visi 2030 road map

Download Visi 2030 Road Map

If you can't read please download the document

Post on 06-Dec-2014

2.402 views

Category:

Education

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

TRANSCRIPT

  • 1. VISI 2030 danRoadMapIndustri 2010 Kadin Indonesia Bid. Industri, Teknologi & Kelautan Final Draft

2. Latar Belakang Diperlukan Program Revitalisasi Industri yang sistematis dan berkesinambungan untuk membangkitkan kembali Industri Nasional sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pencipta lapangan kerja. Melalui VISI 2030 dapat dikembangkanRoadMap(Peta Jalan) Industri Nasional, yang di dalamnya memuat yang perlu dilakukan menuju tahun 2030.Dalam tahap awal akan disusunRoadMap(Peta Jalan) Industri Nasional 2010, tahun dimana akan mulai diberlakukannya aturan perdagangan global WTO. Dengan adanyaGrand Strategydan Langkah-langkah Nyata Bersama dalam 4-5 tahun mendatang tersebut, diharapkan dapat membangkitkan kembali Sektor Riil yang matisuri sejak krisis ekonomi tahun 1997.Investasi Modal Asing dan Pertumbuhan Ekspor Non-Migas dijadikan ujung tombak penggerak pertumbuhan ekonomi dan pencipta lapangan kerja(Investment and Export Lead Growth Strategy). 3. Latar Belakang VISI 2030 danRoadMapIndustri 2010 diharapkan dapat digunakan oleh investor/pelaku usaha/pengambil keputusan lainnya untuk merencanakan secara sistematis, terarah dan berkesinambungan pola investasi serta pola pengembangan industri secara bertahap. Sebab sebagaimana diketahui membangun industri tidak identik dengan membangun pabrik. Membangun industri memerlukan jangka menengah-panjang 5-25 tahun ke depan, sedangkan membangun pabrikcukup dalam jangka pendek saja. Langkah sistematis dapat lebih berhasil guna bila dilaksanakan melalui pendekatan konsep one village one product dan/atau pengembangan kawasan industri yang terintegrasi pada tiap propinsi di Indonesia.VISI 2030 danRoadMapIndustri 2010 diharapkan pula dapat digunakan sebagai bekal pengetahuan Tim Perunding Perjanjian Kerjasama Perdagangan Internasional dalam melakukan negosiasinya, baik multilateral, regional, maupun bilateral. 4. TARGET EKONOMI RPJM 5. Grand StrategyIndustri GRAND STRATEGY

  • Untuk mendorong tercapainya :
  • Target Pertumbuhan Ekonomiseperti yang ditetapkan dalam RPJM,
  • Iklim Investasiyang lebih kondusif,
  • Reposisi Daya Saing Indonesiaagar menjadi salah satu negara tujuan investasi yang diperhitungkan;

Industrial & Trade Policy Fiscal & Monetary Policy

  • DiperlukanGrand StrategyIndustri , berupaLangkah Nyata Bersama yang Terintegrasi , antara :
  • Industrial & Trade Policy
  • Fiscal & Monetary Policy
  • Infrastructure & Human Resources Policy

