rencana kerja dan syarat.docx

Upload: munif-rodrrick

Post on 16-Oct-2015

104 views

Category:

Documents


11 download

TRANSCRIPT

RENCANA KERJA DAN SYARAT- SYARAT(RKS)Nomor: 20/RKS/DAK/SMKN 2/2009Tanggal:05 Desember 2009Kegiatan: PeningkatanSarana Dan Prasarana Pendidikan Rehabilitasi Gedung Sekolah Dasar Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2009Pekerjaan: Perencanaan, Dan PengawasanGedung Keputran IXYogyakarta.Lokasi: Jalan Magangan Kulon, Patehan ,Kraton ,YogyakartaBAB ISYARAT- SYARAT UMUMA.PEMBERI TUGASang bertindak sebagai Pemberi Tugas adalah :Nama:Drs. SuyandiSelaku: Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Peningkatan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Perencanaan dan Pengawasan Gedung Sekolah Dasar Dana Alokasi Khusus ( DAK ) Tahun Anggaran 2009.B.SUMBER DANASumber dana untuk pekerjaan ini disediakan pada dana alokasi khusus ( DAK ) non DR dan APBD pemerintahkotaYogyakata tahun 2009 = 444/KEP/2009C.PERENCANA, PENGAWASYang bertindak sebagaitim perencana dan pengawasadalahtimperencana SMK N 2Yogyakartayang ditunjuk oleh pejabat pelaksana teknis kegiatan peningkatan sarana dan prasarana pendidikanPerencanaan dan Pengawasan Gedung Sekolah Dasar Dana Alokasi Khusus ( DAK ) Tahun Anggaran 2009.D.PELAKSANAYang dimaksud dengan pelaksana pekerjaan adalah tim pelaksana komite sekolah yang akan melaksanakan pekerjaan Perencanaan dan Pengawasan Gedung Sekolah sesuai gambar dan RKS.BAB 2SYARAT- SYARAT ADMINISTRASIE.PENANGGUHAN PEMBAYARANPEMBAYARAN akan ditangguhkan apabila:1.Terdapat kesalahan dalam pelaksanaan, hasil kurang memuaskan, kerusakan-kerusakan yang belum diperbaiki.2.Belum memenuhi ketentuan administrasi.3.Belum ada persetujuan dalam perhitungan claim lenaikan harga yang terjadi pada angsuran tersebutapabila terjadi force majeure.Bilamana hal- hal tersebut diatas sudah di selesaikan, makam pembayaran angsuran dapat dilakukan.F.KENAIKAN HARGA1.Bahwa pada hakekatnya dalam batas berlakunya surat perjanjian kerja sama (SPKS) pekerjaan yang di maksud dalam RKS inin segala kenaikan harga bahan dan upah kerja menjadi tanggung jawab pelaksana dalam bentuk Claim tidak dibenarkan, kecali dalam keadaan force majeure .2.Yang di maksud dengan force majeure adalah suatu kejadian di luar kekeuasaan kontraktor baik langsung maupun tidak langsung mempengaruhi jalannya pekerjaan yaitu antara lain: akibat bencana alam ( misalnya banjir, topan badai, gempa bumi, gunung meletus, sambaran petir), sabotase, dan kebijaksanaan moneter dari pemerintah. Dalam kaitannya dengan kebijakan moneter, harus ada ketentuan pemerintah yang mengatur penyaesuaian harga (ekshalasi).3.Apabial terjadi force majeure seperti yang di maksud dengan ayat 2 pasal ini kontraktor dapat mengajukan ganti rugi kepada peberi tugas setelah mendapat pengakuan dan keterangan secara tertulis dari pihak yang berwenang.4.Jika ada akibat tindakan dari pemerintah di bidang moneter harus menyesuaikan dengan petunjuk pelaksanaan yang dikeluarkan oleh yang berwenang untuk mengikuti dan menyesuainkannya.G.JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN1.Jangka waktu pelaksanan pekerjaan yang dimaksud dalam RKS ini ditetapkan selama 90 ( Sembilan Puluh ) hai kalender, terhitung sejak dikeluarkannyasuratPerintahkerjasama ( SPKS ) ditanda tangani.2.Penyerahan pertama pekerjaan dapat dilakukan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut:Pekerjaan secara fisik telah selesai 100% terpasang yang dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan.H.JANGKA WAKTU PEMELIHARAAN1.Masa pemeliharaan pekerjaan yang dimaksud dalam RKS ini ditetapkan minimal 180 ( Seratus delapan puluh ) hari kalender, terhitung setelah tanggal penyerahan pertama.2.Dalam masa pemeliharaan ini tim pelaksana tetap bertanggung jawab tehadap penyempurnaan pekerjaan berdasarkan petunjuk dan pengarahan pemberi tugas.I.SANGSI-SANGSI DAN DENDAJika berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi oleh pihak pertama, ternyata pihak kedua tidak melaksanakan pekerjaan sesuaisuratperjanjian kerjasama ( SPKS ) dan petunjuk teknis, maka pihak kedua wajib mengembalikan uang, kepada pihak pertama.J.RENCANA KERJAPaling lambat 1 ( satu ) minggu setelah menerimasuratperjanjian kerjasama (SPKS), pelaksana harus sudah memasukan rencana kerja yang terdiri dari:1.Rencana kerja terinci dan dibuat sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan.2.Bagan pengerahan tenaga dan pengadaan bahan-bahan dari alat-alat yang urutannya disesuaikan dengan bagan rencana dan bagan pengadaan bahan-bahan yang urutan atau disesuikan dengan bagan rencana kerja. Kelalaian dalam memasukan hal-hal tersebut diatas berakibat penundaan waktu pelaksanan pekerjaan menjadi tanggung jawab pelaksana tidak ada perpanjangan waktu itu.3.Pelaksana sebelum melasksanakan pekerjaan harus membuat time schedule dengan curva s.K.PENGUKURANPelaksana sebelum memulai pengukuran harus memperhatikan ketentuan batas-batas yang telah ditentukan oleh pemberi tugas. Pengambilan peil dan pengukuran harus atas persetujuan dari pengelola pekerjaan dan ila ada hal-hal yang belum jelas atau terdapat permasalahan harus segera disampaikan untuk segera ditetapkan. Kekeliruan dalam hal ini menjadi tanggung jawab pelaksana. Hasil pengukuran ini dituangkan dalam suatu berita acara ynag ditanda tangani oleh pelaksanan atau pemberi tugas.L.PERALATAN DAN PERLENGKAPAN1.Pemberi tugas berhak mengistruksikan kepada pelaksana untuk mengadakan/ melengkapi/ menambah jumlah peralatan bila dirasa kurang memadai dalam usaha mencapai target prestasi. Kelambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh tidak adanya atau kekurangan peralatan menjadi tanggung jawab pelaksana.2.Semua biaya pengadaan dan pemeliharaan peralatan tersebut harusmenjadi tanggung jawab pelaksana dan dianggab sudah termasuk dalam harga.M.TENAGA KERJA1.Tim pelaksana harus mengadakan tenaga kerjayang cukup serta terampil untuk melaksankan pekerjaan ini.2.Tim pengawas