pedoman penyusunan proposal pemberdayaan-2012.pdf

Click here to load reader

Post on 31-Dec-2016

272 views

Category:

Documents

32 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • KEMENTERIAN AGAMA RIDIREKTORAT JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM

    DIREKTORAT PEMBERDAVAAN WAKAFTAHUN 2012

    PEDOMAN PENYUSUNANPROPOSAL

    PEMBERDAYAAN

    CWakaf9?rodulitif

  • III

    Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, karenaatas rahmat dan karunia-Nya kita masih dapat melakukanberbagai upaya untuk mendorong pemberdayaan wakafsecara produktif. Sejak digulirkannya percontohan wakafproduktif, Direktorat Ienderal Bimbingan Masyarakat Islam Cq.Direktorat Pemberdayaan Wakaf telah mengambil berbagaikebijakan penting untuk penyempumaan persyaratan danprosedur, sistem pengelolaan manajemen, sistem pelaporankeuangan, sistem pembinaan dan pengawasannya. Kerangkadasar, aplikasi dan out put percontohan wakaf produktif terusdisempurnakan, sehingga wakaf benar-benar memberikankontribusi untuk memajukan kesejahteraan umum sesuaiclengan clinamika yang ada.

    Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkanbuku Pedoman Penyusunan Proposal PemberdayaanWakaf Produktif sebagai panduan bagi Nazhir dalam teknispenyusunan proposal yang rapi, menarik, logis-rasional, dansistematis, sehingga tidak hanya menarik perhatian lernbaga-lembaga pemberi bantuan keuangan, melainkan jugamernudahkan bagi para analis usaha untuk mempelajari danmenilai berbagai kernungkinan usaha yang akan dijalankan,

    Bismillahirrahmanirrahim

    KATA PENGANTARDIREKTUR PEMBERDAYAAN WAKAF

  • IV

    Drs. H. Sutami, M.Pd.INIP 195512281981031004

    Ttd.

    Jakarta,Oktober 2012Direktur Pemberdayaan Wakaf

    Mengingat setiap Nazhir berada pada wilayah yangberbeda dan memiliki kekhasan tersendiri. Maka rambu-rambu penyusunan proposal, diharapkan Nazhir dituntutlebih inovatif dan kreatif agar dapat mengembangkannyaasalkan masih dalam koridor umum sebagaimana yangdigambarkan oleh buku pedoman ini dan tidak bertentangandengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan.

    Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihakyang telah membantu dalam penyelesaian buku ini, semogaAllah SWT memberikan limpahan pahala-Nya dan meridhainiat baik kita. Amin.

  • V

    BABIDPETUNJUK TEKNIS PENYUSUNAN PROPOSALA. Ringkasan Eksekutif 19B. Gambaran Umum 20

    1. Riwayat Wakaf 202. Lokasi dan Kondisi Harta Benda Wakaf 21

    BABIIGAMBARAN UMUM, TUJUAN, MANFAAT, DANPETUNJUKA. Gambaran Urnum 11B. Tujuan.. 16C. Manfaat................................................................... 16D. Petunjuk.................................................................. 17

    BABIPENDAHULUANA. Peran wakaf dalam peradaban Islam 1B. Wakaf sebagai pilar perekonomian Umat 4C. Peta dan peluang pemberdayaan wakaf produktif

    di Indonesia 6a. Pemetaan Jenis Usaha 6b. Analisis SWOT 8

    KATA PENGANTAR iiiDAFfAR ISI................................................................... V

    DAFTAR lSI

  • VI

    BABVPENlJTUP 59LAMP IRAN-LAMP IRAN 61DAFTARPUSTAKA 92TIM PENYUSUN 94

    BABIVPEIAPORAN, MONITORING, EVALUASI, DANPENGEMBANGANA. Pelaporan................................................................ 51B. Monitoring............................................................. 52C. Evaluasi 55

