buku kelas #8

Download Buku Kelas #8

Post on 18-Feb-2017

243 views

Category:

Art & Photos

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • MATERIINTERMEDIATE # 0818 WEEKS OF CLASS

    compiled & designed by:HERMAWAN WICAKSONO

    photo: surya photo: hermawan

    Night PhotographyPortrait & Cityscape

  • EYESEEPHOTOCLASS

  • Tutorial Dasar Teknik Fotografi MalamBanyak sekali waktu-waktu yang tidak kita manfaatkan bersama kamera yang

    telah kita investasikan, kamera banyak berdiam di rumah bahkan mungkin

    sampai berdebu. Berangkat kerja pagi dan pulang sudah gelap ke rumah,

    sehingga dapat dimengerti ketika kamera hanya kita manfaatkan pada akhir

    pekan saja.

    Bagi fotografer antusias tentu tidak boleh seperti ini, kamera harus dimanfaatkan semaksimal mungkin termasuk hunting pada malam hari. Sebagian besar kamera, baik kamera kompak atau DSLR, memiliki rentang kecepatan rana (shutter) yang cukup panjang untuk membantu mengambil gambar secara kreatif dalam cahaya rendah terutama mengambil foto obyek di malam hari.Satu-satunya persyaratan adalah memiliki sedikit pengetahuan tentang metering dan memastikan terdapat alat/sarana sebagai tempat penyangga kamera yang cukup kuat agar tidak mendapatkan gambar blur/kabur akibat kamera goyang.

    Hal pertama yang harus dilakukan adalah mematikan (set OFF) flash otomatis pada kamera. Kemudian setelah memastikan flash off, cari cara agar kamera bisa dalam keadaan stabil, karena biasanya tidak mungkin hanya dipegang dengan tangan (hand-held). Ada banyak cara untuk memastikan kamera tetap diam, yang paling umum ya menggunakan tripod. Sesuaikan ukuran tripod dengan berat kamera + lensa. Jika darurat bisa juga memakai tas atau motor atau tembok atau apa saya yang bisa membuat kamera dapat diletakkan dengan stabil.

    Setting Kamera Untuk Fotografi Malam

    photo: lukman

    http://rumorkamera.com

  • Jika mengambil foto dengan hand-held atau tanpa tripod, dan menghasilkan gambar yang blur akibat shutter speed yang terlalu lama, maka setting ulang ISO (naikkan ISO) sehingga bisa mendapatkan kecepatan shutter yang lebih pendek untuk mengeliminir blur. Namun naiknya ISO juga akan menaikkan noise pada foto sehingga selalu cek ulang apakah kualitasnya dapat diterima.Sebaliknya jika kamera memiliki posisi yang stabil dalam waktu lama, menggunakan tripod atau apapun, kita baru bisa dengan yakin melepas shutter dengan kecepatan rendah. Tapi jangan berpikir ini akan selalu mudah. Pertama kali mencoba fotografi malam dengan setting manual shutter speed pasti akan menghasilkan foto yang overexpose (terlalu terang) atau underexpose (terlalu gelap). Hal ini terjadi terutama jika area framing sebagian besar adalah gelap dengan daerah yang terang sesekali, seperti pohon yang diterangi bulan, kembang api, pasar malam, lampu-lampu neon dll.Eksposur kamera tidak bisa selalu digunakan untuk adegan-adegan tersebut dan dibutuhkan bantuan sang fotografer.

    Jadi tidak perlu ragu untuk mencoba, ambil foto, lihat hasilnya dan jika terlihat terlalu gelap atau daerah terang terlalu terang, atur ulang eksposur kamera secara manual menggunakan pengaturan kompensasi dan coba lagi dan ulangi sampai mendapatkan foto dengan keseimbangan yang tepat.Ada berbagai adegan yang menjadi pakem dalam fotografi malam, dimana kita bisa membuat panduan untuk masing-masing jenisnya. Berikut adalah setting eksposur yang dapat digunakan sebagai panduan. Dengan setting awal adalah standard pada ISO 100, tentunya panduan ini tidak 100% harus sama persis, sesuaikan dengan kondisi dan kompesasikan jika ingin menggunakan ISO yang berbeda.Fireworks : 1 detik f/2.8

    Penerangan Building : 0.5

    detik f/2.8

    Subjek diterangi oleh cahaya

    api : 0.5 detik f/2.8

    Adegan jalan dengan yang

    pencahayaan normal : 0,5

    detik f/2.8

    Jendela toko : 1/8 detik f/2.8

    Pemandangan jalan dengan

    cahaya terang : 1/15 detik

    f/2.8

    White Balance

    Ide Obyek Fotografi Malam

    Satu hal terakhir yang harus diperhatikan adalah warna casts yang timbul, karena berbagai jenis pencahayaan dapat menghasilkan warna yang tidak tepat jika white balance tidak diatur dengan benar. Kamera mengatur white balance ke auto secara default dan sebagian besar hasilnya akan cukup baik dalam menyeimbangkan suhu cahaya dalam sebuah foto. Namun, beralih ke satu preset white balance ke preset yang lainnya dalam beberapa situasi akan menciptakan hasil yang lebih baik. Misalnya, jendela-jendela toko dan pencahayaan bawah tanah biasanya menggunakan pencahayaan neon, sementara penerangan bangunan, lampu jalan dan interior rumah megah akan sering menggunakan tungsten.

