urgensi undang-undang konvergensi tik

Download Urgensi Undang-undang Konvergensi TIK

Post on 29-Nov-2014

1.635 views

Category:

Technology

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

FSL Computer Network Infrastucture And Regulations oleh Suhono Harso Supangkat

TRANSCRIPT

  • 1. Urgensi Undang-undang Konvergensi TIK Suhono Harso Supangkat

2. Penduduk Frekuensi Geografi Karya Intelektual Penomoran SumberDaya TIK Nilai Sosisl Nilai Ekonomi Nilai Budaya Nilai Politik Penciptaan Nilai 3. Agenda Latar Belakang Definisi Konvergensi Arsitektur Konvergensi Isu-isu Konvergensi Daftar Isi Naskah Akademis Hal Yang diatur Penutup 4. 2/3/2011 4 Latar Belakang Mind Set Konvergensi Bukanlah Irisan Antara 3 Teknologi, Tapi adalah Integrasi Teknologi 5. KERANGKA KONSTRUKSI Konvergensi TIK Konvergensi Teknologi Terminal/Jaringan/Konten Konvergensi Layanan Kebijakan dan Regulasi Kelembagaan Convergence of Markets/Demand 6. TRADISIONAL VALUE CHAIN IT Telecoms Content Information Content Creation Application S/W Design System Integration PC Manufacture/ LAN Supply Information Creation Service Provision Infrastructure Provision Terminal Manufacture Content production/ creation Content distribution/ packaging Infrastructure Provision / distribution Hardware product vending USERS 7. Undang-Undang Konvergensi IT/Komputer Telekomunikasi Konten/Siaran Separate Value Chains Convergence Integrated Value Chain TIME UU ITE UU Telekomunikasi UU Penyiaran UU Konvergensi 8. INTEGRATED VALUE CHAIN Content Origination Content and Service Packaging Service Provision Infrastructure provision Terminal Vending Users ACTIVITY FUNCTION Content Supply Tailoring and Branding Platform and Connectivity Delivery Access Control Regulatory Issue Sensor/Privacy Telecom Regulation Copyright/Security Copyright 9. STRUKTUR KONVERGEN 10. KONSEP KONVERGENSI KONVERGENSI SECARA SEDERHANA ADALAH PERUBAHAN DARI VERTIKAL KE HORISONTAL 11. DEFINISI KONVERGENSI Konvergensi adalah perpaduan teknologi dan rantai nilai (value chain) dari industri telekomunikasi, teknologi informasi, penyiaran, konten, beserta industri ikutannya sehingga konsumen dapat memperoleh layanan yang terpadu sesuai kebutuhan. 12. PERUBAHAN STRUKTUR 12 UGC Service Control, (IMS, SDP, Mux Broadcast, Payment Gateway, softswitch dll) Access Network ValueAddedServices JasaDasarJaringanTetap JasaDasarJaringaBergerak Broadcasting Content Provider (CP) Network Services Provider (NSP) Facility Based Operator (FBO) Tower, Duct, Dark Fiber, Satelit, stasiun bumi, Data Center Backbone, Backhaul Content Aggre Application Service Provider (ASP) Broadcast MVNO Transactional CPE PC, PDA, Handset, Modem, Home gateway, TV Internet PGC Internet 13. INTERAKSI ANTAR LAYER CP 1 FBO1 NSP 1 ASP 1 ASP 2 CP 2 NSP 2 FBO 2 SharingInfrastruktur Standard,Secure&QoS Connectivity& Security PropertyRight Kerjasama Neutrality Transparancy Nondiscriminatory EqualAccess CommercialAgreement 14. Content Provider Role: Pembuat konten Contoh: Production house Content Producer Digital Marketing Portal 15. Application Service Provider Role: Player Contoh: Service: voice, messaging, video Hosting ISP/Multimedia Content Aggregator Mux broadcast Clearinghouse E-transaction E-gov 16. Network Service Provider Role: Perataan dan Jasa distribusi jaringan, carrier, delivery Contoh: Bandwidth/capacity Quality Security Media Gateway + Controler Connectivity Network (Circuit Switched Core (MSC, MGW), Packet Switched Core (SGSN, GGSN), Evolved Packet Core (SGW, MME, PDN GW, PCRF)) Access Network (PSTN, FWA, Mobile Access (2G, 3G, GSM), Satelit, VPN, WLAN, Broadband (Fixed Broadband, Wireless Broadband, Cellular Broadband), VSAT Mux Broadcast Network support servers (Network management, Billing/accounting, Customer care) Backbone, backhaul Communication control (SIP Server, IMS) 17. Penyelenggara Fasilitas Jaringan Role: Menyediakan infrastruktur Contoh: Duct Dark fiber Tower Satelit/stasiunbumi Co-location services (space khusus yang disediakan untu ktempat bertemunya jaringan dan perangkat) 18. KLASIFIKASI LISENSI Penyelengaraan yang bersifat umum , menyangkut seluruh klasifikasi (individu, class dan khusus) Pengaturan lisensi Standar yang menyangkut penyelenggaraan individu, dan class Pengaturan lisensi Standar yang diatur dalam lisensi individual Pengaturan khusus Kewajiban dan Tanggung jawab UnlicenseClassIndividual No economic & social impact Less economic or social impact The Most significant economic or social impact Long term objective towards less regulation 19. Lisensi Individu Layer KLASIFIKASI JENIS IJIN Penyedia Konten A: Nasional B: Regional C: Cluster Unlicensed Penyedia Layanan Aplikasi A: Nasional B: Regional C: Cluster Convergence License : PLA license (Triple play, quad play) Specific License : Voice, Video, Broadcast, Data/Internet, e-commerce. Content Aggregator. Penyelenggara Layanan Jaringan A:Nasional B: Regional Convergence License : Multi transport &akses (Jartap, Jarber, Satelit, BWA, IP transit dll) Specific License : VSAT, Mux Broadcast network. Penyelenggara Fasilitas Jaringan A:Nasional B: Regional C: Cluster Convergence License : Multi facilities (Duct, Dark Fiber, tower etc) Specific License: Slot orbit Satellite, Duct, Tower, Dark fiber. 20. KOMPETISI DAN REGULASI UGC Service Control, (IMS, SDP, Mux Broadcast, Payment Gateway, softswitch dll) Access Network Tower, Duct, Dark Fiber, Satelit, stasiun bumi Backbone, Backhaul VoBB Broadcast MVNO TransactionalInternet PGC KOMPETISI REGULASI Licensed Unlicensed 21. FRAMEWORK REGULASI Regulator: Sumberdaya Regulator : Penyelenggaraan Regulator : Standar/Pengawasan CP SP NP FP SumberDaya(SpectrumFreq,Number,People,dll.) Standard/Pengawasan/Kepatutan Numbering, Address ing, DNS Spektrum Frek Right of way Nat. Heritage Sensor, Privacy QoE QoS Sharing, Co-location Interworking Bundling DRM, IPR SLA Tarif SLA Tarif SLA Tarif Standar Perangkat 22. Arsitektur Konvergensi Konten Penyelenggaraan Sumberdaya Perangkat Pengguna Pengguna Standard Kompetisi & Kerjasama Sebaran, Tarif, Kualitas, Keamanan Jaminan&Lindungan Lisensi Persaingan Usaha Interkoneksi Berbagi Interoperability ICT Fund Interkoneksi, Berbagi RoW Perlindungan Konsumen Number Portability Resource Sharing Infrastruct Sharing