buku panduan akademik s2

Download Buku Panduan Akademik s2

Post on 06-Jul-2015

528 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

TIM PENYUSUNPelindung : Dr. Ir. Suhanan, DEA (Ketua Jurusan Teknik Mesin dan Industri FT UGM) Penanggung Jawab : Ir. Alva Edy Tontowi, M.Sc., Ph.D (Ketua Program Studi Pascasarjana Teknik Industri FT UGM) Pelaksana Ketua Anggota : : Nur Aini Masruroh, ST., M.Sc., Ph.D : Ir. Subagyo, Ph.D Fauzun, ST., MT., Ph.D IG. B. Budi Dharma, ST., M.Eng., Ph.D M.K. Herliansyah, ST., MT., Ph.D

PanduanAkademikS2TeknikIndustri,JurusanTeknikMesindanIndustri,FTUGM

ii

KATA PENGANTARBuku ini disusun untuk memberikanpanduan dalam pelaksanaan kegiatan akademikProgram Studi Pascasarjana Teknik IndustriJurusan Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Buku panduan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam menjalani kegiatan akademik. Di dalam buku ini dapat diketahui tujuan pendidikan, kurikulum, fasilitas laboratorium, staf akademik dan non akademik, peraturan pelaksanaan pendidikan, serta sikap mental dan etika profesi teknik. Dengan mengetahui hal-hal ini sejak awal, diharapkan mahasiswa dapat menempuh studi dengan lebih lancar. Akhirnya kepada para anggota tim penyusun buku panduan ini kami ucapkan banyak terima kasih atas segala upaya yang telah dicurahkan sejak dari penyusunan naskah sampai penerbitannya.

Yogyakarta, Mei 2010 Jurusan Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Ketua,

Dr. Ir. Suhanan, DEA NIP :195703031986031003

PanduanAkademikS2TeknikIndustri,JurusanTeknikMesindanIndustri,FTUGM

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDULi KATA PENGANTAR DARI KETUA JURUSANiii DAFTAR ISIiv BAB 1PENDIDIKAN DENGAN SISTEM KREDIT SEMESTER5 BAB 2TATA TERTIB JURUSAN TEKNIK MESIN DAN INDUSTRI14 BAB 3FASILITAS LABORATORIUM19 BAB 4STRUKTUR ORGANISASI, DAFTAR PENGURUS, DAN STAF 33 BAB 5PROGRAM STUDI PASCASARJANA TEKNIK INDUSTRI37

PanduanAkademikS2TeknikIndustri,JurusanTeknikMesindanIndustri,FTUGM

iv

BAB 1 PENDIDIKAN DENGAN SISTEM KREDIT SEMESTERPengertian Sistem Kredit Dalam sistem kredit, beban studi yang harus diselesaikan mahasiswa pada suatujenjang studi dinyatakan dalam bentuk sejumlah satuan kredit. Berdasarkan adanya perbedaan minat, bakat dan kemampuan antar mahasiswa, maka baik cara dan waktu menyelesaikan beban studi yang dibebankan tidak harus sama bagi setiap mahasiswa, meskipun mereka duduk dalam jenjang studi yang sama.

Tujuan Pada dasarnya tujuan pokok penggunaan sistem kredit ialah:1. Untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa yang lebih giat belajar untuk menyelesaikan studi dalam waktu yang lebih cepat. 2. Untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa agar dapat mengikuti kegiatan pendidikan yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya. 3. Untuk mempermudah penyesuaian kurikulum dan perkembangan ilmu dan teknologi. 4. Memperbaiki sistem evaluasi kemampuan mahasiswa.

