problematika keabsahan kawin misyar menurut ulama kontemporer

Click here to load reader

Post on 02-Aug-2015

601 views

Category:

Documents

11 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kawin misyar

TRANSCRIPT

Problematika Keabsahan Kawin Misyar Menurut ulama Kontemporer 1 PROBLEMATIKA KEABSAHAN KAWIN MISYAR MENURUT ULAMA KONTEMPORER Achmad Munif 201109009 A. Latar Belakang Masalah Perkawinan atau pernikahan dalam literatur fiqih berbahasa Arab disebut dengan dua kata,yaitunikah()danzawad().Keduakatainiyangterpakaidalamkehidupan sehari-hari orang Arab dan banyak terdapat dalam al-Quran dan haditsNabi. Katana-ka-ha banyak terdapat dalam al-Quran dengan arti kawin, seperti dalam surat an-Nisa ayat 3: up)4 u7+^= W-O7CO^> O)_O44-4O^- W-O^ 4` =C7 =}g)` g7.=Og)4- _/E_u14`E+U4 E74+O4 W up) +^= W-O7gu> EEg4O Danjikakamutakuttidakakandapatberlakuadilterhadap(hak-hak)perempuanyang yatim(bilamanakamumengawininya),Makakawinilahwanita-wanita(lain)yangkamu senangi:dua,tigaatauempat.Kemudianjikakamutakuttidakakandapatberlakuadil, Maka (kawinilah) seorang saja. Demikian pula banyak terdapat kata za-wa-ja dalam al-Quran dalam arti kawin, seperti pada surat al-Ahzab ayat 37: OU _/=/~ /uCEe Ogu+g)` -6OC4E_E4;_EEe Og 4pO74C O>4N4-gLg`u^- /4OEO EO) ;4^e)_j*.4OgNu1MakatatkalaZaidTelahmengakhirikeperluanterhadapIstrinya(menceraikannya),kami kawinkankamudengandiasupayatidakadakeberatanbagiorangmukminuntuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka.......1 Perkawinanadalahhalkesepakatansosialantaraseoranglaki-lakidanperempuan, yangtujuannyaadalahhubunganseksual,mushaharah(menjalinhubungankekeluargaan melaluiperkawinan),meneruskanketurunan,memohonkaruniaanak,membentukkeluarga, danmenempuhkehidupanbersama.Keadaandemikiandinamakansebagaikehidupansuami

1 Prof. DR. Amir Syarifuddin. Hukum Perkawinan Islam Di Indonesia Antara Fiqih Munakahat Dan Undang-Undang Perkawinan. Jakarta: Kencana. 2006. Cet. 1. Hlm. 35-36 Problematika Keabsahan Kawin Misyar Menurut ulama Kontemporer 2 istriyang menyebabkanseorang perempuan menerima hukum-hukum maskawin, perceraian, iddah dan waris.2 Pernikahan adalah hubungan kasih kemanusiaanyang paling sucidijagaolehIslam. Bahkan, Islam sangat menjaga tujuan pernikahan agar dapat mewujudkan satu perjanjian yang suci murni untuk menjalankan hak-hak rumah tangga dan keluarga yang diberkati. Rasulullah salallahualaihiwasalamtelahbersabda;"..Perkawinanituadalahsunnahku,barangsiapa yang berpaling dari sunnahku maka bukanlah mereka dari golonganku ..".Pernikahan yang memenuhi tujuan yang baik dan mulia serta persyaratan pernikahan adalahsahdisisisyara'. Inikarena,rukun-rukunnikahdanpersyaratannyasajayangdapat membedakanantaraakadnikahyangmemenuhisyara'danakadnikahyangdiharamkan Islam. Tujuanawaldilaksanakannyanikahadalahagarsuamiistribisahidupbersama, malamdansianghari,musimpanasmaupunmusimdingin.Namun,banyakditemukan pasangansuamiistriyangseringberpisahkarenabepergianuntuktujuanbisnisataukarena tugas-tugaslainyangtidakdapatditinggalkan(denganmeninggalkanistrinyasampai beberapahari,bahkansampaiberbulan-bulan).Meskipunsudahtidaklagimemenuhitujuan intipernikahan,bukanberartimenjadikannikahmerekabatal.Olehkarenaitu,adasebuah madzhab yang mensyaratkan agar suami tidak meninggalkan istri lebih dari empat bulan dan ada sebagian lagi yang berpendapat selama tidak melampaui enam bulan secara berturut-turut kecuali darurat atau dengan izin istri. Menjagaagartidakmelaksanakanperbuatanjahatadalahsuatunilailuhuryang diajarkan oleh islam, karena inilah yang membedakan antara umat islam dan umat lainnya. Dalam islam, nikah mempunyai tujuan lebih dari itu, nikah dijadikan sebagai wahana agarspesiesmanusiaterjaga,sebagaisaranauntukmencariketenangansertasebagaitempat salingkasihdanmenyayangi.HalinisesuaidenganapayangtelahdiriwayatkanolehImam Ahmaddalammasalahzawaajan-Nahaariyaat(kawinyanghanyaberlangsunguntuk beberapahariataubeberapamalam).Iaberkata,nikahsepertiituadalahbukantermasuk nikahdalamperspektifislam(tidaktermasuknikahyangsempurna),karenasesuaidengan haditsNabisaw.,Tidaklahimanseorangmukmindianggapsempurna,apabilatidak mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.3

