keunggulan dan keberkahan dinar

Click here to load reader

Post on 07-Apr-2018

218 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 8/4/2019 Keunggulan Dan Keberkahan Dinar

    1/22

    Keunggulan dan Keberkahan Dinar

    Oleh : Agustianto

    Ketua I DPP IAEI dan Dosen Pascasarjana Ekonomi Syariah Universitas Indonesia

    Sebelum menguraikan keunggulan dinar, akan dipaparkan terlebih dahulu mengenai sejarah

    dinar dirham secara ringkas, pengertian dinar dirham dan dinar-dirham dalam ayat Alquran.

    Sekilas Sejarah Dinar

    Sebelum kedatangan Islam, dinar merupakan mata uang yang digunakan dalam transaksi

    perdagangan, baik international maupun domestik. Bangsa Arab yang dikenal sebagai pedagangbanyak melakukan kegiatan dagang dengan bangsa Romawi Byzantium, Bangsa Persia dan para

    pedagang lain yang melewati negeri Arab. Berbagai jenis uang dinar emas dan perak dirhamberedar dalam perdagangan mereka.

    Pada saat itu, kota Makkah menjadi pusat perdagangan dan pertukaran mata uang, sehingga

    banyak para pedagang dari berbagai negeri datang ke kota Makkah untuk bertemu danmelakukan transaksi perdagangan dengan menggunakan mata uang dinar dan dirham. Kota

    Mekkah ketika itu menjadi kota dagang internasional yang dilalui tiga jalur besar perdagangandunia, Pertama, lalu lintas perdagangan antara Romawi dan India yang melalui Arab, dikenal

    sebagai jalur dagang Selatan. Kedua, jalur dagang Romawi dan Persia disebut sebagai jalurdagang Utara, Ketiga, jalur dagang Sam dan Yaman disebut jalur Utara-Selatan.

    Masyarakat Arab Quraish memiliki tradisi melakukan perjalanan dagang dua kali dalam setahun,yaitu pada musim panas ke negeri Syam (Syria sekarang) dan pada musim dingin ke negeri

    Yaman.(Hasan, 2005: 31). Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Quraisy ayat 1-4 :

    Artinya :Karena kebiasaan orang-orang Quraish, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian padamusim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyambahTuhan pemilik rumah ini

    (Kabah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar danmengamankan dari ketakutan (QS Al-Quraisy:1-4)

    Ketika Islam datang, Rasulullah menerima keberadaan mata uang dinar dan dirham sebagai alat

    pertukaran dan pembayaran, Penerimaan Rasululllah akan mata uang dinar dan dirham disebut

    sebagai sunnah taqririyah (pengakuan dan penerimaan nabi atas praktek yang ada pada saat itu.)

    Anwar, dalam makalahnya, Sejarah Penggunaan Matawang Dinar yang dipresentasikan padaNational Dinar Conference di Kuala Lumpur, (2002) mengatakan bahwa mata uang dinar telah

    mulai dicetak dan digunakan sejak masa awal pemerintahan Islam. Namun, kata dinarbukanlah berasal dari bahasa Arab, tetapi berasal dari bahasa Yunani dan Latin. Secara bahasa,

    dinar berasal dari kataDenarius (Romawi Timur) dan dirham berasal dari bahasa Aramaic-Persiayaitu dari kata Drachma (Persia). Dalam versi lain dikatakan dirham diambil dari uang perak

  • 8/4/2019 Keunggulan Dan Keberkahan Dinar

    2/22

    Drahms, yang digunakan orang-orang Sassan di Persia. Drahmstelah diambil dari nama uangperakDrachmayang digunakan oleh orang-orang Yunani.

    Dalam sejarah umat Islam, Rasulullah dan para sahabat menggunakan dinar dan dirham sebagai

    mata uang mereka, disamping sebagai alat tukar, dinar dan dirham juga dijadikan sebagai standar

    ukuran hukum-hukum syari, seperti kadar zakat dan ukuran pencurian. Pada masa kenabian,uang dinar dan dirham digunakan sebagai alat transaksi perdagangan oleh masyarakat arab.

