esd rice project

Download ESD Rice Project

Post on 08-Dec-2016

217 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Laporan

    ESD Rice Workshop 2014

    Workshop Programme

    Malang, Indonesia, 3-6 September 2014

    Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO

    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

    2014

  • Daftar Isi

    Hal

    I. Pendahuluan 1

    II. Penyelenggara 1

    III. Waktu dan Tempat Pelaksanaan 1

    IV. Agenda 2

    V. Peserta 2

    VI. Tujuan Workshop 2

    VII. Sasaran Workshop 2

    VIII. Hasil yang Diharapkan 2

    IX. Pembukaan 3

    X. Sesi Workshop 3

    XI. Penutupan 17

    XII. Foto Kegiatan Workshop 18

    Lampiran

    1. Agenda Workshop

    2. Daftar Peserta, Narasumber dan Panitia

    3. Sambutan dari Ms. Shibao Tomoko, Wakil Direktur ACCU

    4. Sambutan dari Mr. Adi Nuryanto

    5. Presentasi Mengenai Workshop Orientation oleh Ms. Miki Saito

    6. Pengenalan SMA Negeri 10 Malang

    7. Tantangan Kelompok BSP (Baltic Sea Project)

    8. Rencana Aksi Kelompok GMO

    9. Rencana Aksi Kelompok Padi dan Kota Kita

    10. Rencana Aksi Kelompok Padi dan Air

    11. Sambutan Penutup dari Ms. Hasnah Gasim

    12. Liputan Media

  • 1

    Draft Laporan ESD Rice Workshop 2014

    3-6 September 2014

    Malang, Indonesia

    I. PENDAHULUAN

    Peran penting pendidikan dalam pembangunan berkelanjutan telah lama dikenal, namun

    masih ada tantangan untuk mencapai tujuan Dekade Pendidikan untuk Pembangunan

    Berkelanjutan (ESD) PBB tersebut yaitu dalam melibatkan pemuda dalam proses

    pembangunan berkelanjutan, reorientasi kurikulum, program pendidikan guru dan

    evaluasi hasil pembelajaran ESD. Dalam tahun terakhir dekade ESD ini diperlukan

    untuk menciptakan metode pembelajaran ESD dalam mengaplikasikan nilai-nilai inti

    ESD.

    UNESCO bersama Asia-Pacific Cultural Center for UNESCO (ACCU telah

    memprakarsai suatu program:the Regional Initiative for Cooperation for ESD Promotion through Rice (ESD Rice) yang diluncurkan pada tahun 2011 dan sejak Oktober 2013 ESD Rice Project Tahap I telah dilaksanakan di 19 sekolah pada enam

    negara (India, Indonesia, Jepang, Republik Korea, Filipina dan Thailand).

    Dalam periode proyek 2014 - 2015), UNESCO akan mempromosikan kegiatan ESD

    berbasis sekolah dan masyarakat dengan meningkatkan dan memperluas ESD Rice

    Project melalui ACCU yang telah dipercaya untuk menangani proyek tersebut. Melalui

    dukungan dari 6 negara yang sudah berpartisipasi ACCU akan memperkenalkan ESD

    Rice Workshop untuk berbagi metode dan mengembangkannya. Hasil workshop ini

    akan dipresentasikan pada UNESCO World Conference on ESD pada bulan November

    2014 di Okayama dan Aichi-Nagoya, Jepang

    II. PENYELENGGARA

    Workshop ini diseleggarakan oleh ACCU bekerjasama dengan Komisi Nasional

    Indonesia untuk UNESCO, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    III. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

    Tanggal : 3 6 September 2014 Tempat : Harris Hotel & Conventions dan SMA Negeri 10 Malang yang

    merupakan salah satu sekolah yang dipilih untuk mengikuti ESD Rice Project..

  • 2

    IV. AGENDA

    Agenda kegiatan tercantum pada Lampiran 1.

    V. PESERTA

    Peserta terdiri dari perwakilan 6 negara, Indonesia, Japan, Thailand, Korea Selatan,

    Filipina and India, dan peninjau dari Jepang.

    Nara sumber dari Jepang dan Australia serta Sekretariat Komisi Nasional untuk

    UNESCO. Daftar peserta, peninjau, narasumber, dan panitia tercantum pada Lampiran

    2.

    VI. TUJUAN WORKSHOP

    Tujuan workshop ini adalah untuk mendiskusikan ESD Rice Project yang sedang

    berjalan dari masing-masing negara yang mengikuti program ini untuk mencari model

    yang terbaik untuk dikembangkan lebih lanjut pada masa mendatang.

    VII. SASARAN WORKSHOP

    1. Untuk meninjau kegiatan ESD Rice dari masing-masing sekolah dan negara yang

    telah dilaksanakan sejak Desember 2013 dan mendiskusikan langkah untuk mencari

    solusi terhadap tantangan yang ada dengan memakai metode HOPE (Hari ke-1);

    2. Untuk memonitor dan mengevaluasi kegiatan SMA Negeri 10 Malang dengan

    menggunakan metode HOPE (Hari ke-2);

    3. Untuk mengembangkan bentuk kegiatan pembelajaran kolaborasi internasional

    dalam memperbaiki kualitas proyek (Hari ke-3);

    4. Untuk mendiskusikan bagaimana setiap kegiatan ESD Rice Project dapat

    memberikan kontribusi kepada pendidikan internasional dan agenda pembangunan

    berkelanjutan serta program seperti GAP (Global Action Programmes for Education

    for Sustainable Development) atau SDGs (Sustainable Development Goals) dan

    mengembangkan rencana aksi (Hari ke-3); dan

    5. Untuk membahas pengembangan masa mendatang sebagai kelanjutan proyek

    setelah tahun 2014 ( Hari ke-3 dan 4)

    VIII. HASIL YANG DIHARAPKAN

    1. Kegiatan ESD yang dilaksanakan dalam rangka ESD Rice Project yang telah

    dianalisis secara kritis dapat dipraktekan dengan memanfaatkan metode HOPE.

