urinal is is

Click here to load reader

Post on 07-Sep-2015

239 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

urinalisis

TRANSCRIPT

Praktikum PK blok 11

URINALISISSekretaris CardioUrinalisis : Menganalisis urinUrinalisis rutin : rangkaian pemeriksaan tanpa indikasi klinik tertentu atau dilakukan secara rutin tanpa melihat jenis penyakit penderitaKegunaan urinalisis :Menunjukkan kelainan ginjalMemberi petunjuk jenis penyakit ginjalPengamatan lebih lanjut penderita penyakit ginjal Menunjukkan fungsi ginjalSAMPLE URINUrin pagi : urin pertama tama pada pagi hari setelah bangun tidur .Sifatnya pekatSampel ini baik untuk pemeriksaan sedimen, BJ, protein, dan tes kehamilan

Urin sewaktu :Urin yg dikeluarkan pada waktu yg tidak ditentukan.Sifatnya lebih encer daripada urin pagiBaik untuk pemeriksaan rutin

Urin 24 jam : Urin yang dikeluarkan selama 24 jamCara mengumpulkan : jam 7 pagi kencing di buang, kencing selanjutnya di tampung s/d jam 7 pagi hari selanjutnyaPerlu diberi pengawet & botol penampungnya harus yang tertutup rapatSampel digunakan untuk : Mengukur diuresis/menitMenentukan secara kuantitatif suatu zat dalam urin (protein menurut Esbach)

KOMPOSISI URINETergantung : Kemampuan dan fungsi ginjalKeadaan metabolisme tubuhBahan makananNormal, dalam urin 24 jam bahan padat 60 gr 35 gr organik : urea 50%, asam urat, dan kreatinin25 gr anorganik : khlorida, fosfat, amonia, dan sulfatUrin 2 jam post-prandial :Urin yang dikeluarkan pertama kali setelah 2 jam sesudah makan.Untuk pemeriksaan kadar gula (reduksi) sebagai pemeriksaan penyaring untuk glukosuria.

Urin 3 gelas atau 2 gelas pada priaCara penampungan :Sebelum pemeriksaan px tidak diperbolehkan berkemih (beberapa jam)Gelas pertama : 20 30 mlGelas kedua : urin berikutnyaGelas ketiga : urin yg terakhirPada laki laki, gelas ketigs ditiadakan, gelas pertama ditampung 50 -75 ml.Digunakan untuk menentukan letak infeksi atau lesi pada saluran urin

SYARAT WADAH PENAMPUNG URINBersih dan keringPemeriksaan bakteriologik harus sterilBermulut lebar dan dapat ditutup rapatPada wadah dicantumkan etiket : Nama pxTanggalJenis urinPengawet yg dipakaiUrin yang digunakan sebaiknya urin segar, sebab bila disimpan akan terjadi perubahan susunan yang terjadi karena :Kontaminasi dengan kuman- Kuman menguraikan ureum amoniak- Amoniak : urin bersifat basa merusak silinder silinder & menyebabkan pengendapan CaAmoniak menguap tidak bisa dipakai untuk pemeriksaan kadar ureum dan N total Kuman menguraikan glukosa

Tanpa adanya kontaminasi kumanAsam urat dan garam urat mengendap pada suhu rendahCARA MENDAPATKAN SAMPLEUrinalisisRandom sampelUrin 24 jam

BakteriologikPungsi supra pubikUrin porsi tengah Melalui kateterAmbil pada selang kateter yang dekat dengan orifisium uretra eksterna, jangan pada wadah penampung urinnyaJENIS PEMERIKSAANKuantitatif hasil berupa angkaSemi kuantitatif cth. Pemeriksaan protein rebus, hasilnya berupa +, ++, +++, ++++Kualitatif hasil hanya berupa +/-PEMERIKSAAN FISIK1. JUMLAHHanya di hitung pada pemeriksaan urin dengan sampel urin 24 jam

Normal urine: 1000-1800 ml/24 jam, jumlah ini bergantung pada: Luas permukaan tubuhPemakaian cairan, jumlah air yang diminumKeadaan ginjalKelembaban udara/penguapan (suhu lingkungan)