    3. Riwayat Nazhir '" 214. Visi dan Misi Nazhir 215. Latar Belakang Pernilihan Usaha yang akan

    dijalankan 22C. Usaha yang Akan Dijalankan 22D. Rencana Pemasaran 23E. Rencana Operasional 32F. Manajernen dan Organisasi Pelaksana 43G. Laporan Keuangan Nazhir 44H. Kebutuhan Dana.................................................... 441. Rencana Keuangan 45J. Daya Dukung Syarat Administratif 46

  • 1

    Wakaf, sebagaimana dijelaskan oleh banyak ulama,baik klasik maupun kontemporer, tidak hanya merniliki nilaiibadah semata, melainkan juga memiliki nilai sosial-ekonorniyang cukup besar. Dua posisi dan peran wakaf tersebut(ibadah dan sosial ekonorni) telah rnenjadi bagian darikehidupan umat Islam sejak lama, khususnya pada masa-masa awal perkembangan agama Islam itu sendiri.

    Al-Kabisi (2004) begitu cukup gamblang menguraikantentang posisi dan peran wakaf dalam sejarah umat Islam.Meskipun sempat terjadi perdebatan mengenai historisitasawalwakaf, tetapi hampir seluruh ulama sepakat bahwa wakafmenjadi bagian penting dad sejarah kehidupan umat Islamdad masa ke masa. Kesepakatan itu paling tidak berasas padakeyakinan bahwa wakaf - baik yang pertama kali diakukanmelalui sedekahnya Nabi Muahmmad SAWataukah sedekahUmar bin Khattab RA berupa tanah - merupakan arnalanyang dianjurkan dengan cara menyisihkan sebagian harta

    A. Peran Wakaf dalam Peradaban Islam

    PENDAHULUAN

    Bab 1

  • 2 Pedoman Penyusunan Proposal Pemberdayaan Wakaf Produktif

    untuk kemashlahatan, tanpa membedakan apakah wakaf itudiperuntukkan untuk orang-orang tertentu, ataukah untukkepentingan umum. Itulah sebabnya, hukum pensyaria'atanwakaf sendiri tidak pernah mencantumkan pembedaanantara wakaf seseorang untuk anggota keluarganya denganwakaf untuk kepentingan umum (Al-Kabisi, 2004: 23).

    Sejak khalifah Umar bin Khattab membudayakansedekah dalam bentuk wakaf, maka kemudian wakaf menjaditradisi yang terus bergulir dan telah banyak membanguntonggak-tonggak kemashalahatan ummat dalam berbagaibentuknya. Umar bin Khattab sendiri, ketika mewakafkanhartanya mengatakan bahwa apa yang ia wakafkan adalahuntuk orang-orang fakir, para karib-kerabat, para budak,untuk kebaikan di jalan Allah swt, serta untuk para tamu danorang-orang yang melakukan kebaikan. Sementara orang yangdiberi amanah untuk mengelola harta wakaf itu pun diberihak untuk mengambil sebagian manfaat (keuntungan) dariwakaf selama masih dalam batas yang wajar dan dibenarkan.Keadaan ini terus berlangsung hingga masa Khalifah Ali binAbi Thalib.

    Setelahmasa Khulafurrasyidin, wakaf dan pengelolaannyamengalami perluasan. Pada masa Bani Umayyah danAbbasiyah misalnya, peruntukkan dan penyaluran wakaftidak hanya ditujukan pada kaum fakir-rniskin belaka, tetapijuga merambah pada pendirian sarana ibadah, tempat-tempatpengungsian, perpustakaan, sarana pendidikan, dan beasiswabagi komunitas pendidikan (siswa/mahasiswa, pengajar).

    Jangkauan wakaf yang luas ini menuntut adanyasuatu lembaga khusus yang bergerak di bidang wakaf, baikuntuk menampung harta wakaf maupun pengelolaannya,

  • Pendahuluan - Bab 1 3

    hingga pada akhirnya didirikan pula suatu lembaga khususpengawasan wakaf. Oi beberapa negara Islam pada waktuitu, para hakim merupakan entitas yang turut serta mengawasipengelolaan wakaf, seperti halnya para hakim di Baghdad.Pada masa daulah Abbasiyah, pirnpina lembaga wakafdisebut dengan shadr al-uiuquf yang bertugas mengawasipengelolaan wakaf serta menunjuk pihak-pihak tertentuuntuk membantu fungsi pengawasan tersebut (Al-Kabisi,2004: 28).