Infrastructure & HR Policy 6. Fokus dan Prioritas Bangsa Indonesia memerlukan Image Building brand image , sebagai bangsa produktif, kreatif-inovatif dan bercita-rasa tinggi secara kultural. (Contoh : Industri Batik/Tenun Ikat, Jamu-jamuan & Kerajinan Kayu/Rotan/Besi) INDUSTRI PENGGERAK EKSPOR &PENYEDIA KESEMPATAN KERJA INDUSTRI BERBASIS SUMBER DAYA ALAM SDA MIGAS(Contoh : Industri Petrokimia, (Hulu-Antara-Hilir) & Pupuk) INDUSTRI BERBASIS TRADISI & KULTURAL SDA NON MIGAS(Contoh : Industri Pengolahan HasilPertanian, Perkebunan & Perikanan) (Contoh : Industri Elektronika Konsumsi, Tekstil dan Produk Tekstil, Komponen Otomotif, Alas Kaki, Makanan & Minuman) INDUSTRI ALAT ANGKUT INDUSTRI BARANG MODAL Darat (Contoh : Industri Otomotif & Sepeda Motor) Laut(Contoh : Industri Perkapalan,Docking& PeralatanOffshore ) (Contoh :Industri Permesinan &Industri Baja) 7. Fokus dan Prioritas KONTRIBUSI TERHADAPPDB 2004 INDUSTRI NON MIGAS24.52 % (Harga Konstan Tahun 2000) Sumber : Deprin, 2005 1.04 SEMEN & BARANG GALIAN BUKAN LOGAM (KLUI 36) 7 1.36 BARANG KAYU & HASIL HUTAN LAINNYA (KLUI 33) 5 0.20 BARANG LAINNYA (KLUI 39) 9 0.71 LOGAM DASAR,BESI & BAJA (KLUI 37) 8 1.30 KERTAS & BARANG CETAKAN (KLUI 34) 6 3.38 TEKSTIL, BARANG KULIT & ALAS KAKI (KLUI 32) 4 4.15 PUPUK, KIMIA & BARANG DARI KARET (KLUI 35) 3 5.52 ALAT ANGKUT, MESIN & PERALATAN (KLUI 38) 2 6.90 MAKANAN, MINUMAN & TEMBAKAU (KLUI 31) 1 KONTRIBUSI THD PDB 2004 (%) SEKTOR-SEKTOR INDUSTRI No 8. Fokus dan Prioritas %TOTAL PRODUK UTAMA TERHADAP TOTAL EKSPOR NON MIGASTAHUN 2003 Sumber : Deprindag, 2004 9. Usulan Kegiatan Diskusi Terbatas 09.00 15.00 6 Juni 2006

  • INDUSTRI PERIKANAN & KELAUTAN
  • PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN (Pengalengan Ikan & Biota Lainnya)
  • TRANSPORTASI LAUT (Perkapalan, Docking & Sarana Lepas Pantai)

09.00 15.00 09.00 15.00 23 Mei 2006 18 Juli 2006

  • INDUSTRI MAKANAN, MINUMAN & TEMBAKAU
  • PENGOLAHAN- Tembakau-Teh Makanan/Minuman lainnya
  • PENGOLAHAN- Kelapa Sawit-Kopi - Kakao/Cokelat

09.00 15.00 9 Mei 2006

  • INDUSTRI PUPUK, KIMIA & BARANG KARET
  • PETROKIMIA (Hulu-Antara-Hilir)
  • PUPUK
  • KARET

09.00 15.00 4 Juli 2006

  • INDUSTRI ALAT TRANSPORTASI DARAT, ELEKTRONIKA &TELEMATIKA
  • TRANSPORTASI DARAT (Otomotif & Sepeda Motor)
  • ELEKTRONIKA KONSUMSI
  • TELEMATIKA & TELEKOMUNIKASI

09.00 15.00 20 Juni 2006

  • INDUSTRI KAYU, HASIL HUTAN LAINNYA , PULP & PAPER
  • PULP & PAPER
  • PANEL KAYU
  • FURNITURE

10.

  • ACTIVE INDUSTRIAL POLICY YANG TERUKUR BERBASIS VISI,BUKANBERBASIS MASALAH

Usulan Kegiatan Diskusi Terbatas 09.00 15.00 29 Aug2006

  • INDUSTRI ALAT SEMEN, KERAMIK, BESI & BAJA
  • SEMEN
  • KERAMIK
  • BESI & BAJA

09.00 15.00 1 Aug 2006

  • INDUSTRI TEKSTIL, ALAS KAKI & KULIT
  • TEKSTIL & PRODUK TEKSTIL
  • ALAS KAKI
  • KULIT

09.00 15.00 8Aug 2006 INDUSTRI PERMESINAN & BARANG MODAL 09.00 15.00 12 Sep2006

  • SEKTOR INDUSTRI BERBASIS TRADISI & KULTURAL
  • JAMU-JAMUAN
  • KERAJINAN

11.