Poliuria : > 2000 ml/24 jampada diabetes melitus, diabetes insipidus, nefritis kronik dan stressOliguria : 300-750 ml/24 jamPada dehidrasi, diare, sirosis hepatis dan penyakit ginjal akut

Anuria : 0-300 ml/24 jamPada sirkulasi kolaps, syok yang lama ginjal rusak, dan keracunan sublimat

Nocturia : jml urine malam > siang

Polakisuria : miksi sering tapi sedikit, dan sakit (pada sistitis)

2. WARNANormal : kuning muda (karena urokrom)

Non patologis (karena bahan bahan atau makanan):-merah: phenolpthalein, protonsil, mercurochrom- kuning: carotine, santonin, atebrin, riboflavin, pyridium- hijau : acriflavin-biru/hijau : methylen blue, tembaga sulfat

Patologis : -kuning coklat (teh): bilirubin- merah coklat: urobilin, porphyrin-merah dgn kabut coklat: darah & pigmen darah- coklat hitam: melanin- hitam: as homogentisic (alkaptonuria) setelah ditambah basa

Urin normal : warna kuning jernihUrin dengan warna kemerahan teh (bilirubin)Urin pada pasien OAT hijauUrin dengan bilirubin orangeABCD3. BAUNormal : bau tidak keras (fresh) asam asam yang mudah menguap, bila agak lama berbau amoniak karena terjadi pemecahan ureum.

Non patologis : makanan yg mengandung zat volatil (mudah menguap): jengkol, pete, durianobat-obatan: terpentin, menthol, balsamum copsivae

Patologis : bau ketonuria : menyerupai buah-buahan/bunga setengah layubau busuk : perombakan protein, e.g : pada carsinoma dari sal. Kencing bau amoniak : perombakan ureum ISK164. BUIHNormal putihMudah berbuih proteinKuning pigmen empedu (bilirubin), phenylazodiaminopyridin

5. KEJERNIHANNormal : jernihKeruh dari awal :-tinggi fosfat hilang setelah ditambah as. Asetat-bakteri tetap keruh setelah diberi as. asetat -banyak unsur sedimen- nanah warna seperi susu-benda koloid tdk dpt dijernihkan dgn penyaring /sentrifuge Keruh setelah didiamkan :-urat amorf, fosfat amorf terbentuk dlm urine asam/dingin-bakteri berasal dr botol penampung dan berkembangbiak6. BERAT JENIS Normal : 1,003-1,030 Dipengaruhi oleh beberapa hal :-produksi urine- komposisi urine-fungsi pemekatan ginjalBJ rendah : -banyak minum-udara dingin-diabetes insipidusBJ tinggi : -dehidrasi-diabetes melitus-proteinuriaTEKNIK PEMERIKSAANSebelum dipakai, urometer ditera terhadap aquadest (BJ : 1,000). Bila ada penyimpangan, maka pada pembacaan sampel harus dikoreksi dengan cara dikurangi. E.g : ditera 1,003 pembacaan nanti dikurangi 0,003Isilah gelas ukur dgn urin sampai Berbuih disaring/tetesi etherMasukkan urometer sambil diputar pada sumbunya. Jangan sampai menyentuh dinding atau dasar gelas ukurBaca pada meniscusKOREKSITiap urometer ditera pd suhu tertentu (e.g: 200C). Lihat suhu kamar waktu itu. Tiap kenaikan 30C ditambah 0,001. Rumus :

Apabila dibuat pengenceran, kalikan dua angka terkhir dengan pengenceranApabila urin mengandung protein, tiap gram prosen protein harus dikurangi 0, 003Apbila reduksi positif, koreksi sama dengan proteinJangan mengencerkan urin >3 kali

BJ Urin : BJ yang dibaca (sudah ditera) + Suhu kamar Suhu tera X 0,0013CATATANPengukuran BJ mengetahui daya konsenterasi dan dilusi / pengenceran dr ginjalBJ urin tergantung bahan yg terlarut ureum, natrium, chloridaBahan yg molekulnya besar mempengaruhi BJ lebih besar glukosa, proteinBJ tetap sekitar 1,010 isosthenuriaBJ < 1,008 hyposthenuriaPengukuran BJ membedakan oliguria karena GGA (hasil isosthenuria) dengan oliguria karena dehidrasi (BJ urin tinggi)

