pengaruh pendidikan islam terhadap tingkah laku remaja

16
Daftar Isi BAB I Pendahuluan ................................................................................................................................ 1 A. Latar Belakang Masalah.............................................................................................................. 2 B. Rumusan Masalah ...................................................................................................................... 3 C. Tujuan Pembahasan..................................................................................................................... 3 BAB II Fakta Dan Masalah .................................................................................................................... 4 A. Keadaan Kenakalan dan Tingkah Laku Remaja di Masyarakat.................................................. 4 B. Faktor-Faktor yang Mendorong Terjadinya Kenakalan Remaja ................................................ 5 BAB III Analisa Dan Pemecahan Masalah ............................................................................................ 9 A. Hakekat Pendidikan Agama ........................................................................................................ 9 B. Peranan Remaja Sebagai Generasi Muda Islam ....................................................................... 10 C. Langkah-Langkah Pencegahan Terhadap Kenakalan Remaja .................................................. 11 BAB IV Penutup ................................................................................................................................... 13 A. Kesimpulan ............................................................................................................................... 13 B. Saran-Saran .............................................................................................................................. 13 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................................... 15

Upload: fataha-fatih

Post on 22-Jan-2018

33.846 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: Pengaruh pendidikan islam terhadap tingkah laku remaja

Daftar Isi

BAB I Pendahuluan ................................................................................................................................ 1

A. Latar Belakang Masalah .............................................................................................................. 2

B. Rumusan Masalah ...................................................................................................................... 3

C. Tujuan Pembahasan ..................................................................................................................... 3

BAB II Fakta Dan Masalah .................................................................................................................... 4

A. Keadaan Kenakalan dan Tingkah Laku Remaja di Masyarakat.................................................. 4

B. Faktor-Faktor yang Mendorong Terjadinya Kenakalan Remaja ................................................ 5

BAB III Analisa Dan Pemecahan Masalah ............................................................................................ 9

A. Hakekat Pendidikan Agama ........................................................................................................ 9

B. Peranan Remaja Sebagai Generasi Muda Islam ....................................................................... 10

C. Langkah-Langkah Pencegahan Terhadap Kenakalan Remaja .................................................. 11

BAB IV Penutup ................................................................................................................................... 13

A. Kesimpulan ............................................................................................................................... 13

B. Saran-Saran .............................................................................................................................. 13

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................................... 15

Page 2: Pengaruh pendidikan islam terhadap tingkah laku remaja

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kita sebagai umat Islam yang beragama sangatlah penting untuk memperhatikan

tingkah laku (budi pekerti). Terutama bagi agama Islam, tingkah laku atau budi pekerti itu

merupakan inti ajaran-ajaran agama Islam mulai dari nenek moyang kita sampai sekarang.

Dalam sabda Nabi Muhammad SAW, yang berbunyi:

Artinya : “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang

mulya”.1[1]

Kita mengetahui bahwa masyarakat kita mengharapkan kepada remaja itu untuk

menjadi pengganti generasi yang lebih tua. Maka pendidikan agama sangat berpengaruh

terhadap tingkah laku remaja. Dan remaja perlu diberikan pendidikan baik forma maupun

non formal. Sebab dalam istilah pendidikan mempunyai sasaran untuk menuju keberhasilan

pelajar-pelajar yang bertingkah laku mulya baik kepada keluarga, guru maupun masyarakat.

Akan tetapi pendidikan agama itu jangan bersifat transmisi dimana remaja itu hanya

mendengarkan saja tetapi harus menciptakan suatu lingkungan dimana remaja itu dapat

mempraktekkan teori yang sudah diajarkan sebelumnya.2[2]

Maka kita wajib bersyukur pada Allah karena taufiq dan hidayahnya sehingga para

pembentuk atau perancang Undang-Undang Dasar Negara di Indonesia ini telah meletakkan

landasan bagi pengembangan kehidupan agama yang mulya sebagaimana yang tercantum

dalam Undang-Undang Dasar 45 Pasal 29 ayat 1 dan 2 yang berbunyi :

1. Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa

1[1] Ahmad Najih, 323, Hadits dan Syair untuk Bekal Da’wah, Jakarta: PN. Pustaka Aman, 1993,

hal. 45

2[2] Kartini Kartono, Bimbingan Remaja dan Anak-Anak Bermasalah. Jakarta: PN. Rajawali. 1985.

hal. 19

Page 3: Pengaruh pendidikan islam terhadap tingkah laku remaja

2. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya dan

kepercayaan masing-masing.3[3]

B. Rumusan Masalah

Pembahasan ini hanya terbatas pada masalah remaja, sebagai penerus cita-cita para

orang tua dalam mengemban amanah untuk memajukan Agama Islam di zaman mendatang.