berhak menginstruksi kepada tim pelaksanayang kurang memadai dengan bobot pekerjaan yang dilaksanakan atau menolak atau minta ganti rugi pekerja yang tidak terampil ahli dalam pekerjaan.3.Pelaksana harus memenuhi peraturanperburuhan yang berlaku serta memberikan/ mengadakan fasilitas yang di perlukan pada pekerjaan selama masa pelaksanaan ini.N.KEAMANAN DAN PERTOLONGAN PERTAMA1.Pelaksana wajib mengadakan perlengkapan yang cukup untuk pertolongan pertama antara lain, obat-obatan, pemadam kebakaran dan lain lain yang mudah dicapai.2.Tim pelaksana harus menjaga kertiban dan keamanan di dalam di lingkungan sekitar pekerjaan dari hal-hal serta kejadian kejadian yang dapat merugikan.O.GANTI RUGIPemberi tugas tidak bertanggung jawab atas ganti rugi atau gugatan-guagatan yang diajukan oleh pekerja atau gugatan-gugatan yang diajukan oleh pekerja atau buruh supplier atau pihak ketiga yang berhubungan dengan kecelakaan, kerusakan, kerugian lainya serta gugataan apapun yang berhubungan denga pelaksanaan dan yang ada sangkut pautnya degan pelaksanaan pekerjaan ini, semuanya menjadi tanggung jawab tim pelaksanaan.P.LAPORAN KEGIATAN INIMeskipun ada laporan mingguan, pelaksana diwajibkan dengan segera melaporkan secara tertulis segala sesuatu hal yang luar biasa atau diluar dugaan yang terjadi di lapangan baik yang mempengaruhi pekerjaan atau tidak, juga dilaporkan langkah-langkah apa yang telah diambil dalam mengatasi hal tersebut.Q.BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN,PEMERIKSAAN PEKERJAAN DAN PENYERAHAN PEKERJAAN1.Berita acara kemajuan pekerjaanBerita acara kemajuan pekerjaan akan dibuat oleh pengawas bersama-sama pelaksana atas prestasi yang dicapai dalam satu minggu dan berdasarkan laporan-laporan harian dan catatan buku harian.2.Berita acara pemeriksaan pekerjaanBerita acara pemeriksaan pekerjaan akan dibuat oleh pengawas besama-sama pelaksana, dan tim pengelola pembangunan pekerjaan atas dasar pemeriksaan langsung hasil pekerjaan yang dinyatakan selesai denga prestasi 100%.3.Berita acara penyerahan pekerjaan yang pertamaBerita acara penyerahan pekerjaan yang pertama dibuat oleh pelaksana pekerjaan dan pemberi tugas atas berita acara kemajuan pekerjaan presatasi100% dan berita acara pemeriksaanpekerjaan setelah masa pemeliharaan selesai, dan dinyatakan tidak ada perbaikan-perbaikan pekerjaan.R.TAMU DAN PENGUNJUNGSetiap tamu dan pengunjung yang masuk ke lapangan harus dicatat pada buku tamu.S.PERLINDUNGAN TERHADAP PEKERJAANPelaksanaan bertanggun jawab atas keamanaan seleuruh pekerjaan serta termasuk bahan bahan dari pekerjaanyang sudah terpasang dan dilindungi terhadap kerusakan, hilang, kotor, dan sebagainya hingga kontrak selesai dan diterima oleh pemberi tugas .T.FOTO-FOTOKEMAJUAN PEKERJAANKotraktor wajib membuat foto-foto kemajuan pekerjaan dari 0% , 25%, 50%, 100% dan hal-hal penting, yang dianggap perlu atau dikehendakioleh pemberi tugas, sebagai foto dokumentasi. Masing-masing foto dicetak berwarna dalam ukuran kartu pos dan ditambah foto tampak keseluruhan gedung ukuran 10 R diserahkan lengkap dengan albumnya.Pemotretan tiap objek diambil dalam tiga keadaan dan dijelaskan pada album, arah pemotretan, dan bobot prestasi pekerjaan.U.KETERTIBAN , KEAMANAN, DAN KEBERSIHANPelaksana wajib mengatur pengunaan lapangan dalam hal berhubungan mengenai pekerjaan, bahan dan keamanan serta kebersihan selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan, bahan dan keamanan serta kebersihan selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan hal-hal berikut ini:1.Mengatur penempatan gudang, kantor sementara serta fasilitasnya sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pelaksanaan.2.Mengatur penempatan bahan baik di gudang maupun di lapangan agar tidak rusak dan tidak mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan atau membahayakan pekerja atau umum.3.Menjaga keamanan lapangan serta pekerjaan terhadap hal-hal yang tidak di kehendaki.4.Menjaga kebersihan lapangan dari tumpukan tanah atau bekas bongkaran atau sampah- sampah lainnya.V.KEWAJIBAN KEWAJIBAN PEMBERI TUGAS DAN PELAKSANA1.Pelaksanaan harus taat pada syarat-syarat ini dalam melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan yang tertera pada gambar gambar dan yang di uraikan dalam spesifikasi pekerjaan dan di dalam lingkup syarat- syarat ini, hingga dalam segala hal pemberi tugas merasa puas.2.Bagaimana pelaksanaan menemukan suatu ketidak sesuaian atau penyimpangan gambar- gambar dan/atau spesifikasi- spesifikasi pekerjaan, ia harus segera member tugas secara tertulis dengan menguraikan ketidak sesuaian atau penyimpangan itu.3.Pemberi tugas dapat mengeluarkan perintah yang menghendaki pemberhentian kepadatenaga yang tidak memenuhi syarat.W.KEWAJIBAN MEMENUHI UNDANGAN- UNDANGAN, PEREUTARAN, PEMBERITAHUAN- PEMBERITAHUAN, UPAH, ONGKOS- ONGKOS, SERTA PERIJINAN1.Pelaksanaan harus mentaati segala peraturan, undang- undangpemerintah republicIndonesiayang menyangkut kontrak pekerjaan ini.2.Pelaksanaan ini harus memenuhi dan memberikan segala keterangan yang dekehendaki pemerintah dan mentaati pereturan- peraturan apapunyang dikeluarkan pemerintah setempat atau penegak hukum yang mempunyai wewenang mengenai pekerjaan yang ada atau akan ada hubungannya dengan mereka.3.Pelaksana harus membayar dan membebasakan pemberi tugas dari tanggung jawab membayar upah atau ongkos ( termasuk segala pungutan atau pajak) yang resmi, menurut undang- undang yang berlaku.4.Pelaksana wajib nenaganggung segala perijinan yang diperlukan untuk poekerjaan ini dengan instansi terkait bila diperlukan.X.MATERIAL-MATERIAL DAN PERSYARATAN1.Semua material yang di pakai pekerjaan ini di utamakan peroduksi dalam negeri.2.Semua bahan- bahan , barang- barang, dan pembuatannya harus dari masing- masingjenis dan standar (mutu) yang di sebut dalam rencana kerja dan syarat- syarat kerja ini.3.Pelaksana menjamin member tugas bahwa semua bahan bangunan dan perlangkapan yang di sediakan menurut