Ciri-ciriUntuk memberikan pengertian mengenai sistem kredit, perlu dikemukakan ciriciri yang terdapat pada sistem ini : 1. Pada sistem kredit, bobot mata kuliah dihargai dengan satuan kredit. 2. Besar satuan kredit untuk kegiatan pendidikan yang berlainan tidak selalu sama. 3. Besarnya satuan kredit untuk masing-masing kegiatan didasarkan atas PanduanAkademikS2TeknikIndustri,JurusanTeknikMesindanIndustri,FTUGM

1

banyaknya jam kegiatan yang digunakan dalam seminggu untuk kegiatan tersebut. 4. Kegiatan pendidikan yang disediakan terdiri atas kegiatan wajib dan pilihan. 5. Kegiatan wajib adalah kegiatan yang wajib diikuti semua mahasiswa dalam jenjang pendidikan tertentu. 6. Kegiatan pendidikan pilihan adalah kegiatan yang disediakan untuk memenuhi beban pendidikan yang diwajibkan dan merupakan saluran minat, bakat dan kemampuan masing-masing mahasiswa dalam jenjang pendidikan tertentu.

7. Dalam batas-batas tertentu mahasiswa bebas untuk menentukan : a. Banyaknya satuan kredit yang diambil tiap semester. b. Jenis-jenis kegiatan studi yang diambil tiap semester. c. Jangka waktu menyelesaikan beban studi yang diwajibkan. 8. Banyaknya satuan kredit yang diambil mahasiswa pada semester tertentu ditentukan oleh indeks prestasi semester sebelumnya.

Beban Pendidikan dan Satuan Kredit Semester Beban pendidikan yang menyangkut beban studi bagi mahasiswa dan bebanmengajar bagi dosen memerlukan satuan ukuran yang dinyatakan dalam satuan kredit. Oleh karena Universitas Gadjah Mada menganut sistem semester, maka satuan kreditnya disebut satuan kredit semester (SKS). SKS ini perlu ditentukan untuk setiap kegiatan pendidikan seperti kuliah, praktik laboratorium, praktik lapangan, seminar, penelitian dan lain-lain kegiatan. Besarnya SKS untuk masingmasing kegiatan pendidikan ditentukan oleh banyaknya jam yang digunakan untuk kegiatan itu.

Satuan kredit semester untuk kuliahSKS untuk kegiatan kuliah diperhitungkan atas dasar sebagai berikut: 1 (satu) SKS adalah kegiatan pendidikan selama tiga jam dalam seminggu. Oleh karena PanduanAkademikS2TeknikIndustri,JurusanTeknikMesindanIndustri,FTUGM

2

dalam satuan semester ada 16 minggu, maka satu SKS sama dengan kegiatan selama empat puluh delapan jam dalam satu semester. Untuk perkuliahan, nilai suatu kredit semester ditentukan berdasarkan atas beban kegiatan yang meliputi tiga macam kegiatan perminggu, baik untuk mahasiswa maupun untuk dosen, sebagai berikut: a. Untuk Mahasiswa Bagi mahasiswa satu sks berarti terdiri atas tiga macam kegiatan terpadu, yaitu: 1. 50 menit kuliah, yaitu tatap muka dengan dosen yang terjadwal. 2. 50 menit kegiatan pendidikan rangkaian, yaitu kegiatan yang direncanakan oleh dosen tetapi tidak dijadwal, seperti pekerjaan rumah, penulisan karangan dan sebagainya. 3. 50 menit kegiatan akademik mandiri yang lain untuk pengembangan materi subyek, di mana mahasiswa diharuskan untuk membaca text book atau sumber-sumber informasi lain yang relevan dengan mahasiswa yang bersangkutan. b. Untuk Dosen Bagi mahasiswa satu sks berarti terdiri atas tiga macam kegiatan terpadu, yaitu: 1. 2. 3. 50 menit kuliah, yaitu tatap muka dengan mahasiswa dan terjadwal. 50 menit untuk perencanaan kegiatan dan evaluasi. 50 menit yang lain untuk pengembangan materi subyek.

Demi efektivitas pendidikan, pemberian kuliah harus disesuaikan dengan SKSnya, misalnya mata kuliah yang mempunyai 3 SKS, pemberian kuliahnya sebanyak 150 menit dalam seminggu. Kuliah ini dapat diberikan tiga kali, dua kali, atau satu kali, tergantung kepada sifat mata kuliah, keadaan ruang dan dosen.