2 DR. IR. Muhammad Shahrur. Metodologi Fiqih Islam Kontemporer. Yogyakarta: Eslaq Press. 2004. Cet. Pertama. Hal. 436 3 Ibid., Hal. 401 Problematika Keabsahan Kawin Misyar Menurut ulama Kontemporer 3 Kebutuhanseoranglaki-lakiterhadapperempuandansebaliknya(kebutuhan perempuanterhadaplaki-laki)adalahsudahmenjadifitrahmanusiayangdiakuiolehislam dengan mengatakan bahwa nikah adalah suatu fitrah yang telah diberikan Allah swtada yang menganggapnikahadalahperbuatanjahatdankotor..olehkarenaitu,syaraharus memberikankemudahandalammasalahnikah,supayamanusiatidakterjebakuntuk melakukanperbuatanharam.Terlebihpadazamansekarabgini,pintuperbuatanharam terbuka lebar dengan menjamur dan tersebarnya tempat-tempat maksiat dimana-mana. Islamtidakmelarangmencarikenikmatanseksdantidakpulamempersulituntuk mendapatnya,kalaucaramendapatkannyadilakukandenganjaluryanghalal.Bahkan Rasulullah saw. Telah bersabda, Dandalamfarjiistri-istrikamuadanilaisedekah.Sahabatberkata,WahaiRasulullah, apakahdenganmengikutisyahwat,kitaakanmendapatkanpahala?Rasulullahmenjawab .Bukankah kalau kamu menempatkannya pada perkara yang diharamkan akan mendapatkan siksa?Begitujugaapabilakamumenempatkannyasesuaidenganapayangdianjurkan (agama), maka kamu akan mendapatkan pahala. (HR. Muslim). Masyarakat barat kontemporeryang berbudayakapitalis mencari jalan keluar dalam masalahini,doronganseksyangsudahmenjaditabiatmanusia.Yaitutabiatyangdimiliki oleh kaum laki-laki maupun perempuan secara bersama-sama dan keduanya sama-sama saling menbutuhkan, dengan melepaskan kendali yang mengikat mereka.4 Sejalandenganperkembanganzaman,muncullahbentukperkawinanmisyar,yaitu pemberiankeringananterhadapsuamidarikewajibanmemenuhitempattinggal,nafkahdan persamaan bagian antara istri kedua dan istri yang pertama, yang didasari dari sikap mengalah istrikedua.Istriyangterakhirinihanyamenginginkankeberadaanlaki-lakiyangbiasa menjagadanmemeliharanya(darikebutuhanbiologis)denganmengasihinya.Meskipundia tidakmemberikankewajibanpemenuhanmateridantanggungjawabsecaramaksimal. Namun, pemberian keringanan ini tidak menutup pada suami yang beristri satu. Kawinmisyarbukanmerupakansuatuyangbaru,tetapimerupakanfenomenayang sudahmasyhurdikalanganmasyarakatsejakdahulu.Kawinmisyaradalahdimanaseorang laki-lakipergikepihakwanitadanwanitatidakpindahataubersamalaki-lakidirumahnya (laki-laki). Pernikahanmisyarberarti,suamitidakperlumemikultanggungjawabmemberi nafkahlahirsepertiuangdanpakaian,tetapicukuphanyadenganmemenuhinafkahbatin

