tutorial 4

Click here to load reader

Post on 10-Aug-2015

133 views

Category:

Documents

11 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

TUTORIAL 4 (SKENARIO A Blok 5 2011) Hari/tanggal Tempat Waktu Tutor Moderator Sekretaris 1 Sekretaris 2 Anggota : Senin/ 28 November 2011 : Ruang Tutorial I FK UNSRI Madang : 08.00 10.30 WIB : dr. Mutiara Budi Azhar, MMedSc : Fajar Ahmad Prasetya : Beuty Savitri : Lianita : 1. Nurul Hayatun Nupus 2. Muhammad Agung Wijaksana 3. Kadek Martha S 4. Indri Pratiwi 5. Mia Hayati Khairunnisa Skenario : Linda, seorang wanita berusia 28 tahun, sedang hamil dengan usia kehamilan 5 bulan, mengeluhkan rasa kesemutan di ibu jari, telunjuk dan jari tengah tangan kanannya sejak 2 bulan yang lalu. Rasa kesemutan tersebut terkadang juga diselingi rasa nyeri ataupun rasa seperti panas terbakar. Ia menyatakan tangan kanannya lemah dan mudah menjatuhkan benda-benda yang dipegang tangan kanannya. Ia juga menyatakan kesulitan untuk melakukan beberapa aktivitas menggunakan tangan kanan, seperti mengancing baju, menyisir rambut, dsb. Selebihnya, ia menyatakan merasa sehat dan menyangkal adanya trauma atau nyeri leher. 1. Klarifikasi Istilah a. Kesemutan = 6. Obby Saleh 7. Hajrini Andwiarmi A 8. Fadlia 9. Rullis Dwi Istighfaroh

Dorland (dalam istilah medis disebut paresthesia) perasaan sakit atau perasaan yang menyimpang; rasa abnormal, seperti kesemutan, rasa terbakar, berkeringat dan lain-lain. KBBI berasa senyar (geranyam) pada anggota badan, seperti digigit semut, terutama kaki dan tangan (karena lama duduk tanpa bergerakgerak atau tertekan terlalu lama dst.

1

b. Nyeri = berasa sakit (spt ditusuk-tusuk jarum atau spt dijepit pd bagian tubuh); rasa yg menimbulkan penderitaan c. Panas terbakar = hangat sekali, seperti terasa terbakar atau terasa dekat dengan api, bersuhu relatif tinggi d. e. Lemah Trauma = tidak kuat; tidak bertenaga =

Dorland luka atau cedera baik fisik atau psikis KBBI keadaan jiwa atau tingkah laku yg tidak normal sbg akibat dr tekanan jiwa atau cedera jasmani.

2.

Identifikasi Masalah E-O + Concern

Fakta 1. Linda, seorang wanita berusia 28 tahun, sedang hamil dengan usia kehamilan 5 bulan, mengeluhkan rasa kesemutan di ibu jari, telunjuk dan jari tengah tangan kanannya sejak 2 bulan yang lalu. 2. Rasa kesemutan tersebut terkadang diselingi rasa nyeri ataupun rasa seperti panas terbakar. 3. Ia menyatakan tangan kanannya lemah dan mudah menjatuhkan benda-benda yang dipegang tangan kanannya. 4. Ia sulit untuk melakukan beberapa aktivitas menggunakan tangan kanan, seperti mengancing baju, menyisir rambut, dsb. 3. Analisis masalah 1. a. Apa definisi kesemutan? b. Apa saja penyebab kesemutan (paresthesia)?

+ +

+

c. Mengapa rasa kesemutan yang dialami Linda hanya terjadi di ibu jari, telunjuk dan jari tengah? d. Apa dampak yang ditimbulkan dari gejala kesemutan tersebut? e. Adakah hubungan antara kehamilan dengan kesemutan yang dialami Linda?

2

f. Bagaimana cara mengatasi kesemutan?

2. a. Bagaimana mekanisme terjadi rasa nyeri? b. Bagaimana mekanisme terjadinya rasa panas terbakar? c. Bagaimana hubungan antara rasa nyeri ataupun rasa panas terbakar terhadap kesemutan yang dialami Linda?