7. pH normal : 4,6 - 8Pemeriksaan PH :Kertas LakmusIndikator universalCarik celupPh - meter

a. Pemeriksaan menggunakan kertas lakmus

b. Indikator Universal

c. Carik celupCatatan Pemeriksaan pH urin harus dilakukan pada urin segar/baru (kurang dr 2 jam setelah miksi).Urin yg sudah lama lebih alkalis pengaruh kuman kuman dan perubahan ureum jadi amoniak

Urin asam penyakit metabolik dan penyakit dengan febris

Urin alkalis beberapa penyakit infeksi (cth. Sistitis) dan alkalosis metabolik maupun respiratorikPEMERIKSAAN KIMIAWI1. GLUKOSA (Cara Fehling)Prinsip : Dalam suasana alkalis, glukosa dapat mereduksi cupri cupro, yg selanjutnya menjadi Cu2O yg mengendap dan berwarna merah.Intensitas warna merah secara kasar menunjukkan jumlah glukosaReagen : Fehling AFehling B

Teknik Pemeriksaan Ke dalam sebuah tabung, campurlah 2 ml Fehling A dan 2 ml Fehling B. Tambahkan 1 ml urin Panaskan dengan api kecil sampai mendidih Biarkan dingin dan baca hasilnya

Interpretasi :Negatif (-) : tetap biru / sedikit kehijau-hijauan dan agak keruhPositif + (1+) : hijau kekuningan dan keruhPositif ++ (2+) : kuning kehijauanPositif +++ (3+) : jingga/warna lumpur keruhPositif ++++ (4+) : merah keruh

2. PROTEINSifat pemeriksaan :Kualitatif - reaksi Hellerreaksi Roberts

Semi kuantitatif - tes rebus - tes sulfosalisilat - carik celup visual

3. Kuantitatif - Esbach - carik celup : fotometer refleksi

Percobaan RebusPrinsip : protein dlm suasana asam lemah dipanaskan denaturasi endapan (+)Cara kerja : 10 ml urin disentrifuge 1500-2000 RPM dalam 5 menit , ambillah supernatannya sebanyak 3 ml atau saringlah 3ml urin dengan kertas saring.Panaskan sampai mendidih bila ada endapan mungkin karena fosfat Tetesi 2-3 tetes asam cuka 6% / asama asetatPanaskan sampai mendidihDinginkan, baca hasilnya

Interpretasi Percobaan Rebus(-):tetap jernih(+):kekeruhan minimal ( 0,01 - 0,05 g/dl ). huruf cetak terbaca(+ +):Kekeruhan nyata ada butir-butir halus (0,05 - 0,2 g/dl) Garis tebal terbaca(+ + +):gumpalan-gumpalan yang nyata ( 0,2 - 0,5 g/dl )(+ + + +):gumpalan-gumpalan besar atau telah membeku ( > 0,5 g/dl )

CatatanPositif palsu : bila urine mengandung protease, tolbutamide, sulfonamide, zat asam IVP

Protein dlm jml sedikit fisiologis- latihan fisik berat, diet tinggi protein - orthostatic/postural albuminuria : setelah berdiri lama

Accidental/false albuminuria : urin mengandung banyak sel darah/nanah Pyelitis, Cystitis, Urethritis

Proteinuria patologis : penyakit ginjal yang menyebabkan gangguan daya penyaringan (permeabilitas) glomerolus. Dapat juga pd penyakit dengan febris, keracunan, hamil, dll

Protein Bence Jones Prinsip : protease yg mengendap pada suhu 40C - 60CBM kecil ( < albumin )Monoklonal Ig light chainMengendap pada suhu 40o 60oC. ( Pemeriksaan kualitatif )

Cara pemeriksaan:Tetesi 10 ml urin dengan beberapa tetes asam (dipakai asam asetat 10 %)Panaskan sampai mendidih, saring, (filtrat yang terjadi harus jernih (bebas dari protein serum)Diamkan sampai suhu mencapai 500C terjadi endapan putih jika bence jones +

Catatan Suhu 40-600C endapan, jika