    Dinar dan dirham yang pertama sekali digunakan umat Islam, dicetak oleh orang-orang Persia.Mata uang yang pertama dicetak itu adalah Dirham perak Sassanian Yezdigird III dalam bentuk

    koin (logam) yang selanjutnya digunakan umat Islam untk pertama kalinya dalam sejarah Islam.Tahun 20 H, Umar bin Khathab mencetak dinar baru dengan pola tetap seperti dinar Romawi

    hanya di tambah lafadz Bismillah dan Bismillaahirrohmaanirrohiim.

    Dinar dan dirham yang digunakan pada masa Khalifah Usman bin Affan juga tidak jauh berbeda

    dengan koin yang digunakan bangsa Persia, kecuali perbedaan penulisan bahasa di sisi uang

    Dirham tersebut. Penulisan bahasa Arab dengan nama Allah dan bagian dari ayat-ayat al-Qurandi Dinar dan Dirham sudah menjadi budaya umat Islam kala itu tatkala mencetak uang Dinar.

    Dinar dan dirham dicetak pertama kali pada masa pemerintahan khalifah Abdul Malik binMarwan pada tahun 695 M/77 H. Beliau mengarahkan Al-Hajjaj untuk mencetak Dirham dengan

    nilai 10 Dirham yang mempunyai harga sama dengan 7 Dinar (mithqal). Setahun kemudian,beliau menyerukan agar Dinar dicetak dan digunakan di seluruh wilayah kekuasaannya. Di koin

    Dinar itu, kata-kata Allah adalah Esa dan Allah adalah Abadi ditulis menggantikan gambar-gambar binatang yang sebelumnya tertera di Dinar. Sejak saat itu, uang Dinar telah pula dicetak

    berbentuk bulat, di satu sisi bertuliskan La Ilaha Illallah dan Alhamdulillah dan di sisi laintertera nama Khalifah yang mencetak uang dan tanggal pencetakannya.

    Kemudian, sudah menjadi hal yang lumrah, di atas koin Dirham ditulis Sallallahu Alayhi WaSallam dan kadang-kadang ditulis pula potongan ayat-ayat al-Quran. Dinar dan Dirham tetapmenjadi mata uang sah umat Islam kala itu sampai runtuhnya khalifah Islamiyah. Sejak

    keruntuhan khalifah Islamiyah, berbagai jenis dan bentuk uang kertas dan logam ( fiat money)mulai diperkenalkan.

    Menurut hukum Islam, uang dinar yang dipergunakan adalah setara 4,25 gram emas 22 karatdengan diameter 23 milimeter. Standar ini telah ditetap pada masa Rosulullah dan telah

    dipergunakan oleh World Islamic Trading Organization (WITO) hingga saat ini. Sedangkanuang dirham setara dengan 2.975 gram perak murni. Dinar dan dirham adalah mata uang yang

    berfungsi sebagai alat tukar baik sebelum datangnya Islam maupun sesudahnya (Sanusi, 2002).

    Dalam perjalanannya sebagai mata uang yang digunakan, dinar dan dirham cenderung stabil dantidak mengalami inflasi yang cukup besar selama 1500 tahun. Penggunaan dinar dan dirham

    berakhir pada runtuhnya khalifah Islam Turki Usmani 1924.

    Di Bumi Nusantara, Dinar dan Dirham sudah mulai digunakan ketika Sultan Muhammad Malik

    Al-Zahir (1297-1326) berkuasa di Kerajaan Samudera Pasai. Dinar Pasai memiliki berat 0,60

  • 8/4/2019 Keunggulan Dan Keberkahan Dinar

    3/22

    gram dan berdiameter 10 mm mempunyai mutu 18 karat. Di bagian depan Dinar Pasai terteranama Muhammad Malik Al-Zahir dan di bagian belakangnya tertera ungkapan al-Sultan al-Adl.[1]Seperti di Pasai, mata uang emas yang digunakan di Kelantan-Patani pada kurun yangsama yang terdiri dari jenis-jenis kijang dan dinar matahari juga tertera di atasnya tulisan Malikal-Adl.

