landscape januari 2015

Download Landscape januari 2015

Post on 07-Apr-2016

224 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Menurut Pasal 9 UU Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Seperti yang kita ketahui di lingkungan kampus Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UniversitasIslam Indonesia (UII) ini masih banyak perokok yang kurang memerhatikan situasi dan kondisi di sekitarnya sehingga memengaruhi kualitas lingkungan. Lingkungan yang tercemar asap rokok ini tidak bisa lagi disebut sebagai lingkungan yang sehat karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi yang tidak merokok.

TRANSCRIPT

  • Buletin Mahasiswa FTSP

    Mengungkap Sisi Lain MerokokHak dan Rokok

    Wacana Regulasi Rokok di FTSP

    SOLID / LANDSCAPE EDISI JANUARI 2015

    Ilust

    rasi

    : M. I

    rfan

    Ardi

    ansy

    ah

    Forum Aspirasi Mahasiswa FTSP

  • 2LA

    ND

    SCAP

    EJA

    N 20

    15

    Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kepa-da Allah SWT yang masih memberi kami kemauan dan kemampuan untuk menerbitkan LANDSCAPE

    edisi Januari ini. Sebelumnya, kami mengucapkan selamat tahun baru 2015. Di LANDSCAPE edisi pertama di tahun 2015 ini kami berharap mampu menyajikan sesuatu yang berbeda dari biasanya, namun te-tap bisa dinikmati oleh semua pembaca. Kami menyadari masih ba-nyak kekurangan di sana-sini, tapi semoga dari kekurangan itu semua informasi yang kami berikan tetap bisa tersampaikan. Karena itu kri-tik dan saran yang membangun untuk LANDSCAPE yang lebih baik sangat kami harapkan dari pembaca. Akhir kata, Salam PERSMA!

    Di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII sejauh ini belum mempunyai regulasi yang mengatur tentang rokok. Sebelumnya, ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FTSP periode 2013-2014, Rifkhy Adhi Prasojo melontarkan kritikan terhadap dekan saat itu. Kritikan disampaikan karena adanya keputusan sepihak dari dekan. Menurutnya, tidak seharusnya spanduk larangan mero-kok dipasang tanpa ada musyawarah bersama. Bagaimana keber-lanjutan regulasi tersebut?

    Alamat Redaksi: Jalan Kaliurang Km 14,5 Kampus Terpadu FTSP UII Basement, Yogyakarta 55581. 085729298675 | lpmsolidftspuii@gmail.com fax 895330

    @solidftspuii | Instagram @solidftspuii

    DA

    FTAR

    ISI

    Wacana Regulasi Rokok di FTSP4

    Mengungkap Sisi Lain Merokok 6Di Indonesia, kebiasaan merokok itu muncul saat seseorang

    itu beranjak remaja. Menarik ungkapan Arief Fahmie selaku do-sen Psikologi Fakultas Psikologi dan Sosial Budaya (FPSB) bahwa rata-rata perokok di Indonesia merupakan remaja atau masa per-alihan remaja dan jarang sekali dimulai ketika anak-anak. Faktor lingkungan menjadi penyebab utama merokok.