    Lakukan eksperimen, misalkan menggunakan kecepatan shutter lambat tanpa flash, foto yang dihasilkan akan memiliki sapuan warna yang hidup. Terutama diarahkan pada kendaraan-kendaraan bermotor bercahaya yang sedang beregerak, ini akan memberi efek jejak cahaya (light trail) yang panjang dan berwarna-

    warni (seperti contoh awal di atas). Kombinasikan dengan sudut rendah (low angle) atau sudut pandang kreatif lainnya.Lampu neon, memberikan pelajaran tentang warna-wanra yang sangat baik. Hati-hati untuk tidak melakukan metering langsung pada salah satu lampu terang karena akan menghasilkan bagian foto lainnya akan terlalu gelap. Dan sebaliknya hindari metering pada area gelap karena akan menghasilkan bagian foto lainnya akan terlalu terang.Berikut ini contoh ide long shutter speed dengan obyek bukanlah lampu-lampu kota atau kendaraan seperti pada umumnya, melainkan obyek manusia dan langit. Gunakan kecepatan shutter lambat (hingga 4 8 detik) lakukan eksperimen berkali-kali, gunakan tripod atau apa saja yang bisa menahan kamera dengan stabil dan pastikan sudut rendah. Arahkan ke langit. Anda akan dapat menghasilkan foto seperti siang hari dalam kondisi malam yang sangat gelap.

  • Wherever there is light, one can photograph

    Alfred Stieglitz

    photo: gazlow

  • TUTORIAL

  • Mendapatkan gambar tajam di malam harihttp://askthephotographer.com

    Mendapatkan gambar yang tajam pada kondisi minim cahaya terutama malam hari bukanlah hal yang mudah. Mengabadikan gemerlap lampu kota pada malam hari membutuhkan pengaturan exposure yang cermat, teknik yang tepat serta penggunaan aksesori yang pas. Berikut ini adalah beberapa tips yang telah diamini oleh para fotografer untuk mendapatkan gambar yang tajam pada malam hari:1. Gunakan Format RAWUntuk mendapatkan foto terbaik diperlukan kualitas gambar terbaik yang ada pada format RAW, yang tentunya lebih baik dari JPEG. Format RAW dapat diutak atik, baik pengaturan white balance, brightness ataupun contrasnya tanpa menurunkan kualitas gambar tersebut. Format ini juga sangat cocok digunakan untuk memotret landscape pada siang hari, karena foto landscape membutuhkan warna yang tajam dan detail. Tonal warna pada format RAW jauh lebih banyak dari JPEG, jadi gambar yang dihasilkan pun akan lebih kaya warna. Format RAW akan memakan cukup banyak memori pada kartu memori anda, namun hal itu wajar karena kualitasnya.

    2. Gunakan Tripod Dan Shutter Release atau self timer

    Memotret suasana kota dari ketinggian, baik itu kondisi lalu lintas atau rumah-rumah diperkotaan seringkali menggunakan shutter speed yang lambat serta bukaan aperture yang sempit. Nah, Pada Shutter speed lambat tentu akan terjadi banyak getaran apabila hanya memegang dengan tangan. Gunakan tripod untuk meredam getaran saat terjadi shutter lag(waktu jeda antara tombol ditekan sampai dengan gambar terekam) namun tidak cukup hanya dengan tripod kita juga membutuhkan shutter release. Dengan alat ini pengguna tidak perlu menyentuh tombol shutter pada kamera, cukup dikendalikan dan cepretan anda akan bebas getaran. Shutter release tersedia dalam dua pilihan yakni wireless dan kabel. Percaya

    atau tidak saat anda menekan tombol pelepas rana(shutter) akan terjadi sedikit getaran yang dapat merugikan, penggunaan shutter release akan sangat bermanfaat karena harganya juga sangat terjangkau. Bagaimana bila lupa membawa shutter release? anda bisa menggunakan self timer, sehingga jeda waktu antara tombol ditekan dengan gambar di capture cukup jauh, sehingga getaran yang dihasilkan oleh tangan akan hilang.Saat menggunakan tripod pastikan ketiga kakinya berada pada permukaan yang kokoh dan rata. Jika anda memiliki budget lebih belilah tripod yang berharga mahal karena pasti memiliki kualitas berbeda dalam menghasilkan gambar berkualitas dengan tripod murah yang bisa jadi cepat rusak dan kurang mampu menahan kamera dari getaran.

    photo: andhika

  • 3. Gunakan Lensa Wide AngleLensa Wide Angle atau lensa sudut lebar sangat baik untuk memotret landscape, selain mempunyai sudut pandang yang lebar juga mempunyai Depth of Field yang lebar pula sehingga seluruh bagian gambar akan nampak jelas dan terang.Untuk mengurangi dampak flare anda dapat menggunakan lenshood(accessories untuk lensa) berbentuk cincin serta gunakan bukaan aperture sempit agar gambar tajam disemua sudut.4. Gunakan aperture yang paling tajamUntuk memotret landscape atau gambar dengan sudut pandang yang lebar menggunakan bukaan aperture sempit mampu menghasilkan gambar yang tajam disetiap bagian, namun dengan menggunakan setting bukaan aperture tersempit misal f/22 kualitas ketajaman gambar akan kurang maksimal. Hal ini bisa dikarenakan distorsi aberration yang dihasilkan saat lensa berada pada bukaan tersempit. Bukan hanya bukaan tersempit karena bukaan terlebar juga bisa berakhir dengan distorsi. Dalam Sebuah artikel yang ditulis oleh Scott Kelby diafragma tertajam adalah dua stop dari bukaan aperture terlebar, misal bukaan aperture terlebar kamera adalah f/2,8 maka diafragma tertajam adalah f/5,6 dan f/8 dimana angka aperture tersebut juga diamini oleh banyak fotografer fotografer

    5. Perhatikan komposisiAda baiknya bila kita sudah mensurvei sebelumnya tempat yang akan kita foto,

    dengan memperhatikan detail daerah mana yang memiliki ca