  • Ringkasan Kinerja Industri yang dipresentasikan:
    • Kemampuan Industri yang dipresentasikan, posisi saat inidengan didasari oleh pengalaman 5 (lima) tahun terakhir.
    • Prestasi puncak dari Industri yang dipresentasikan pada saat sebelum masa krisis, dan mengapa bisa muncul ?
    • Siapa pemain utama di Industri yang dipresentasikan (Indonesia) ?
    • Siapa pemain utama di Industri yang dipresentasikan (Regional & Dunia)? Dimana Posisi Indonesia (saat ini) ?
  • VISI 2030 dari Industri yang dipresentasikan, berdasar perspektif dan pengalaman para pemain utama/asosiasi terkait.
  • Proyeksi menuju 2010 danRoadMapberikutmilestoneyang harus ada menuju 2010, mencakup :
    • Kesiapan Infrastruktur yang diperlukan (sebutkan secara rinci).
    • Kesiapan Sumber Daya Manusia (sebutkan secara rinci).
    • Industrial & Trade Policyyang dipikirkan (sebutkan secara rinci).
    • Fiscal & Monetary Policyyang dipikirkan (sebutkan secara rinci).
    • Peta Kekuatan Pemain Utama dan Prospek masa depan Industri terkait .
    • Perkembangan teknologi.
  • 4.Referensi Data semacam Presentasi Asosiasi PertekstiIan Indonesia (API)

TOR Presentasi Diskusi Terbatas Penyusunan Konsep VISI 2030 &RoadMapIndustri 2010 12. Contoh Data-data yang Diperlukan*) *) Disesuaikan dengan Karakteristik dari Masing-masing Industri USD (Juta) Nilai Ton Volume Dlm.Negeri % Pangsa Pasar Dlm.Negeri Nilai Volume Nilai Volume Nilai Volume Nilai Volume 2010 2002 2004 2003 2005 Orang Jumlah Tenaga KerjaUSD (Juta) Ton Net Eks-Im USD (Juta) Ton Impor USD (Juta) Ton Ekspor USD (Juta) Ton Produksi Ton Kapasitas Produksi USD (Juta) Nilai Investasi Unit Jumlah Perusahaan2001 Sasaran Strategis 2010 VISI 2030 13. Contoh Data-data yang Diperlukan*) *) Disesuaikan dengan Karakteristik dari Masing-masing Industri Human Resources Policy Trade Policy Untuk Mencapai VISI 2030 danRoadMapIndustri 2010 Perlu. Industrial Policy 2010 Supporting Infrastructure Policy Fiscal & Monetary Policy Wilayah wilayahSentraProduksi 2005 14. Referensi

  • Revitalisasi Industri dan Investasi Bagian I Kadin Indonesia, Oktober 2004
  • Revitalisasi Industri dan Investasi Bagian II Kadin Indonesia, Desember 2004
  • Kebijakan Pembangunan Industri Nasional Dep. Perindustrian RI, Maret 2005

VISI 2030 danRoadMapIndustri 2010 dibuat untuk melengkapi atau sebagai komplemen, atas : 15. Gugus Tugas Penyusunan Konsep VISI 2030 &RoadMapIndustri 2010 *) KEPENGURUSAN (Usulan)

  • Bapak Benny Soetrisno,Ketua KT Industri Prosesing & Manufaktur dan Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API)
  • Bapak A. Safiun,Wkl. Ketua KT Industri Prosesing & Manufaktur dan Ketua Umum Gabungan Asosiasi Pengerjaan Logam dan Mesin (GAMMA)
  • Bapak Rauf Purnama,Wkl. Ketua KT Industri Prosesing & Manufaktur
  • Bapak Angky Camaro,Ketua KT Peningkatan Produktivitas
  • Bapak Gunadi Sindhuwinata,Ketua KT Pengembangan Kemampuan Teknologi
  • Bapak Aziz Pane,Ketua KT Standardisasi dan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI)
  • Bapak Robby Sumendap,Ketua KT Kelautan
  • Bapak Zulnahar Usman,Wkl. Ketua KT Kelautan