Cm

= 15,8¿ 5.9¿ 0.997

= 92,94 m2

Diperoleh As/Am untuk masing-masing station adalah sebagai berikut :

TABEL PERHITUNGAN VOLUME DISPLASEMEN DANLONGITUDINAL CENTRE OF BOUYANCY DARI CURVE OF

SECTIONAL AREA

Tugas Gambar Rencana Garis 17

Page 18: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

Perhitungan Displasement

Volume displ (Csa)=1

3×h×∑I

=13×5 , 0223×4469 , 4

=7482 ,52 m3

Lcb (Csa)=∑II

∑I

×h

=1876 ,084469 ,4

×4,9

=2 ,0568 m

Perhitungan Displasement teori

CbWL

= LWL×CBLPP

=100 ,04×0 ,7998 ,00

=0 ,806

Volume displ (Teori) =LWL×B×T×CBWL

=100 . 04×15 ,80×5,9×0 , 806

=7491 ,16 m3

Perhitungan Koreksi Displasemen dan LCB

Volume displ =( (V .dspl (CSA )−V .dspl( teori ))

V .dspl( teori ) )×100 00

=(7482 ,52−7491 ,167491 ,16 )×100 0

0

=0 ,12 00 (maksimum = 0,5 %)

Lcb=( Lcb−Lcb (CSA)

Lpp )×100 00

Tugas Gambar Rencana Garis 18

Page 19: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

=( 2 ,156−2 ,0698 )×100 0

0

=0 ,09 00(maksimum = 0,1)

3.4.1. GAMBAR KURVA CSA (Curve of Sectional Area) dan AS/T

3.5 PENGGAMBARAN BENTUK GARIS AIR MUAT PENUH KAPAL (Awl)

Beberapa factor yang perlu diperhatikan dalam merencanakan bentuk

garis air muat penuh kapal adalah :

Sudut masuk garis air

Besarnya koefisien garis air muat kapal (Cwl)

Bentuk linggi haluan dan buritan kapal

Bentuk perencanaan kurva CSA

Tugas Gambar Rencana Garis 19

Page 20: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

Salah satu faktor dalam menentukan besarnya sudut masuk garis air

adalah besarnya koefisien prismatic( Cp) kapal.

CP 0,55 0,60 0,75 0,70 0,75 0,80 0,85iE 8º 9º 9-10º 10-14º 21-23º 33º 37º

Hasil dari perencanaan bentuk garis air muat ini, nantinya harus

dilakukan

pemeriksaan luasan dari bentuk yang direncanakan dibandingkan dengan hasil

perhitungan Awl = L x B x Cwl. Bentuk yang direncanakan dapat diterima jika

besarnya perbedaan hasil pemerikasaan kurang dari 0,5 %. Adapun contoh

bentuk perencanaan garis air muat kapal dapat dilihat seperti gambar berikut :

Langkah-langkah merencanakan garis air :

Setelah ukuran utama diketahui, dengan nilai fn dapat ditentukan besarnya Cw dan sudut masuk garis air ()

Buat Garis sumbu sepanjang panjang garis air (LWL)

Tentukan posisi A, Ap, ¤, dan Fp

Bagi Jarak Ap – Fp menjadi 20 bagian yang sama

Buat garis horisontal pada jarak B/2 dari garis sumbu

Buat garis sudut yang memotong Fp dengan sudut θ dari garis sumbu

Tugas Gambar Rencana Garis 20

Gambar Perencanaan bentuk garis air muat kapal.