Agar tidak bertele-tele sehingga mudah dimengerti dan dipahami maka kiranya perlu penulis

menyampaikan rumusan masalah tersebut. Yang menjadi masalah ialah meliputi:

1. Kenapa remaja dan kenakalannya selalu menjadi sorotan di masyarakat ?

2. Sebab-sebab apakah remaja sekarang lebih condong terhadap keberutalan?

3. Sejauh manakah kebejatan moral remaja pada zaman modern ini ?

C. Tujuan Pembahasan

Adapun tujuan dari penulisan Makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Supaya kita mengetahui cara atau usaha untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja

2. Sebagai perbendaharaan bacaan perpustakaan di kampus

3. Untuk memberikan penjelasan tentang arti pentingnya pendidikan agama bagi

kehidupan remaja baik di rumah, sekolah maupun di masyarakat.

3[3] UUD 45 Panca Krida Dan Butir-Butir Pancasila disertai dengan Susunan Kabinet Pembangunan V,

Semarang : 1988. hal. 17

Page 4: Pengaruh pendidikan islam terhadap tingkah laku remaja

BAB II

FAKTA DAN MASALAH

A. Keadaan Kenakalan dan Tingkah Laku Remaja di Masyarakat

Remaja selalu menjadi tunas harapan bangsa dan negara tapi mengapa sekarang ini

sangat menarik perhatian kita semua sebagai orang tua. Dan pendidik itu sebagai anggota di

masyarakat, kita sering mendengar atau membaca di surat kabar tentang perkelahian antar

pelajar, antar sekolah dan sebagainya dan kita hadapkan pada masalah remaja yang tergabung

dalam masalah morfin yang berakibatkan fatal bagi masa depan dirinya sendiri. Masalah

yang paling tajam bagi remaja adalah remaja yang meninggalkan bangku sekolah dan keluar

masuk klub-klub orang nakal serta mengganggu keamanan masyarakat di sekitar lingkungan

kita.4[4]

Tindakan kekerasan dan agresi di kalangan anak dan remaja. Di Bandung

menyebutkan bahwa pada tahun 1987 di Jakarta terjadi 160 kasus perkelahian anyar pelajar

lalu menyusul di Jawa Timur yang paling gempar yaitu 167 kasus perkelahian, 76 kasus di

Sumatera dan sebagainya.5[5] Jadi kenakalan remaja di negara kita menjadi rata-rata 23 – 25

proses pertahun. Sedangkan penyalahgunaan narkotika berkembang lebih cepat (Kompas 3

Mei 1978). Jadi kenakalan remaja tidak saja meningkat jenis perbuatannya.6[6]

Tingkah laku remaja di masyarakat tidak hanya merusak dan nakal yang tersebut di

atas, banyak pula kegiatan-kegiatan remaja di masyarakat yang baik seperti, kegiatan atau

organisasi masyarakat, karang taruna, bahkan di jaman sekarang ini banyak masjid-masjid

yang dibuat acara-cara pertemuan ataupun dibuat beribadah, dan mereka melakukan

keaktifitasan sosial, budaya yang beraneka ragam contohnya mengadakan majlis ta’lim,

majlis diba’ dan sebagainya. Jadi banyak pula remaja-remaja yang berperan penting di

masyarakat sebagai idaman remaja yang Moslem di masyarakat.

