penyusunan tata cara pembuatan kolam retensi dan polder nspm

Download Penyusunan Tata Cara Pembuatan Kolam Retensi Dan Polder Nspm

Post on 10-Oct-2015

714 views

Category:

Documents

205 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Tata Cara Pembuatan Kolam Retensi Dan Polder Nspm

TRANSCRIPT

  • TATA CARA

    PEMBUATAN KOLAM RETENSI DAN POLDER ( N S P M )

  • i

    DAFTAR ISI

    Halaman

    Daftar Isi ................................................................................................................................... i

    BAB I DESKRIPSI 1.1. Maksud dan Tujuan .................................................................................. 1

    1.1.1 Maksud ......................................................................................... 1

    1.1.2 Tujuan ........................................................................................... 1

    1.2. Ruang Lingkup .......................................................................................... 1

    1.3. Pengertian ................................................................................................. 1

    1.4. Fungsi Drainase Perkotaan ....................................................................... 3

    1.4.1 Secara Umum ............................................................................... 3

    1.4.2 Berdasarkan Fungsi Layan .......................................................... 3

    1.4.3 Berdasarkan Fisiknya ................................................................... 4

    BAB II KETENTUAN-KETENTUAN 2.1. Umum ........................................................................................................ 5

    2.2. Teknis ........................................................................................................ 5

    2.2.1 Data dan Informasi ....................................................................... 5

    2.2.2 Kala Ulang .................................................................................... 6

    2.2.3 Kriteria Perencanaan Hidrologi .................................................... 6

    2.2.4 Kriteria Hidrolika ........................................................................... 7

    2.2.5 Kriteria Konstruksi ........................................................................ 7

    2.2.6 Parameter Penentuan Prioritas Penanganan .............................. 8

    BAB III SSUURRVVEEII DDAANN PPEENNYYEELLIIDDIIKKAANN 3.1. Survey ....................................................................................................... 9

    3.2. Penyelidikan. ............................................................................................. 9

  • ii

    BAB IV PPEERREENNCCAANNAAAANN TTEEKKNNIIKK PPEERRHHIITTUUNNGGAANN KKOOLLAAMM RREETTEENNSSII DDAANN

    PPOOLLDDEERR 4.1. Tahap Perencanaan Daerah Kolam Retensi dan Polder ........................ 10

    4.2. Tahap Perencanaan Hidrologi ................................................................ 17

    4.3. Tahap Perencanaan Hidrolika ................................................................. 18

    4.4. Tahap Perencanaan Kapasitas Kolam Retensi dan Pompa ................... 18

    BAB V PPEELLAAKKSSAANNAAAANN KKOONNSSTTRRUUKKSSII 5.1 Pekerjaan Persiapan ............................................................................... 22

    5.2 Pekerjaan Kolam Retensi ........................................................................ 22

    5.3 Pekerjaan Tanggul Keliling ..................................................................... 23

    5.4 Pekerjaan Bangunan Station Pompa ...................................................... 24

    5.5 Pekerjaan Bangunan Genset .................................................................. 24

    5.6 Pekerjaan Saluran Inlet/Outlet ................................................................ 25

    5.7 Pekerjaan Bangunan Pintu Air Inlet/Outlet ............................................. 25

    BAB VI OOPPEERRAASSII DDAANN PPEEMMEELLIIHHAARRAAAANN

    6.1. Pengoperasian Station Pompa ............................................................... 26

    6.2. Pemeliharaan Station Pompa ................................................................. 26

    6.3. Pengoperasian Pintu Air Inlet, Outlet dan Pembagi ............................... 27

    6.4. Pemeliharaan Pintu Air Inlet, Outlet dan Pembagi ................................. 28

    6.5. Pemeliharaan Kolam Retensi .................................................................. 29

    BAB VII LLAAIINN--LLAAIINN

    7.1 Laporan ................................................................................................... 30

    7.2 Koordinasi dan Tanggung Jawab Perencanaan ..................................... 30

    Lampiran A Contoh Perhitungan Hidrologi dan Hidrolika Kapasitas Kolam Retensi

    dan Pompa ...........................................................................................................

  • 1

    BAB I DESKRIPSI

    1.1 Maksud dan Tujuan 1.1.1 Maksud

    Tata cara pembuatan kolam retensi dan polder ini dimaksudkan sebagai

    pegangan untuk bahan acuan kepada para penyelenggara PLP dalam

    perencanaan dan pembangunan kolam retensi dan polder sebagai bagian dari

    penyelenggaraan sistem drainase di daerah.

    1.1.2 Tujuan Tujuan tata cara pembuatan kolam retensi dan polder ini adalah tersedianya

    Tata Cara Pembuatan Kolam Retensi dan Polder yang dapat digunakan

    sebagai acuan dalam perencanaan dan penyelenggaraan prasarana sarana

    drainase perkotaan di daerah.