    2. Umpan balik dan rekomendasi untuk SMA Negeri 10 Malang disampaikan oleh

    peserta dengan menggunakan metode HOPE.

    3. Rencana aksi untuk mempercepat kegiatan pembelajaran kolaboratif internasional

  • 3

    dengan sekolah-sekolah lain yang berpartisipasi dikembangkan dan

    diimplementasikan setelah workshop untuk pengembangan proyek.

    4. Komitmen terhadap GAP dan SDGs dilaksanakan pada kegiatan di sekolah.

    5. Pengembangan proyek di masa mendatang yang telah disepakati oleh peserta.

    IX. PEMBUKAAN

    HARI PERTAMA

    ESD Rice Project 2014 dimulai pengenalan para peserta oleh Edwin Leo Mokodompit dari

    Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO. Pertama Ms. Shibao Tomoko, Wakil Direktur

    ACCU menyampaikan sambutannya melalui Video Conference dari Jepang, atas nama

    ACCU.

    Dalam sambutannya beliau mengucapkan selamat bergabung kepada peserta ESD Rice

    Project 2014 dan menjelaskan bahwa workshop ini adalah workshop yang kedua dari ESD

    Rice Project sedang. ESD Rice Project itu merupakan proyek jangka panjang yang dimulai

    pada bulan Desember 2013 dan akan berakhir pada akhir tahun 2014. Shibao

    mengungkapkan kegembiraannya atas kerja sama yang baik dari peserta ESD Rice Project

    yang disponsori oleh UNESCO melalui Japan Fund-in-Trust dan menyatakan bahwa

    proyek ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekesar proyek dan berharap agar

    proyek yang akan berakhir pada Desember 2014 supaya ditindak-lanjuti. Sambutan

    lengkap dari Ms. Shibao Tomoko tercantum pada Lampiran 3.

    Sambutan selanjutnya dari Adi Nuryanto, yang mewakili Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd,

    Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO yang berhalangan untuk

    menghadiri workshop ini yang isinya menyampaikan terima kasih kepada ACCU yang

    telah mempercayakan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara workshop dan

    menyampaikan dukungan serta mengharapkan agar workshop ini dapat terselenggara

    dengan sebaik-baiknya sesuai tujuan yang diharapkan. Sambutan lengkap dari Adi

    Nuryanto tercantum pada Lampiran 4.

    ORIENTASI WORKSHOP

    Oleh: Miki Saito Programme Specialist Education Cooperation Department, ACCU Tujuan keseluruhan dari workshop ini adalah untuk mempromosikan ESD berbasis sekolah

    dan masyarakat di Asia dan Pasifik dengan membangun jaringan kolaboratif internasional

    ASPnet. ESD Rice Project ini diharapkan dapat berkembang menjadi proyek utama

    ASPnet berbasis Asia-Pasifik di luar UNDESD.

    Proyek ini melibatkan 19 sekolah dari enam negara berbeda yaitu Indonesia, Jepang,

  • 4

    Thailand, India, Korea, dan Filipina. Konsep kerangka kerja ini adalah menerapkan ESD

    lanjutan serta pembelajaran kolaboratif internasional dengan melibatkan pemuda. ESD

    Rice Project Workshop ini juga untuk memantau dan meninjau ESD Project yang sedang

    berjalan dan untuk membahas kemungkinan pengembangan proyek ini di masa mendatang.

    ACCU akan menerbitkan leaflet terkait ESD Rice Project dalam bahasa Inggris guna untuk

    mempromosikan proyek ini. Leaflet tersebut juga akan dicetak dalam bahasa lokal agar

    lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Presentasinya tercantum pada Lampiran 5.

    X. SESI WORKSHOP

    Workshop 1: Harvesting and Sharing our Harvest

    Oleh: Jose Roberto Guevara, Associate Professor School of Global, Urban, and Social

    Studies, RMIT University

    Tujuan dari workshop ini adalah untuk mengevaluasi kegiatan Rice Prokect dengan

    mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan proyek ini. Ada 4 topik utama dalam workshop

    Sawah ini: HOPE, Kerjasama Internasional, Pembelajaran Kolaboratif, dan Pemuda. Peserta dibagi menjadi 5 kelompok yang beranggotakan 4-5 orang dan didampingi oleh 1

    orang fasilitator. Setiap peserta berbagi pengalaman sukses mereka dalam menjalankan

    proyek ini dengan menuliskannya pada kertas karton dan membuat cerita singkat sesuai

    dengan langkah-langkah yang disampaikan oleh fasilitator.

    Peserta di setiap grup diminta untuk mengidentifikasi isu-isu berikut:

    1. Contoh bagaimana cara Anda berkontribusi terhadap Terapan ESD berbasis sekolah

    dan masyarakat? simpulkan pada poster

    2. Contoh HOPE

    3. Contoh Pembelajaran Kolaboratif dan Kemitraan Internasional

    4. Contoh keterlibatan pemuda yang efektif untuk menjadi agen perubahan

    Peserta dipersilakan untuk berbagai cerita sukses mereka terkait proyek yang dijalankan

    beserta kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Setiap peserta berbagi proyek mereka dengan

    bercerita kemu