4[4] Kartini Kartono, Bimbingan Bagi Anak dan Remaja yang Bermasalah, Jakarta: PN. Rajawali, 1985.

hal. 113

5[5] Editor Edisi, No. 1/Tahun V 21 September 1992. hal. 63

6[6] Ibid. hal. 114

Page 5: Pengaruh pendidikan islam terhadap tingkah laku remaja

B. Faktor-Faktor yang Mendorong Terjadinya Kenakalan Remaja

1. Faktor Orang Tua

a. Orang Tua terhadap anak

Orang tua mempunyai peranan penting dalam urusan keluarga terutama pada anak-

anaknya, sehingga sikap dan tingkah laku anak selalu meniru dari orang tua, sehingga satu

sama lain saling menyesuaikan dalam hal bertingkah laku dan berhubungan kepada anak-

anak. Jelas orang tua merupakan tempat pelindung dan bimbingan serta kasih sayang

terhadap anak-anaknya.

Orang tua yang ada yang bersikap memanjatkan dan ada pula yang bersikap terlalu

keras yaitu terlalu membatasi kemana anak itu bergerak atau bertingkah laku, terutama jika

terjadi suatu tindakan yang tidak sesuai dengan kehendak orang tua yang dipengaruhinya oleh

adanya faktor-faktor yang mendasari terbentuknya keluarga tersebut, terutama faktor

pendidikan yang telah diperoleh kedua orang tua.7[7]

b. Tanggung jawab orang tua terhadap anak

Yang dimaksud tanggung jawab orang tua adalah orang tua sadar dan mengetahui

kedudukannya sebagai pelindung dalam hal kewajiban dan membina keluarga mulai sejak

dari anak dilahirkan, baik mental atau keamanan serta kesehatan jasmani anak baik dan

buruknya anak dalam keluarga adalah merupakan tanggung jawab dan hakekatnya anak itu

dilahirkan dalam keadaan suci maka anak itu harus diberikan pendidikan dan hal-hal yang

baik harus dibiasakan sejak kecil dan kebiasaan yang terpuji menurut ajaran Islam. Sesuai

dengan seruan Allah yang berbunyi:

”. (QS.

At-Tahrim: 6)

Artinya; Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka

yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar,

7[7] Zakiyah Derajat DR. Prof, Ilmu Jiwa Agama, Jakarta: Bulan Bintang. 1979

Page 6: Pengaruh pendidikan islam terhadap tingkah laku remaja

keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan

selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (At-Tahrim;6)

2. Faktor di Sekolah

a. Hubungan Guru dan Murid

Hubungan guru dengan murid memadukan dua populasi yang tidak sederajat

kebudayaannya guru diilhami dengan peradaban, sedangkan murid merupakan orang yang

diberi peradaban. Jadi guru secara eksplisit mengadakan komunikasi dengan murid sehingga

ia mengetahui apa yang terjadi dan bisa mencegah pelajaran, ikut banyak terlibat dalam

kegiatan-kegiatan yang mengganggu tidak terlalu asyik dengannya, membina arus perubahan

kegiatan, mengelola resitasi dengan cara yang bisa membuat murid sibuk (misalnya,

menciptakan ketidak pastian tata aturan yang mewajibkan murid).

KOUNIN yang menganalisa pencegahan (desist) atau strategi guru dalam mencegah

perbuatan yang tidak pantas dan pengaruh kedisiplinan terhadap kelompok, misalnya dengan

pencegahan yang dilakukan dengan marah itu akan lebih banyak pengaruhnya terhadap

murid. Dia juga menyimpulkan bahwa reaksi murid sekolah menengah atas terhadap

pencegahan dengan di lingkungan oleh guru, ada kaitannya dengan motivasi pelajar murid

dan sikapnya terhadap guru. Jadi di dalam kelas itu sendiri guru bisa berhubungan dengan

murid secara perorangan dibandingkan dengan pendekatan formal dan struktur peranan dan

juga bertindak sebagai pendukung antara murid dan aspek-aspek yang lebih ketat dalam

sistem pendidikan yang formal.

b. Hubungan Murid dengan Murid

Sebagaimana dinyatakan oleh seorang pengamat, kelompok teman sebanyak murid

dianggap sebagai akarnya kelas (cohen) pada tahun 1972 pada umumnya kelompok tersebut

dipandang dengan rasa curiga dan kuatir oleh guru yang berusaha menguasai kelas. Para ahli

sosiologi berpendapat bahwa kelas memiliki sejumlah sistem status teman sebaya bahwa

sebagai murid mempengaruhi sikap dan tingkah laku murid lain di sekolah (menurut

terminology sosiologi, murid bertindak sebagai refence group bagi murid lainnya. Aspek

hubungan murid dengan murid yang paling banyak mendapat perhatian ialah perasaan murid

terhadap satu sama lain sebagaimana yang diukur dengan tehnik yang disebut analisis

sosiometri).