    DAFTAR ISI

    SAPAAN

    2 10 133 11 148 12 15

    DAFTAR ISISapaan Redaksi

    OPINIHak dan Rokok

    KARIKATUR

    EDITORIALSurat Pembaca

    IPTEKBBM Mahal? Kini Serbuk Gergaji Bisa Jadi Bensin

    RESENSIPeranakan dan Nasionalisme

    GALERIKoran di Minggu Pagi

    MATARAMANSyiar Islam Melalui Sekaten

    POLINGMenyoal Rokok di FTSP

    PEMIMPIN UMUMArya Praditya G

    PIMPINAN BIRO UMUM Osi Novenda S

    STAFF BIRO UMUMLuthfiana RahmasariPEMIMPIN REDAKSI

    Andi Mufly M.MREDAKTUR PELAKSANA

    Fathia R.N.HusnaREDAKTUR FOTOIqbal Ramadhan

    REDAKTUR LAYOUT DAN ILUSTRASIArifin Agus S

    STAFF REDAKSI Sofiati Mukrimah, Nurul Fajri, Baiq Raudhatul J, Adi Nugroho

    PIMPINAN P3Helmy Badar N

    STAFF P3M. Arief Guswandi, Muhammad Irfan A,

    Bowin Yulianti, Mia Erpinda

  • 3LA

    ND

    SCA

    PE

    JAN

    20

    15ED

    ITO

    RIA

    L

    Menurut Pasal 9 UU Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, setiap orang berhak atas ling-kungan hidup yang baik dan sehat. Seperti yang kita ketahui di lingkungan kampus Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) ini masih banyak perokok yang kurang memerhatikan situasi dan kondisi di sekitarnya sehingga memengaruhi kualitas lingkungan. Lingkungan yang tercemar asap rokok ini tidak bisa lagi disebut sebagai lingkungan yang sehat karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi yang tidak merokok.

    Di tahun 2013, Fakultas Hukum (FH) UII telah mengeluarkan kebijakan resmi terkait kawasan bebas asap rokok. Untuk FTSP sendiri baru sebatas memberikan himbauan yang pelaksanaannya pun belum sistematis karena hanya berupa tulisan dan tidak ada tindak lanjutnya seperti teguran. Teguran tidak bisa diberikan karena tidak ada instruksi yang jelas siapa-siapa saja yang diberikan kewenangan untuk menegur. Namun, seringkali perokok yang masih merokok di sembarang tempat berkilah bahwa merokok merupakan hak yang tidak bisa diganggu gugat. Padahal, menurut Eko Riyadi, Direktur Pusat Studi Hak Asasi Manusia (PUSHAM) UII, yang perlu dilindungi oleh institusi adalah mereka yang tidak merokok. Namun, perlindungan ini harus dibarengi dengan penyediaan fasilitas untuk perokok. Lalu, seberapa penting regulasi terkait rokok di FTSP?

    EDITORIAL

    SURAT

    Dari : Mawar - Mahasiswi yang suka di mushola Untuk : Petinggi FTSPBagian perempuan pada mushola terlalu terbuka sehingga kita tidak bebas untuk berbenah diri setelah beribadah. Tolong beri sekat yang tinggi agar ketika laki-laki lewat tidak dapat melihat bagian perempuan. Sering laki-laki yang sedang nongkrong di depan dapat melihat kami (kan malu mau dandan). Dan mukenanya bau, baunya luar dalam, tolong sering-sering dicuci. Lalu mengenai mahasiswa yang merokok yang sudah nggak bisa dihindarkan, tolong bikin smoking area. Banyak mahasiswa/i yang memiliki penyakit dalam maka dr itu demi kesehatan bersama antara perokok dan pasifer, tolong realisasikan smoking area ini (diharapkan setiap lantai ada)Terima kasih

  • LANDSCA

    PE

    4JA

    N 20

    15

    "Dalam kampus kita yang harus dilindungi oleh kampus adalah me-reka yang tidak merokok. Bagi yang merokok seperti apa? Ya tidak apa-apa. Silahkan saja itu kan hakmu. Tetapi merokoknya di tempat yang disediakan, yang tidak mengganggu mereka yang tidak merokok."

    Eko Riyadi- Direktur PUSHAM UII

    Oleh: M.Irfan ArdiansyahReporter: Sofiati Mukrimah, Mufli M.M, Arifin Agus. S, Luthfiana Rahmasari

    Foto : Iqbal Ramadhan, M.Irfan Ardiansyah

    Wacana Regulasi Rokok di FTSP

    LAPORANUTAMA

    Setiap warga negara mempunyai hak yang sama dalam menja-lani kehidupan. Oleh karena itu, negara harus memenuhi hak-hak dan kewajiban masyarakat dengan menyediakan berbagai fasilitas dan pelayanan bagi setiap warganya. Uni-versitas sebagai institusi sepatutnya harus memenuhi hak dan kewajiban mahasiswa yang bertindak sebagai warga di dalamnya.

    Salah satu Hak Asasi Manusia yang dimiliki mahasiswa adalah hak atas lingkungan yang sehat. Hal ini termaktub dalam UU no. 39 tahun 1999 pasal 9 ayat 3 yang menyatakan bahwa setiap orang berhak atas ling-kungan hidup yang baik dan sehat.