    Perkembangan wakaf lebih jauh lagi terjadi pada masaDaulah Usmaniyah dimana pada masa itu dibuat peraturan-peraturan yangmemuat peraturan tentang pembagian macarn-macam tanah, peraturan transaksi barang dan keuntunganwakaf. Pada masa ini, pengelolaan wakaf berjalan lebihefektif karena telah terdapat beberapa peraturan yangmendukungnya.

    Sementara pada masa kini, pengelolaan wakaf berjalansemakin produktif. Bentuk harta benda yang diwakafkanpun mengalami perluasan, tidak hanya pada benda-bendatidak bergerak seperti tanah, melainkan juga dalam bentukbenda tak bergerak, dan benda-benda lain yang dapat diolahsecara produktif dan menguntungkan.

    Terclapat beberapa negara masa kini dimana mayoritaspenduduknya muslim telah menclayagunakan harta bendawakaf, baik dalam bentuk benda tak bergerak maupuntunai (uang) dalam berbagai transaksi dan upaya produktifsehingga harta benda wakaf tersebut memiliki kemanfataanyang sangat besar bagi ummat Islam itu sendiri. Negara-negaraseperti Malaysia, Saudi Arabia, Mesir, Turki, dan Yordaniateah mengeloal wakaf dengan sangat menarik. Wakaf yang

  • 4 Pedoman Penyusunan Proposal Pemberdayaan Wakaf Produktif

    B.Wakaf sebagai Pilar Perekonomian UmatSebagaimana diuraikan sekilas diatas bahwa wakaf

    memiliki posisi dan peran penting dalam sejarah Islam, makasudah selayaknya jika di Indonesia perlu dikembangkanberbagai langkah untuk mendayagunakan wakaf sebagaiupaya pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan umat.Upaya pemberdayaan wakaf sebagai pilar ekonomiumat sebagaimana telah dikembangka di negara-negaraberpenduduk mayoritas Islam hanya dapat dilakukan jikaumat Islammenyadari posisi dan peran wakaf itu bagi mereka.Tampaknya, kesadaran ini pula yang belum sepenuhnyaterdapat di sebagian kalangan umat Islam.

    Salah satu tujuan dari wakaf adalah membentuksuatu kebiasaan besedekah yang peruntukkannya memilikikemanfataatan bagi umat.Dengan pengertian lain,wakaf dapatdisetarakan dengan investasi dimana ia akan memberikanbanyak manfaat dan keuntungan bagi masyarakat. Investasidana wakaf sendiri memang tidak banyak dikupas dalampendekatan fikih-fikih klasik, melainkan lebih banyak padaprinsip-prinsip urnumnya saja,

    dilakukan oleh masyarakat di sana juga tidak sebatas padatanah atau bangunan, melainkan juga berupa investasi saham,uang, real estate, tanah pertanian, flat, tempat ibadah dimanasemuanya dikelola dengan sangat baik dan produktif.

    Dari sekilas catatan sejarah tersebut, maka menjaditerang bahwa wakaf memiliki peran dan posisi yang sangatstrategis bagi pemberdayaan masyarakat, sehingga wakaf itupula telah dicatat oleh sejarah sebagai salah satu bentuk dadperjalanan peradaban Islam itu sendiri.

  • Pendahuluan --- Bab 1 5

    Kahf (1998) sendiri membedakan investasi danawakaf dalam dua model, yaitu model pembiayaan wakafsecara tradisional dan secara institusional. Model investasidana wakaf secara tradisional banyak dikembangkan dandiperbincangkan dalam fikih-fikih klasik, seperti pinjaman,kontrak sewa jangka panjang (hukr), sewa dengan duapembayaran (ijaratain), penambahan harta wakaf baru, danpengganti harta wakaf. Sementara moclel pembiayaan wakafsecara institusional