Page 7: Pengaruh pendidikan islam terhadap tingkah laku remaja

Bila dialihkan pengertiannya maka hal ini menyatakan bahwa murid mencapai hasil

belajarnya jika murid melihat adanya kepentingan hasil yang dicapai dengan baik, maka

murid tersebut mendapatkan penghargaan dari teman sebayanya, apabila niscaya berguna

untuk masuk perguruan tinggi.8[8]

3. Faktor Lingkungan Masyarakat

a. Kondisi Lingkungan

Lingkungan sekitar tempat tinggal anak sangat mempengaruhi perkembangan

kepribadian anak. Di situlah anak memperoleh pengalaman bergaul dengan teman-teman di

luar rumah dan sekolah. Kelakuan anak harus disesuaikan dengan norma-norma yang ada di

lingkungan itu. Lingkungan sekitar rumah memberikan pengaruh sosial pertama pada anak,

di luar keluarga di situlah ia dapat pengalaman untuk mengenal lingkungan sosial baru yang

berlainan dengan yang dikenal di rumah.

Dalam kondisi itu anak dapat mempelajari hal-hal yang baik akan tetapi mereka dapat

juga mempelajari kelakuan yang baik, tergantung pada sifat kelompoknya anak-anak dapat

dengan mudahnya mempelajari kata-kata kotor dan kenakalan dari teman-temannya. Daerah

anak-anak nakal akan menghasilkan anak-anak nakal pula. Jadi dimana anak bergaul dan

bermain tercermin pada kelakuan anak tersebut orang tua dan para pendidik untuk

mengusahakan lingkungan yang sehat di luar rumah, untuk itu perlu adanya kerjasama dan

bantuan dari seluruh masyarakat.9[9]

b. Pendidikan Masyarakat Setempat

Berdasarkan kacamata sosiologi dinyatakan oleh penganut-penganutnya

DURKHEIM, seorang dididik dalam konfeks pendidikan tidak layak di menara khayal yang

terasing dengan masyarakat. Atas dasar itu, relevan atau tidak, praktis atau tidak, berguna

atau tidak sajian pendidikan yang diberikan, patokan pengukurnya ialah kebutuhan, hajat,

atau tuntutan obyektif masyarakat itu sendiri. Pendidikan mesti difikirkan dan dirancang

sejalan dengan kebutuhan dan tuntutan obyektif (politik, sosial, ekonomi) yang berkembang

di masyarakat.

8[8] Drs. Sanapiah Faisol. Sosiologi Pendidikan, hal. 187 - 189

9[9] Ibid. hal. 173

Page 8: Pengaruh pendidikan islam terhadap tingkah laku remaja

Sekarang pendidikan bertugas mengantarkan anak didik ke dunia masyarakat dan ke

dunia pengetahuan supaya mereka terbekali untuk hidup selaku warga masyarakat atau warga

negara baik dalam dunia rumah tangga, dunia kerja, dunia kenegaraan, dan sebagainya. Yang

jelas pada masyarakat kini semakin relevan suatu pendidikan yang dirancang untuk hidup,

(pendidikan untuk hidup seutuhnya dan untuk hidup seutuhnya dan belajar sepanjang hidup).

(Learning to be, and learning how to) (carn).10[10]

10[10] Ibid. hal. 129 - 130

Page 9: Pengaruh pendidikan islam terhadap tingkah laku remaja

BAB III

ANALISA DAN PEMECAHAN MASALAH

A. Hakekat Pendidikan Agama

Pendidikan berarti usaha-usaha sistematis dan pragmatis dalam membentuk anak

didik agar supaya mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam.11[11] Jadi yang dimaksud

dengan pendidikan agama bukanlah pendidikan (khusus) agama melainkan pendidikan yang

berdasarkan agama atau menurut pandangan agama. Dan mutlak harus diberikan kepada

pelajar baik lewat formal maupun non formal.

