pengikatan ke muka & belakang

Post on 14-Jun-2015

3.024 Views

Category:

Education

2 Downloads

Preview:

Click to see full reader

DESCRIPTION

Metode pengikatan dengan pemotongan ke muka dan pemotongan ke belakang. Sekedar referensi.

TRANSCRIPT

Metode Pengikatan Ke Muka & Pengikatan Ke Belakang

Modul Ilmu Ukur Tanah

Oleh: Tutus Kusuma

A. Pendahuluan

Dalam Ilmu Ukur Tanah, terdapat beberapa metode penentuan posisi:• Metode polar penentuan posisi titik berdasarkan pengukuran

jarak dan azimuth titik tersebut terhadap titik acuan yang sudah diketahui koordinatnya.

• Metode poligon penentuan posisi dimana alat berpindah setiap selesai pematokan, kemudian titik belakang (backsight) digunakan sebagai acuan arah untuk titik berikutnya.

• Metode pengikatan ke muka penentuan posisi titik dari dua titik yang diketahui koordinatnya, dimana pengukuran dilakukan secara serentak dari kedua titik tersebut (2 alat).

• Metode pengikatan ke belakang penentuan posisi titik terhadap dua titik yang diketahui koordinatnya, dimana pengukuran dilakukan dari titik yang akan diukur (1 alat).

A. Pendahuluan

Penentuan posisi metode polar: titik A dan B diketahui koordinatnya, diukur jarak dan azimuth ke titik 1.

T

U

Z

XA

YA

XB

YBA

B

Pt1

A. Pendahuluan

Penentuan posisi metode poligon: pematokan dilakukan secara berurutan dari titik acuan awal ke titik berikutnya.

A

B

12

3

A

1

2

3

A

1

2

3

B

B

Langkah I

Langkah III

Langkah II

A. Pendahuluan

Penentuan posisi metode pengikatan ke muka: alat berdiri di dua titik acuan yang diketahui koordinatnya. (Pengikatan

ke belakang: alat berdiri di titik yang akan diukur.)

A

B

C

2

2

1

1

B. Pengikatan ke Muka

Pengikatan ke muka adalah suatu metode penentuan posisi dari dua buah titik di lapangan tempat berdiri alat untuk memperoleh suatu titik lain di lapangan tempat berdiri target (prisma atau jalon) yang akan diketahui koordinatnya dari titik tersebut. Garis antara kedua titik yang diketahui koordinatnya dinamakan garis absis. Sudut dalam yang dibentuk absis terhadap target di titik B dinamakan sudut beta. Sudut beta dan alfa diperoleh dari lapangan.

B. Pengikatan ke Muka

Karakteristik penentuan posisi dengan pengikatan ke muka:• Bentuk yang digunakan segitiga.• Dilakukan pengukuran dua sudut (alfa dan beta).• Salah satu panjang sisi harus diukur untuk mengetahui bentuk

dan besar segitiga.

Pemotongan ke muka banyak digunakan pada pengukuran titik triangulasi dan konstruksi.

B. Pengikatan ke Muka

Tahapan perhitungannya:1. Menghitung sudut jurusan

tg Ψab = (Xb - Xa) / (Yb - Ya) Ψab = ArcTan

2. Menghitung jarakdab1 = (Xb - Xa) / (Sin Ψab)dab2 = (Yb - Ya) / (Cos Ψab)dab = (dab1 + dab2)/2

3. Menghitung koefisien jarakγ = α + βm = dab / (Sin γ)

4. Menghitung jarak dap dan dbpdap = m . sin β dbp = m . sin α

B. Pengikatan ke Muka

5. Menghitung koordinat P dari titik AΨap = Ψab - αΔXap = dap . sin ΨapΔYap = dap . cos ΨapXpa = Xa + ΔXapYpa = Ya + ΔYap

6. Menghitung koordinat P dari titik BΨbp = (Ψab + β) + 180ΔXbp = dbp . sin ΨbpΔYbp = dbp . cos ΨbpXpb = Xb + ΔXbpYpb = Yb + ΔYbp

7. Menghitung koordinat P rata-rataXp = (Xpa + Xpb)/2Yp = (Ypa + Ypb)/2

C. Pengikatan ke Belakang

Pengikatan ke belakang adalah suatu metode penentuan posisi sebuah titik terhadap dua buah atau lebih titik yang diketahui koordinatnya. Bedanya dengan pengikatan ke muka adalah pada metode ini alat berdiri pada titik yang akan ditentukan posisinya. Sudut yang diukur adalah sudut alfa dan beta.Ada beberapa metode yang sering digunakan, yang paling populer adalah metode Collins dan Cassini.Di sini akan dijelaskan metode Collins.

C. Pengikatan ke Belakang

Tahapan perhitungannya:1. Menentukan posisi titik bantu Collins

“H”.Titik P diikat dengan cara ke belakang pada titik A, B, dan C. Buatlah sekarang suatu lingkaran sebagai tempat kedudukan melalui titik-titk A, B dan P hubungkanlah titik P dengan titik C maka garis CP dimisalkan memotong lingkaran tadi di titik H yang di namakan titik penolong Collins.

2. Menghitung koordinat titik H (lihat gambar di atas kanan).

Xh = Xa + dah sin ᾀ ahYh = Ya + dah cos ᾀ ah

a. Nilai ᾀ ah dapat dicari dengan rumus:ᾀ ah = ᾀ ab + β

Sudut jurusan AB dapat dihitung dari koordinat A dan B.

C. Pengikatan ke Belakang

b. Nilai dah bisa dihitung setelah nilai dab diketahui, sehingga dah dapat ditentukan dengan menggunakan perbandingan antara sinus sudut dengan garis sehadap sudut tersebut.

Dengan analogi yang sama, koordinat H dapat dihitung dari titik B.

C. Pengikatan ke Belakang

3. Menghitung koordinat titik P. Xp = Xa + dap sin ᾀ ap Yp = Ya + dap cos ᾀ ap

a. Nilai ᾀ ap dapat dicari dengan rumus:ᾀ ap = ᾀ ab + ˠ

Dimana: ˠ = ᾀ hc - ᾀ hb, dan ᾀ hb didapat dari ᾀ bh + 180o

Sudut jurusan HC dapat dihitung dari koordinat H dan C.

C. Pengikatan ke Belakang

b. Nilai dap dapat dihitung dengan rumus:

Dengan analogi yang sama, koordinat P dapat dihitung dari titik B.

C. Pengikatan ke Belakang

Tutus Kusuma08112503588 – 081328855570tutus.kusuma81@gmail.com

top related