3. a. Apa penyebab melemahnya tangan kanan Linda? b. Adakah hubungan antara tangan kanan lemah dan gejala kesemutan yang dialami Linda? Jelaskan! c. Bagaimana mekanisme pergerakan tangan dalam memegang benda? d. Bagaimana cara mengobati (terapi) yang dilakukan agar pergerakan tangan Linda kembali normal?

4. a. Bagaimana mekanisme gerakan tangan saat mengancing baju dan menyisir rambut? b. Gerakan apa saja yang dilakukan saat mengancing baju dan menyisir rambut?

Jawaban terhadap analisis masalah: 1. a. Paresthesia juga bisa digambarkan sebagai pin-dan-jarum atau kulitmerangkak sensasi. Parestesia paling sering terjadi pada ekstremitas, seperti tangan, kaki, jari, dan kaki, tetapi bisa terjadi di bagian lain dari tubuh. Atau perasaan sakit atau perasaan yang menyimpang; rasa abnormal, seperti kesemutan, rasa terbakar, berkeringat dan lain-lain. Parestesia merupakan gangguan protopatik yang timbul spontan, tanpa perangsangan khusus, misalnya perasaan dingin atau panas setempat, kesemutan, rasa berat atau rasa dirambati sesuatu. (Mardjono dan Sidharta, 2008)

3

b. Penyebab kesemutan : kompresi saraf (tekanan) cedera saraf, tekanan berkepanjangan ada syaraf, gangguan yang mengganggu sistem saraf, gangguan aliran darah.

c. Rasa kesemutan terjadi hanya di ibu jari, telunjuk dan jari tengah karena dipengaruhi oleh nervus medianus (saraf yang menginervasi di ibu jari, telunjuk dan jari tengah dan sebagian jari manis melalui terowongan karpal). Kemungkinan retinakulum fleksorum membesar sehingga menekan pembuluh darah.

d. Dampak yang ditimbulkan dari kesemutan tersebut adalah melemahnya tangan kanan Linda dalam beraktivitas dan memegang benda. Kemungkinan lebih lanjut akibat kesemutan yang tidak kunjung diobati adalah nyeri kronis, cacat, kelumpuhan, nyeri berkepanjangan, hilang/mati rasa (anaesthesia).

e. Terowongan karpal merupakan terowongan tulang yang terbentuk dari tulang-tulang pergelangan dari tiga sisi serta jaringan ikat yang berjalan melintasi pergelangan tersebut. Pembengkakan dan retensi (tertahannya) cairan yang umum ditemui pada saat hamil dapat meningkatkan tekanan pada rongga yang kecil ini, sehingga menekan saraf medianus yang berjalan di dalamnya. Saraf medianus mempersarafi jempol, jari telunjuk, tengah, dan setengah dari jari manis. Karena itu, penekanan saraf tersebut menimbulkan gejala seperti kesemutan dan nyeri, terutama pada keempat jari tersebut, dan dapat menjalar ke atas. Menurut dr. Ferry, SpOG (RSIA Evasari, Jakarta), keluhan kesemutan ini memang sering muncul pada ibu hamil. Tetapi, berdasarkan hasil penelitian, sebesar 2,3% saja yang ditemukan mengalami gejala ini dari 2400 ibu hamil. Ibu hamil juga rentan terkena kesemutan (atau gejala CTS) karena perubahan hormonal, cairan tubuh lebih banyak sehingga menyebabkan penumpukan cairan. 4