Penentuan beban studi dalam satu semesterAda dua faktor yang perlu dipakai untuk menentukan beban pendidikan di dalam satu semester, yaitu rata-rata waktu kerja sehari dan kemampuan individu. Pada PanduanAkademikS2TeknikIndustri,JurusanTeknikMesindanIndustri,FTUGM

3

umumnya orang bekerja rata-rata 6-8 jam selama 6 hari berturut-turut. Akan tetapi seorang mahasiswa dituntut bekerja lebih dari rata-rata itu. Kalau seorang mahasiswa bekerja normal pada siang hari dengan rata-rata 6-8 jam dan pada malam hari 2 jam selama 6 hari berturut-turut, maka ia mempunyai waktu belajar 8-10 jam sehari atau 48-60 jam seminggu. Jumlah SKS rata-rata yang dapat diambil mahasiswa atau beban pendidikannya berkisar antara 12-15 SKS. Dalam menentukan beban studi untuk satu semester perlu diperhatikan kemampuan seorang mahasiswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil studinya pada semester sebelumnya, yang diukur dengan Indeks Prestasi (IP).

Ujian dan Penilaian Sistem UjianUjian dapat dilaksanakan dengan berbagai macam cara, seperti ujian tertulis, ujian lisan, ujian dalam bentuk seminar, ujian dalam bentuk penulisan karangan dan sebagainya. Sebagai syarat untuk dapat mengikuti ujian akhir, tingkat kehadiran mahasiswa dalam suatu perkuliahan minimal 75 % dari jumlah total pertemuan dalam perkuliahan tersebut. Ujian dapat pula dilaksanakan dengan berbagai kombinasi cara-cara tersebut. Cara ujian yang digunakan perlu disesuaikan dengan sifat kegiatan pendidikan. Maksud dan tujuan penyelenggaraan ujian ialah : 1. Untuk menilai apakah mahasiswa memahami atau menguasai bahan yang disajikan. 2. Mengelompokkan mahasiswa berdasar kemampuan ke dalam kelompok amat baik (kelompok A), kelompok baik (kelompok B), kelompok cukup (kelompok C), kelompok kurang (kelompok D), kelompok jelek (kelompok E). 3. Untuk menilai apakah bahan yang disajikan telah sesuai serta cara menyajikan telah cukup baik, sehingga para mahasiswa dengan usaha yang wajar dapat memahami bahan tersebut.

PanduanAkademikS2TeknikIndustri,JurusanTeknikMesindanIndustri,FTUGM

4

Tujuan pertama dan kedua tersebut terutama ditujukan kepada para mahasiswa. Tujuan ketiga terutama ditujukan kepada bahan kegiatan pendidikan dan dosen. Sistem ujian dan sistem penilaian harus disesuaikan dengan maksud dan tujuan tersebut, dan penyelenggaraan ujian harus baik. Agar maksud dan tujuan diselenggarakannya ujian dapat dicapai, maka perlu diadakan beberapa kali ujian, yaitu satu kali ujian akhir semester dan sekurangkurangnya satu kali ujian tengan semester.

Sistem Penilaian Sistem Penilaian digunakan untuk mengukur prestasi dan kemampuan mahasiswadi dalam suatu kelas, yang diklasifikasikan berdasarkan kriteria amat baik, baik, cukup, kurang atau jelek (A, B, C, D atau E). Salah satu contoh pedoman dalam sistem penilaian tersebut terlihat pada Tabel 1.Tabel 1. Contoh Pedoman Sistem Penilaian

Nilai Angka Nilai 85 65 Nilai < 85 45 Nilai < 65 30 Nilai < 45 Nilai < 30 T=

Nilai Huruf A B C D E

Di samping itu digunakan pula nilai huruf K dan T yang berarti: Kosong (tidak ada nilai), karena mahasiswa mengundurkan diri dari kegiatan pendidikan secara sah atau tidak mengikuti Ujian Akhir Semester. K= Tidak lengkap, data nilai kurang lengkap karena belum semua tugas diselesaikan pada waktunya atas izin dosen yang bersangkutan. Tugas tersebut harus diselesaikan selambatlambatnya dalam waktu satu bulan dari waktu Ujian Akhir Semester, dan apabila tidak dipenuh