keikhlasan beribadah oleh debby feramitha

Post on 12-Jun-2015

308 Views

Category:

Documents

5 Downloads

Preview:

Click to see full reader

TRANSCRIPT

Pendidikan Agama IslamKeikhlasan Beribadah

Oleh :Debby FeramithaX-A4 No : 15

BAB IIKeikhlasan Beribadah

Q.S Al-An'am : 162-163

Q.S Al-Bayyinah : 5

Ayat

Terjemah

Kandungan

Terjemah

Kandungan

Penutup

Ayat

Q.S Al-An'am : 162-163

Terjemah Q.S Al-An'am : 162-163

162. Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku

hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

163. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku

dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".

KANDUNGAN Q.S AL-AN'AM : 162-163

ayat 162 menyebutkan beberapa hal terpenting yang harus dipersembahkan semata-mata kepada Allah SWT bukan kepada yang lain yaitu :Shalat : Meliputi shalat fardlu, shalat sunnahIbadah : Dalam ayat ersebut memang tertuju pada

ibadah haji dan umrah namun tidak salah jika dimaknai dengan ibadah dalam arti yang luas

Hidup : Artinya hidup ini difokuskan untuk semata- mata mengikuti ajaran Allah demi mendapatkan keridlaan-Nya

Mati : Artinya nyawapun harus dikorbankan untuk membela dan menjunjung tinggi ajaran Allah, sehingga kembali kepangkuan Allah dengan ridla dan di ridlai

Betapa ayat tersebut mencakup segala amal saleh yang merupakan kinerja hidup orang mukmin di dunia dan investasi hidupnya kelak di akhirat. Karena itu jenis amal shaleh apapun tentunya harus dilandasi dengan ikhlas untuk semata-mata mengabdi kepada Allah. Bagi orang mukmin sepatutnya memposisikan diri untuk senantiasa mempersembahkan hidup dan matinya untuk Allah semata-mata, sehingga dalam setiap perbuatannya ia lebih mengutamakan nilai-nilai kewajiban dan keshalehan. Ia tidak pantas memiliki kecenderungan-kecenderungan duniawi, lau ingin dipuji dan takut dicela orang dalam beramal dan beribadah.

Sedangkan ayat 163 pada bagian pertama berisi penolakan terhadap segala bentuk perilaku syirik, baik syirik secara terang-terangan maupun syirik secara terselubung. Syirik secara terang-terangan berarti masih bertuhan ganda, seperti mempercayai adanya kekuatan pada suatu jenis benda untuk bisa menolong atau menyelamatkan. Sementara syirik yang terselubung berarti masih bermotif ganda dalam beribadah dan beramal, sehingga berebutan melakukan amal dan beribadah tetapi untuk tujuan mencari pujian dan dukungan. Selanjunya bagian akhir ayat 163 berisi perintah agar orang mukmin benar-benar menjadi muslim yang mematuhi segala peritah Allah dan menjauhi segenap larangan-Nya.

Q.S AL-BAYYINAH :5

Terjemah Q.S Al-Bayyinah :5

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[*], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.

Ket : [*] Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.

Kandungan Q.S Al-Bayyinah : 5

Surat Al Bayyinah yang mengandung firman Allah dimuka telah turun dalam rangka mengkritisi aqidah yang sesat dan menyimpang terhadap agama yang lurus dikalangan kaum ahli kitab dan kaum musyrik. Mula-mula mereka saling berdebat seputar bakal datangnya seorang nabi akhir zaman yang namanya maupun identitasnya tercantum dalam kitab suci mereka

"Apabila Nabi akhir zaman yang dijanjikan dalam kitab suci mereka itu benar-benar datang, maka mereka akan siap membelanya, mendukungnya dan mengikuti ajarannya". Bgitulah antara lain yang selalu dikatakan oleh kaum Yahudi maupun kaum Nasrani ketika berdebat dengan kaum musyrik. Akan tetapi setelah Nabi Muhammad SAW benar-benar diutus oleh Allah sebagai nabi akhir zaman dan pemungkas para Rasul, ternyata kaum musyiklah yang selalu berada digaris depan untuk menentang beliau, mengajak seluruh masyarakat Makkah untuk berkomplot dalam menghalang-halangi dakwah beliau. Sementara kaum Yahudi dan kaum Nasrani, sebagian besar tidak segan-segan meninggalkan ajaran agamanya yang masih murni untuk berkomplot dengan kaum musyrik, hanya karena takut dimusuhi dan diteror oleh mereka.

Itulah sebabnya, dalam ayat ke 5 dimuka telah ditegaskan bahwa kaum ahli kitab dan kaum musyrik itu dalam kitab sucinya hanyalah dibebani beberapa perintah yang sesungguhnya dapat memperbaiki keberagamaan dan kinerja hidup mereka, serta dapat medatangkan kebahagiaan hidup bagi mereka di dunia dan akhirat, yaitu :1. memurnikan ibadah kepada Allah, baik secara terbuka maupun secara rahasia2. membersihkan semua amal ibadah dari bebagai bentuk perilaku syirik3. mengikuti agama nabi Ibahim AS yakni agama

yang mengajarkan tauhid (Meng-Esakan Allah

SWT).

Khusus untuk Nabi Muhammad beserta umatnya, selain dibebani ketiga perintah di atas ditambah lagi dengan dua perintah :1. Mendirikan shalat dalam arti menjalankannya dengan menghadirkan hati untuk hormat kepada dzat yang disembah, agar terbiasa selalu tunduk kepada-Nya dalam berbagai aspek kehidupan.2. Menunaikan zakat dala arti memberikan sebagian kekayaan kepada orang-orang yang berhak sebagaimana ditentukan dalam nash Al Qur’an.

Kemudian pada bagian akhir ayat 5 dalam surat Al Bayyinah telah ditegaskan bahwa dengan menjalankan kelima perintah tersebut di atas, maka demikian yang disebut “ Beragama secara murni, lurus dan benar “.

Sekian dari saya, mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan.

Mohon maaf dan trimakasih

7 September 2013

top related