    Ungkapan yang sama juga tertera pada uang Timah Terengganu yang disebut Pitis yangdigunakan pada tahun 1838. Di Negeri Kedah pula, Sultan Muhammad Jiwa Zainal Syah II

    (1710-1760) turut mengeluarkan mata uang emas yang dinamakan Kupang yang ditempaungkapan Adil Syah yang berarti Raja Yang Adil. Ungkapan keadilan (al-Adl) yang tertera diatas uang emas jelas menunjukkan betapa pentingnya nilai-nilai keadilan ditegakkan dalamsebuah perekonomian.[2]

    Al-Quran Tentang Dinar dan Dirham

    Dalam Alquran, Allah swt menyebut dinar dan dirham sebagai mata uang yang digunakan

    manusia, namun Alquran tidak secara eksplisit memerintahkan penerapan dinar dirham sebagaimata uang. Alquran dan Hadist juga tidak pernah mengklaim bahwa dinar dan dirham adalahsatu-satunya mata uang yang sah digunakan umat Islam dalam melakukan setiap transaksi dan

    berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Namun demikian, penyebutan kata-kata dinar dan dirhamdalam ayat-ayat berikut secara implisit menunjukkan pengakuan Allah terhadap superioritas

    dinar dan dirham. Sebutan Dinar dan Dirham, misalnya terdapat dalam ayat-ayat berikut:

    Dan di antara Ahli Kitab, ada orang yang kalau engkau amanahkan dia menyimpan sejumlahbesar harta sekalipun, ia akan mengembalikannya (dengan sempurna) kepadamu, dan ada pula

    di antara mereka yang kalau engkau amanahkan menyimpan sedinar pun, ia tidak akan

    mengembalikannya kepadamu kecuali kalau engkau selalu menuntutnya (Q.S. Ali Imran:

    75);

    Dan (setelah terjadi perundingan) mereka menjualnya dengan harga yang murah, yaitubeberapa dirham saja bilangannya (Q.S. Yusuf: 20).

    Sedangkan dalam ayat lain, perkataan emas dan perak direkamkan untuk menjelaskan fungsi dariemas dan perak tersebut. Allah swt berfirman:

    Sesungguhnya orang-orang yang kafir, lalu mati sedang mereka tetap kafir, maka tidak sekali-

    kali akan diterima dari seseorang di antara mereka: emas sepenuh bumi, walaupun ia menebus

    dirinya dengan (emas yang sebanyak) itu(Q.S. Ali Imran: 91); dan Dan (ingatlah) orang-

    orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak membelanjakannya pada jalan Allah, makakhabarkanlah kepada mereka dengan (balasan) azab siksa yang tidak terperi sakitnya (Q.S. at-

    Taubah: 34).

    Semua ayat di atas tidak memerintahkan penerapan dinar, karena bentuk kalimatnya adalahkhabariyah (berita) dan juga tidak menjelaskan bahwa hanya uang dinar emas dan dirham perakyang sah dan halal digunakan umat Islam dalam melakukan berbagai aktivitas ekonomi. Ayat-

    ayat di atas hanya menjelaskan fungsi emas (dinar) dan perak (dirham) sebagai alat penyimpan

    http://www.agustiantocentre.com/?p=1047#_ftn1http://www.agustiantocentre.com/?p=1047#_ftn1http://www.agustiantocentre.com/?p=1047#_ftn1http://www.agustiantocentre.com/?p=1047#_ftn2http://www.agustiantocentre.com/?p=1047#_ftn2http://www.agustiantocentre.com/?p=1047#_ftn2http://www.agustiantocentre.com/?p=1047#_ftn2http://www.agustiantocentre.com/?p=1047#_ftn1
  • 8/4/2019 Keunggulan Dan Keberkahan Dinar

    4/22

    nilai (store of value), alat penukar (medium of exchange), dan alat pengukur nilai (standard ofmeasurement).

    Merujuk pada ayat-ayat di atas,