    Dalam Peraturan Pemerintah Re-publik Indonesia Nomer 19 Tahun 2003, dikatakan bahwa rokok meru-pakan salah satu zat adiktif yang bila digunakan mengakibatkan bahaya bagi kesehatan individu dan masya-rakat, oleh karena itu perlu dilakukan

    berbagai upaya pengamanan. Menu-rut Titik Kuntari, dosen prodi Teknik Lingkungan (TL) menuturkan bahwa selain berbahaya terhadap kese-hatan, rokok juga berdampak buruk pada kualitas lingkungan.

    Di Fakultas Teknik Sipil dan Peren-canaan (FTSP) UII sejauh ini belum mempunyai regulasi yang mengatur tentang rokok. Sebelumnya, ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FTSP periode 2013-2014, Rifkhy Adhi Prasojo melontarkan kritikan terha-dap dekan saat itu. Kritikan disam-paikan karena adanya keputusan sepihak dari dekan. Menurutnya, tidak seharusnya spanduk larangan merokok dipasang tanpa ada mu-syawarah bersama. Waktu saya tanyain, ternyata itu dari dekannya yang nyediain bukan dari rapat sama mahasiswa. Itu keputusan sepihak dari dekan, ucap mahasiswa yang biasa dipanggil bang Haji. Hal ini di-benarkan oleh Suradi, kepala Bagian

    Umum FTSP. Bahkan berdasarkan penjelasannya, dulu saat Mocham-mad Teguh masih menjabat sebagai dekan FTSP, regulasi tentang rokok hanya tinggal proses tanda tangan. Kan saya sudah buat surat 3 jurus-an tapi belum tanda tangan jadi saya gak tau kok belum ditandatangani. Tidak jadi. lanjut Suradi. Mochamad Teguh sendiri mengakui bahwa surat edaran atau regulasi saat itu tidak ditandatangani karena tidak adanya regulasi dari UII sendiri. Karena itu, dekan FTSP periode 2009-2014 ini hanya mengandalkan himbauan be-rupa spanduk dan sanksi moral bagi perokok.

    Setelah sempat akan dijadikan ke-bijakan, hingga kini larangan mero-kok di FTSP masih sebatas himbauan. Sejauh ini baru sebatas himbauan, belum tertulis secara definitive, kata Setya Winarno yang menjabat seba-gai wakil dekan FTSP. Himbauan ini juga tidak berjalan dengan lancar,

    LAP

    UT

    Dua orang karyawan tengah menggunakan salah satu area merokok yang telah di sediakan di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan.

  • 5LA

    ND

    SCA

    PE

    JAN

    20

    15

    pasalnya masih banyak mahasiswa yang merokok sembarangan. Sehing-ga mahasiswa yang tidak merokok pun terkadang merasa terganggu, Beberapa kali terganggu di saat-saat butuh konsentrasi, contohnya dalam kelas, tiba-tiba ada yang merokok kan terganggu juga, kata Tarmizi Ta-her Nuhuyanan, mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2012 .

    Di samping itu, Tarmizi yang juga menjabat sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) UII menilai himbauan ter-sebut tidak dipatuhi mahasiswa ka-rena tempat yang disediakan untuk perokok dirasa belum layak. Tempat merokok hanya tersedia di beberapa titik dan lokasinya kurang strate-gis,Kawasan merokok itu hanya ada di pojok-pojok dan hanya di lantai dua dan lantai tiga, ya mana mung-kin anak yang ada di lantai satu mau naik kesana cuma untuk merokok. Dan kebanyakan tempat merokok di samping wc, dan wc cewek pula, nah itu kan nggak enak.

    Soal kawasan merokok itu, Suradi menjelaskan bahwa itu inisi-atif dari pimpinan lama. Namun soal keoptimalannya, Suradi membe-narkan kawasan merokok memang belum optimal karena masih dibuat seadanya. Di sini kan baru sebatas kaya pengen langsung mengadakan tapi kan sebenernya kurang kondu-sif lah. Tempatnya aja masih kurang. Masih belum seperti yang diharap-kan, akunya.

    Senada dengan