Page 21: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

3.5.1 Proses penggambaran Design Garis Air (Awl)

TABEL PERHITUNGAN LUAS BIDANG GARIS AIR PADA SARAT

KAPAL

Luas garis air (Awl)(Table)=2×1

3×h×∑I

=2×13×4,9×414 ,7

=1354 , 918 m²

Tugas Gambar Rencana Garis 21

Page 22: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

Luas garis air (Awl)(Teori) =LWL×B×Cwl

=100 , 4×15 ,8×0 , 851

=1350 ,631 m2

Koreksi Luas Garis Air (Awl)

Luas garis air (Awl)=( Awl ( teori )−Awl( table )

Awl ( teori ) )×100 00

=(1350 , 631−1354 ,9181354 , 918 )×100 0

0

=−0 ,32 00 (maksimum = 0,5 %)

3.5.2 Menggambar Kurva WPA dan WSA

Tugas Gambar Rencana Garis 22

Page 23: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

3.6. PERENCANAAN DESAIN SHAPE CONTROL

Disain shape control diperlukan untuk mempermudah serta mengkontrol

kemungkinan kesalahan terhadap bentuk desain penampang yang mungkin

tanpa disadari. Shape control ini direncanakan berdasarkan kriteria yang

dinginkan diluar dari ketentuan persyaratan perencanaan CSA yang ada.

Perencaan shape control terutama dilakukan pada bentuk bagian : midship,

buritan (stern & transom), haluan (stem), sisi kapal yang berbentuk flat (flat

tangent), garis air sarat muatan penuh, serta geladak kapal. Adapun bentuk

perencanaan shape control untuk bagian bagian tersebut dapat dijelaskan

sebagai berikut :

3.6.1. Perencanaan bentuk geladak kapal (deck plan).

Geladak / deck kapal adalah merupakan pembagi ketinggian suatu

ruangan di kapal. Nama geladak dikapal niasanya identik dengan letak

geladak tersebut di kapal. Jika letaknya didalam ruang muat dikenal dengan

istilah geladak ruang muat, sedangkan di ruang akomodasi dikenal dengan

istilah geladak akomodasi seperti poop deck, bridge deck, boat deck dan

navigation deck. Geladak tertinggi didalam ruang muat dan sifatnya

Tugas Gambar Rencana Garis 23

Page 24: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

menerus dari bagian belakang sampai dengan depan kapal dikenal dengan

istilah geladak utama (main deck). Sedangkan geladak dibawahnya dikenal

dengan istilah second deck, third deck atau (tweendeck) geladak antara.

Proses perencanaan dilakukan berdasarkan luasan geladak yang disediakan

untuk peletakan peralatan-peralatan diatas geladak serta kemungkinan

muatan diatasnya. Ketentuan perencanaan lebar geladak yang diberikan

secara umum dapat dilihat seperti pada gambar berikut :

3.6.2. Proses Pembuatan Geladak Kapal :

1. Proses perencanaan bentuk kelengkungan geladak pada arah memanjang

kapal (Sheer) yang dilakukan berdasarkan fungsinya untuk menambah

kekuatan memanjang geladak serta memperkecil batasan tinggi lambung

timbul (H-T). Ketentuan perencanaan tinggi kelangkungan geladak pada

arah memanjang yang diberikan secara umum dapat dilihat seperti pada

rumus berikut :

Tugas Gambar Rencana Garis 24

¤Ap Fp

0,05

Lpp

(0,5 – 0,6) B

(0,8 – 0,9) B

Fp

CLAp ¤B

LppL geladak

Gambar Perencanaan bentuk bidang geladak

Page 25: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

2. Proses perencanaan bentuk kelengkungan geladak pada arah melintang

kapal (Chamber) yang dilakukan berdasarkan fungsinya untuk

menambah kekuatan melintang geladak serta mengalirkan air diatas

geladak dari tengah galadak ketepi geladak. Ketentuan perencanaan

tinggi kelangkungan geladak pada arah melintang yang diberikan secara

umum dapat dilihat seperti pada gambar berikut :

3.6.3. Perencanaan bentuk penampang tengah kapal (midship)

Dalam merencanakan bentuk penampang tengah kapal (midship),

beberapa hal yang sangat mempengaruhi dan perlu diperhatikan adalah

jenis muatan kapal serta letak kamar mesin. Disamping itu, bentuk

penampang tengah kapal ini juga tergantung dari hasil perencanaan Curva

Sectional Area serta besarnya koefisien midship kapal yang akan

berpengaruh dalam menentukan besarnya radius of bilga. Besarnya radius

of bilga menurut schneekluth dapat dirumuskan sbb :