Apalagi sejak pengumuman Menteri pendidikan dan kebudayaan (Prof. Dr. Bander

Johan) dan Menteri Agama (KH. A. Wahid Hasyim). Pada satu Pebruari 1951 telah

menetapkan peraturan pendidikan agama di sekolah-sekolah, sebagai berikut:

- Di sekolah – sekolah rakyat pendidikan agama diajarkan dua jam dalam satu minggu,

di sekolah lanjutan atas, baik sekolah umum maupun sekolah fak, diajarkan tidak boleh

melebihi empat jam dalam satu minggu.

- Guru-guru agama dilarang mengajarkan segala sesuatu yang mungkin dapat

menyinggung perasaan orang yang memeluk agama dan kepercayaan yang lain.

Pengumuman bersama ini dapat memberikan jiwa dan makan substansial dan

terhadap konsepsi dan pelaksanaan nasional kita. Pendidikan agama sebagai proses

memanusiawikan manusia agar mencapai tingkat optimal aktualisasi dirinya dalam rangka

peribadatannya kepada kholik. Oleh karena itu kita tidak mungkin untuk menerima sesuatu

konsepsi pendidikan yang dapat memerosotkan tingkat kepekaan keagamaan anak didik.

Pemerosotan tingkat keagamaan dan peningkatan perusuhan persepsi keagamaan harus

dicegah.12[12] Kepada seluruh lembaga-lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar sampai

ke perguruan tinggi, agar mereka tidak memisahkan antara ilmu dan agmaa lalu mengajarkan

11[11] Sukartini A, Ghofir, Slamet Yusuf, Metodik Khusus Pendidikan Agama, Surabaya: PN. Usaha

Nasional, 1981, hal. 25

12[12] Ahmad Tafsiri, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, Jakarta: PN. Remaja Rosdakarya, 1982,

hal. Pendahuluan

Page 10: Pengaruh pendidikan islam terhadap tingkah laku remaja

ilmu pengetahuan terpisah dari ilmu dari agama dan ilmu agama terpisah dari ilmu

pengetahuan. Pemisahan ini sangat jelek pengaruhnya terhadap pendidikan dan betapa lebih

jeleknya pengaruhnya terhadap pendidikan dan betapa lebih jeleknya jika di sekolah-sekolah

diajarkan materi-materi pelajaran dengan berbagai metode yang berlawanan dengan

gambaran dan ajaran-ajaran agama tersebut.13[13]

B. Peranan Remaja Sebagai Generasi Muda Islam

Pada mulanya apakah itu disebut pemuda, remaja, generasi muda Islam, niscayalah itu

juga maksudnya yaitu kata yang mengandung pengertian, manusia yang berasal dari

kelompok umur tertentu, biasanya antara umur 15 sampai dengan 40 tahun.14[14] Sekarang

kelompok remaja di Indonesia berjumlah kurang lebih sepertiga dari penduduk Nusantara ini.

Sehingga generasi muda Islam diarahkan untuk mempersiapkan kader-kader perjuangan

Islam dan pembangunan nasional. Dengan materi pendidikan, keterampilan, kesejahteraan

jasmani, daya kreasi, patriotisme, idealisme, kepribadian dan budi pekerti yang luhur. Untuk

itu perlu diciptakan iklim yang sehat sehingga kemungkinan kreatifitas generasi Islam

berkembang secara wajar dan bertanggung jawab. Untuk itu perlu adanya usaha-usaha guna

mengembangkan generasi muslim untuk melihatkannya dalam proses kehidupan berbangsa

dan bernegara serta melaksanakan pembangunan nasional.15[15]

Jadi generasi Islam harus bisa menempa diri, berdidikasi tinggi, dan penuh tanggung

jawab. Jika semata-mata bergantung pada yang lebih tua baik dalam bersikap, bertindak laku,

dan menyuarakan fikiran dan pendapat, tentu hal ini sangat disayangkan, bukan berarti bahwa

generasi muda harus menolak atau menutup diri terhadap kalangan generasi yang lebih tua.