kontrak ini seluruhnya dalam keadaan baru dan baik, dan semua pekerjaan harus berkualitas baik, bebas dari cacat, kekurangan- kekurangandan sesuai dengan dokumen kontrak. Semua pekerjaan yang tidak sesuai dengan standar ini di anggap tidak memenuhi syaratbila di minta oleh pemberi tugas kualitas bahan bangunan dan perlengkapan yang di gunakan berupa hasil tes bahan dai laboratorium bahan konstruksi teknis yang diakui.4.Pemberi tugas dapat mengeluarkan instruksi agar pelaksana pembongkar pekerjaan apa saja yang di tutup tetapi tidak memenuhi syarat teknis untuk di periksa, atau mengatur untuk mengadakan pengujian bahan- bahan (baik yang udah maupun yang belum) atau jenis pekerjaan yang sudah dilaksanakan , dan biaya untuk membuka, dan pengujian, bersama dengan biaya perbaikannya harus sudah termasuk di dalam harga.5.Pemberi tugas dapat member insrtuksi untuk menyingkirkan dari tempat pekerjaan, barang- barang, bahan-bahan apa saja yang tidak sesuai.Y.PERUBAHAN PERUBAHAN/ PEKERJAAN1.Pemberi tugas dapat mengeluarkan instruksi tertulis yang menghendaki perubahan pekerjaan tambah dan pekerjaan yang keurang layak dan tidak mengubah nilai.2.Yang dimaksud dengan perubahan pekerjaan tambah dan atau pekerjaan kurang adalah yang terjadi karena pengubahan bahan atau pengatian atas rencana, kualitas atau kuantitas dari pekerjaan yang tercantum dalam gambar-gambar kontrak dan terurai dalam spesifikasi, serta penambahan, pembatalan atau pengatian macam standar setiap bahan barang yang digunakan dalam pekerjaan dan dilaksanakan dengan perintah-peritah tertulis dari pemberi tugas.3.Sebelum membuat suatu perubahan dari gambar-gambar atau spesifikasi pekerjaan yang diperlukan untuk penyesuaian yang telah disebut di atas pelaksana harus memberitahukan pada pemberi tugas secara tertulisdengan menerangkan dan memberikan alas an perubahan-perubahan tersebutdan pemberi tugas akanmengeluarkan petunjuk atau instruksi.4.Nilai dari perubahan pekerjaan yang dimaksudharus diikuti ketentuan-ketentuan sebagai berikut:a.Harga-harga dalam daftar rincian harga harusdipakai sebagai dasar dalam menentukan harga satuan pekerjaan yang bersifat samadan syarat-syaratyang dilaksanakan dengan syarat-syaratserupa.b.Harga-harga dalm daftar rincian harga dimana pekerjaan tidak serupa atau dikerjakan dengan syarat-syarat yang serupa .c.Harga satuan tidak tercantum dalam daftar rincian harga ditentukan bersama oleh pelaksana dan pemberi tugas.Z.PERATURAN DAN STANDAR1.Tata cara pelaksanaan dan lain-lain petunjuk yang berhubungan debgan peraturan yang sah berlaku di RepublikIndonesiaselama pelaksanaan kontrak ini harus betul-betul ditaati kecuali dibatalkan oleh rencana kerja dan syarat-syarat.2.Bila mana dalam rencana kerja dan syarat-syarat telah ditentukan patokan kualitas bahan-bahan bangunan, maka ketentuan yang berasal dari standar-standar atau peratuarn tersebut bersifat melengakapi sejauh tidak bertentangan.AA. PENGUTAMAAN JASA DAN PRODUKSI DALAM NEGERIKecuali ditentukan lain dalam kontrak untuk pelaksanaan penyelesaian dan pemeliharaan pekerjaan, pelaksana harus mengutamakan jasa produksi dalam negerimeskipun tetap harus memperhatikan syarat-syarat mutu bahan dan jasa yang berdasarkan persetujuan pemberi tugas.Z.PEKERJAAN LAIN-LAINPada waktu pekerjaan kepada pemberi tugas tim pelaksana harus menyerahkan:Laporan akhir pelaksanaan yang berisi tentan laporan fisik, keuangan foto-foto dokumentasi beserta hal-hal lain yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan seperti yang telah tercantum dalam petunjuk teknis yang telah diberikan.BAB IIISYARAT SYARAT TEKNISA.URAIAN UMUM1.LingkupPekerjaan yang dilaksanakan Rehabilitas Gedung SD N Malangrejo Sleman adalah sebagai berikut :A.REHABILITASI RUANG KELAS1.Bongkar genteng, kerpus, plafon usuk, reng2.Pasang genteng, kerpus plafon, usuk dan reng3.Pasang keramik lantai 30/30, keramik dinding 20/254.Pasang instalasi listrik5.Pengecatan seluruh6.Pembersihan lokasiB.REHABILITASI TEMPAT PARKIR DAN GUDANG1.Galian tanah, urug tanah kembali, urugan pasir2.Pembuatan kolom, ringbalk3.Pasangan bata, plesteran dan acian4.Pembuatan kusen kayu, daun pintu, jendela, krepyak,lisplang, reuiter, nok, gording, murplat, usuk dan reng5.Pemasangan genteng dan kerpus6.Pemasangan plafon eternity7.Pemasangan instalasi listrik8.Pemasangan lantai keramik30/309.Pemasangan penggantung dan pengunci10.Pengecatan seluruh11.Pembersihan lokasi2.Pengelolaan pekerjaanPengelolaan pekerjaan yang dilakukan oleh pihak Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara, meliputi antara lain mendatangkan semua bahan, pengerahan tenaga kerja, mengadakan alat bantu dan sebagainya. Mekanisme pengadaanya langsung atau tidak langsung termasuk dalam usaha penyelesaian dan penyerahan pekerjaan dalam keadaansempurna dan lengkap, termasuk pekerjaan yang tidak ditentukan dengan jelas dalam persyaratan teknis dan gambar, tetapi masih dalam lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan petunjuk Pelaksanaan dan Pemimpin Kegiatan.3.Lapangan pekerjaan, termasuk segala sesuatu yang berada di dalamnya diserhkan sebagai tanggung jawab Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara.4.Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negaraharus menyerahkan pekerjaan dengan sempurna dan dalam keadaan selesai, termasuk pembersihan lokasi pekerjaan.5.Pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara secara swakelola tidak boleh diborongkan kepada pihak ketiga (pemborong/rekanan)meliputi pekerjaan:a.Pekerjaan Pelaksanaanb.Pekerjaan Administrasi dan Pelaporanc.Pekerjaan Perawatan, termasuk pembersihan lokasi sebelum penyerahan pekerjaan antara lain pembersihan bahan-bahan bangunan yang tidak terpakai, sampah kerusakan-kerusakan atau hal-hal yang merupakan akibat dari p[ekerjaan Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara.d.Pekerjaan lain yang tercantum ataupun yang dimaksudkan dalam Juklak, gambar-gambar dan spesifikasai teknis.6.Ukuran-ukurana.Ukuran-ukuran telah ditetapkan seperti pada gambar.b.Jika terdapat perbedaan antara ukuran yang terdapat di dalam gambar utama dengan ukuran yang terdapat di dalam gambar detail, maka yang mengikat adalah ukuran yang berada di dalam gambar detail.c.Pengambilan dan pemakaian ukuran-ukuran yang keliru dan tidak sesuai dengan gambar perencana baik dan sebelum dan selama pelaksanaan pekerjaan ini adalah menjadi tanggung jawab Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara sepenuhnya.d.Sebagai patokan/ukuran pokok 0.00 diambil lapangan.B.SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN TEKNIS BAHAN1.AirUntuk seluruh pelakasanaan pekerjaan dipakai air tawar bersih dan tidak mengandung minyak, asam alkali, garam, bahan-bahan organis atau bahan bahan lain yang merusak bangunan, memenuhi syarat-syarat pelaksanaan yang ditentukan dalam SNI 03-6817-2002.2.Pasir UrugPasir untuk pengurukan, peninggian, dan lain-lain tujuan, harus dan keras atau memenuhi syarat-syarat pelaksanaan yang ditentukan dalam SNI 03-4141-1996. Butiran-butiran harus tajam dankeras, tidak dapat dihancurkan dengan jari. Kadar lumpur tidak boleh melebihi 5%. Butiran-butirannya harus dapat melalui ayakan berlubang 3 mm persegi. Pasir laut tidak boleh digunakan.3.Pasir PasangPasir untuk adukan pasangan, adukan plesteran dan beton bitumen, harus memenuhi syarat-syarat pelaksanaan yang ditentukan dalam SNI 03-4141-1996. Butiran-butiran harus tajam dankeras, tidak dapat dihancurkan dengan jari. Kadar lumpur tidak boleh melebihi 5%. Butiran-butirannya harus dapat melalui ayakan berlubang 3 mm persegi. Pasir laut tidak boleh digunakan.4.Portland Cement (PC)a.Portland Cement (PC) yang digunakan harus PC sejenis (NI-8) dan masih dalam kantong utuh atau baru serta memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam SNI 15-2049-1994.b.Bila digunakan Portland Cement (PC) yang telah disimpan lama harus diadakan pengujian terlebih dahulu oleh laboratorium yang berkompeten.c.Dalam pengangkutan Portland Cement (PC) yang telah disimpan lama harus dijaga agar tidak menjadi lembab, dan penempatannya harus ditempat yang kering.d.Portland Cement (PC) yang sudah membatu (menjadi keras) tidak boleh dipakai.5.Pasir BetonPasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan terbebas dari bahan-bahan organik, lumpur dan sebagainya. Kadar lulmpur tidak boleh melebihi 5%.6.Koral Beton/Splita.Digunakan koral yang bersih, bermutu baik, tidak berpori serta mempunyai gradasi kekerasan sesuai dengan syarat-syarat pelaksanaanPBI-197.b.Butiran-butiran split dapat melalui ayakan berlubang persegi 76 mm dan tertinggal diatas ayakan berlubang 20 mm.c.Koral/Split hitam mengkilap keabu-abuan.7.Kayua.Pada umunnya kayu bersifat baik dan sehat dengan ketentuan, bahwa segala akibat dari kekurangan-kekurangan yang berhubungan dengan pemakaian tidak akan merusak atau mengurangi nilai konstruksi, memenuhi syarat- syarat pelaksanaan yang ditentukan dalam PPKKI-1961.b.Mutu kayu ada 2 (dua) macam yaitu mutu A dan mutu B.c.Yang dimaksud mutu kayu A adalah memenuhi syarat-syarat pelaksanaan sebagai berikut :Harus kering udara (kadar lengas 5%)Besar mata kayu tidak melebihi 1/6 dari lebar balok dan juga tidak boleh lebih dari 3,5 cm.Balok tidak boleh mengandung lubang radial kayu yang lebih besar 1/10 dari tinggi balok.Retak dalam arah radial tidak boleh melebihi tebal kayu, dan retak-retak menurut lingkaran tidak melebihi 1/5 tebal kayu.Miring arah serat (tangensial) tidak melebihi 1/7.d.Yang dimaksud kayu mutu B, kayu yang tidak termasuk dalam mutu A, tetapi memenuhi syarat-syarat Pelaksanaan sebagai berikut :Kadar lengas kayu 30%.Besar mata kayu tidak melebihi dari lebar balok dan juga tidak boleh lebih dari 5 cm.Balok tidak boleh mengandung lubang radial kayu yang lebih besar 1/10 dari tinggi balok.Retak dalam arah radial tidak boleh melebihi 1/3 tebal kayu, dan retak-retak menurut lingkaran tidak melebihi tebal kayu.Miring arah, serat (tangensial) tidak melebihi 1/7.8.Beton Non Strukturala.Pekerjaan ini meliputi beton sloof, kolom praktis, beton ring balok untuk pekerjaan beton bukan struktur, seperti yang ditunjukkan dalam gambar.b.Mutu campuran beton yang dicapai dalam pekerjaan non struktur/struktur pendukung mengunakan campuran 1 Pc : 2 Psr : 3Split, hingga setara dengan mutu beton K-225 dan harus memenuhi persyaratan dalam SNI 03-2458-1991.c.Campuran beton mengunakan perbandingan volume.d.Untuk mencapai mutu beton setara K-175 menggunakan campuran 1 Pc : 3 Psr : 5Splitsampai K-225 untuk pekerjaan ini pada umumnya dapat dipakai volume campuran 1 Pc : 2 Ps : 3 Split.9.Besi Betona.Besi beton yang digunakan mutu U-24, dan seterusnya sesuai yang ditentukan, yang penting harus ditanyakan oleh test laboratorium resmi dan sah.b.Besi harus bersih dan tidak mengandung minyak/lemak, asam alkali dan bebas dari cacat seperti serpi-serpi. Penampung besi harus bulat serta memenuhi persyaratan SNI 07-0663-1995.10.Batu Bata MerahPersyaratan batu bata merah harus memenuhi persyaratan seperti tertera dalam NI-10 atau dengan persyaratan-persyaratan sebagai berikut :a.Bata merah harus satu pabrik, satu ukuran, satu warna, satu kualitas.b.Ukuran yang digunakan :Panjang 24 cm, lebar 11,5 cm, tebal 5,2 cm, atauPanjang 24 cm, lebar 11,5 cm, tebal 5 cm.c.Penyimpanan terbesar dari ukkuran seperti tersebut diatas adalah panjang maksimal 3%, lebar maksimal 4 tebal maksimal 5% dengajn selisih maksimal ukuran antara bata terkecil.d.Warna, satu sama lain harus sama, dan apabila dipatahkan warna penampang harus sama merata kemerah-merahan.e.Bentuk, bidang-bidang harus rata atau rusuk-rusuknya harus siku atau bersudut 90 derajat. Bidangnya tidak boleh retak-retak.f.Suara apabila dipukul oleh benda keras suaranya nyaring.g.Pemasangan batu bata setiap maksimal 12 m2= (3m x 4m) luas bidang harus diberi kolom praktis.C.PEKERJAAN GALIAN DAN URUGANMeliputi penggalian tanah untuk pondasi dan pekerjaan lainnya yang memerlukan penggalian tanah, kemudian mengurug kembali galian disisi kanan dan kiri pondasi atau bagian lain dari bangunan.Penguruganyang tebalnya lebih dari 20 cm harus dilaksanakan selapis demi selapis setiap 10 cm, dan setiap lapisan harus dipadatkan menggunakan alat pemadat (mesin compactor) ataupaun dikerjakan secara manual sehingga tidak terjadi penurunan tanah yang dapat mengakibatkan kerusakan pada pondasi menggantung, ataupun kerusakan pada lantai bangunan.D.PEKERJAAN PONDASI DAN LANTAI1.Lingkup Pekerjaana.Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan seperti dinyatakan dalam gambar, dengan hasil yang baik dan rapih.b.Pengadaan dan pemasangan pondasi pelat pondasi beton-beton bertulang, sloof, rollag, stek besi untuk kolom, dibawah pasangan dinding batu bata dan selasar.c.Pengadaan besi beton dan merakit tulangan untuk sloof, pelat pondasi beton, kokoh dan lain-lain komponen yang ditunjukkan pada gambar.2.Syarat-syarat Bahan ( lihat syarat-syarat pelaksanaan teknis bahan )3.Syarat-syarat pelaksanaan.a.BetonKualitas beton yang digunakan adalah dengan mutu beton K-225 dan harus memenuhi ketentuan-ketentuan lain sesuai dengan Peraturan Beton Bertulang 1971 (PBI-1071) dan SK.SNI. T-15.1991-03Pembuatan tulangan untuk batang-batang lurus atau dibengkokkan, (tiap ujung besi diberi hak/tekukan) sambungan dan kait-kait dalam pembuatan sengkang-sengkang harus sesuai dengan persyaratan yang tercantum pada PBI-1971 dan SK.SNI. T-15.1991-03Pemasangan tulangan besi beton harusa sesuai dengan gambar konstruksi. Tulangan besi beton harus diikat dengan kawat beton untuk menjamin besi tersebut tidak berubah anyamannya selama pengecoran, dan tebal sellimut beton 2 cm.Pengecoran BetonCara pengadukan biasanya mengunakan mesin molen.Sebelum pengecoran, cetakan harus bersih dari kotoran baik sampah bekas bekisting maupun kotoran.Ukuran-ukuran dan ketinggian, penulangan dan penempatan penahan jarak harusa selalu diperiksa sebelum pengecoran dilaksanakan.Pengecoran harus dilaksanakan sebaik mungkin dengan mengunakan alat penggetar untuk menjamin beton cukup padat dan harus dihindarkan terjadinya cacat pada beton seperti kropos yang dapat memperlemah konstruksi.Pekerjaan BekistingBekisting harus dipasang sesuai bentuk dan ukuran-ukuran yang telah ditetapkan pada gambar.Bekisting harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan tetap pada kedudukannya selama pengecoran. Bekisting harus rapat dan tidak bocor permukaannya,bebas dari kotoran seperti serbuk gergaji, potongan-potongan kayu, tanah dan sebagainya, agar mudah dibongkar tanpa merusak permukaan beton.Pembukaan bekisting baru dilakukan setelah memenuhi syarat-syarat yang dicantumkan dalam PBI-1971 dan SNI. T-15.1991-01, yaitu kurang lebih 21 hari.4.Syarat-syarat Pengiriman dan penyimpanana.Bahan didatangkan ketempat pekerjaan dalam keadaaan utuh dan tidak cacat.b.Bahan harus disimpan ditempat terlindung, kering, tidak lembab dan bersih sesuai persyaratan yang ditentukan oleh pabrik.c.Tempat penyimpanan harus cukup, bahan ditempatkan dan dilindungi sesuai dengan jenisnya.d.Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara bertanggung jawab terhadap kerusakan selama pengiriman dan penyimpanan, bila ada kerusakan Tim Rehabillitasi Bangunan Gedung Negara wajib menganti atas biaya Tim Rehabillitasi Bangunan Gedung Negara.5.Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaana.Beton yang dicor dihindarkan dari benturan benda keras selama 3x24 jam setelah penngecoran.b.Beton harus dilindungi dari kemungkinan cacat akibat dari pekerjaan-pekerjaan lain.c.Bila terjadi kerusakan, Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara diwajibkan untuk memperbaiki dengan tidak mengurangi kualitas pekerjaan.d.Bagian-bagian beton setelah dicor selama dalam masa pengerasan harus selalu dibasahi dengan air terus menerus selama 1 minggu atau lebih sesuai ketentuan dalam peraturan beton bertulang, PBI-1971 dan SK.T-15.1991.03.E.PEKERJAAN DINDING1.Lingkup PekerjaanPekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan dan alat bantu untuk :Pekerjaan pasangan pondasi batuPekerjaan pasangan batu bata dinding bangunan dan dinding didalam ruangan.Pekerjaan pemasangan kolom dan ringbalk beton dan kolom beton praktis dan balok lantai.Plesteran dibagian luar dan dalam ruangan serta net, acian dan sekonengan diseluruh bagian dinding ruangan/bangunan.Peralatan yang diperlukan termasuk alat bantu dan alat angkut yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai yang ditentukan.Sesuai dengan gambar yang telah disepakati untuk melaksanakan.2.Persyaratan Bahan(lihat syarat-syarat pelaksanaan teknis bahan)3.Syarat-syarat Pelaksanaana)Pasangan BataSebagian besar dinding dari batu bata merah, dengan menggunakan adukan campuran 1 Pc : 3 Kp : 10 Psr.Sebelulm digunakan batu bata merah harus direndam dalam bak air atau drum hingga basah merata.Setelah batu bata merah terpasang dengan adukan, nat/siar-siar harus dikorek sedalam 1 cm dan dibersihkan dengan sapu lidi dan kemudian disiram air.Pasangan dinding bata sebelum diplester harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar telah dikorek serta dibersihkan dari aduk yang tersisa.Pemasangan dinding dilakukan bertahap, setiap tahap terdiri maksimal 24 lapis atau maksimal tinggi 1 m, diikuti cor kolom praktis.Bila dinding bata yang luasnya lebih besar 9 m2= (3 m x 3 m) maksimal 12 m2= ( 3m x 4m ) harus ditambahkan kolom dan balok penguat ( kolom praktis ) dengan ukuran 15 x 15 cm dengan tulangan pokok 4 diameter12mm begel 8 12 cm, jarak antara kolom 3 3,5 m.Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton (kolom) harus diberi penguat stek-stek besi beton diameter8 mm, jarak 40 cm, yang terlebih dulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang terlebih dahulu ditanam dalam pasangan bata sekurang-kurangnya 30 cm.Pasangan batu bata merah untuk dinding batu harus menghasilkan dinding finis setebal 15 cm dan untuk dinding 1 (satu) batu finis adalah 25 cm. pelaksanaan pasangan harus cermat, rapid an benar-benar tegak lurus.b)Pekerjaan PlesteranBersihkan permukaan sampai benar-benar siap menerima adukan plesteran, singkirkan semua hal yang dapat merusak atau menganggu pekerjaan.Pada permukaan dinding yang akan diplester, siar-siar sebelumnya harus dikerok sedalam 1 cm untuk membersihkan pegangan pada plesteran.Dinding disikat sampai bersih dan disiram air, barulah plesteran lapis pertama dapat dikerjakan.Plesteran kedua berupa acian semen (PC).Tebal plesteran dinding tidak boleh kurang dari 1 cm atau lebih dari 2 cm, kecuali ditetapkan lain.Pekerjaan plesteran akhir harus lurus, sama rata, datar, dan tegak lurus.Untuk bidang yang kedap air/pasangan dinding batu bata yang dekat dengan tanah (diatas sloof), semua pasangan dinding batu bata diberi trasram dengan adukan 1 PC : 4 Ps dengan ketinggian 40 cm dari permmukaan lantai.Jika hasil plesteran menunjukkan hasil yang tidak memuaskan, tidak rata, tidak tegak lurus, bengkok, adanya pecahan atau retak, keropos, maka bagian tersebut harus dibongkar untuk diperbaiki.Tim Rehabilitasi BangunanGedung Negara bertanggung jawab atas penentuan prosedur/cara perbaikan dan hal-hal lain yang terjadi selama pelaksanaan, seperti plesteranretak, rusak selama waktu pelaksanaan.4.Syarat-syarat Pelaksanaan Pengiriman dan Penyimpanan BarangSelain batu bata merah, pasir, batu kali dan krikil, bahan bangunan yang dikirim kelokasi (site), terutama semen harus dalam keadaan tertutup atau dalam kantong yang masih disegel dan berlabel pabrik, bertuliskan tipe dan tingkatnya, dalam keadaan tidak cacat. Bahan harus diletakkan ditempat yang kering, berventilasi baik, terlindung, bersih. Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara bertanggung jawab atas kerusakan bahan-bahan yang disimpan baik sebelum dan selama pelaksanaan. Bila ada hal-hal yang tidak ada tempatnya, bahan rusak, Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara harus mengganti dengan persetujuan Pimpro atau wakil yang ditunjuk.5.Syartat-syarat Pelaksanaan Pengamanan PekerjaanTim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara diwajibkan melindungi pekerjaan tersebut dari kerusakan. Apabila terjadi kerusakan pada ruang/gedung tersebut, Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan.F.PEKERJAAN KAYU DAN ATAPPekerjaan kusen pintu dan jendela menggunakan kayu bengkirai, ram pintu/jendela dari kayu bengkirai kualitas baik ukuran rangka daun jendela menggunakan 3/8 cm dengan toleransi tebal 2 mm. Semua pekerjaan yang kelihatan harus diketam halus untuk ram dan pintu ukuran 3,5/12 dan 3,5/30 dengan toleransi 2 mm.Pekerjaan atap meliputi pembuatan dan pemasangan kuda-kuda beton, nok, gording, usuk dan reng, balok tembok (murplat) dan plisir (listplank), serta pemasangan penutup atap (genteng/seng gelombang/atap lainnya). Untuk nok, gording, murplat menggunakan kayu bengkirai ukuran 8/12 cm, usuk menggunakan kayu bengkirai ukuran 5/7cm, reng menggunakan kayu bengkirai ukuran 2/3 cm.Oleh karena lebar ruangan 7 atau 8 m sedangkan kayu yang ada di pasaran pada umumnya ukuran 4m, maka diperlukan sambungan pada rangka kuda-kuda, balok bubungan/nok, maupun gording. Untuk penyambungan rangka kuda-kuda kayu, yang harus diperhatikan adalah arahgayayang terjadi pada masing- masing batang pada rangka tersebut.Gayayang terjadi berupagayatekan dangayatarik. Pada batang yang mengalamigayatekan dapat dibuat sambungan lubang dan pen. Apabila batang menerimagayatarik, sambungan dapat berbentuk miring berkait atau menggunakan alat penyambung baut. Untuk perkuatan pada sambungan kayu disarankan dipasang plat besi(beugel) dan baut.Ukuran kayu yang digunakan untuk nok, gording, murplat umumnya 8/12 cm atau disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk usuk umumnya digunakan kayu ukuran 5/7 cm dan reng dapat digunakan kayu ukuran 2/3 cm. Pemasangan usuk dan reng hendaknya dipasang pada jarak sesuai kebutuhan. Masing-masing jenis penutup atap memiliki ukuran yang berbeda sehingga penggunaan kayu, baik untuk kuda-kuda, nok, dan gording serta jarak usuk dan reng harus menyesuaikan.Apabila menggunakan penutup atap standar pabrik/pabrikan, disarankan untuk memeriksa ketentuan pemasangan usuk dan reng yang tertera pada brosur.Beberapa catatan penting dalam urutan pelaksanaan pekerjaan atap antara lain:a.Perakitan kuda-kuda harus sudah selesai pada saat balok ringselesai dicor.b.Pemasangan rangka atap dilakukan setelah beton balok ring mengering.Pekerjaan pemasangan atap ini dilakukan secara berurutan yang dimulai daripemasangan kuda-kuda, gording, usuk dan yang terakhir adalah reng. Untukjenis atap seng atau metal sheet yang lain tidak menggunakan usuk dan reng.b.Pemasangan penutup atap dapat dilakukan secara bertahap setelah rengterpasang (untuk penutup atap genteng)G.PEKERJAAN PENUTUP ATAP1.Atap dari genteng glasur semerek dan seukuran.2.Kerpus dipasang dengan kualitas dan merk yang sama, denganperekat 1PC:3PSdan diaci PC.3.Jarak reng disesuaikan dengan ukuran gentengnya dan usuk dilaksanakan sesuaigambar, ukuran reng 2/3 cm.4.Sebelum dipasang genteng, pekerjaan kap harus lengkap dan kuat benar terlebihdahulu.6.Dalam pelaksanaannya wajib menyediakan genteng serep sebanyak 1 % darijumlah genteng yang terpasang.H.PEKERJAAN PLAFOND1.Lingkup Pekerjaana.Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja, penyediaanbahan/material, peralatan serta alat bantu lainnya yang diperlukan dalampelaksanan pekerjaan ini, sehingga pekerjaan langit-langit dapat dilaksanakandengan hasil yang baik dan sempurna.b.Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah seluruh ruangan.c.Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pemasangan plafon dengan seluruh detailseperti yang disebutkan/disyaratkan dalam dokumen gambar.d.Cara pengerjaan, bentuk, volume serta detail ukuran lainnya sesuai yangtercantum dalam gambar dan RAB.e.Kecuali ditentukan lain, dalam spesifikasi ini maka semua pekerjaan maupuntambahan-tambahan bahan yang berhubungan dengan pekerjaan ini adalahmenjadi tanggung jawab Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara.2.Persyaratan Bahana.Bahan yang digunakan adalah lembaran asbes plat. Bahan-bahan yangdigunakan harus benar-benar halus, bebas dari cacat kayu yang ada sepertisobek serat, lubang bekas paku, dll.b.Ukuran asbes plat yang digunakan adalah modul 100 x 100 cm.c.Spesifikasi bahan lain yang digunakan seperti tercantum dalam syarat-syaratteknis bahan tentang kayu.d.Bahan rangka pemggantung, dari kayu kelas II mutu A (setempat) kering,lurus,tidak cacat, bersih dari retakandanlubang.e.Rangka langit-langit yang digunakan adalah kayu 5/7 untuk balok pembagidan balok induk sebagai balok utama adalah 6/12.3. Syarat-syarat pelaksanaana.Sebelum dilaksanakannya pemasangan langit-langit ini, semua pekerjaan lainyang terletak di atas langit-langit harus sudah terpasang secara sempurna.c.Sebelum pekerjaan pemasangan langit-langit dimulai, diwajibkan mengadakan pengecekan/pemeriksaan kembali terhadap pekerjaan yang erat hubungannya dengan pekerjaan langit-langit ini antara lain instalasi kabel listrik penerangan dan daya, pemasangan atap, dll, diwajibkan adanya kerja sama (koordinasi) yang baik antara semua unsur Pelaksanaan Lapangan.d.Tepi, sudut tiap potongan asbes plat setelah pemotongan adalah harus rapi dan mulus.e.Jarak antara tiap panel plafon adalah 0,5 cm (nat)f.Sisi bawah dari tiap rangka langit-langit tersebut harus halus (diserut), agar pemasangan asbes plat menjadi rata.g.Rangka langit-langit yang digunakan adalah kayu 5/7 kayu kruing untuk balok pembagi dan balok induk sebagai balok utama adalah 6/12, dan rangka ini dicat dengan meni kayu sebanyak 2x laburan.I.PEKERJAAN LANTAI DAN PELAPIS DINDING1.Pekerjaan dibawah Lantaia.Lingkup PekerjaanPekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga, bahan dan alat-alat bantu yangdibutuhkan pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik.Pekerjaan bawah lantai ini meliputi seluruh detail yang disebutkan /ditunjukkan dalam gambar sebagai dasar dari lantai finishing keramik.b.Persyaratan BahanBahan-bahan yang dipakai, harus sesuai dengan persyarata bahan.Bahan lain yang tidak terdapat pada daftar di atas akan tetapi dibutuhkanuntuk menyelesaikan/penggantian dalam pekerjaan ini harus baru,kualitas terbaik dari jenisnya.c.Syarat-syarat PelaksanaanTanah yang akan dijadikan dasar lantai harus dipadatkan sehinggaterdapat permukaan yang rata untuk memperoleh daya dukung tanahyang maksimal, dengan menggunakan alat timbris.Pasir urug dibawah lantai diisyaratkan harus keras, bersih dan bebasalkali, asam maupun bahan organik lainnyaTebal yang diisyaratkan 10 cm atau setebal sesuai dengan gambar dandisiram dengan air kemudian ditimbris untuk memperoleh kepadatanyang maksimal.d.Syarat-syarat Penerimaan dan Penyimpanan BarangBahan yang didatangkan ke tempat pekerjaan harus berkualitas baik dantidak cacat dan bersihBeberapa bahan tertentu masih dalam kantong/kemasan aslinya yangmasih disegel dan berlabel pabrik.Bahan harus disimpan di tempat yang harus terlindung dan tertutupkering, tidak lembab dan bersih, sesuai persyaratan yang telahditentukan.e.Syarat-syarat Pengamanan PekerjaanSelama 7 hari setelah pekerjaan dilaksanakan, tempat pelaksanaanPekerjaan harus dilindungi dari dari lalu lintas orang dan barang.Tim rehabilitasi Bangunan Gedung Negara diwajibkan melindungipekerjaan tersebut dari kerusakan yang diakibatkan oleh pekerjaan yanglain.Bila terjadi kerusakan, Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negaradiwajibkan untuk memperbaikinnya dengan tidak mengurangi kualitaspekerjaan.2.Lantai, dinding keramika.Lingkup PekerjaanPekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga, bahan-bahan dan peralatanyang dibutuhkan untuk terlaksanannya pekerjaan ini, serta mecapai hasilyang baik.Pekerjaan keramik pada lantai ukuran 30/30, lantai KM/WC ukuran 20/20dan dinding menggunakan keramik 20/25 merk sekualitas mulia KW 1.Pelaksanaa pekerjaan harus mengacu pada gambar dan detail yangdisebutkan/ditunjukkan dalam daftar finishing bahan.b.Persyaratan BahanLantai keramik yang digunakan sesuai dengan persyaratan bahan.Semen Portland, pasir dan air sesuai dengan persyaratan bahan.Bahan lain yang tidak terdapat dalam daftar diatas akan tetapidibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini,harus diadakan baru dan berkualitas terbaik dalam jenisnya.c.Syarat-syarat pelaksanaanKeputusan bahan, jenis warna, tekstur dan produk akan diambil dalammusyawarah Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara. Spesifikasiteknis bahan harus tetap sesuai dengan persyaratan diatas.Alas dari lantai keramik adalah lantai beton tumbuk dengan ketebalan4 cm sesuai dengan gambar.Adukan pengikat dengan campuran 1 PC : 3 Psr ditambah bahan perekat,atau dapat digunakan acian PC ditambah bahan perekat.Bidang lantai keramik yang terpasang harus benar-benar rata, jikadianggap perlu dengan memperhatikan kemiringan lantai untukmemudahkan pengaliran air.Lebar siar-siar harus sama dan kedalaman maksimum 3mn membentukgaris lurus atau sesuai dengan gambar, siar-siar diisi dengan bahanpengisi dengan bahan pengisi berwarna/grout semen.Pemotongan keramik harus menggunakan alat potong khusus sehinggahasil potongan presisi dan tidak retak-retak.Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam nodayang melekat, sehingga benar-benar bersih.d.Syarat-syarat Pengiriman dan Penerimaan BarangSelain pasir, semen yang dikirim ke lokasi pelaksanaan harus dalamkeadaan tertutup, atau kantong masih disegel dan berlabel dari pabrik,bertuliskan type dan tingkatannya serta dalam keadaan utuh dan tidakcacat.Bahan-bahan diletakkan di tempat yang kering, berventilasi baik,terlindung dan bersih.Tim Rehabilitasi Bnagunan Gedung Negara bertanggung jawab ataskerusakan bahan-bahan yang disimpan baik sebelum maupun selamapelaksanaan pekerjaan.Bila ada hal-hal yang tidak ada tempatnya, bahan rusak atau hilang, TimRehabilitasi Bangunan Gedung Negara harus menggantinya.e.Syarat-syarat Pengamanan PekerjaanBahan keramik yang telah terpasang dihindarkan dari injakan selama 3 x24 jam setelah pemasangan.Bila terjadi kerusakan, Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negaradiwajibkan untuk memperbaikinnya dengan tidak mengurangi kualitaspekerjaan.J.PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK1.Lingkup Pekerjaan Listrika.Pekerjaan yang termasuk pekerjaan instalasi ini merupakan pekerjaanseluruhsistem listrik secara lengkap, sehingga instalasi ini dapat bekerja dengansempurna dan aman.b.Pekerjaan tersebut harus dapat menjamin bahwa pada saat penyerahan pertama, instalasi pekerjaan tersebut sudah dapat dipergunakan.c.Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara dengan dibantu oleh kepala Pelaksanaan harus mengurus penyambungan daya listrik ke PLN termasuk pengurusan administrasinya, semua biaya resmi akan dibayar oleh Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara.2.Kabel Dayaa.Instalasi dan Pemasangan Kabel1.BahanSemua kabel yang akan dipergunakan untuk instalasi listrik harus memenuhiperaturan SII dan PLN. Semua kabel harus baru dan harus jelas ukurannya,jenis kabel, nomor dan jenis pintalannya.Semua kabel dengan penampang 2 mm keatas harus jenis pilin (stranded)dan instalasi tidak boleh memakai kabel dengan penampang lebih kecil dari2,5 mm.Kecuali dipersyaratkan lain, konduktor yang dipakai adalah dari tipeUntuk insyalasi penerangan adalah NYA/NYM dengan conduit pipa PVC.Untuk kabel distribusi digunakan NYA dan penerangan taman dengan menggunakan kabel NYFGBY.Semua kabel NYA ditanam di dalam perkerasan (tembok, jalan, beton,dll)harus berada di dalam conduit PVC kelas AW yang disesuaikan denganukurannya, dan harus diklem.b.Splice/Pencabangan1.Tidak diperkenankan adanya splice pencabangan ataupun sambungan-sambungan baik dalam feader maupun cabang-cabang, kecuali pada cutletatau pada kotak-kotak penghubung yang bisa dipakai.2.Semua sambungan kabel baik dalam juntion box, panel maupun tempatlainnya harus menggunakan connector yang terbuat dari tembaga yangdiisolasi dengan porselen atau bakelit ataupun PVC, yang diameternyadisesuaikan dengan diameter kabel.c.Bahan IsolasiSemua bahan isolasi untuk pencabangan, connection, dll seperti karet, PVC asbes, tape sintetis, resin, splice case, composit dll, harus dari tupe yang disetujui, untuk penggunaan, lokasi voltage dan lainnya harus dipasang memakai cara yang disetujui oleh pabrik atau menurut anjuran yang ada.d.Penyambungan kabelSemua penyambungan kabel harus dilakukan dalam kotak-kotakpenyambungan yang sudah ditentukan (misal Junction box).Kabel-kabel disambung sesuai dengan warna atau nama masing-masing,serta sebelum dan sesudah penyambungan harus dilakukan pengetesantahanan isolasi.Penyambungan kabel yang berisolasi PVC harus diisolasi dengan pipaPVC/protolen yang khusus untuk listrik.3.Penerangan dan Stop Kontaka.Lampu dan ArmaturSemua armatur lampu yang terbuat dari metal harus mempunyaiterminal petanahan (Grounding)Semua tempat ballast, kapasitor, dudukan sterter dan termnal box barucukup besar dan dibuat sedemikian rupa sehingga panas yangditimbulkan tidak mengganggu kelangsungan kerja dan unsur teknis komponen lampu itu sendiri.Ventilasi didalam box harus dibuat dengan sempurna. Kabel dalam boxharus diberikan saluran klem sendiri-sendiri, sehingga tidak menempelpada ballast atau kapasitor.Box terbuat dari plat baja tebal minimum 0,7 mm, dicat dasar tahankarat. Kemudian dicat oven warna putih.Ballast harus dari jenis low loss ballast dan harus dapat dipergunakansingle lampu ballast (satu lampu flourentscent).b.Stop Kontak BiasaStop Kontak biasa yang dipakai untuk pemasangan di dinding adalah stop kontak satu phasa, rating 250 volt, 13 ampere.c.Saklar DindingSaklar harus dari type untuk pemasangan rata dinding, type in bouw dengan rating 250 volt, 10 ampere, single gang, double gang.d.Junction Box untuk Saklar dan Stop KontakJunction box harus dari bahan metal dengan kedalaman tidak kurang dari35mm.Kotak dari metal harus memiliki terminal petanahan (Grounding).Saklar atau stop kontak menggunakan baut atau ditanamkan dalamdinding.e.Kabel instalasiKabel untuk instalasi penerangan dari instalasi stop kontak harus darikabel inti tembaga dengan isolasi PVC, satu inti atau lebih (jenis NYM).Kabel harus mempunyai penampang 2,5 mm.Kode warna insulasi kabel harus sesuai ketentuan PUIL yaitu:-Fasa 1= Merah-Fasa 2= Kuning-Fasa 3= Hitam-Netral= Biru-Tanah (Ground)= Hijau-Kuningf.Pipa Instalasi Pelindung KabelPipa instalasi pelindung kabel feeder yang dipakai adalah PVC klas AWatau kelas GIP.Pipa, Elbow, Socket, Junction box, Klem dan aksesoris lainnya harussesuai antara satu dengan yang lainnya, yaitu diameter minimal inchi.Pipa flexible harus dipasang untuk melindungi kabel antara kotaksambung (Junction Box) dan armatur lampu.g.Pengujian (Testing)Pengujian (testing) dilakukan dan diisyaratkan oleh lembaga yang berwenang. Pengujian tersebut meliputi:Test keamanan isolasi.Test kekuatan tegangan impuls.Test kenaikan temperatur.Tes kontinuitas.K.PEKERJAAN PENGGANTUNG DAN PENGUNCIa.Tiap daun pintu yang ditentukan dalam gambar dipasang 3 buah engsel Hkualitas baik ukuran 140 mm.b.Daun pintu yang ditentukan dalam gambar dipasang slot tanam sekualitas SESasli, besar dua kali putar.c.Daun pintu yang ditentukan dalam gambar dipasang grendel 1 inchi.L.PEKERJAAN CATa.Cat meni sekualitas merk JAGO dipergunakan untuk begel, baut, dan semuabesi yang kelihatan.b.Cat meni sekualitas merk JAGO dipergunakan untuk kusen pintu/jendela, plepet, pyan bidang sambungan dan semua kayu yang akan dicat.c.Cat kayu sekualitas merk EMCOd.Cat dinding sekualitas merk Decolith.e.Proses cat: Untuk kayu meni satu kali, dempul, cat dasar, satu luar diplamir pakai plamir sesuai merk catnya, dengan pengecatan sebanyak 2 kali atau lebih hingga rata dan baik.f.Proses pengecatan dilaksanakan setelah tembok kering.