Tugas Gambar Rencana Garis 25

25(L/3 +10)

5,6 (L/3 +10)

2,8 (L/3 +10)11,1 (L/3 +10)

50 (L/3 +10)

22,2 (L/3 +10)

A Lpp/6 B

Lpp/3

D Lpp/6

C

Lpp/3

Ap Fp

H

≡=_= ≡

Garis Sumbu

B / 50

B

A

Garis Geladak

Bdeck / 2C O

3××2

×1

×3×2 ×1_

×××3 2 1

Page 26: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

a. Kapal tanpa rise of floor R =

B .CK

( LB

+). Cb2

b. Kapal dengan rise of floor R =√2 , 33 . (1−Cm ) . B . T

Dimana : Cm = koefisien midship

B = Lebar kapaL

L = Panjang kapal

Cb = koefisien blok kapal

Cm = koefisien midship kapal

Ck = konstanta antara 0,4 ~ 0,7

Secara umum ketentuan dalam perencanaan geladak kapal dapat dilihat seperti

pada gambar berikut :

3.6.4 Merencanakan bentuk buritan dan menghitung luas kemudi

Diameter baling – baling = 0,6 T

= 0,6 . 5,9

= 3,54 m

Luas daun kemudi (A kemudi) =1 ,75×L×T

100

=1 ,75×98×5,9100

=10 , 1185m2

Tugas Gambar Rencana Garis 26

TH

B

B/50

RRRR

CL

DC

E F

BA

RR

Page 27: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

Peletakan daun kemudi pada gambar :

* L =

32

a⋅a

8,4452 =

32 a

2

*a=√5 ,63 = 2,3

*1/3 a = 1/3.2,37

= 0,79 *3/2a =3/2.2,37

= 3,555

Tugas Gambar Rencana Garis 27

Base Line

Page 28: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

Merancang buritan

- a = 0.1 D

a = 0.1 x 3,54 = 0,354m

- b = 0.27 D

b = 0.27 x 3,54 = 0,955 m

- c = 0.20 D

c = 0.20 x 3,54 = 0.708 m

- e = 0.035 D

e = 0.035 x 3,54 = 0,1239 m

- R = 3,54 : 2 = 1,77 m

0,7 R = 0.7 x 1,77 = 1,239 m

Jarak poros terhadap Baseline : 0,35 T = 0,35 x 5,9 = 2,065 m

Tugas Gambar Rencana Garis 28

Page 29: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

Gambar Buritan :

3.6.5. Perencanaan bentuk sisi flat kapal (side tangent)

Dalam perencanaan bentuk dari sisi badan kapal yang datar (flat),

dipengaruhi oleh bentuk bagian kapal yang lain, antara lain :

· Bentuk bottom kapal (tanpa atau dengan rise of floor)

· Ukuran jari-jari bilga

· Panjang pararel middle body dari CSA

· Panjang pararel middle body dari perencanaan garis air muat penuh

· Panjang pararel middle body dari perencanaan bentuk geladak

Sebagai contoh bentuk dari sisi flat kapal adalah sebagai berikut :

Tugas Gambar Rencana Garis 29

Page 30: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

3.6.6. Proses Rancangan Bulwalk, Poopdeck, Forecastle :

A.forebody

Panjang forecastle : (5 – 8)% Lpp

: 8% x 98

: 7,84 m

Tinggi : (2,2 – 2,4)

: 2,4 m

Tinggi bulwalk : 1 m

Upper deck centre line: 1/50 x B = 1/50 x 15,80= 0,316 m

Upper deck side line : 7,4 m

Cp : 0,792

Sudut masuk : 33 derajat

B.Poop deck

Panjang poop deck : (20-22)% Lpp

: 20% x 98

: 19,6 m

Tinggi poop deck : 2,4 m

Tinggi bulkwark : 1 m

Tugas Gambar Rencana Garis 30

Gambar perencanaan bentuk side tangent

Page 31: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

HASIL RANCANGAN BULWALK,POOPDECK,FORECASTLE:

3.7 Perencanaan Body Plan

Langkah-langkah perencanaan:1. Gambar garis dasar dan garis sumbu dari penampang kapal 2. Gambar garis horisontal pada jarak T dan H diukur dari

garis dasar 3. Gambar garis tegak pada jarak A/2T (didapat dari tabel

CSA) dari garis sumbu 4. Menentukan ordinat Bwl/2 pada garis T diukur dari garis

sumbu 5. Menentukan ordinat Bdeck/2 pada garis H diukur dari garis

sumbu 6. Ambil gambar bodyplan kapal pembanding sebagai

referensi / acuan dalam mendesain gambar station

7. Luasan arsiran sebelah kiri dan kanan garis tegak A/2T adalah sama besar

Tugas Gambar Rencana Garis 31

Page 32: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

Berdasarkan data-data yang telah diketahui akan didapat bentuk Bodyplan seperti di bawah ini:

3.8. Proyeksi Bodyplan ke Halfbreadth Plan

Tugas Gambar Rencana Garis 32

Page 33: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

Langkah-langkah perencanaan:

Persiapkan gambar rencana pandangan memanjang horisontal kapal

(Halfbreadth plan) dengan posisi station yang ditentukan sesuai

jumlah station pada gambar body plan

Tentukan posisi potongan gambar garis air (WL) yang diukur dari

garis dasar (baseline) pada gambar bodyplan

Ukurlah jarak perpotongan antara gambar WL yang ditentukan dengan

gambar station terhadap garis tengah gambar bodyplan

Proyeksikan ukuran tadi pada gambar Halfbreadth plan sesuai dengan

station yang bersangkutan

Lakukan masing-masing untuk semua station yang ada

Hubungkan titik-titik dari proyeksi, sehingga diperoleh bentuk garis

air sesuai yang diinginkan

Tugas Gambar Rencana Garis 33

Page 34: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

LANGKAH-LANGKAH PROYEKSI

Tugas Gambar Rencana Garis 34

Page 35: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

TRANSFORMASI BODYPLAN KE SHEERPLAN :

Persiapkan gambar rencana pandangan memanjang vertikal kapal

(Sheerplan)dengan posisi station yang ditentukan sesuai jumlah

station pada gambar body plan

Tentukan posisi potongan gambar buttock line (BL) yang diukur

dari sumbu tengah penampang kapal pada gambar body plan

Ukurlah tinggi perpotongan antara gambar BL yang ditentukan

dengan gambar station terhadap baseline

Proyeksikan ukuran tadi pada gambar Sheerplan sesuai dengan

station yang bersangkutan

Lakukan masing-masing untuk semua station yang ada

Hubungkan titik-titik dari proyeksi tadi , sehingga diperoleh bentuk

gambar buttockline sesuai yang diinginkan

Tugas Gambar Rencana Garis 35

Page 36: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

Tugas Gambar Rencana Garis 36

Page 37: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

Hasil Linesplane ( Rencana Garis ) :

Tugas Gambar Rencana Garis 37

Page 38: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

IV. PENUTUP

Demikian Laporan Rencana Garis ini Saya buat untuk memenuhi Tugas

Perancangan I. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bpk. Ir. Bambang T eguh

dan Bpk. Ir.Sugianto selaku dosen pembimbing serta seluruh pihak yang terkait.

Mohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi suksesnya penyelesaian

Laporan dan Gambar Rencana Garis ini.

Tugas Gambar Rencana Garis 38

Page 39: Lines plan cargo 0,72 cb

MV. NERVA

Daftar Pustaka

1. Gaguk Suhardjito - Desain Shape Control2. Ship_H.Schneekluth and V.Bertram-Design for uffiency and Economy3. Diagram Hamlin4. Principle of Naval Architecture Volume II5. Biro Klasifikasi Indonesia Volume II edition 20066. Biro Klasifikasi Indonesia Volume I edition 1996

Tugas Gambar Rencana Garis 39