f. Cara untuk mengatasi kesemutan: Memperbaiki aliran darah di bagian tubuh yang kesemutan, misalnya dengan memijat, secara perlahan menggerak-gerakkan bagian yang kesemutan tadi hingga hilang atau melepaskan bendungan yang menjadi penghambat aliran darah atau memberikan obat-obatan yang dapat memperlebar pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lancar. Memberikan obat-obatan untuk mengembalikan fungsi saraf sehingga kesemutan hilang, berupa vitamin B1, B6, dan B12 (vitamin neurotropik yang berfungsi menjaga kesehatan jaringan saraf). Vitamin B1 misalnya, penting untuk metabolisme karbohidrat, serta penyediaan energi untuk saraf. Sedangkan vitamin B6 untuk metabolisme protein dan memelihara fungsi normal saraf. Sementara B12 penting untuk sintesa asam nukleat dan menjaga integritas jaringan saraf. Untuk mengatasi nyeri, kombinasikan dengan analgesik yang berfungsi sebagai anti radang. Teknik akupunktur pun dapat dilakukan untuk memperbaiki aliran darah dan memperbaiki fungsi saraf. Pada awalnya, mungkin agak sedikit sakit, tapi dengan menjalankan beberapa kali terapi, masalah kesemutan tadi dapat terobati secara bertahap. Jika kesemutan terjadi pada penderita diabetes (Neuropati diabetik), pengobatan dilakukan dengan mengontrol gula darah, mengkonsumsi obat diabetes, dan pemberian obat-obatan yang bersifat neurotropik dan vitamin Jika kesemutan terjadi karena stroke, pengobatan harus segera dilakukan. Contohnya saja pada stroke akibat sumbatan, penderita harus diberikan obat pengencer darah. Penderita juga harus diberitahukan bagaimana pengaturan risiko akibat stroke, seperti hipertensi dan kolesterol. Hindari mengkonsumsi minuman beralkohol karena alkohol dapat mengakibatkan defisiensi vitamin B, terutama vitamin B1 yang sangat diperlukan dalam aktivitas saraf dan merokok Memperbanyak mengkonsumsi buah pisang atau kelapa muda. Kedua buah ini sangat membantu menghilangkan rasa kesemutan.

2. a. Mekanisme rasa nyeri:

Ada suatu pengaktifan nosiseptor (ujung saraf bebas afferen primer, berfungsi sebagai reseptor nyeri) oleh zat zat tertentu. Zat-zat ini dihasilkan/dibebaskan ketika terjadi cedera. Stimulus yang masuk dari reseptor nyeri lalu diteruskan ke medula spinalis, lalu menuju ke talamus otak. Selanjutnya nyeri diproses oleh persepsi otak. Beberapa zat yang merangsang nosiseptor : ion kalium, bradikinin (perangsang nyeri yang kuat), histamin, serotonin, asam. (price-wilson, guyton-hall) Jalur Asendens 5

Impuls nyeri Thalamus & struktur otak lain

Serat saraf C & A-

Akar saraf

Kornu dorsalis medulla spinalis (lamina II &III)

Menyatu di traktus Sisi berlawanan spinotalamikus medulla spinalis di anterolateralis komisura anterior Nyeri terbagi 2 yaitu nyeri cepat dan nyeri lambat. Nyeri cepat dapat muncul dari sensasi mekanis, kasar dan tekanan. Nyeri cepat akan melewati traktus neospinotalamikus melalui nosiseptor A- . Sedangkan nyeri lambat akan muncul dari sensasi berupa kimiawi, panas, pegal, dan sensasi yang lokalisasinya samar. Nyeri lambat akan melewati traktus paleospinotalamikus melalui nosiseptor tipe C, lalu impuls akan menuju formasio retikularis batang otak dan dilanjutkan ke nukleus parafasikularis dan nukleus intralaminar di talamus, hipotalamus, nukleus sistem limbik, serta korteks otak depan. Nosiseptor tipe C lambat kronik Jalur Desendens Modulasi nyeri: 1. Substansia grisea periakuaduktus (PAG) dan Substansia grisea periventrikel (PVG) pada mesensefalon & pons bagian atas. 2. Nukleus rafe magnus (NRM) pada pons bagian bawah dan medulla bagian atas, serta Nukleus retikularis paragigantoselularis (PGL) pada medulla lateralis. 3. Kolumna dorsalis medulla spinalis ke kompleks inhibitorik nyeri yang terletak di kornu dorsalis medulla spinalis. Formasio retikularis batang otak Nucleus parafasikularis & nucleus intralaminar di thalamus, hipotalamus, nucleus system limbic, korteks otak depan

b. Mekani