Barangkali akan lebih bijaksana jika pendapat atau pikiran generasi yang lebih tua itu

didengar dan dipertimbangkan terhadap kepentingan dan aspirasi pemuda maka suara mereka

belum tentu negatif semua. Maksudnya agar kita lebih arif mempertimbangkan sesuatu yang

perlu diikuti dan mana yang tidak relevan dijadikan pegangan.

13[13] Ridwan Saidi, Islam dan Moralitas Pembangunan, Jakarta: PN. Pustaka Panji Emas, 1984, hal. 3

14[14] M. Ja’far, Beberapa Aspek Pendidikan Islam, Surabaya: PN. Al-Ikhlas, 1981, hal. 72

15[15] Andi Mappiri, Psikologi Remaja, Surabaya : PN. Usaha Nasional, 1982, hal. 122

Page 11: Pengaruh pendidikan islam terhadap tingkah laku remaja

Maka kita sebagai generasi muda jangan hanya mendendakan kejayaan masa lalu,

tidak hanya meratapi kekalahan masa kini dan tidak hanya berangan-angan untuk

mendapatkan kemenangan akan datang. Akan tetapi generasi Islam harus memiliki keyakinan

bawa kejayaan itu bisa dicapai dengan berbanga-bangga, tetapi dengan prestasi bukan hanya

banyak bicara. Dan generasi muda harus berprinsip bahwa penanggulangan tragedi saat ini.

Dan merealisasikan cita-cita hari esok akan terwujud dengan bekerja keras.16[16]

C. Langkah-Langkah Pencegahan Terhadap Kenakalan Remaja

Maka kita tidak akan cepat-cepat menyalakan remaja setiap mereka membuat

keributan, tapi masalah ini juga menyangkut kita semua, baik pemerintah, orang tua,

pendidik, maupun masyarakat.

Dari pemerintah juga sering melakukan pencegahan-pencegahan terhadap kenakalan

di kalangan remaja dengan berbagai cara diantaranya adalah :

1. Pembinaan preventif yaitu pembinaan dan langkah-langkah yang bersifat pencegahan

seperti ceramah-ceramah keagamaan, penyuluhan di sekolah-sekolah dan kegiatan-kegiatan

sekolah yang bersifat positif. Petugas Kepolisian juga mengadakan operasi ke sekolah untuk

mencegah terjadinya kenakalan remaja yang semakin brutal dan tak terkendali. Operasi ini

banyak melibatkan dari aparat pemerintah seperti kamtip pemda, sampai aparat departemen

P & K yang paling komputen dalam mengurusi masalah ini.17[17]

2. Pembagian refresif yaitu tindakan yang dilakukan oleh aparat Kepolisian dengan

melakukan penangkapan dan pemeriksaan kepada oknum remaja yang dicurigai atau yang

kedapatan bukti dan petunjuk yang menyangkut masalah tersebut. Sedangkan upaya-upaya

yang dilakukan aparat terhadap mereka dengan melakukan pendataan dan pendataan nama,

pendekatan kepada orang tua atau guru setempat dengan disuruh membuat surat pernyataan

yang intinya tidak akan mengulangi kenakalannya. Dan ada pada petunjuk atau bukti

melakukan tindakan pidana kriminal maka akan diproses secara hukum diseret ke pengadilan.

16[16] Dewi Permatasari, Membangun Kemandirian Pemuda, Jawa Pos, Senin Kliwon 2 Nof. 1992

(opini), hal. 4

17[17] Yusuf Qordowi, Generasi Idaman, Jakarta: PN. Media Dakwah, 1990, hal. 144

Page 12: Pengaruh pendidikan islam terhadap tingkah laku remaja

Upaya-upaya Kepolisian harus didukung sepenuhnya oleh seluruh masyarakat dan

partisipasi kita semua untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja.