4 Yusuf al-Qardhawi. Fatwa-Fatwa Kontemporer 3. 2001. Jakarta: Gema Insani Press. Cet 1. Hal. 402-404 Problematika Keabsahan Kawin Misyar Menurut ulama Kontemporer 4 terhadapistri. Pernikahansepertiinibanyakterjadidikalanganwanitayangberkedudukan tinggi dan berpenghasilan lumayan. Misyaryangjugadikenalsebagai'nikahmusafir'adalahsebuahpernikahanyang tidakmembutuhkanpasangantinggalsebumbung. Bukanitusaja,suamitidakmemiliki tanggungjawabsecarafinansialterhadapistrinyadanadaimplikasibahwaakanterjadi perceraian. Tujuankawinsemacaminiadalahagarsuamidapatbebasdarikewajibanterhadap istri keduanya untuk memberikan tempat tinggal, memberikan nafkah, memberikan hak yang sama dibanding istri yang lain (istri pertama). Diskon ini hanya diperoleh oleh seorang laki-lakidariseorangwanitayangsangatmembutuhkanperanseorangsuamidalammengayomi dan melindunginya (meskipun dalam bidang materi sang suami tidak dapat diharapkan). PernikahanmisyardiizinkandiArabSaudiolehfatwayangdiberikanolehSheikh Abdul Azeez ibn Abdullaah ibn Baaz dan resmi diperundangkan di Mesir oleh Imam Sheikh Muhammad Sayid Tantawy pada tahun 1999. Di balik fatwa tersebut nikah misyar ditentang oleh ulama-ulama dari Universitas Al-AzhardiKairo. Maslahahuntukmembenarkanpraktektersebutadalahkarenabanyakjanda dangadisyangtidakmenikah.Namunrealitasnyadinegara-negaraArabtidakdemikian, karenanikahmisyarmenjadipraktekdikalanganwanita-wanitayangberkedudukantinggi dan kaya-raya.Nikah misyar ini tidak bisa memiliki batas waktu tertentu karena jika ada waktu yang dijanjikan kepada istri untuk diceraikan, maka ia menjadi nikah Mutahyang tidak diizinkan dalam Fiqh Sunnah. Berangkatdaribeberepaperbedaanpendapatmengenaikawinmisyar,penulis merasatertarikuntukmenelitilebihlanjut,olehkarenaitupenulismengangkatjudul PROBLEMATIKAKEABSAHANKAWINMISYARMENURUTULAMA KONTEMPORER B. Rumusan Masalah Perumusan masalah digunakan untuk mengetahui dan menegaskan masalah-masalah apayanghendakditeliti,yangdapatmemudahkanpenulisdalampengumpulandata, penyusunandatasertamenganalisisdatasehinggapenelitiandapatdilakukansecara mendalam dan sesuai dengan apa yang telah ditentukan. Setelahdikemukakanalasan-alasandiatas,makapermasalahanyangakandibahas dalam proposal ini adalah: Problematika Keabsahan Kawin Misyar Menurut ulama Kontemporer 5 1.Apakah yang dimaksud dengan nikah misyar itu? 2.Bagaimana keabsahan serta status hukum kawin misyar menurut ulama kontemporer? 3.Bagaimana dasar penetapan Ulama kontemporer terhadap kasus kawin misyar? C. Tujuan Dan Kegunaan Penelitian Maksuddantujuandari penelitianiniuntukmencarijawabanatasmasalah-masalah sebagaimana terumuskan dalam rumusan masalah, yaitu: 1.Untuk mengetahui maksud dari pernikahan misyar. 2.Untukmengetahuikeabsahansertastatushukumkawinmisyarmenurutulama kontemporer. 3.UntukmengetahuidanmenganalisadasarpenetapanUlamakontemporerterhadap kasus kawin misyar. Sedangkan manfaat penelitian ini adalah : Secara toritis atau keilmuan; 1.Memperkaya khazanah pemikiran hukum islam serta memberikan kontribusi keilmuan dibidang fiqih, khususnya dalam kajian fiqih keluarga islam. 2.Bahan penyusun hipotesis bagi penelitian berikutnya. Secara praktis; Mengetahui penetapan status hukum dari permasalahan perkawinan misyar menurut hukum islam. D. Tinjauan Pustaka Kaummusliminsepakatbahwa,perkawinanmerupakansalahsatusebabyang mewajibkanpemberiannafkah,sepertihalnyadengankekerabatan.Nafkahatasistri ditetapkan nashnya dalam surat berikut ini: O>4N4 g1O7OO^- N.O}_~^ejO O}g4OOg4NOuO^)^g@@DankewajibanayahmemberimakandanPakaiankepadapa