    1.2 Ruang Lingkup Tata cara umum pembuatan ini mencakup :

    1) Ketentuan ketentuan

    2) Survei dan Penyelidikan

    3) Perencanaan Teknik Perhitungan Kolam Retensi dan Polder.

    4) Pelaksanaan Kontruksi

    5) Operasi dan Pemeliharaan

    1.3 Pengertian Pengertian tentang drainase kota pada dasarnya telah diatur dalam SK menteri

    PU 239 tahun 1987. Menurut SK tersebut, yang dimaksud drainase kota adalah:

    Jaringan pembuangan air yang berfungsi mengeringkan bagian-bagian wilayah

    administrasi kota dan daerah urban dari genangan air, baik dari hujan lokal

    maupun luapan sungai yang melintas di dalam kota.

    Untuk memahami drainase secara menyeluruh, berikut ini diperlihatkan

    beberapa pengertian pokok tentang drainase :

  • 2

    1) Drainase adalah prasarana yang berfungsi mengalirkan air permukaan ke badan air atau ke bangunan resapan buatan.

    2) Drainase perkotaan adalah sistem drainase dalam wilayah administrasi kota dan daerah perkotaan (urban) yang berfungsi untuk mengendalikan

    atau mengeringkan kelebihan air permukaan di daerah permukiman yang

    berasal dari hujan lokal, sehingga tidak mengganggu masyarakat dan dapat

    memberikan manfaat bagi kehidupan hidup manusia.

    3) Drainase berwawasan lingkungan adalah pengelolaan drainase yang tidak menimbulkan dampak yang merugikan bagi lingkungan. Terdapat 2

    pola yang dipakai :

    a. Pola detensi (menampung air sementara), misalnya dengan membuat kolam penampung.

    b. Pola retensi (meresapkan ), antara lain dengan membuat sumur resapan, bidang resapan atau kolam resapan

    4) Pengendali banjir adalah bangunan untuk mengendalikan tinggi muka air agar tidak terjadi limpasan atau genangan yang menimbulkan kerugian.

    5) Badan penerima air adalah sungai, danau, atau laut yang menerima aliran dari sistem drainase perkotaan.

    6) Bangunan pelengkap adalah bangunan yang ikut mengatur dan mengendalikan sistem aliran air hujan agar aman dan mudah melewati

    jalan, belokan daerah curam, bangunan tersebut seperti gorong-gorong,

    pertemuan saluran, bangunan terjunan, jembatan, street inlet, pompa, pintu

    air.

    7) Daerah genangan adalah kawasan yang tergenang air akibat tidak ada ataupun tidak berfungsinya sistem drainase.

    8) Daerah pengaliran adalah daerah tangkapan air yang mengalirkan air ke dalam saluran.

    9) Kala ulang adalah selang waktu pengulangan kejadian hujan atau debit banjir rencana yang mungkin terjadi.

    10) Tinggi jagaan adalah ketinggian yang diukur dari permukaan air maksimum sampai permukaan tanggul saluran.

  • 3

    11) Waktu pengaliran permukaan adalah waktu yang diperlukan oleh titik air hujan yang jatuh ke permukaan tanah dan mengalir ke titik saluran drainase

    yang diamati.

    12) Waktu drainase adalah waktu yang diperlukan oleh titik air hujan yang mengalir dari satu titik ke titik lain dalam saluran drainase yang diamati.

    13) Waktu konsentrasi adalah waktu yang diperlukan oleh titik air hujan yang jatuh pada permukaan tanah mengalir sampai di suatu titik di saluran

    drainase yang terpanjang.

    14) Zona adalah sub sistem pelayanan satu aliran saluran drainase. 15) Kolam Retensi adalah kolam/waduk penampungan air hujan dalam jangka

    waktu tertentu. Fungsinya untuk memotong puncak banjir yang terjadi

    dalam badan air/sungai.

    16) Sistem Polder adalah sistem penanganan drainase perkotaan dengan cara mengisolasi daerah yang dilayani dari pengaruh limpasan air hujan / air laut

    dengan penanggulangan / prasarana lain (jalan, jalan kereta api), dan

    sistem drainasenya dengan pemompaan.

    17) SOP adalah Standar Operasi Prosedur

    1.4 Fungsi Drainase Perkotaan 1.4.1 Secara Umum :

    Mengeringkan bagian wilayah kota dari genangan sehingga tidak menimbulkan dampak negatif.

    Mengalirkan air permukaan ke badan air penerima terdekat secepatnya. Mengendalikan kelebihan air permukaan yang dapat dimanfaatkan untuk

    persediaan air dan kehidupan akuatik.

    Meresapkan air pemukaan untuk menjaga kelestarian air tanah (konservasi air).

    Melindungi prasarana dan sarana yang sudah terbangun. 1.4.2 Berdasarkan fungsi layanan :

    a) Sistem drainase lokal : Yang termasuk sistem drainase lokal adalah saluran awal yang melayani