Page 13: Pengaruh pendidikan islam terhadap tingkah laku remaja

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Pendidikan agama merupakan salah satu terjadinya kenakalan remaja yang perlu

diberikan pelajaran baik melalui pelajaran orang tua atau pendidikan sekolah ataupun

masyarakat.

2. Pendidikan adalah salah satu dari aspek sasaran pembangunan bangsa menempati

bagian dasar dalam usaha pendidikan yang tujuan membentuk pribadi yang luhur dan

bertaqwa.

3. Dengan mengetahui faktor-faktor dan latar belakang yang mendukung terjadinya

kenakalan remaja, maka kita tidak mau cepat-cepat menyalahkan remaja, disana setiap

mereka membuat kesalahan atau keributan-keributan akan tetapi masalah ini menyangkut

semua pihak.

4. Pendidikan yang diberikan kepada anaknya hendaklah dimulai dari kecil.

5. Pendidikan adalah sebagai usaha, membawa manusia itu menuju kepada tujuan yang

akhir, mendapat ketawakalan dalam agama Islam. Tujuan itu adalah penyerahan diri kepada

Allah SWT, sebagai tujuan hidup semua manusia alam sekitarnya.

B. Saran-Saran

1. Hendaknya kita selalu menjaga dan memelihara tingkah laku (budi pekerti)

2. Kita sebagai generasi muda yang muslim jangan selalu bergantung pada generasi yang

lebih tua, baik dalam bersikap, bertingkah laku, maupun menyuarakan pikiran atau pendapat.

3. Wajib bagi kita untuk selalu mencegah atau menghentikan terjadinya kenakalan di

kalangan remaja.

4. Kepada para pendidikan janganlah mengadakan pengajaran ilmu pengetahuan terpisah

dari ilmu agama dan ilmu agama terpisah dari ilmu pengetahuan.

Page 14: Pengaruh pendidikan islam terhadap tingkah laku remaja

5. Dan bagi semua orang tua hendaknya mengetahui manfaat pendidikan terhadap anak.

6. Orang tua harus dapat menemukan pengaruhnya secara positif kepada anak-anaknya.

Alhamdulillah dengan rasa syukur Allah yang telah memberikan karunianya sehingga

penulis dapat menyelesaikan Makalah ini, tetapi penulis menyadari bahwa penulis Makalah

ini masih jauh dari sempurna. Melainkan penulis merasa bahwa di dalam Makalah ini masih

banyak kekeliruan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan teguran dan kritikan pembaca

yang bersifat mendorong. Akhirnya semoga Makalah ini bermanfaat, bagi penulis maupun

bagi para pembaca.

Page 15: Pengaruh pendidikan islam terhadap tingkah laku remaja

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Najih, 323 Hadits dan Syair untuk Bekal Da’wah, Jakarta: PN. Pustaka Aman, 1993

Ahmad Tafsiri, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, Jakarta: PN. Remaja Rosdakarya,

1982

Dewi Permatasari, Membangun Kemandirian Pemuda, Jawa Pos, Senin Kliwon 2 Nof. 1992

Editor Edisi, No. 1/Tahun V 21 September 1992

Kartini Kartono, Bimbingan Remaja dan Anak-Anak Bermasalah. Jakarta: PN. Rajawali.

1985.

M. Ja’far, Beberapa Aspek Pendidikan Islam, Surabaya: PN. Al-Ikhlas, 1981

Ridwan Saidi, Islam dan Moralitas Pembangunan, Jakarta: PN. Pustaka Panji Emas, 1984

Sukartini A, Ghofir, Slamet Yusuf, Metodik Khusus Pendidikan Agama, Surabaya: PN. Usaha

Nasional, 1981

UUD 45 Panca Krida Dan Butir-Butir Pancasila disertai dengan Susunan Kabinet

Pembangunan V, Semarang : 1988

Yusuf Qordowi, Generasi Idaman, Jakarta: PN. Media Dakwah, 1990

Zakiyah Narazat, Problem Remaja Indonesia, Jakarta: PN. Bulang, 1978, Cet. III,

Zakiyah Derajat DR. Prof, Ilmu Jiwa Agama, Jakarta: Bulan Bintang. 1979

Page 16: Pengaruh pendidikan islam terhadap tingkah laku remaja